
"apa kau gila mengurungnya di kamar Zio, dan hanya boleh bertemu denganmu? " ucap Natalia yang masih menentang keputusan Alzio, hal itu tidak digubris oleh pria itu dan hanya diam.
"itu sudah keputusanku, bisa saja kau membawanya lari dari mansion ini. " tegas Alzio, Natalia mengepalkan tangannya karena kesal.
"kenapa, kau tidak ingin wanita itu keluar dari sini. kau tertarik padanya, kau suka padanya?"
"diam Natalia, aku tidak tertarik padanya. dia hanya jaminan hutang, aku menguncinya disini karena dia jaminan dan hutang itu belum dibayarkan! "
"hutang, apa kau kekurangan uang jika orang tuanya tidak membayar hutang. kau sungguh bodoh, jelas jelas kau tertarik pada Krystal dan itu terlihat jelas diwajahmu! "
pertengkaran dua manusia itu tidak ada yang berani melerai, bahkan Darius yang melihat mereka seakan sudah terbiasa. karena pasti pria itu kalah dengan mulut tajam Natalia, meskipun tidak sekejam Alzio, mulut gadis itu lebih tajam dari pisau jika sudah marah. pertengkaran berhenti saat Alzio pergi dari sana, Natalia masih dengan emosinya menatap Darius kemudian pergi dari sana.
Alzio berasa di sebuah bar miliknya sendiri, dia tidak sendiri melainkan bersama tiga botol sekaligus bersamanya. bahkan dia sudah menghabiskan dua botol sekaligus, tubuhnya yang kuat minum itu bahkan masih sadar dengan botol ketiga ditangannya. ia merasa kesal frustasi, dia sendiri tidak tahu kenapa dengan dirinya tapi orang lain menceramahi nya. jika dikatakan tertarik pada wanita itu, Alzio tidak tahu pastinya seperti apa. karena terakhir dirinya merasakan sebuah cinta, tapi cinta itu malah berakhir mengkhianati nya bahkan tangannya sendiri menghabisi sang pengkhianat itu.
tubuhnya sudah lunglai, ia berjalan masuk kearah kamar Krystal. wanita itu setiap harinya hanya membaca buku dan tidur, apalagi yang bisa dia lakukan ketika terkurung dikamar yang cukup mewah tapi tidak bisa keluar. kali ini Krystal tidur degan selimut di lututnya, Alzio melihat itu dan membuka jas serta melebarkan dasi yang mengikat lehernya. Alzio langsung bergabung dikasur besar itu, menarik Krystal untuk dekat padanya dan memeluk wanita itu.
__ADS_1
Krystal yang merasakan pergerakan pun membuka, ia terkejut Alzio berada di sampingnya. sedikit terkesiap dan berusaha melepas diri, tapi Alzio semakin mengeratkan pelukannya.
"sebentar saja, aku ingin seperti ini." suara serak Alzio berbisik di telinga Krystal, gadis itu langsung terdiam mematung tanpa bergerak. tubuh Alzio semakin mendekat kearah nya, bahkan dada bidang itu menempel dipunggung Krystal. "aku suka wangimu, sabun apa yang kau pakai? " tanya Alzio yang terus mengendus telinga Krystal, ia tidak tahu wanita itu merasa tidak nyaman karena terus diendus.
"aku... aku memakai sabun yang sudah... sudah disiapkan, apa yang kau lakukan... " saut Krystal, gadis itu semakin tidak nyaman saat Alzio mengecup leher hingga punggungnya.
"singkirkan kain sialan ini, dia menempel pada tubuhmu. " ucap Alzio menarik piyama tidur Krystal, tapi terhalang oleh Krystal yang memegang tangan pria itu.
"kau... kau habis minum... " titah Krystal, hal itu membuat Alzio mengangguk dan tersenyum tipis. Krystal menatap Alzio dari dekat, merasakan nafas berat pria itu yang berhembus.
Alzio langsung berdiri dan menarik tangan Krystal, sempat memberontak tapi apa daya tenaganya kalah kuat dengan Alzio. berakhirlah mereka dikamar mandi, Alzio melepas pakaiannya yang membuat Krystal mengalihkan pandangannya.
"aku akan mencongkel mata itu jika mengalihkan pandanganmu! " tegas Alzio, pria itu tahu Krystal tidak melihatnya. dan akhirnya Krystal menatap dirinya yang tidak memakai pakaian, Alzio menyalakan shower dengan air hangat menikmati guyuran shower. pria itu benar menghabiskan tiga botol, kini tubuhnya panas ditambah air shower yang hangat.
dengan wajah merah Alzio melihat tajam Krystal, karena gadis itu tidak dekat dengannya melainkan berdiri didekat pintu. tangannya terulur meminta gadis itu mendekat, dengan ragu Krystal mendekat dan menerima tangan itu. dengan gerakan cepat Alzio menarik menghadapnya, mau tidak mau tubuhnya basah bersamaan dengan Alzio dibawah shower.
