
sebelum hari pernikahan, Krystal mengurung dirinya didalam kamar setelah hari pertunangan. pekerjaannya hanya menangis memikirkan Alzio, tidak sekalipun dirinya mendengar kabar Alzio. pria itu marah dengannya, pergi tanpa mengucapkan kata dan hilang tanpa sebuah kabar. Krystal masih tidak menerima takdirnya, menikah dengan seseorang yang bukan pilihannya.
beberapa saat dia akan keluar kamar, hanya untuk sarapan, makan siang dan juga makan malam. tidak menyentuh pekerjaan dan tidak menyentuh lainnya, setelah selesai kegiatannya ia akan masuk kamar dan betah hingga malam hari berganti esok hari.
"masih galau saja, minum ini. " ucap Robert datang, Krystal menerima minuman yang dibawa oleh Robert.
"apa kau dengar kabar Alzio, apa dia baik baik saja Robert? " tanya Krystal, karena Robert pasti mendengar kabar pria itu apapun yang terjadi. tapi siapa sangka Robert menggelengkan kepalanya, ia menatap Krystal yang terlihat kecewa.
"kenapa tidak katakan saja pada daddy, kalau kau tidak ingin menikah dengan nya. hanya ingin menikah dengan Alzio, kalian saling mencintai nya. "
"andai semudah itu, akan aku katakan. " ucap Krystal menunduk lemah, Robert mengusap punggung gadis itu dengan lembut.
tiba tiba saja terdengar suara mobil datang, Krystal melihat mobil sang ayah dan juga Digo. mereka datang secara bersamaan, sudah persis seperti menantu dan mertua. Krystal hanya diam tanpa mengatakan apapun, bahkan saat ayahnya memanggil hanya diam.
"kalian harus memilih pakaian pernikahan bersama, Digo harus memberikan pendapatnya tentang gaun yang akan kau pakai. iya kan Krystal? " ucap sang ayah, Krystal hanya mengangguk sebagai respon nya.
"seperti nya Krystal tidak ingin pergi, kita akan pergi besok saja Mr Winston. " ucap Digo, Krystal hanya menghela nafasnya kemudian tersenyum kearah Digo dan juga ayahnya.
"iya kita pergi, berikan aku waktu untuk mengganti pakaian. " ucap Krystal, gadis itu berjalan menuju kamarnya.
"aku senang akan mendapatkan menantu sepertimu, laki laki yang pas untuk putriku. " ucap Mr. Robert, disana Digo hanya tersenyum kemudian melihat kearah Robert.
__ADS_1
"apa boleh aku bertanya Mr. Winston? "
"katakan, apapun boleh kau tanyakan. " ucap Mr.Winston, Digo tersenyum kemudian matanya tajam menatap pria tua paruh baya itu.
"apakah pernah kau bertanya pendapat putrimu, apa dia bahagia, apa dia senang dengan semua ini. karena aku tidak melihat kebahagiaannya, putrimu itu memiliki kekasih. " saut Digo lagi, Mr.Winston berdiri dari duduknya. Digo menunggu jawaban, Robert yang ada disana hanya diam tanpa bicara.
"maksudmu Alzio, pria itu bukanlah kekasih putriku. dia menculik putrimu dengan alasan menjadi jaminan, bahkan pria itu tidak bertanggung jawab menjaga putriku. Krystal sampai hilang ditempat asing berbulan bulan, untung saja orang baik seprti Robert dan ibunya menyelamatkan nyawa Krystal. aku membenci pria itu, pria kejam tanpa perasaan dan suka menghancurkan seseorang tanpa sebab. "
"Daddy! " teriakan itu membuat semua terkejut, Krystal mendengar semua pembicaraan ayahnya. saat akan masuk kedalam kamar ia mendengar pertanyaan Digo, kemudian ia urungkan untuk masuk mendengar sebuah kenyataan masa lalu. Krystal berjalan kearah sang ayang, Robert menahan tapi Krystal tetap berjalan hingga menghadap ayahnya.
"Daddy tidak tahu apa yang terjadi padanya selama aku hilang, dia hampir gila memikirkan aku Dad. pria yang seharusnya bekerja duduk di kursi kerjanya, lebih memilih memikirkan aku dengan duduk di kursi roda. pria itu tidak memiliki keinginan untuk sembuh, dia terus mencariku dan percaya aku masih hidup. mungkin yang dilakukannya tidak siapapun bisa melakukan, termasuk Daddy juga. " ucap Krystal kesal, emosinya sudah meningkat di ubun ubun nya. air mata tidak dapat ditahan, tetes demi tetes mengalir di pipinya.
"aku tidak suka siapapun menjelekkan nya, dia begitu besar berkorban untukku. kau tahu kan Robert, kau menyaksikan sendiri waktu itu kan... hiks... " ucap Krystal lagi, Robert berusaha menenangkan Krystal dengan usahanya seperti biasa.
"jangan menangis, sudah cukup jangan diteruskan. " ucap Robert, pria itu melihat kearah Mr.Winston yang kebetulan Mrs.Winston datang karena mendengar teriakan Krystal. "aku memang bukan siapa siapa Daddy, aku bersyukur dianggap anak oleh kalian. aku tidak banyak bicara selama ini, karena aku tidak berhak mencampuri urusan Daddy. tapi aku tetaplah seperti kakak bagi Krystal, dia adalah adikku karena memang aku selalu menganggapnya selalu menjadi adikku. aku menjadi saksi penderitaan Krystal, gadis ini berusaha membenci Alzio karena Daddy juga membencinya. tapi aku tahu hatinya tetap ada rasa cinta, dan itu tidak akan pernah bisa hilang.
