Obsesi Cinta Mafia

Obsesi Cinta Mafia
Mendapatkan hatimu.


__ADS_3

Krystal kembali kerumahnya, langkahnya cepat menaiki sebuah tangga. entah kenapa dirinya kesal dengan pernyataan Alzio, ia yang menjauhi Alzio dia juga yang bingung dengan dirinya. Alzio berhasil membuat pikirannya campur aduk, memporak porandakan hatinya dengan sengaja. Krystal membenamkan wajahnya dibantal, ia berteriak dibantal itu tanpa didengar siapapun. suara Alzio terus terngiang, bahkan saat akan meninggalkan pria itu , wajahnya sendu menatap dirinya.


"aku tidak mau berhubungan dengannya lagi..." ucapnya sendiri, ia mengigit bantal kecil disana. Robert datang ke kamar gadis itu, ia tersenyum melihat Krystal yang terlihat kesal. Krystal menoleh kearah Robert, dan langsung memeluk Robert dengan tangisan tanpa air mata.


"Robert... aku bingung, harus bagaimana... " ucap Krystal, Robert mengusap rambut gadis itu dengan lembut.


"sepertinya kau memang jatuh cinta padanya. " Krystal langsung menatapnya dengan tajam, kemudian menggelengkan kepalanya.


"tidak Robert, tidak mungkin aku jatuh cinta padanya. " ucap Krystal yakin, Robert hanya menggelengkan kepalanya. "Robert ayo kita pergi malam ini, aku ingin bersenang senang... " ucap Krystal lagi, Robert menggelengkan kepala sebagai penolakan.


"tidak, aku tahu dimana maksud kau bersenang senang. " saut Robert, Krystal tersenyum manja dan terus bergelayutan di lengan Robert. "tidak mempan dengan sifat manis, aku bukan kekasihmu yang bisa diluluhkan oleh sifat manismu. " saut Robert lagi, Krystal mengerucutkan bibirnya kemudian melepas lengan Robert.


"kau jahat sekali, tapi aku akan tetap pergi wleee! " enek Krystal, tapi Robert langsung mencubit pipi gadis itu mengelitiki perut ramping itu hingga tertawa nyaring. mereka sudah sangat seperti adik kakak, Robert bahkan membimbing Krystal dengan baik. kesedihan gadis itu, akan menjadi kesedihannya juga.


dimalam hari benar saja, Krystal pergi ke sebuah club terkenal di kota itu. gadis itu menjadi nakal saat tinggal di Amerika, Robert mau tidak mau harus mengikuti gadis yang menjadi adiknya sekarang. Krystal tersenyum senang berada disana, bahkan gadis itu tidak beranjak pergi meskipun hari semakin larut. Krystal bernyanyi hingga tidak sadar dirinya jauh dari Robert, ia meluapkan kekesalannya dengan bernyanyi dan bersenang senang.


"Hai... aku tidak pernah melihatmu? " ucap seseorang, Krystal menoleh dan tersenyum kearah pria itu.

__ADS_1


"sepertinya aku orang baru... " ucap Krystal, mereka saling melempar senyuman.


"aku Digo... "


"oh Hai, aku Krystal... "


keasikan keduanya bicara saling mengenal diperhatikan orang lain, menatap Krystal yang terlihat senang bicara dengan seorang pria bernama Digo. siapa lagi kalau bukan Alzio, pria itu kebetulan berada di sebuah klub yang sama. Alzio tidak sendiri, melainkan bersama para sahabatnya yang juga sudah melihat Krystal.


"sepertinya kucing kecilmu sangat nakal sekarang... " ucap Dion, semuanya tersenyum dengan mengangguk.


"lama tidak bertemu dengannya, perubahan nya sangat drastis... " saut Gavin juga, Alzio hanya diam menatap Krystal yang masih melihatnya. "sudah samperin sana, dari pada diambil orang. tapi ingat jangan lakukan hal seperti sebelumnya, nanti ia akan semakin membencimu... " ucap Gavin, tentu saja teman temannya itu selalu mendukung. mereka bahkan marah jika Alzio melakukan hal diluar nalar mereka, apalagi menyakiti Krystal gadis yang tidak berdosa itu. Alzio dengan diam melangkahkan kakinya, ia mendekat kearah Robert yang berdiri tidak jauh darinya. Robert yang fokus pada Krystal dikejutkan tangan seseorang, dirinya terperanjat kemudian menoleh melihat Alzio tersenyum tajam padanya.


"aku sudah melarangnya, dia yang ngeyel pergi. " saut Robert, Alzio menghela nafas kemudian berjalan cepat kearah Krystal. gadis itu tentu sudah minum bersama pria bernama Digo, dengan kasar ia tarik Krystal hingga menjauh beberapa jarak. Krystal terkejut dirinya ditarik paksa, tubuhnya yang ramping sampai terhuyung kedepan.


