Obsesi Cinta Mafia

Obsesi Cinta Mafia
Bukan siapa siapa.


__ADS_3

tidak terasa Krystal bersama pria itu sudah hampir dua bulan, mereka sudah bicara dengan baik sebagai seorang teman. meskipun pergerakan Krystal dibatasi, bahkan wanita itu tidak memegang ponselnya miliknya karena Alzio melarangnya. tidak masalah bagi Krystal, ya terpenting pria itu tidak menyakitinya. jika Alzio sedang bernafsu padanya, tentu akan dilakukan nya hingga puas dan merubuhkan pertahanan Krystal. memang tidak sekasar dulu, tapi tetap saja pikiran Krystal bagaikan dirinya adalah wanita penghibur yang memuaskan seseorang.


Alzio memanjakannya dengan barang barang mewah, meskipun Krystal tidak meminta tapi pria itu tetap memberikan banyak kemewahan layaknya seorang kekasih. Alzio sendiri sudah tidak pernah marah, emosinya selalu terkendali saat bersama Krystal. jika dalam kemarahan Alzio akan cepat cepat datang kekamar wanita, menenangkan dirinya dengan menikmati tubuh Krystal. kadang wanita itu hanya memeluk Alzio, ataupun meminta pria itu dengan lembut.


seperti saat ini, disiang hari mereka bermalas malasan didalam kamar. seorang Alzio yang tidak pernah malas, memiliki sifat malas jika sudah berdua didalam kamar bersama Krystal. tubuhnya yang kekar besar memeluk tubuh Krystal dari belakang, membelai rambut Krystal dan juga mengusap perut wanita cantik itu.


"apakah perutmu masih sakit? " tanya Alzio dengan tangan hangatnya mengusap perut gendut Krystal, memang tidak seberapa gendut tapi sekurus Krystal memiliki perut yang sedikit gendut.


"biasanya akan sembuh saat hari ketiga, dan hari ini adalah hari yang paling sakit menurutku. " ucap Krystal, benar perutnya sakit akibat datang bulan yang terjadi padanya. Alzio menyiapkan banyak kebutuhan nya, mulai dari makanan dan juga minuman disana. tapi WA ita itu mengeluh karena perutnya sakit, dan berakhir Alzio mengusap perut itu dengan tangan hangatnya. "Terima kasih tuan, sekarang sudah lebih baik. "


"biarkan saja seperti ini, aku merasa malas untuk bangun. " ucap Alzio memejamkan mata, tangannya tetap bergerak mengusap perut itu. "malam ini ikut aku ke pesta. " suara itu membuat Krystal mendelik, ia menjauhkan tubuhnya dari Alzio hingga tangan itu terlepas dari pelukannya.


"tidak, aku dirumah saja. aku tidak ingin ikut, aku takut... "


"tenang saja, hal yang dulu tidak akan terulang lagi. malam ini hanya ada teman temanku, kita berempat akan terbang ke Belanda sore ini. " ucap Alzio lagi menarik tubuh Krystal mendekat, gadis itu mendongakkan kepalanya menatap wajah tampan Alzio.


"berempat, itu artinya bersama Natalia? " tanya Krystal dengan mendongak, menunggu jawaban dari bibir Alzio yang terdiam. pria itu menoleh kearah Krystal yang masih menatapnya, kemudian mendaratkan ciuman pada gadis itu. menyambar bibir itu dengan lembut, tanpa ada nafsu di belakangnya.


"kau cerewet sekali sekarang, apa kau sudah berani? " ucap Alzio melepas ciumannya, Krystal mengusap bibirnya yang basah akibat Alzio. terlihat gadis itu kesal, mengerucutkan bibirnya dan menatap dada bidang Alzio. "iya, Natalia juga akan ikut. sekalian kita akan berlibur, kau pasti bosan. " ucap Alzio, pria itu merasakan jari lentik Krystal yang menyentuh dada bidangnya. saat ini siapa yang tidak tertarik dengan dada bidang itu, Alzio tidur tanpa menggunakan kaos hingga dada bidang penuh tato itu terpampang jelas. bahkan Krystal yang ingin menyentuh itu, langsung terulur dan mengusap tato yang ada dada itu.

__ADS_1


"ini nama belakangmu, kau menjadikannya tato. " ucap Krystal, ia masih memegang tato itu tanpa sengaja mengusap dada itu. dirinya terkesiap saat Alzio membalik tubuhnya cepat, menempatkan Krystal dibawah Alzio yang menatapnya dengan tajam.


"kenapa kau menyentuh ku, hal itu membuatku teruji. kau tahu kan hari ini kau tidak bisa tersentuh, apa kau ingin tetap melakukannya karena aku tidak tahan? " Krystal langsung menggelengkan kepala nya, Alzio tersenyum kemudian mendaratkan bibirnya kearah bibir wanita itu. belum sempat tersentuh, suara ponsel yang berdering mengejutkannya. mau tidak mau ia mengambil benda itu, dan menjawab sebuah panggilan masuk yang terlihat. "pergilah ke Natalia, tanya padanya apa yang di butuhkan. " ucap Alzio kemudian berjalan kearah balkon kamarnya, Krystal langsung berlari kecil melaksanakan perintah pria itu.


hari semakin sore, dan benar keempat orang itu berangkat dengan pesawat pribadi menuju Belanda yang dimaksud Alzio. tidak ada keributan selama perjalanan, hanya saja saat ini Krystal menutup mata dengan bibir komat kamit seakan membaca mantra. tidak ada yang tahu wanita itu takut ketinggian, bahkan seumur hidup ia tidak akan mau naik pesawat dan melihat benda dibawah dari atas. ia menggenggam erat tangan Alzio, pria itu memperhatikan gerak gerik yang terjadi pada Krystal.


