
putra tuan dan nyonya Smith adalah Digo Smith, pria yang ditemui Krystal di sebuah club malam sebelumnya. malam yang membuat Alzio marah dan cemburu, tidak disangka mereka akan bertemu lagi. Digo Smith adalah pria tampan berdarah Inggris, usianya sepantaran dengan Krystal dan juga terbilang pria tampan yang ada di hidup Krystal.
pria itu dan orang tuanya tinggal di mansion tuan Winston, lebih tepatnya rumah Krystal dalam beberapa waktu kedepan. Krystal dan Digo saling mengenal satu sama lain, mereka sedikit bercengkrama karena berada dalam satu rumah. seperti pagi ini, mereka berkumpul layaknya pertemuan dua keluarga hanya untuk sarapan. bukan hanya dua, melainkan Robert dan juga ibunya berada disana seperti biasa bergabung untuk sarapan.
"Krystal kesibukannya apa sekarang? " tanya nyonya Smith, Krystal tersenyum sebelum menjawab itu.
"bekerja dikantor menjadi wakil daddy, selebihnya menghabiskan uang daddy. " saut Krystal, semuanya tersenyum dengan itu. Krystal merasa tidak nyaman, tapi ia masih berusaha tersenyum untuk memberikan kesopanan.
"aku tidak menyangka putrimu sangat lah cantik, maksudku aku sudah membayangkan secantik apa putrimu tapi ternyata lebih dari dugaanku kecantikan nya. " ucap tuan Smith kemudian, menjadi gelak tawa semua disana kecuali Krystal, Digo dan juga Robert, tiga orang itu hanya tersenyum.
"dan katanya Digo Krystal saling mengenal, apakah benar?" Digo mengangguk dengan itu, begitu juga Krystal yang tersenyum.
"kami bertemu di supermarket, benar kan Digo? " ucap Krystal, ia tidak ingin Digo menyebutkan kata Club. Digo sendiri mengerti dengan itu, ia mengangguk dan tersenyum.
mereka melanjutkan sesi sarapan itu, keceriaan itu tiba tiba menghilang ketika mendengar suara langkah kaki. suara tegap berjalan itu semakin dekat, Krystal dan Robert menoleh kemudian melihat Alzio berjalan membawa sebuket bunga. Krystal terkejut sampai tersedak, ia menatap Alzio yang angkuh sedang berdiri.
"sepertinya aku menganggu acara sarapan kalian? " ucap Alzio menggema, orang tua Krystal menatap Alzio datar. mata elang Alzio menatap orang asing, keluarga Smit yang tidak pernah Alzio lihat. tapi melihat Smith yang duduk, ingatannya langsung berputar di club saat melihat pria itu.
__ADS_1
"untuk apa tuan datang kemari, bukankah kita sudah tidak ada urusan lagi? " ucap Mr. Winston, Alzio menoleh kearah Krystal yang hanya diam.
"aku memang tidak ada urusan denganmu, tapi aku ada urusan dengan putrimu Krystal. " saut Alzio, Krystal hanya diam ta pa menjawab. padahal sudah diberitahukan kalau pria itu sedang dibenci Mr. Winston, tapi pria itu tidak peduli dan malah datang terang terang.
"urusan putriku juga urusanku, jika urusan pribadi lebih baik diakhiri saja secepatnya. karena putriku akan bertunangan sebenar lagi, tuan Smith tentang lamaran kemarin apa masih berlaku? "
"tentu, kami datang untuk itu Mr. Winston. "
"aku menerima lamaranmu... "
"Daddy? " panggil Krystal, masih dibuat terkejut beberapa orang disana termasuk Krystal. karena sebelumnya tidak pembicaraan sampai disana, tapi tiba tiba saja pembicaraan yang mengejutkan tidak terduga terucap. Mr.Winston sendiri takut hal sebelumnya terulang, karena itu dengan cepat ia menyetujui itu tanpa dibicarakan lagi dengan putrinya.
