
Alvion membuka ruang rahasia miliknya, disana masih terdapat Alzio yang terantai tidak berdaya. Alvion tersenyum karena mengingat bagaimana Krystal membentaknya, kemudian mengatakan akan pergi dari rumah itu. Alvion memerintahkan beberapa anak buahnya, dalam acungan jari telunjuk sebuah air menyiram tubuh Alzio. pria itu terkejut langsung membuka matanya, dirinya kelagapan dengan tubuh basah kuyup. Alvion menghentikan aksi anak buahnya, memberikan ruang untuk Alzio bernafas sejenak.
"kau harus mandi, karena ini sudah hampir malam. " ucap Alvion, Alzio menatap pria di hadapannya itu dengan datar. tubuh Alvion memakai pakaian Alzio, pakaian mahal yang selalu Krystal pilihkan untuknya sekarang dipakai orang lain.
"berani kau menyentuh barangku... " geram Alzio, Alvion hanya menyeringai dengan itu.
"aku harus memberi kabar buruk untukmu, istrimu marah pada suaminya dan akan pergi dari rumah... "
"apa yang kau lakukan pada istriku, brengsek! " teriak Alzio, tubuhnya meronta agar tangannya terlepas dari rantai yang mengikatnya. saat ini siapapun yang melihat Alzio, pasti akan ketakutan layaknya melihat binatang buas. Alzio dalam keadaan kacaunya, terlihat tidak seperti manusia melainkan seperti seekor binatang buas yang lapar.
"aku tidak melakukan apa pun, aku tidak sudi menyentuh nya karena dia bekasmu. karena itu aku membawa wanita pilihanku, dia begitu marah dan menangis, sok dramatis dan mengatakan akan pergi dari rumah itu. tentu saja aku setuju, kenapa harus ditolak. " jelas Alvion tanpa beban, kemarahan Alzio semakin terlihat suaranya terus berteriak kesal penuh amarah.
"kau tidak berani melawan ku dengan tangan kosong... kau malah melakukan ini padaku, kenapa... apa kau takut aku mengalahkanmu, dan membunuhmu dengan tangaku sendiri... " ucap Alzio, itu adalah kenyataan yang sebenarnya. sekeras apapun Alvion menyerang, pria itu tidak bisa menang dari Alzio. kecuali melakukan kecurangan, yang membuat Alzio seperti sekarang. Alvion berjalan kearah Alzio, melayangkan pukulan keras mengenai rahang keras pria itu. bukannya marah Alzio malah tertawa, ia puas melihat wajah Alvion yang marah.
__ADS_1
"sudah aku katakan, aku punya segalanya Alvion... harta, perusahaan, bisnis kecil, bisnis besar, sahabat, istri, bahkan segala cinta aku memilikinya. dan kau tidak memiliki semua itu, hanya wajahmu saja yang sama denganku tapi tidak takdirmu, menyedihkan sekali..." ucap Alzio lagi, hal itu semakin membuat Alvion berada dalam puncak kemarahan. "tidak akan lama, semua akan menyadari kalau kau bukanlah Alzio. jangan remehkan Darius ataupun Natalia."
"aku akan menghancurkan mu Alzio, kau akan membusuk didalam sini. " Alvion melempar kursi yang mengenai kaki Alzio, pria itu sampai berteriak karena mengenai lukanya yang belum sembuh. Alvion berjalan pergi dari sana, belum sampai berhenti Alvion mendekat kearah anak buahnya. "siksa dia sampai tidak sadar, lalu atur sesuai rencana pindahkan dia di negara yang sudah kutentukan. satu lagi yang harus kau ingat jangan sampai membunuhnya! " ucap Alvion mata tajamnya hanya melirik, anggukan anak buahnya membuat ia langsung pergi dari sana tanpa mengatakan hal apapun.
...****************...
Krystal sendiri berada dirumah Robert, wanita itu tidak berani untuk kembali ke rumah ayahnya. ia menceritakan semua yang terjadi pada Robert, tentu hal itu membuat Robert dan istrinya terkejut. mereka menenangkan Krystal yang menangis, bahkan menyiapkan kamar untuk wanita itu tinggal. Krystal termenung didalam kamarnya, televisi yang menyala tidak dihiraukan olehnya.
