Obsesi Cinta Mafia

Obsesi Cinta Mafia
Season 2 - Menyatakan Perasaan.


__ADS_3

kedatangan Alzio dan Krystal membuat kegaduhan dirumah utama, Airella mendadak menjadi wanita yang periang. sifat dingin dan arogan nya hilang secara tiba tiba, bersikap manja dengan Alzio yang menjadi kesayangannya. Alzio juga memanjakan semua anaknya, ia tidak tahu seberapa bahaya nya si kembar yang dulunya menggemaskan itu.


Alzio membawa kabar baik, yaitu sebuah pendonor mata untuk sang putri bungsu. sekian lama ia pergi ke negara lain mencari pendonor, dan akhirnya ia menemukan pendonor mata itu yang cocok untuk mata putrinya. Aurina harus pergi ke satu negara yaitu California, ia akan menjalani pengobatan di sana.


"Daddy apa aku harus pergi?" tanya Aurina, Alzio membawa putri nya duduk didekatnya dan dibelai putri kesayangannya itu.


"iya honey kau akan pergi, itu demi pengobatan matamu. satu minggu sebelumnya kau pergi dulu kesana, Daddy dan uncle Darius akan mengurus satu masalah disini. setelah selesai kami semua akan datang kesana, kami janji setelah kau dioperasi orang pertama yang kau lihat adalah kami. " jelas Alzio, Aurina pun tersenyum dan mengangguk untuk itu.


"jika kalian sudah berjanji aku akan pergi,.. " saut Aurina, semua orang disana tersenyum.


"jika Daddy mu lupa, Mommy akan menghajarnya." timpal Krystal, Aurina tertawa kecil dengan itu. Azriel menatap semua orang, cukup ramai disana hanya dirinya yang terdiam. Azriel diam diam menyiapkan penjagaan untuk Aurina, karena negara itu tidak lah dekat dan Aurina harus jauh dari keluarganya.


alih alih menjalani pengobatan, Azriel merasa itu keputusan benar dengan kepergian Aurina. musuhnya tidak akan mudah mendapatkan gadis itu. hanya seorang Nathan yang menjadi orang kepercayaannya, Nathan menemani Aurina layaknya seorang pengawal pribadi. bukan tanpa sebab, karena Nathan sendiri yang berkeinginan untuk memantau gadis itu.


Setelah satu minggu Aurina berangkat dan sampai di sebuah kota di negara California, tidak bisa melihat bukan pantangan untuknya. itu menjadi hal yang baik untuknya, bisa merasakan bagaimana keadaan sekitar. apalagi pemandangan kota itu Nathan yang menyebutkan, meskipun Nathan seorang yang pendiam tapi tetap saja akan cerewet jika bersamanya.


"kita harus ke hotel dulu, setelahnya aku akan mengajakmu berkeliling. " ucap Nathan, Aurina pun menganggukkan kepalanya.


Aurina duduk di sebuah sofa tunggu, sedangkan Nathan sibuk mengurus kunci kamar hotel mereka. sudah disediakan oleh Alzio satu kamar hotel disana, mereka akan tinggal satu kamar hotel dengan dua kamar didalamnya. jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan, Nathan juga bisa memantau gadis itu.


"aku akan pesan makanan, apa kau ingin yang lain? " tanya Nathan setelah mendudukan Aurina, gadis itu menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"aku hanya ingin duduk, kakiku sangat pegal." saut Aurina, Nathan tersenyum dan menyalakan suhu ruangan.


"setelah menelpon aku akan memijat kakimu, agar tidak pegal. " ucap Nathan, Aurina tersenyum dengan itu. Nathan pergi menelpon memesan makanan, sedangkan Aurina berjalan membuka jendela disana. suara sejuk disana, tapi tidak lama karena Nathan menutup jendela itu dan membawa Aurina untuk duduk diatas sofa.


"ada apa? " tanya Aurina, Nathan tersenyum dengan itu.


"dari posisi ini, kamarmu ada di sebelah kanan dan kamarku disebelah kiri. setelah kamarmu ada kamar mandi disana, jika kau jalan lurus akan menemukan pintu untuk akses keluar. Daddymu memesankan hotel yang sangat mewah untuk putrinya, dan juga sangat pengertian. " ucap Nathan, Aurina mengangguk dengan senyuman.


"iya, Terima kasih." ucap Aurina, Nathan memiliki pekerjaan disana tapi dirinya tidak bisa meninggalkan Aurina begitu saja.


"jadwal operasinya masih satu minggu lagi, anggap saja kita liburan tanpa siapapun. apalagi uncle Alzio memilih sebuah hotel dekat pantai, kita bisa melihat pantai jika bosan. " Aurina merasa senang dengan itu, tidak disangka hotelnya dekat dengan sebuah pantai.


"itu benar, untuk pertama kalinya aku pergi jauh tanpa mereka semua. aku ingin berkeliling Nathan, aku ingin yang manis manis. " Nathan pun meangguk, tentu saja permintaan itu akan dituruti. Nathan dan Aurina pun mengganti pakaian dikamar masing masing, Nathan bergerak cepat karena takut gadis itu membutuhkan bantuan. setelah beberapa menit Aurina keluar dari kamarnya, terlihat sudah berpakaian lebih santai dari sebelumnya.


