
insiden jatuhnya Krystal membuat semua orang merasa terkejut, ketegangan terjadi di sebuah rumah sakit ternama di kota itu. Natalia tidak bisa menahan air matanya, ia menangis tidak tenang. menghubungi seseorang yang bisa ia hubungi, sampai Alzio menjawab panggilan itu dan pecah tangis Natalia disana. Alzio tidak mengatakan apapun, ia terdiam dan langsung kembali dengan Darius dan juga yang lain.
"dimana Alzio?" tanya Antonio, dokter satu itu dipenuhi dengan darah yang diyakini darah Krystal. "katakan padaku, bagaimana ini bisa terjadi? "
"Alzio perjalanan kemari, ia ada di luar negara untuk urusannya. aku tidak tahu bagaimana, kami mendengar teriakannya begitu keras. saat mendatanginya, Krystal sudah berada dibawah dengan merintih dan darah keluar dari kepala nya.
" janin nya masih tujuh bulan, masih jauh dari perkiraan tanggal lahir. kalau dipertahankan, bisa kehilangan salah satunya dan bisa kehilangan semuanya. " jelas Antonio, Natalia hanya bisa menangis karena dirinya juga tidak bisa memberikan keputusan. Antonio pun mencoba menenangkan Natalia, sampai berjam jam lamanya kedatangan Alzio masih ditunggu.
"bagaimana ini, Alzio tidak kunjung datang. "
"tidak ada waktu lagi, aku akan menangani hal ini sekarang. akan ku selamat kan yang bisa diselamatkan, aku tidak peduli keputusan Alzio seperti apa nantinya. "
Antonio pun masuk kedalam ruangan Krystal, Natalia sudah pasrah dan menyerahkan keputusan itu pada Antonio. sampai beberapa saat kemudian Alzio datang, pria itu berlari di kiri ng rumah sakit dengan wajah khawatir.
"dimana Krystal? " ucapnya pertama kali, terlihat wajah Alzio yang khawatir.
"dia diruang operasi, Antonio sedang melakukan penanganan. " ucap Natalia, Alzio menatap wajah Natalia yang matanya penuh air mata. Darius yang ada disana menenangkan Natalia, tapi tetap saja keadaan tidak tenang saat tidak ada kabar Krystal.
hari pun sudah malam, lelah dirasakan semua orang. Antonio keluar dari ruang operasi, ia langsung dihampiri Alzio yang duduk tidak jauh dari pintu. Antonio melihat Alzio, benar saja wajah pria itu sudah acak acakan.
"bagaimana Krystal?" tanya Alzio, Antoni menepuk pun dah Alzio untuk menenangkan pria itu.
"aku menyelamatkan ketiganya, bayimu laki laki dan perempuan. saat ini sedang berada diruang inkubator karena lahirnya yang prematur, sedangkan Krystal masih dalam keadaan kritis. ia mengalami pendarahan hebat pada janin nya, kini dirinya masih dalam keadaan pemulihan. " jelas Antonio, Alzio bersyukur tapi masih khawatir dengan keadaan sangat istri. Alzio mendekati brankar Krystal, ia mengusap rambut Krystal yang tergerai.
__ADS_1
"maafkan aku, harusnya aku tidak meninggalkanmu... " ucap Alzio, Krystal hanya diam dengan mata tertutup rapat. "anak kita laki laki dan perempuan, kau harus bangun untuk melihat mereka. " ucapnya lagi, sesaat kemudian Krystal membuka matanya dan melihat Alzio. matanya kosong, berkedip beberapa kali kemudian tersenyum kearah Alzio.
"aku selamat Alzio... " ucapnya tersenyum tanpa dosa, Alzio yang mendengar itu kesal dan juga bahagia. dirinya langsung membawa sangat istri kedalam pelukannya, mencium pipi Krystal dengan sayang.
"aku sangat senang, katakan mana yang sakit? "
"tidak ada, hanya tubuhku lemas. dimana anakku, apa mereka selamat?"
"tentu saja selamat, aku dan dokter kandungan menyelamatkan nya dengan benar. " saut Antonio, Krystal tersenyum dengan itu. "aku tidak menyangka kau cepat bangun, padahal kupikir kau akan koma dalam beberapa hari. "
"kau, mendoakan jelek untuk istriku! " saut Alzio, Antonio terkekeh kecil dengan itu. pria itu memeriksa keadaan Krystal, tersenyum saat melihat kondisi Krystal yang cepat pulihnya.