"bahkan dia tidak meminta maaf, mengabaikanku begitu saja." gumam Krystal, ia kesal membanting remot yang dipegangnya. ia merebahkan tubuh nya diatas kasur, mengusap matanya yang terasa berair. "kenapa seperti ini, padahal kemarin kau baik baik saja Alzio.. " gumam Krystal lagi, air matanya sudah tidak bisa di tahan dan akhirnya ia menangis tanpa suara.
"dimana Alzio... " suara itu menggema disana, Alvion sedikit terkejut kemudian menoleh kearah Natalia. gadis itu menatapnya tanpa berkedip, dan mengetahui siapa yang berdiri di hadapan nya itu bukanlah Alzio. Natalia sudah mencurigai sifat perubahan Alzio yang tidak pernah terjadi sebelumnya, sampai kesimpulan yang dibuat Natalia benar adanya kalau pria itu Alvion dan bukan Alzio. dan itu masih dugaan saja, karena itu Natalia ingin menguji pria itu.
"Hai Natalia, kau merindukanku? " ucap Alvion dengan menyeringai, Natalia terkejut dengan itu karena dugaannya tidak salah.
__ADS_1
"brengsek, dimana Alzio!" teriak Natalia memukul tubuh Alvion, tangan kecil itu tidak membuat Alvion sakit malah tertawa mengejek Natalia. "katakan dimana, kurang ajar! " Alvion langsung membawa Natalia kedalam dekapannya, tentu gadis itu memberontak tapi tenaganya kalah kuat dengan Alvion.
"kenapa kau begitu marah padaku, bukankah kau masih memiliki perasaan untukku,kau bahkan langsung mengenali siapa aku. " ucapnya enteng, hal itu membuat Natalia kesal tapi tidak bisa terlepas dari tangan Alvion.
"kau pengecut, kau bermain belakang dan menculik Alzio. kau ingin menghancurkan semuanya milik Alzio, aku tahu itu sejak awal saat melihat tingkahmu! " saut Natalia kesal, tubuhnya dibalik hingga menghadap Alvion. pria itu menghimpit Natalia dengan meja bar rumah itu, Natalia sampai tidak bergerak hanya menatap Alvion dengan penuh kebencian.
"kau sangat cantik, tapi mulutmu sangat pedas. " ucap Alvion, Natalia meludahi wajah Alvion dengan rasa jijik.
"aku akan katakan pada Darius dan yang lain, kau pasti akan mati ditangan mereka! " kesal Natalia, Alvion menghela nafas kemudian mengangkat tubuh Natalia keatas meja. dengan kasar tangannya menarik seluruh pakaian Natalia, sampai tubuh Natalia tanpa penutup kecuali pakaian dalam yang ia gunakan. "kau kurang ajar, brengsek lepaskan aku! " teriak Natalia meronta, Alvion menyambar bibir kecil itu agar tidak terus bicara. bahkan ia tidak pedi dengan pukulan Natalia, ia meninggalkan banyak jejak dileher Natalia dan juga bagian dada Natalia.
"jika kau katakan pada siapapun tentang diriku, aku akan melakukan hal lebih dari pada ini. aku tidak main main Natalia, aku bisa menghancurkan siapapun termasuk dirimu! " saut Alvion, Natalia menutup tubuhnya dengan tangan kemudian menangis. Alvion menurunkan gadis itu kebawah, kemudian menghela nafas melepas jas yang pakai untuk menutup tubuh Natalia. satu tamparan mendarat di pipi Alvion, untuk kedua kalinya Natalia menampar pria itu setelah beberapa lama mereka saking mengenal. sekalinya dulu saat mereka masih berteman, sampai akhirnya Natalia kecewa karena Alvion berniat buruk pada Alzio dan yang lain.
"bukan bibirku yang akan bicara siapa kau, kau lupa ada Darius disini dia akan tau dan akan menolong Alzio secepatnya!" ucap Natalia kemudian, gadis itu berlari dengan jas Alvion yang menutup tubuhnya. Alvion menatap kepergian Natalia, sampai gadis itu memasuki kamarnya dan menutup pintu dengan keras.
__ADS_1
Alvion mengingat perkataan Alzio, memang tidak ada kasih sayang cinta dari siapapun hanya ada kebencian untuk nya. Alvion marah kesal, ia membanting semua botol yang ada diatas meja bar. kali ini ancamannya adalah Darius, sebelum terlambat dirinya ingin bergegas mengunci pria itu.