My Lecturer Holy Love

My Lecturer Holy Love
BAB 30


__ADS_3

Rossa, Queen dan Aska keluar dari kelas untuk menuju ke kantin, setibanya di kantin mereka memesan makanan kesukaan masing-masing, dengan berbincang kesana kemari sambil tertawa, seperti biasanya Rossa tertawa ceria saat berkumpul dengan kedua sahabatnya, lama mereka berbincang dan tertawa, mereka didatangi oleh seseorang.


" Hai " Laki-laki tersebut menyapa sembari melambaikan tangan kearah mereka, sontak membuat mereka bertiga langsung menghentikan aktivitasnya, dan menoleh ke arah laki-laki itu.


Rossa menoleh ke arah Reyhan, mengetahui jika itu Reyhan, ia tidak mengucapkan sepatah katapun, bahkan tiba tiba saja ia merasa tidak nyaman.


" Gue boleh gabung? " sambung Reyhan bertanya, membuat Queen dan Aska saling berpandangan heran.


" Ya boleh, silahkan, " Queen membalasnya.


Rossa dan Aska hanya mengangguk ringan.


" Tumben cowok ini mau gabung dengan kita, biasanya dia cuek sekali, tapi kenapa hatiku merasa tidak nyaman gini ya, ah mungkin ini hanya perasaanku saja, karena sikap Reyhan yang tiba-tiba berubah drastis, " Rossa berbicara dalam hati, ia segera menepis pikiran negatifnya.


Mereka semua akhirnya kembali berbincang-bincang, tanpa Rossa sadari sesekali Reyhan mencuri pandang ke arahnya. Aska yang mengetahuinya sedikit curiga dengan tatapan Reyhan kepada Rossa, ia bertanya-tanya dalam hatinya.


Alex selalu mengawasi Rossa dimana ia berada, meskipun sekarang sedang ada diruangan dosen, Alex sudah memerintahkan beberapa orang untuk mengawasi Rossa dari kejauhan.


Ponsel Alex berdering sekali tanda ada pesan masuk, dan itu adalah pesan dari orang suruhannya, ia terkejut dan sedikit kesal saat melihat isi foto tersebut, dimana isi foto itu ada Rossa yang sedang tertawa ria bersama Reyhan dan Aska.


Si pecemburu.


" Hmm bahkan jika dia bersamaku tidak sebegitu cerianya. " guman Alex pelan, Kemudian Alex membalas pesan dari orang suruhannya tersebut.


***


Malam harinya dikediaman Fabricia mereka kedatangan keluarga Wiliams, mereka semua berkumpul termasuk Alex, karena mereka akan membahas pernikahan anak mereka sekaligus setelah acara pernikahan selesai. Aryan beserta Zeline akan berpamitan kembali ke negara B untuk melanjutkan kewajibannya sebagai Presdir di perusahan WL Group yang dirintis oleh Aryan Wiliams mulai nol hingga sukses seperti sekarang. Semuanya berbincang-bincang kecil sembari makan malam.


" Kita lanjutkan mengenai hubungan anak kita Fik, bagaiamana kalau mereka segera kita nikahkan saja, kami takut ada hal di luar dugaan lagi seperti kejadian kemarin yang membahayakan nyawa putri mu, biar putri mu bisa dijaga dan diawasi oleh putra ku, kita tidak harus mendesak mereka juga, kita hanya menunggu jawaban mereka mau atau tidak. " tutur Aryan menjelaskan maksud kedatangannya bersama sang Istri.


Degggg....

__ADS_1


Rossa yang ikut makan malam disana langsung tertegun dengan ucapan papanya Alex, detak jantungnya pun berdetak tidak karuan.


" Ya benar kau Aryan, aku yakin putra mu bisa menjaga putri ku, segera kita laksanakan saja acara ini, karena lebih cepat lebih baik, benar bukan ma, nak? " ucap Fiky yang bergantian menatap sang istri dan putrinya.


" Eh em ma maksud papa sama om apa ya? " tanya Rossa berharap apa yang baru saja ia dengarkan semuanya tidak bnar.


" Jadi kamu belum paham sayang? " Gesya menyahuti ucapan Rossa.


" Begini nak, kita sedang membahas pernikahan mu dengan Alex, " jelas Fiky.


Seketika Rossa yang mendengar penjelasan dari papanya itu terkejut, kemudian ia melirik ke arah Alex yang sedari tadi hanya memasang raut santai tanpa bersuara.


" Kenapa dia diam saja, kenapa dia tidak menolaknya. " batin Rossa


" Tapi pa, Rossa kan masih kuliah, " ujar Rossa.


