Obsesi Cinta Mafia

Obsesi Cinta Mafia
Perubahan Alzio.


__ADS_3

menempuh perjalanan berjam jam akhirnya mereka sampai dinegara asal mereka, Krystal masih menjadi diam karena kejadian sebelumnya. Natalia dan Darius yang kembali lebih dulu menyambut mereka, masih menjadi rahasia mereka menjadi penguntit pengantin baru itu. Natalia menyiapkan makanan untuk semuanya, biasanya Alzio yang asli akan duduk langsung menatap Krystal yang duduk di sampingnya, atau menarik kursi untuk wanita yang dicintainya. karena Alzio yang duduk sekarang bukan yang asli, pria itu sangat dingin menatap semua orang kemudian berkutik dengan ponselnya.


Krystal kesal dengan itu, ada perubahan lagi dalam diri Alzio. bahkan saat makan biasanya Alzio sangat elegan tidak berbunyi sendok yang beradu dengan piring, apalagi bermain ponsel dengan serius. sampai Alzio yang sebenarnya Alvion itu mendongakkan kepala, ia melihat menjadi perhatian Krystal dan juga Natalia.


"apa kau sudah melupakan kebiasaanmu saat di Paris, oh aku tahu kau jadi kasar seperti istrimu... " ucap Darius, hal itu membuat Natalia dan Darius tertawa. tidak dengan Krystal, gadis itu hanya diam memakan makan siangnya.


"bagaimana, apa kalian membuat keponakan banyak untuk kami? " ucap Natalia, hal itu masih menjadi diam Krystal dan Alvion. "apa kalian bertengkar, kenapa suasananya sangat canggung? " tanya Natalia lagi, Krystal tersenyum menggelengkan kepalanya.


"aku sangat lelah, jadi tidak bisa menjawab pertanyaanmu dulu." saut Krystal, Natalia mengangguk dengan itu. mereka kembali melanjutkan kegiatan masing masing, sampai makanan habis tak tersisa diatas meja.


"Alzio besok kekantor lebih awal, kau ada rapat bisnis penting. "


"aku tidak bisa kekantor, pergi dan wakilkan aku! "


"hei Alzio apa kau akan terus dirumah bersama istrimu, haloo kalian harus kembali pada kegiatan kalian! " kesal Darius, Natalia menahan tawanya karena ia merasa senang jika Darius disibukkan oleh Alzio.


"siapa bilang aku dirumah, aku ada pekerjaan lain. " saut Alvion cepat, Darius merasa heran kemudian sedikit berpikir.


"pekerjaan apa? " tanya Darius, Alvion menatap Darius uang banyak tanya menurutnya.


"mau tidak perlu tahu apa pekerjaanku, tidak semuanya kau harus tahu! " ucap Alvion kemudian, hal itu membuat kejutan pada tiga orang yang ada disana. setelah mengatakan itu Alvion memilih untuk berjalan kebelakang rumah, karena ia belum tahu dimana kamar Alzio yang sebenarnya. Darius yang mendapat perkataan tidak mengenakkan terkejut, sangking terkejutnya pria itu menjadi pendiam.


"ada apa dengannya, kenapa begitu kasar? " tanya Natalia, Krystal menggelengkan kepalanya kemudian menatap Darius.

__ADS_1


"tuan Darius tolong jangan dimasukkan hati, dia pasti sedang lelah saja. " ucap Krystal menenangkan, Darius menghela nafas kemudian mengangguk dengan senyuman.


didalam kamar Krystal merapikan barang miliknya dan Alzio, ia tersenyum melihat cetakan foto yang dipasang. tiba tiba ia mengingat perubahan Alzio yang menjadi kasar, bahkan sampai sekarang dirinya tidak mendengar kata maaf dari pria itu.


"kenapa kau menjadi pria yang kejam seperti dulu, bukan hanya aku yang kau sakiti tapi Darius juga tersakiti dengan perkataanmu. kenapa Alzio, apa yang salah pada dirimu? " ucap Krystal, tanpa sengaja di samping pintu tepat berdiri Alvion mendengar perkataan Krystal. pria itu menyeringai dengan itu, kemudian masuk tanpa bicara hanya suara langkah kaki yang terdengar. Krystal terkejut dengan itu, langsung menghapus air matanya dan menoleh kearah Alzio. lagi lagi pria itu seperti tidak peduli, masuk kedalam kamar mandi tanpa menoleh kearahnya. Menunggu sampai pria itu keluar, kemudian melihat Alzio yang keluar dengan pakaian rapi.


"ada apa, apa aku salah pakaian?" tanya Alvion karena Krystal menatapnya, Krystal menatap dari atas sampai ke bawah.


"kau akan pergi kemana, ini sudah malam? "


"apa aku harus menjawab, tidak perlu dijawab kan? " ucap Alvion, tidak disangka oleh Krystal pria itu mengucapkan hal itu.