__ADS_1
"sabun mana yang kau pakai? " ucap Alzio disela guyuran shower, Krystal meraih sabun yang biasa ia pakai dan memberikannya pada Alzio tapi pria itu diam menatap lekat Krystal. "Pakaikan padaku, gunakan tanganmu menyabuninya. " ucap Alzio lagi, dengan gemetar Krystal melakukan hal yang diinginkan pria itu.
tangan dengan jari lentik itu, mulai mengusap tubuh kekar Alzio dengan sabun. Alzio memejamkan matanya saat gadis itu terus mengusap tubuhnya, sentuhan Krystal kini menjadi candunya dan senang merasakan kelembutan telapak tangan itu. Krystal mengusap leher Alzio saat semua tubuh sudah dibalur sabun, memegang rahang yang kokoh dan keras dengan tangannya. mengusapnya dengan tangan gemetar, hal itu malah menjadi candu Alzio. tidak berhenti disana Krystal juga mengusap rambut Alzio dengan shampo, semua itu yang biasa dipakai eh Krystal selama melakukan ritual mandi.
"sepertinya kau harus mandi lagi, karena aku akan membantumu mandi. " ucap Alzio dengan suara serak, dia berusaha keras menahan tubuhnya yang merasa nafsu melihat Krystal. wanita itu menolak tawaran Alzio, tapi bukan Alzio jika tidak memaksa. hingga piyama tidur yang sudah basah itu terbuka, terlihat jelas tubuh Krystal tanpa kain yang tertutup ditubuhnya. "kau tidak memakai bra?" tanya Alzio, hal itu sungguh membuat Krystal malu dan seketika wajahnya merah.
"tidak, Natalia... dia memberitahuku... tidak baik tidur dengan menggunakan itu, jadi... saat tidur malam... aku melepasnya... " ucap Krystal tercekat, ia menggit bibirnya sendiri karena merasa malu. sungguh itu membuat iman Alzio teruji, kejadian sebelumnya ia mengingat sudah memaksa gadis itu dibawah shower kamarnya.
Alzio memberikan sabun pada gadis itu, mengusap tubuh Krystal dengan tangan kokohnya yang terasa hangat. air shower itu lama kelamaan terasa panas menurut Alzio, karena hal yang ia lakukan pada Krystal tubuhnya merasakan hal yang salah. Krystal terdiam membelakangi Alzio, gadis itu memejamkan mata saat tangan Alzio terus mengusap tubuhnya dengan lembut. tidak hanya mengusap saja, Alzio juga menyentuh dadanya dengan sengaja dan suara Krystal yang mengeluh membuat Alzio membulatkan mata.
Alzio membalikkan tubuh Krystal menghadap nya, membiarkan gadis itu diguyur shower untuk menghilangkan semua sabun ditubuhnya. terlihat bibir gemetar Krystal, wanita itu sudah kedinginan dan Alzio menyambar bibir itu begitu saja tanpa bicara. Krystal berusaha mendorong tapi tenaganya tidak cukup kuat, ia menerima ciuman bibir Alzio yang kuat menyerangnya tanpa henti.
Alzio melahap bibir itu tanpa berpikir, merasakan bibir tipis yang terlihat merah alamai tanpa lipstik. bahkan bibir itu sangat manis dilidahnya, Alzio mengabsen semua rongga mulut Krystal. jika saja siapapun tahu, ciuman itu adalah ciuman dengan nafsu seorang pria karena memang saat ini Alzio sedang nafsu pada wanita itu. Krystal sudah tidak bisa melakukan apapun, bahkan Alzio mengangkatnya untuk diwastafel kamar mandi itu. bibirnya berjalan dari bibir ke leher, memberikan tanda dileher itu sebagai kepemilikan dirinya. melepas semua itu nafasnya memburu, ia juga melihat Krystal yang mengatur nafasnya dengan nafas berat terus dihembuskan. Alzio mengusap bibir Krystal yang bengkak karena nya, dan juga mengigil karena dingin diruangan itu.
"sepertinya kita harus melanjutkan ini diranjang, aku tidak ingin melepaskan dirimu hari ini. " ucap Alzio sebelum mengangkat tubuh Krystal, wanita itu digendong dan diletakkan dikasur besar sebelumnya. lampu kamar dipadamkan oleh Alzio, ia melakukan hal yang sebelumnya pada Krystal karena sudah tidak tahan dengan dirinya sendiri. dan yang dilakukan Krystal hanya menurut, wanita itu tidak suka dan hanya menangis dalam diamnya
__ADS_1