Alzio adalah pria yang baik saat aku temui, meskipun emosinya masih sama garangnya. Alzio selalu mengutamakan Krystal, apapun yang terjadi pada gadis ini Alzio akan ada disana sebagai pria pertama yang melindungi Krystal. aku bahkan terkejut saat kau menjodohkannya secara mendadak, aku pikir kenapa kau tidak bertanya pada Krystal apa yang diinginkan gadis ini. tapi kembali lagi, ia hanya ingin anda bahagia apapun keputusanmu akan ia terima kalau anda bahagia dan tetap sehat. " ucap Robert yang akhirnya berbicara, Krystal masih dengan memeluk Robert erat dan menangis. akhirnya kata yang ditahan keluar hari itu, bukan hanya dari Krystal tapi juga dari Robert.
"aku melihat dari mata Alzio, betapa pria itu mencintai Krystal. pria itu sedang terpuruk sekarang, aku mendapat info dari salah satu temanku. pria itu mengurung diri dikamarnya, tanpa makan dan minum ataupun melakukan pekerjaan yang lain. " saut Digo, Krystal yang mendengar itu semakin menangis. sudah sangat diduga, hal itu pasti terjadi pada Alzio.
Mr.Robert hanya mendengar tanpa menjawab, ia menatap Digo dan juga Robert serta Krystal yang menangis. bahkan ia melihat istrinya sendiri, wanita itu menangis tak sampai hati melihat putrinya menangis. Mrs.Winston tahu semua apa yang terjadi pada Krystal, karena Robert menceritakan semuanya pada seseorang yang dipanggilnya Mommy itu. tiba tiba saja Mr Winston memegang dadanya sendiri, nafasnya sesak kemudian terduduk disofa membuat semua terkejut.
__ADS_1
"Daddy... maafkan Krystal, tolong jangan dipikirkan apa yang kami katakan... aku akan menikah dengan Digo, aku akan menikah dengannya sesuai keinginan Daddy. " saut Krystal cepat, kemudian ayahnya mengusap rambut Krystal dengan senyuman.
"kenapa kau tidak katakan itu pada Daddy sayang, kenapa kau rahasiakan. bagaimana jika pernikahan itu benar terjadi, kau dan Digo tidak akan bisa bahagia sampai kapanpun. " ucap Mr Winston, Krystal menangis saat ayahnya mengusap pipinya. "jika kau tidak menginginkan pernikahan itu, maka sampai kapanpun itu tidak akan terjadi. " Krystal terkejut dengan itu, ayahnya menegakkan tubuhnya kemudian membawa putrinya duduk disofa.
"maksud Daddy? " Mr Winston membawa Digo untuk duduk, kemudian tersenyum pada keduanya.
"hampir saja aku membuat kalian menderita, pernikahan yang tidak kalian inginkan, tidak akan pernah terjadi. " ucap Mr Winston, Krystal dan Digo saling menoleh dengan heran. "Digo aku yang akan katakan pada orang tuamu, aku membatalkan pernikahan kalian. kebahagiaan kalian adalah yang terpenting, terutama kebahagiaan putriku sendiri. " ucapnya lagi Krystal langsung merasa senang memeluk sang ayah dengan sisa tangisnya.
"Daddy Terima kasih, Terima kasih. "
"jangan Terima kasih dulu, kita lihat sejauh apa Alzio bersikap baik padamu. " saut nya, Krystal tersenyum dengan mengangguk. "hei kemarilah anak muda, kau juga putraku. " ucapnya lagi memanggil Robert, membawa Robert kedalam pelukan nya. "kau memang pantas menjadi kakak Krystal, tolong selalu lindungi adikmu sampai kapanpun. " Robert mengangguk dengan itu, ia tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ayah setelah ayahnya meninggal. tapi hari ini ia rasakan pada ayah Krystal, yang sudah menganggapnya sebagai anak.
Mr Winston membuat rencana pada akhirnya, tetap menyebarkan hari bahagia putrinya dan Digo. permasalahan keluarga sudah selesai, bahkan pihak Digo mendukung keinginan Mr Winston. ada satu yang membuat semuanya terkejut, Robert melamar seorang gadis dengan wali ayah Krystal. pada akhirnya rencana itu lengkap sudah, undangan tersebar dengan nama Robert dan juga Mariska nama calon istri Robert.
undangan khusus dibuat untuk orang orang Alzio, dengan nama Krystal dan juga Digo. bahkan saat foto prewedding Robert dan calonnya, Krystal dan Digo foto Prewedding untuk formalitas rencana.
"kemarilah, kita harus foto romantis. " ucap Digo, dengan sekali pose gambar itu telah di upload. banyak pujian di kolom komentar, bahkan teman teman Alzio juga mengomentari hal itu.
"Digo bagaimana kalau Alzio tidak datang, apakah masih tetap berjalan sesuai rencana? " ucap Krystal, hatinya khawatir dengan sendirinya. Digo tersenyum dengan itu, mengetik dahi Krystal dengan perlahan.
"jika dia tidak datang kita akan menikah sungguhan, aku pastikan dia menyesal sampai tua.. " saut Digo pelan, Krystal memukul lengan itu dengan perlahan kemudian saling tertawa. Digo memang tidak rasa pada Krystal, hanya menganggap gadis itu sebagai teman karena menurutnya mereka tidak cocok.
__ADS_1