Obsesi Cinta Mafia

Obsesi Cinta Mafia
Season 2 - Ungkapan tiba tiba.


__ADS_3

Aurina terbangun dari tidurnya, ia terkejut saat sudah berada didalam dekapan Nathan. terburu buru dia pergi dari sana, ia tidak ingin berada disana. terlalu rumit, menambah kerumitan dalam pikirannya. Aurina berada dirumah utama, ia langsung masuk kedalam kamar nya untuk membersihkan dirinya agar terlihat segar. setelah beberapa menit ia turun dari kamarnya menuju dapur, disana sudah ada beberapa orang. Alzio, Krystal, Darius, Natalia, dan kaka kembarnya juga Dahlia, tidak ada Nathan disana karena mungkin pria itu masih tidur. Aurina bergabung disana, ia duduk dikursinya dan langsung melahap potongan roti yang ada dipiringnya.


"Dahlia dimana Nathan? " tanya Natalia, saat Dahlia akan bicara terlihat Nathan datang dari pintu dapur. Nathan berjalan kearah meja makan, ia menyapa sang ibu dan duduk di kursi milik nya.


"bagaimana, kau sudah sehat?" tanya Azriel, Nathan mengangguk dengan itu. memang benar setelah bangun pagi dirinya merasa segar dan juga fresh, tapi rasanya kesal saat membuka mata Aurina sudah tidak ada disana. Aurina duduk bersebrangan dengan Nathan, gadis itu menunduk tanpa ingin mendongakkan kepalanya. Aurina memakan rotinya dengan menunduk, sampai Krystal membawakannya sup merasa heran.


"Aurina kenapa makannya seperti itu, pelan pelan nanti kamu tersedak. " seru Krystal, hal itu membuat Aurina terbatuk karena merasa terkejut dan berakhir tersedak. "kan apa bilang Mommy, minum ini. " ucap Airella disana, Aurina pun meminum air itu kemudian menghela nafas.


"Aurina bangun kesiangan Mom, padahal ada pertemuan penting. " setelah mengatakan itu ia menyesap sup nya dengan cepat, hal itu mendapat tatapan tajam Alzio. Airella menoel adiknya itu, kemudian melirik kearah sang ayah. Aurina langsung menghentikan kegiatan nya, ia pun makan dengan perlahan.


"kesiangan atau tidak, makan dengan tenang itu lebih baik dari pada terburu buru! " tegas Alzio, Aurina mengangguk itu. tidak ada yang bisa melawan perkataan Alzio, pria itu diam saja sudah membuat hati anaknya menciut. Sedari dulu Alzio memang seperti itu, rasa takutnya hanya pada Krystal.


"iya Daddy.. "


"malam ini tidak ada yang boleh pergi, Daddy ingin kita semua berkumpul dirumah malam ini. "


"kenapa? " tanya Krystal, Alzio hanya melirik kemudian mengangguk.


"apa ada acara penting Uncle Alzio?" tanya Dahlia, Alzio tersenyum tipis kearah gadis itu.


"hanya acara makan keluarga, jadi jangan pergi kemanapun. " semua orang mengangguk disana, entah apa rencana Alzio nanti yang terpenting diiyakan terlebih dahulu. "El hari ini Daddy akan ikut denganmu ke kantor, ada hal yang ingin Daddy urus disana. " ucap Alzio, Azriel belum menjawab ia melirik kearah Airella dan Nathan. mereka memiliki misi hari ini, jika Alzio berada di perusahaan itu artinya tiga orang itu harus ikut dengan Alzio seharian. "kenapa, apa keberatan? "

__ADS_1


"tidak Daddy, tentu saja tidak. " saut Azriel, Alzio pun mengangguk dengan itu. Airella menggelengkan kepalanya, Azriel menganggukkan kepalanya dan Nathan hanya diam menatap Aurina.


sarapan pun sudah selesai, semua orang pergi masing masing. Aurina harus terjebak didalam kamarnya, ia menunggu kepergian Nathan terlebih dahulu. tapi telinganya itu masih mendengar suara Nathan yang berbincang dengan ibunya, sampai tidak mendengar suara lagi Aurina bernafas lega. sebenarnya jika tidak diberi peringatan Daddy nya ia akan makan dengan cepat dan pergi terlebih dahulu. Aurina membuka knop pintu, ia dikejutkaan dengan Nathan yang berdiri disana.


"aku terkejut, kenapa kau ada disini? " tanya Aurina dengan tangan memegang dada, Nathan menyilangkan kedua tangannya dibahu.


"pergi begitu saja, kau anggap apa diriku... " ucap Nathan, benar pria itu membahas tentang siang itu.


"aku tidak tahu, aku tidak ingat apa yang kau katakan dan aku katakan, aku tidak ingat. " saut Aurina dengan cepat, ia menerobos pergi tapi tidak bisa karena tubuh Nathan yang besar menghalanginya. "ada apa lagi?"


"apa ini Aurina, kau mempermainkan perasaanku?"


"tidak, aku tidak melakukan itu. hanya saja, aku terlalu malu... " ucapnya menunduk, Nathan menghela nafas dengan itu. ia kesal tapi merasa aneh ketika melihat Aurina seperti itu, menurutnya sangat menggemaskan bagaimanapun itu.