"lihatlah pria tampan disana, apa gadis itu kekasihnya... sayang sekali sepertinya gadis itu buta, lihat dia membawa sebuah tongkat. "


"sayang sekali ya pria itu, tampan tapi memiliki kekasih yang buta. cantik cantik buta, apa pria itu tidak bisa mencari yang lebih sempurna?"


"sudah jangan bicara lagi, nanti gadis itu dengar. kasihan sekali, ayo pergi... "


Aurina mendengar suara yang mengejeknya, ada perasaan kesal tapi kenapa harus kesal. Nathan bukanlah kekasihnya, mereka hanya berteman sedari kecil dan ditambah Nathan adalah pria yang berjanji menjaganya selama ia buta. tanpa disadarinya Nathan datang, pria itu memberikan air kelapa muda yang akan diminum oleh Aurina.

__ADS_1


" Nathan banyak wanita membicarakanmu, katanya kau sangat tampan. " ucap Aurina, Nathan hanya menoleh kearah wanita disana. memang benar dirinya jadi perhatian, tapi ia tidak peduli kemudian melihat kearah Aurina.


"sepertinya mereka membicarakan kecantikanmu, mereka iri karena kau sangat cantik. " saut Nathan, Aurina tersenyum kemudian menggelengkan kepalanya.


"mereka mengira gadis buta ini kekasihmu, aku tidak sabar untuk melihat. setelah aku bisa melihat, aku tidak perlu lagi dijaga olehmu. kau kan harus mencari pendamping hidupmu, tidak selamanya kan kau menjagaku. "


"apa yang mereka katakan, apa mereka mengejekmu? "


"tidak ada, aku hanya mengatakan kebenarannya. maaf Nathan aku selalu menyulitkanmu, mataku ini menyusahkanmu... menurutku benar, kau tidak seharusnya menjagaku seperti ini. kau bukan kakaku, dan juga bukan pengawalku. saat ada wanita cantik ingin melihatmu, mereka malah berpikir aku adalah kekasihmu. " ucap Aurina, entah kenapa Aurina berada di titik tidak percaya diri. "aku takut jika operasi itu tidak berhasil, maka aku akan buta untuk selamanya. aku takut semakin menyulitkan banyak orang, duapuluh tahun aku menyulitkan keluargaku. terlebih lagi aku menyulitkan mu, menemaniku kapanpun yang aku mau. " ucap Aurina lagi, Nathan menghela nafas kasar kemudian menatap Aurina.


"kau tidak pernah menyulitkan siapapun, aku akan menemanimu sampai kapanpun. sampai aku mati sekalipun, aku akan tetap menemanimu. dengan ada atau tidak penglihatanmu, aku tidak akan meninggalkanmu sendiri. aku tidak pernah merasa kau menyulitkan ku, itu keputusanku dan tidak ada yang bisa merubahnya." saut Nathan, Aurina terdiam dengan itu. tanpa bereaksi apapun, tanpa bicara apapun. "tidak kah kau mengerti maksudku? " Aurina terkejut dengan pertanyaan itu, tidak ada pembicaraan apapun tiba tiba dirinya dikejutkan dengan pertanyaan Nathan yang tidak dimengerti nya.


"apa yang maksudmu?"


"aku tidak akan meninggalkan wanita yang sudah mengisi hatiku sejak dulu, aku tidak peduli kata orang. " ucap Nathan lagi, Aurina terdiam dengan wajah terkejut. "hatiku memilih dirimu, ingin menjadikan dirimu milikku selamanya..." Aurina menghentikan ucapan Nathan, ia menggelengkan kepalanya dengan cepat.


"kau tidak pantas mendapatkan gadis cacat sepertiku, kau bisa mencari gadis lain yang sempurna untuk menjadi pasanganmu. "


"tapi aku hanya mencintaimu... " ungkapan secara tiba tiba itu menggema ditelinga Aurina, Nathan menggenggam tangan Aurina dengan erat. "aku mencintaimu Aurina, hanya kau yang ingin aku jadikan sebagai pasangan hidupku. melihatmu setiap waktu, aku merasa ingin selalu melindungimu selamanya. " Aurina melepaskan tangan Nathan, ia mendirikan tubuhnya dengan meraba tongkatnya.


"tidak, itu tidak benar. hal itu tidak bisa terjadi, kau pasti bercanda... " ucap Aurina, saat akan pergi Nathan menarik tubuh gadis itu dan dipeluk nya dari belakang. Nathan memeluk Aurina dengan erat, menyembunyikan wajahnya disela rambut Aurina.

__ADS_1


"tolong jangan pergi, aku tidak memaksamu untuk mencintaiku. aku hanya mengatakan bahwa aku mencintaimu, aku tidak butuh balasan. aku ingin menjadi penjagamu, apapun keadaanmu aku akan tetap menjadi penjagamu dan mencintaimu meskipun harus diam. " ucap Nathan, Aurina menghela nafas dengan menahan suaranya. baru sehari mereka dinegara itu, hanya berdua tanpa siapapun Nathan malah menyatakan semua yang mengejutkan dirinya.


"wanita cacat ini tidak cocok untukmu, ayo kita kembali ke hotel aku sangat lelah. " ucap Aurina, Nathan pun melepas dekapannya dan menatap Aurina yang berjalan menjauh dari arahnya. Nathan mengikuti Aurina menuju hotel, ia tidak bisa mendapat penolakan dari gadis itu. tapi dirinya juga tidak bisa memaksakan kehendaknya, Nathan tidak ingin Aurina malah membencinya jika terus memaksa.


__ADS_2