"lepaskan, siapa kau? " teriak Krystal karena suara lagu semakin keras, Alzio menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuh. Krystal mendelik melihat Alzio, gelas yang ada ditangannya langsung dijatuhkan begitu saja.


"kenapa diam, tidak berani bicara? " ucap Alzio, posisi mereka sudah ada tempat paling pojok. Krystal melihat sekelilingnya yang pasti tidak memperhatikan mereka, kecuali sahabat Alzio yang duduk tidak jauh. mereka melambaikan tangan pada Krystal, kemudian melihat Robert yang duduk gabung dengan mereka. Krystal menghela nafas, kemudian melihat Alzio yang menatapnya dengan lembut tapi sorot mata tajam. "kau sangat berani padaku Krystal, apa ini sifat aslimu yang sebenarnya? "

__ADS_1


"iya memangnya kenapa, kau menyesal telah mengenalku? dulu aku memang takut bertemu siapapun, tapi setelah kepalaku mengalami cedera aku sadar tidak perlu takut pada siapapun, apalagi pada orang seperti mu. " ucap Krystal yang begitu tegas, ia menatap tajam Alzio dan itu tidak pernah ia lakukan sebelumnya. Alzio menghela nafasnya, semakin berani gadis itu semakin ia jatuh cinta pada gadis itu. Alzio menundukkan kepalanya disela leher Krystal, ia sembunyikan wajahnya diantara leher dan rambut Krystal.


"semakin melihatmu seperti ini, semakin aku mencintaimu... " bisik Alzio yang sangat jelas didengar Krystal, gadis itu terdiam dengan Alzio yang terus menghela nafas hangat di lehernya. Krystal mendorong pria itu, tapi tenaganya kurang kuat dari Alzio yang semakin memeluk pria itu.


"lepaskan tuan Alzio, apa yang kau inginkan. "


"aku ingin dirimu, sekarang. " saut Alzio, Krystal mendelik sedetik kemudian Alzio membawa paksa gadis itu. tentu sahabatnya dari jauh melihat itu sedikit panik, mereka melihat Alzio membawa paksa Krystal. Robert yang melihat itu juga panik, mereka berlima langsung pergi dari sana berusaha menyusul Krystal dan juga Alzio agar tidak terjadi hal seperti dulu.


Krystal didalam mobil sudah panik, gadis itu terus meronta ingin diturunkan. tapi Alzio tidak mendengarkan, bahkan tangan gadis itu digenggam erat tanpa bisa dilepaskan. Krystal mengingat apa yang dilakukan Alzio dulu, ia tidak ingin itu terjadi lagi pada dirinya.


"turunkan aku disini sekarang, jika tidak aku akan semakin membencimu! " teriak Krystal, tapi Alzio seakan tidak memiliki telinga dan memilih diam. Krystal semakin kesal, lalu matanya melirik kearah jalanan. tampak di sana jalanan itu tidak asing, ia pun terdiam dan membuka jendela mobil. tentu saja tidak asing, karena jalanan itu adalah jalanan yang akan menuju rumahnya. Sampai mobil Alzio memasuki wilayah rumah besar Krystal, dan berhenti tepat didepan rumah Krystal. Alzio menoleh kearah gadis itu, membuka sabuk pengamannya sendiri dan memberikan senyuman nya.


"apa yang kau pikirkan, apa kau berpikir akan berakhir seperti dulu? tentu saja tidak, aku hanya mengantarmu sampai dirumah." ucap Alzio, Krystal terdiam dengan itu bahkan saat Alzio mendekat dirinya tetap diam. Alzio mendaratkan bibirnya pada bibir Krystal, ******* kecil terjadi disana. Krystal membiarkan Alzio melakukan hal dirinya mau, sampai tubuhnya mulai terlena dengan gerakan Alzio yang terus bergerak ******* bibirnya. "aku tidak suka kau ada di club tanpaku, banyak pria mendekatimu membuatku ingin membunuhnya. " ucap Alzio setelah melepas bibir Krystal, gadis itu menghela nafas kemudian mengelap bibirnya sendiri.


"itu bukan urusanmu, dan jangan pernah urusi urusanku lagi! " kesal Krystal, tangan Alzio menahan tangan Krystal yang akan membuka pintu mobilnya.


"aku akan mendapatkan hatimu dengan cara yang baik, beri aku kesempatan Krystal. aku akan membuktikan kalau aku bisa mendapatkan hatimu, aku janji tanpa melukai hati siapapun. " ucap Alzio kemudian, seorang mafia sepeti Alzio bertekuk lutut di hadapan Krystal. bersedia memberikan apapun pada gadis itu, asal gadis itu bersedia bersamanya. Krystal melepas tangan Alzio, kemudian meninggalkan Alzio yang masih didalam mobil. secara bersamaan mobil sahabat Alzio datang, mereka juga tidak menyangka Alzio mengantar Krystal sampai rumah.

__ADS_1


"aku akan datang besok,.. aku anggap diammu tadi adalah jawaban boleh. "


__ADS_2