" Memangnya jika kamu masih kuliah kenapa sayang? " tanya Zeline sambil tersenyum hangat menatap calon menantunya tersebut.


" Kuliah tidak memandang status kok, meskipun nanti status kamu sudah menikah, kamu masih bisa melanjutkan kuliah kamu seperti biasa sayang, " sambungnya kemudian.


" Bagaimana kalau kita adakan minggu depan? kalian tidak bisa menunggu jawabannya lebih lama bukan, lagipula kau juga harus kembali mengurus perusahaan mu, " ucap Fiky sambil melihat ke arah Aryan.


Rossa yang mendengar ucapan papanya itu begitu terkejut, ia ingin menolaknya namun tidak bisa, karena ada kedua orang tua Alex dan tidak mau mempermalukan papanya didepan sahabat papanya itu.


" Kenapa cepat sekali. " gumam Rossa lirih,


" Baiklah lebih cepat lebih baik," balas Aryan sambil tertawa bahagia, ia sangat setuju.


" Bagaimana menurutmu nak? " tanya Aryan yang kali ini menoleh ke arah Alex.


" Baik pa tidak apa-apa, jika kalian setuju maka aku dan Rossa juga pasti setuju, " ujar Alex sambil tersenyum kepada papanya.

__ADS_1


" Apa? kenapa dia menerimanya, kenapa malah seperti senang begitu, hey bisa tidak kau tarik ucapan mu itu kembali, aku tidak mau menikah dengan mu. " batin Rossa sambil menatap Alex dengan penuh kebencian.


Acara pembahasan pernikahan pun selesai, keluarga Wiliams sudah kembali pulang di kediamannya.


Setelah kepergian keluarga Williams Rossa langsung berlari ke kamarnya. Fiky dan Gesya melihat putrinya itu berlari hendak mengejarnya Namun pada saat akan menaiki tangga Gesya melarang suaminya untuk ikut mengejar putri mereka.


" Biar mama saja pa, "


" Papa sebaiknya istirahat dan menunggu saja di kamar. " sambung Gesya


" Baik lah ma. "


Ketika sudah sampai didepan pintu kamar Rossa, Gesya pun tanpa mengetok lagi langsung masuk dan kebetulan pintunya tidak Rossa kunci, Rossa yang melihat kedatangan mamanya langsung berbicara tanpa menanyakanan apa tujuan mamanya,


" Ma, Rossa tidak mau ma, Rossa belum siap menikah, mama bukannya sudah tau alasan Rossa tidak ingin menikah muda, ayolah ma Rossa tidak mau, " ucap Rossa dengan wajah yang sedih dan air mata sudah menggenang di pelupuk matanya.


" Sayang kenapa kamu jadi sedih begini, bukannya kamu tadi setuju ya, seharusnya kamu senang karena tidak jadi dijodohkan papa dengan anak keluarga Adinata, dan sekarang kamu akan menikah dengan pacar kamu sendiri, " balas Gesya lembut sambil mengelus pundak putrinya.


Rossa membisu dengan ucapan mamanya itu, ia lupa dengan dramanya saat ini lalu menatap mamanya dengan sendu.


" Maafkan mama sayang, anak mama kan sudah besar, jadi mama ingin melihat kamu menikah dan bahagia, sebelum mama men...." belum selesai Gesya berbicara Rossa susah memotong ucapan mamanya.


" Mama bicara apa sih, aku tidak mau mama berbicara seperti itu, mama dan papa akan selalu ada disisi Rossa sampai kapan pun, Rossa sayang kalian. " ucap Rossa setengah berteriak sambil memeluk mamanya dan air matanya pun tak bisa dibendung lagi.


Mereka berdua saling berpelukan, tidak terasa air mata Gesya perlahan menetes dengan sendirinya, sebelum putrinya tahu Gesya menangis ia segera menyeka air matanya.


Lalu melepas pelukan putrinya sembari tersenyum hangat, tangannya bergerak menghapus air mata Rossa yang berhasil membasahi paras cantiknya.


" Lalu bagaimana keputusanmu nak?, apa kamu tetap besikeras ingin membatalkan pernikahan ini? mama ingin sekali melihat sekaligus mendampingi putri kesayangan mama ketika menikah, " ucap Gesya sambil menatap putrinya dengan lembut dan Rossa pun menatapnya kembali walau sendu.


" Baiklah mah jika ini kebahagian mama, maka Rossa akan menerimanya, " mendengar jawaban putrinya itu Gesya tersenyum dengan hangat lalu memeluknya lagi.

__ADS_1


" Ya sudah kamu tidur nak, sudah malam besok lanjut kuliah, " Rossa tersenyum palsu, sambil menganggukan kepalanya mengiakan ucapan mamanya.


***


__ADS_2