"kapan akan sampai tuan? " tanya Krystal gemetar, Alzio memegang erat tangan wanitanya dengan senyuman.


"sebentar lagi akan sampai, tutup saja matamu." ucap Alzio, pria itu mengecup tangan Krystal dengan gemas. gadis itu takut ketinggian dan terus berdoa dalam bibirnya, membuat Alzio nampak semakin gemas dan hanya tersenyum didalam wajah datar dan dinginnya.


dalam waktu dua jam pesawat pribadi mereka sampai di Belanda, Krystal menatap dengan takjup ia tidak percaya bisa keluar dan melihat keindahan itu. ia menggandeng Natalia dengan senang, dua wanita itu berjalan mendahului Darius dan juga Alzio. seperti double date jika dilihat, banyak seseorang melihat mereka dengan menatap kagum dan iri melihat pasangan itu.


"sepertinya Natalia tidak suka bersama tuan Darius.. " ucap Krystal, Alzio berjalan kearah wanita itu dan mengecup bibir lembut itu sekilas.


"jangan khawatir, mereka seperti itu dari dulu. " saut Alzio, Krystal menganggukkan kepala mengerti. "istirahat lah sebentar, saat aku dan Darius kembali kita akan berangkat ke pesta bersama. " ucap Alzio lagi, Krystal mengangguk untuk mengiyakan hal itu.


malam yang ditunggu pun datang, ke empat manusia berpenampilan elegan itu datang ke pesta. pesta mewah seorang mafia, lebih tepatnya para sahabat Alzio yang juga berperan seperti dirinya. iya benar disana hanya bernuansa hitam dan putih, tapi mereka terlihat bersinar dan tampan. keempat pria disana menunggu dengan wajah dingin, aura tajam menusuk hingga kedalam hati Krystal. gadis itu langsung bersembunyi dibelakang Alzio, mencengkram lengan kekar Alzio yang menandakan dirinya takut. Gavin, Dion, Bryan dan juga Robi, sahabat baik Alzio yang memasang tampang tajam dan juga dingin tanpa disentuh.


"berhenti seperti itu, kau menakuti seseorang!" suara Alzio menggema, keempat pria itu saling melihat kemudian tertawa dan juga tersenyum. merentangkan tangan menyambut Alzio, bahkan menyambut tamu yang datang dengan bahagia. rumah besar itu, lebih tepatnya Mansion besar itu milik seorang Gavin Arlando yang sengaja membuat pesta kecil hanya dihadiri mereka.

__ADS_1


"kenapa kau ada di belakang Alzio, kemarilah kami ingin melihat wajahmu yang katanya sangat cantik. " ucap Gavin, Alzio mengangguk saat Krystal menoleh kearahnya.


Krystal muncul dengan senyuman, keempat pria disana langsung menganga melihat kecantikan gadis itu. mereka seakan melihat bintang jatuh, mata mereka bersinar tanpa ingin berkedip. Gavin mengulurkan tangannya, Krystal menerima uluran tangan itu dan tersenyum.


"Gavin."


"Krystal... " Bryan yang melihat itu langsung berlari kecil, ia menggapai tangan Krystal dengan senyuman.


"Bryan! " Krystal tersenyum dengan itu, Gavin mendorong Bryan yang tadi menyenggol nya.


"Krystal... yang itu Dion, dan yang itu Robi. kami ini adalah sahabat Alzio, dan ya kami tidak sepertinya hanya saja pekerjaan kami sama seperti Alzio. " ucap Gavin tersenyum, Krystal mengangguk dengan itu dan merasa senang.


keempatnya saling bicara, lama kelamaan Krystal menjadi akrab. tidak ada hentinya pembicaraan mereka, bahkan mengabaikan Alzio yang menatap mereka dengan diam. awalnya Alzio diam saat Gavin menawari gadis itu minum, tapi dengan terkejut Krystal menerima gelas itu dan meminumnya dengan sekali teguk.


"hei Alzio, pasang GPS pada tubuhnya. jika seseorang melihat dia bersamamu, nyawanya akan terancam. " ucap Dion tiba tiba mendekat kearah nya, Dion memang orang yang ahli dalam melacak seseorang dan juga membuat alat pelacak di tubuh seseorang. ia merasa Krystal adalah orang yang penting bagi Alzio, karena itu dirinya menyarankan hal itu pada sahabatnya. Alzio sendiri cukup berpikir, ia hanya menganggap Krystal adalah sebuah jaminan dan tidak memerlukan GPS di tubuhnya. jika seseorang membawa Krystal pun, ia tidak peduli pikirnya.


"tidak penting, dia bukan siapa siapa bagiku. dia hanya seorang jaminan, saat orang tuanya membayar hutang mereka lunas, maka putri mereka kembali dengan selamat. "


...****************...

__ADS_1


"Haii teman teman yang sangat Author cintai, suka tidak dengan ceritanya. Jangan lupa tinggalkan jejak ya, Like, Coment, dan berikan bintang 5 kalian. eh lupa satu, jangan lupa subscribe. 🖤 "


__ADS_2