
beberapa hari setelah keluar dari rumah Alzio, Krystal dirawat kedua orang tuanya sangat baik. bahkan perlahan ingatan gadis itu telah kembali, dalam jarak dekat Krystal sembuh dan mengingat semuanya. ia bersyukur bisa bertemu dengan kedua orang tuanya, ia juga senang lepas dari kehidupan Alzio. dirinya kembali pada kehidupan normal, melanjutkan pendidikan nya yang sempat tertunda. Krystal sadar dirinya tidak akan bisa lepas dari Alzio, bahkan dirinya sadar anak buah Alzio memantaunya.
Krystal sendiri tidak ingin pria itu tahu tentang ingatannya, karena hal sudah ia harapkan sejak dulu telah terjadi dan dirinya bebas bagaikan burung. setiap hari ia menikmati udara segar, membaca buku dipinggir jalan dengan menghibur diri. banyak temannya yang rindu padanya, ia senang dengan semua itu meskipun ada sesuatu yang mengganjal. hatinya merasa rindu seseorang, tapi ia tepis rasa rindu itu memilih untuk menguburnya dalam dalam.
Krystal kesal karena digendong secara paksa, bahkan menaiki mobil tanpa ia inginkan. Alzio membawa Krystal secara paksa, ia sangat geram melihat seseorang mendekat kearah wanitanya. berhasil membawa Krystal, dirinya malah diam membisu pada gadis itu. membiarkan Krystal yang bicara sendiri, mengomel dan memaki Alzio didalam mobilnya.
"turunkan aku, aku tidak ingin ikut denganmu. " ucap Krystal, mobil itu berhenti dipinggir jalan. Alzio melepas sabuk pengamannya, dengan tiba tiba membawa Krystal kedalam pelukannya. membuat Krystal terkejut, ia berusaha mendorong tubuh Alzio tapi tenaganya kalah kuat.
"lima menit, hanya lima saja seperti ini. aku sangat merindukanmu, apa kau masih mengingat hal menyakitkan yang telah aku lakukan? " ucap Alzio lembut, Krystal terdiam dengan itu. usahanya meronta juga sangat sia sia, perlahan tangannya terangkat untuk membalas pelukan Alzio. tidak mengatakan apapun, suasana mobil itu hanya sunyi dengan dua orang yang saling memeluk tanpa kata. "aku dengar kau akan pergi ke Amerika, apa itu benar?"
"bukan urusanmu tuan Alzio, dan lepaskan! " ucap Krystal, akhirnya pelukan itu diakhiri. Alzio merasa kecewa dengan sikap Krystal, gadis itu bersikap begitu angkuh padanya. Alzio mendengar kabar gadis itu akan pergi keluar negeri, untuk melanjutkan sebuah bisnis yang dikembangkan orang tuanya. ada rasa tidak rela dari Alzio, tapi tidak bisa juga mencegah gadis itu. Saat Krystal pergi dari mobilnya, ia hanya menatap Krystal yang menghadang taksi dan juga pergi perlahan hilang dari pandangannya. Alzio tidak tahu Krystal menangis didalam taksinya, gadis itu terus melihat kearah mobil Alzio yang masih berhenti tanpa bergerak.
__ADS_1
"aku tidak mau terjebak olehmu, aku ingin bebas sekarang. aku bukan budakmu lagi, dan aku harus menjauh darimu... " ucap Krystal, gadis itu menangis didalam taksi. pikiran berkecamuk, tidak tega melihat wajah Alzio yang terlihat sayu.
...****************...
waktu berjalan begitu, satu tahun berjalan begitu lancar. Alzio menjalankan kehidupannya normal, sebagai mafia kejam dengan segala misi yang ia jalankan, organisasi nya seakan hidup kembali dengan keadaan Alzio yang normal. Krystal sendiri menjadi gadis sukses di perusahaan ayahnya, ia mengembangkan usaha keluarganya atas hasil usahanya sendiri. Usahanya lepas dari Alzio berhasil, bahkan pria itu tidak mengganggunya bisa dibilang tidak menemuinya sama sekali.
Krystal bekerja sehari hari, ia tinggal di sebuah apartemen yang begitu mewah di salah satu kota. kehidupan Krystal tidak sendirian, selama dirinya keluar negeri Robert dan juga ibunya selalu menemani dirinya. Robert membantu pekerjaan Krystal, bahkan pria itu menjadi tangan kanan Krystal yang sangat setia.
kenapa Alzio tidak mencarinya selama setahun ini, jawabannya adalah Robert. dengan membawa Robert Alzio tidak keberatan, karena itu menjadi keuntungan baginya. Robert selalu bercerita tentang kegiatan Krystal, bagaimana gadis itu yang menjadi pekerja keras. tapi hal itu tnetu tidak diketahui Krystal, karena akan terjadi masalah jika gadis itu tahu apa yang dilakukan Robert selama ini.
"kau ini jangan terlalu keras bekerja, kau bisa sakit nanti. " ucap Robert lembut, Krystal terkekeh kecil.
__ADS_1
"aku sangat senang bisa bekerja hihi, ini adalah impianku sejak dulu. tidak kusangka waktu berjalan begitu cepat, setahun kulewati dengan usahaku. " saut Krystal dengan senyuman, Robert mengangguk dengan itu.
"apa kau yakin tidak mengenalnya? " tanya Robert, Krystal mengangguk dengan yakin.
"dari awal aku tidak mengingatnya, jadi aku akan terus tidak mengingatnya. aku tidak peduli bagaimana pendapat kalian semua, tapi aku adalah Arielmu.. "
"hmm okee, lanjutkan saja rencanamu. aku akan selalu mendukungmu, tapi apa kau tidak merindukan nya?"
"tidak Robert, aku sangat bahagia lepas darinya. aku sangat mengingat bagaimana dia memperlakukan aku sebagai budaknya, aku seperti seorang pelacur dirumahnya. memiliki kesempatan lepas dari nya, adalah yang aku syukuri dan tidak pernah aku sesali. " saut Krystal dengan cepat, pada akhirnya Robert tidak ingin membahas itu lagi. ia memilih diam, membantu keperluan gadis itu hingga kembali ke apartemen mereka.
keadaan tenang itu tidaklah berlanjut lama, tiba tiba keadaan itu menjadi panik saat Krystal mendapat kabar ayahnya sakit. Robert dan Krystal kelagapan, mereka berencana akan kembali ke kota kelahiran Krystal. tapi ada yang membuat Krystal tidak yakin kembali ke kota itu, jika dia kembali tentu ia akan bertemu Alzio. tapi ayahnya adalah orang yang sangat penting, tidak mungkin dirinya tidak datang setelah mendapat kabar buruk.
__ADS_1
"kau yakin akan pergi? " tanya Robert, Krystal menoleh dan mengangguk yakin.
"Daddy lebih penting dari pada masalahku Robert, ayo kita kembali bersama ke London. " ucap Krystal membuat keputusan, Robert pun setuju dan memesan tiga tiket pesawat dan akan meluncur sore ini dengan cepat.