"jangan menciumku, atau aku tidak ingin bicara lagi denganmu! " Nathan tertawa dengan itu, kemudian ia mengangguk untuk mengiyakan hal tersebut.


...****************...


malam hari pun tiba, kedua keluarga itu bersiap akan pergi. Alzio mengatakan ada undangan acara resmi keluarga Gavin, tentu saja Alzio setuju dan berjanji akan membawa semua keluarganya. mereka terlihat tampan dan juga cantik, turun dari mobil bagaikan bintang film. keluarga Gavin menyambut keluarga Alzio dan Darius, mereka dipersilahkan masuk karena akan direncanakan acara makan malam. hal itu hanya pertemuan keluarga, berkumpul seperti dulu sebelum mereka memiliki keluarga masing masing.


"kau ini sudah tua, kenapa membuat pesta seperti ini. " ucap Alzio, disana berkumpul lima orang seperti dulu, Gavin, Dion, Bryan, Darius dan juga Alzio.

__ADS_1


"ini bukan sembarang berkumpul, biarkan mereka bicara disana. jika tidak seperti ini, tidak akan ada waktu untuk berkumpul. aku ingin memberitahumu Alzio, markas kita diserang dua hari yang lalu. " ucap Gavin, Alzio dan Darius terkejut disana.


"seseorang tahu kalau bos besar sudah tidak menyentuh markas itu lagi, lebih tepatnya sudah berhenti." timpal Dion, Alzio masih diam mendengarkan.


"tidak tahu berasal dari mana dia, dengan berani telah menyerang organisasi kita. katanya dia seorang perempuan, siapa pendukungnya sampai berani menggunakan tangan kosong.. " ucap Gavin lagi, Alzio juga merasa penasaran siapa yang tiba tiba ingin merebut wilayah organisasinya. "dan lebih mengejutkan lagi, aku mendapat kabar kematian Alexander Walker dan pabrik senjatanya juga direbut oleh seorang wanita. adiknya lengah hingga seorang wanita mendapat tanda tangannya menjual pabrik tersebut, sedangkan kakaknya mati ditangan seorang wanita. kabarnya itu wanita yang sama, siapa wanita berani ini sebenarnya... " Alzio terdiam, ia tahu cerita itu dari Xavier. pria itu menceritakan kisah kakaknya yang dibunuh oleh seorang dari dunia gelap, dan adiknya yang harus kecelakaan secara bersamaan.


mereka berkumpul di meja makan yang berputar, cukup besar untuk mereka berkumpul. terdapat dua meja disana, satu meja para orang tua, dan yang kedua meja para anak mereka. disana mereka saling berkenalan, memang belum pernah saling berkenalan sebelumnya.


"kesibukanmu apa Airella? " tanya Brandon putra tunggal Bryan, Airella menoleh kemudian memberikan senyuman tipis.


"tidak ada kesibukan, hanya sibuk membuat masalah." satunya asal, hal itu membuat Azriel menoleh kemudian Airella tertawa tipis. "bercanda, aku hanya sibuk diperusahaan Daddy ku." saut Airella, semua orang saling berinteraksi kecuali Aurina dan Nathan. dua orang itu sibuk makan karena lapar, sesekali Aurina mengambil makanan untuk Nathan begitu pun sebaliknya.


"apa kalian pasangan? " tanya wanita bernama Laura, gadis itu adalah putri sulung Dion yang berusia sepantaran dengan Nathan. Semua orang langsung menoleh, Aurina tersenyum tipis dengan itu.


"memangnya terlihat pasangan, mereka sudah bersama sejak kecil! " saut Airella, Laura pun mengangguk dengan itu. disana yang bersifat tenang dan elegan hanya Laura, gadis itu memiliki sifat tenang. Airella menunjukkan keangkuhannya, ia seperti tidak suka bergabung dalam meja itu.


"bagaimana kalau menjodohkan putra putri kita saja. " ucap Gavin secara tiba tiba, pria itu memang sudah berumur tapi jika berucap tidak pernah dipikir dan akan selalu diceploskan.


"sepertinya putraku menyukai Airella.. " ucap Bryan tiba tiba, Airella menggelengkan kepalanya.


"tidak Uncle Bryan, lebih baik jangan melirik ku! " saut Airella, semua orang tua terkekeh kecil disana.

__ADS_1


"tenang dulu, disini aku akan bicara terlebih dahulu. " ucap Gavin lagi, pria itu berdiri mendekat kearah putranya. "dia alah putraku Gallan, kalian tahu Aurina dan Gallan berteman dekat setahun yang lalu. putraku mengatakan bahwa dia tertarik dengan Aurina, dan Alzio aku ingin melamar putrimu Aurina untuk putraku. " perkataan Gavin membuat semua orang terkejut, Aurina sampai melepas sendok yang ada ditangannya sangking terkejutnya. Aurina tidak bisa mengatakan apapun, apalagi terlihat Alzio yang tidak memiliki wajah penolakan. Nathan berdiri dari duduknya, membuat mereka sedikit menatap Nathan dengan heran.


"maaf tuan Gavin, sepertinya putramu terlambat. Aurina sudah menaruh hati padaku, dan kami berniat bersama dalam waktu dekat. " ucap Nathan, ucapannya membuat Darius terkejut bersamaan dengan Azriel dan Airella. bukan hanya mereka, Aurina sendiri terkejut dengan ungkapan Nathan secara tiba tiba.


__ADS_2