"apa yang terjadi padamu, kenapa kau seperti ini Alzio. kau tahu kan kalau kau sudah sangat kasar pada Darius, kau seperti tidak merasa bersalah? " ucap Krystal, Alvion hanya menghela nafas kemudian menoleh.


di Perancis Alzio masih tidak berdaya dengan tubuh penuh lebam, bayangan Krystal melintas dibenaknya. merindukan istrinya yang tidak ia lihat, tidak tahu bagaimana kabar wanita itu sekarang, dan apa yang dilakukan Alvion pada semua orang didekatnya. tidak ada tenaga untuk melawan, saat dirinya sadar pun akan disuntik cairan yang membuatnya tidak berdaya dan berakhir tidak sadarkan diri.


"Krystal... " ucap Alzio, bibirnya terus bergumam nama Krystal. tiba tiba ia merasakan tangan lembut mengusap rahangnya yang keras, Alzio membuka mata dan melihat Krystal di hadapannya. istrinya tersenyum manis padanya, tapi matanya berair dan mengeluarkan butiran air mata.


"kenapa kau terlihat lemah, bukankah seorang Alzio sangat kuat... lawan dia... lawan rasa sakit yang ada di tubuhmu... " ucap Krystal, suara penyemangat itu selalu terdengar kali ini pun terdengar seperti nyata. Alzio tersenyum, kemudian mengangguk.


"aku mencintaimu, tunggu aku Krystal... " gumam Alzio, sedetik kemudian semuanya hening. bayangan Krystal hilang, ruangan itu kembali hening hampa dengan kegelapan malam. Alzio menahan amarahnya, ia berusaha menyimpan semua rasa marah dan kesalnya. "aku akan membunuhmu Alvion, lihat saja nanti. " gumam Alzio lagi, tiba tiba matanya terpejam kemudian tidak sadarkan diri.


...****************...

__ADS_1


Krystal membuka matanya saat merasa mimpi buruk, ia menatap matahari yang sudah bersinar menerangi kamarnya. ia menatap sekeliling kamarnya, ya malam kemarin ia tidur dikamar itu tidak bersama Alzio. Krystal mengusap wajahnya dan merapikan rambutnya, Alzio bahkan tidak datang padanya untuk bicara.


"pertengkaran ini, kenapa harus terjadi... " gumam Krystal, gadis itu termenung sejenak kemudian mendengar suara Natalia sampai ke kamarnya. ia bangun mengikat rambutnya, dan berlari keluar untuk melihat kenapa Natalia berteriak di pagi hari.


"Alzio apa yang kau lakukan, siapa dia? " tanya Natalia, bagaimana tidak terkejut bagi Natalia. Alvion duduk disofa dengan seorang wanita, bahkan wanita itu duduk diatas pangkuan Alvion. secara bersamaan Krystal ada disana, terkejut seperti Natalia melihat suaminya melakukan hal itu.


"kenapa, apa aku harus menjawabmu?" ucap Alvion enteng, dengan berani ia mengecup bibir wanita itu di hadapan Krystal. sebagai istri Krystal sangat kesal, ia berjalan menarik kasar wanita itu.


"beraninya kau duduk diatas pangkuan suamiku, enyahlah! " ucap Krystal mendorong tubuh wanita itu, Alvion terkejut dengan itu kemudian mendorong Krystal hingga tersungkur pada Natalia.


"kau yang enyah, apa yang kau lakukan? " ucap Alvion, hal itu masih membuat Krystal dan Natalia terkejut. Alzio tidak pernah mau disentuh siapapun, pria itu selalu menjaga jarak dengan banyak wanita. bahkan wanita pertama yang membuatnya jatuh hati adalah Krystal, hanyalah Krystal yang bisa menyentuh dan menyenangkan pria itu. tapi kali ini malah melihat Alzio mendorong tubuh Krystal, meskipun tidak ada yang tahu itu bukan Alzio melainkan Alvion.


"Alzio kau kasar padaku? " tanya Krystal, pria itu memutar bola mata dan hanya acuh. "kau bahkan dari kemarin tidak bicara baik denganku, apakah aku ada salah padamu? "


"mungkin, hadirnya kau menjadi masalah dalam hidupku. kau mengubah hal yang seharusnya tidak pernah berubah, aku seakan merasa rugi dengan adanya kau!" ucap Alvion dengan kasar, tetap dengan sengaja pria itu melakukan hal itu.


"Alzio apa... "


"kau diam saja, tidak ada yang memintamu bicara!" saut Alvion, ia langsung menatap tajam Natalia yang akan bicara. Krystal menahan matanya yang akan menangis, ia maju sampai mendekat kearah Alvion dan memberikan tamparan keras pada rahang keras pria itu.


"untuk apa kau menikahiku, oh ya waktu itu pernikahan kita aku yang tidak tega melihatmu menggila. jika seperti itu menurutmu, lebih baik dari awal tidak ada pernikahan diantara kita. aku akan pergi, silahkan kau melakukan hal yang kau sukai! " ucap Krystal kemudian, Alvion hanya diam melihat wanita itu berlari. Natalia mengejar Krystal yang berlari kearah kamarnya, wanita itu menangis dan memaki Alzio dengan kasar didalam kamarnya.


"selamat Alzio, istrimu benci pada dirimu! "

__ADS_1


__ADS_2