"daddy aku ingin mengatakan hal penting padamu, ini tentang aku dan juga Alzio... " ucap Krystal, belum gadis itu bicara tiba tiba sang ayah memegang dadanya sendiri. hal itu membuat Krystal melepas tangan Alzio, Krystal berlari mendekat kearah Mr.Winston yang tiba tiba saja ambruk kebelakang. Digo yang dekat disana menopang tubuh pria tua itu, semua menjadi panik begitu juga dengan Alzio yang membantu menyiapkan sebuah mobil.
beberapa menit sampai dirumah sakit, tuan Winston harus masuk diruang ICU cukup lama. semua menjadi tegang dan khawatir, begitu juga dengan Krystal yang gemetar di samping Alzio. tangannya yang gemetar digenggam erat oleh Alzio, tangan hangat itu menenangkan hati Krystal.
yang dipikirkan Alzio adalah seberapa benci ayah Krystal, saat mengatakan hal itu saja membuat ambruk dengan penyakitnya kambuh. khawatir juga ada dihati Alzio, tidak pernah dirinya mengalami rasa panik seperti itu kecuali saat kehilangan Krystal sebelumnya. sampai beberapa detik seorang dokter keluar, dokter itu juga kebetulan adalah Antonio.
__ADS_1
"bagaimana daddy ku, apa ada sesuatu? " tanya Krystal yang tidak sabar, Alzio mengikuti gadis itu dengan rasa penasaran.
"hanya serangan jantung kecil, penyakit jantung nya kumat. tolong lebih berhari hati, saat ini kondisinya sudah stabil. " saut Antonio, Krystal bernafas lega dengan itu kemudian mengelap air matanya. "jika kalian ingin masuk silahkan, tapi jangan berisik ya."
"cukup menangismu, daddymu baik baik saja. " ucap Alzio, gadis itu tersenyum dan mengangguk. masuk terlebih dahulu kemudian disusul semuanya, Alzio tetap diam di tempatnya dan didekati oleh Mrs.Winston yaitu ibu dari Krystal.
"tolong jangan ikut masuk, suamiku tidak bisa melihatmu. " ucap Mrs.Winston, Alzio mengangguk dengan senyuman. kemudian wanita paruh baya itu masuk kedalam, melihat suaminya yang sudah lebih baik dari sebelumnya. Alzio hanya melihat dari liat, Antonio yang masih disana mendekati Alzio.
"apa kedatanganmu ditolak, kenapa kau tidak boleh masuk? " tanya Antonio, Alzio langsung memberikan tatapan tajam yang membuat Antonio meringis kemudian pergi dari sana. Alzio berdiri tanpa bicara, ia hanya melihat yang dilakukan mereka didalam sana.
Krystal memegang tangan ayahnya, sedikit menyesal karena merasa terburu buru ingin membongkar hubungannya dengan Alzio. tangan Mr.Winston terulur untuk Digo, mau tidak mau pria itu menerima uluran itu dengan senyuman. tiba tiba saja tangan keduanya disatukan, Krystal dan Digo saling menatap dengan keheranan.
"Digo saya yakin kamu bisa menjaga Krystal, saya ingin kalian bisa bersama untuk selamanya. " ucap Mr.Winston, hal itu masih dibahas dan membuat Krystal menangis. ingin sekali ia membantah hal itu, tapi ia tidak ingin sang ayah makin parah dari sebelumnya. Digo menatap Krystal yang menangis dengan senyuman, ia paham apa yang dirasakan Krystal saat ini. karena ia tahu benar siapa Alzio, dan apa peran Alzio dalam hidup Krystal. Alzio merasa terpukul melihat semua itu, dirinya bisa saja menentang hal itu dan marah. tapi sifat nya yang jeras kepala itu tidak ada, ia hanya diam berdiri tanpa sebuah kata.
Krystal keluar dari ruang inap itu, ia melihat Alzio yang masih disana. berdiri sangat jauh hingga tidak terlihat, kaki Krystal berjalan mendekati Alzio. pria itu menatap Krystal dengan sendu, bukan wajah Alzio jika seperti itu dan berhasil membuat bulir bening menetes dipipi Krystal. Alzio langsung mengusap air mata itu, kemudian menggelengkan kepalanya dengan senyuman.
"jangan menangis, aku tidak suka."
__ADS_1
"maafkan aku,... aku tidak bisa membantah... tidak bisa... hiks... "