...****************...
"kalian harus cepat pulih, papa kalian juga ingin menggendong. " ucap Krystal, Alzio tersenyum dengan itu. "apa sudah memilih nama? " tanya Krystal, Alzio menganggukkan kepalanya.
"Airella Seana Gilbert putriku dan Azriel Sea Gilbert putraku, bagaimana? " Krystal tersenyum dengan itu, ia mengangguk untuk mengiyakan.
"oke, ada tiga A dirumahku nanti. Aire Azriel dan Alzio, hanya aku yang Krystal. " ucap wanita itu, Alzio tersenyum melihat gaya bicara Krystal yang tampak kesal. Alzio memang sengaja memilih nama yang berawalam huruf seperti namanya, agar bisa dikenali kalau mereka adalah anak dari Alzio.
dua bulan berlalu, kedua kembar itu berhasil pulih dan dibawa pulang oleh Krystal dan Alzio. rumah yang awalnya sunyi, kini mendengar banyak tangisan bayi. bukannya kesal mereka sangat senang, apalagi kedua anak itu sangat menggemaskan dengan kelucuan tingkah mereka. banyak yang datang mengunjungi rumah itu, bahkan sahabat Alzio mengunjungi dengan kehebohan.
"Alzio mana yang akan kau ajak berbisnis, yang laki laki atau yang perempuan? " ucap Gavin, Alzio melihat kedua anaknya yang tampak gemas terlelap tidur.
__ADS_1
"sepertinya harus perempuan, sangat menantang jika perempuan disertakan. " saut Bryan, Alzio tersenyum kemudian mendapat geplakan dari Dion untuk Bryan.
"biarkan dia tumbuh cantik seperti Krystal, jangan kau membuatnya buas seperti Alzio. "
"biar saja, agar tidak ada yang berani mendekatinya. dia kan perempuan sendiri disini, aku akan melahirkan anak laki laki." saut Bryan, semua orang menatap kearah Bryan termasuk Krystal yang sedari tadi diam.
"oh iya Alzio karena kau yang sedang stres memikirkan istrimu, kami tidak sempat bercerita. Bryan telah tidur dengan perempuan yang tidak dikenal, dan dia dinikahkan secara paksa oleh orang tua si perempuan. lebih terkejutnya wanita itu hamil, dan Bryan mencintainya. "
"kenapa tidak, dia istriku kan sekarang. aku masih menyembunyikannya, aku takut membahayakan nyawanya. "
"iya itu benar, jangan membuat resiko. " saut Alzio, semua disana mengangguk.
"kenapa tidak mengajaknya kemari, agar mengenal kita semua. " saut Krystal, Bryan hanya meringis dan mengangguk rambutnya yang tidak gatal.
"aku akan mengajaknya lain kali... "
mereka asik berbicara diruang tamu, menceritakan kisah cinta dan asmara mereka masing masing. perlahan lahan semua sahabat Alzio menemukan pasangan nya, mereka mulai menjalin hubungan karena merasa iri dengan kebahagiaan Alzio. tapi dibalik semua itu, ada seseorang yang selalu menjaga perasaannya pada satu wanita. yaitu Darius, tidak ada yang pernah bertanya apa mau Darius siapa yang dicintainya, pria itu hanya bisa diam dan memendam semuanya.
"kenapa diam disini?" tanya Natalia tiba tiba, Darius pun terkesiap dan menoleh kearah Natalia.
"tidak, hanya malas disana. "
"kau seperti musuh saja berada disini, kalau tidak mau bergabung dengan mereka, mending temani aku saja memasak. " ucap Natalia, saat akan pergi Darius menarik tangan gadis itu yang membuat keduanya saling menatap tanpa bicara.
__ADS_1
"kalian disini, ayo kita akan foto bersama dengan sikembar! " ucap Dion menarik tangan Natalia, keduanya pun ikut bergabung dan foto bersama. Natalia masih melihat kearah Darius, pria itu pergi setelah beberapa foto diambil. Natalia bingung kenapa Darius bertingkah aneh, Natalia pun tidak mengambil pusing dan bicara dengan yang lain.