Obsesi Cinta Mafia

Obsesi Cinta Mafia
Acara Pertunangan.


__ADS_3

benar saja yang terjadi, tidak bisa dibantah hal yang harus dibantah. acara pertunangan langsung disiapkan dengan cepat, pagi hari semua orang pelayan berlalu lalang untuk menyiapkan. Krystal berada didalam kamarnya tanpa ingin keluar, ia berusaha menghubungi Alzio yang tidak bisa dihubungi. memang hal itu tidak bisa, karena Alzio sudah mengatakan akan melakukan pekerjaan nya dan menyelesaikan dengan cepat. Krystal kesal membuang ponselnya sendiri, ia menangis tanpa suara saat ini ia butuh teman dan mengingat Natalia yang sudah lama tidak ia temui.


pelayan datang memasuki kamar Krystal, pelayan itu membawa persiapan yang harus digunakan oleh Krystal. gaun cantik yang digunakan untuk pertunangan, ingin sekali marah tapi Krystal tidak bisa apalagi mengangkut penyakit ayahnya.


"memang benar sejak awal, harusnya aku membencimu saja Alzio... " gumam Krystal, ia menggenggam cincin yang diberikan Alzio. Krystal menjadi serba salah, ia mencintai orang yang sejak awal tidak disukai orang tuanya. baeu kemarin dirinya menyatakan cinta, tapi sekarang malah akan bertunangan tanpa diketahui Alzio.


"eh kami disini toh, tante cari kemana mana loh. " ucap Mrs. Smith yang tiba tiba datang, tidak sendiri melainkan bersama Mrs. Winston yang mengikuti dari belakang. Krystal langsung menghapus air matanya, ia cepat cepat memasukkan cincin yang ia bawa kedalam laci kecil meja riasnya. Krystal tersenyum kearah dua orang itu, kemudian mendekat kearah sang ibu.


"apakah gaunnya cocok sayang? " tanya sang ibu, Krystal menggelengkan kepalanya yang membuat keheranan.


"belum aku coba Mommy, baru saja diantar oleh pelayan."


"hei ayo dicoba dulu sayang, kalau ada cacatnya nanti segera diganti sebelum waktunya." saut Mrs. Smith, Krystal mau tidak mau menerima gaun itu dan membawanya ke kamar mandi. Krystal mengganti pakaiannya untuk mencoba gaun itu, beberapa saat kemudian ia keluar sudah dengan gaunnya. Krystal merasa gaunnya sangat pas, bahkan tubuhnya merasa nyaman. tapi masih ada rasa mengganjal, ia tidak suka acara pertunangannya itu dengan orang lain.


"sangat cantik! " ucap Mrs.Smith, dua orang tua itu tersenyum melihat kecantikan Krystal mencoba gaun itu. "Digo pasti akan jatuh cinta padamu berkali kali lipat, kau sangat cantik dan gaunnya sangat cocok. " ucapnya lagi, Krystal hanya tersenyum karena merasa malu terus dipuji. dua orang tua itu keluar dari sana, Krystal menoleh ke cermin besar yang ada dikamarnya. menatap tubuhnya yang menggunakan gaun itu, gaun cantik berwarna putih semu biru itu memang sangat cantik ditubuhnnya. Hatinya benar benar sangat sedikit, gelisah, hancur jadi satu tanpa tersisa ruang.


waktu berjalan begitu cepat, tubuhnya yang cantik dengan gaun Krystal keluar dari rumah disela sela kesibukan semua orang. gadis itu keluar dengan gaun yang cantik digunakannya, ia melakukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. tujuannya hanya satu pergi ke rumah Alzio, tanpa dicegah siapapun bahkan anak buah Alzio tidak dapat mencegahnya. hari sudah sore tapi tidak ada tanda apapun dari Alzio, hatinya sudah sangat gelisah. sampainya dirumah Alzio tidak melihat siapapun, ia menggulung gaunnya hingga keatas agar memudahkannya untuk berjalan hingga berlari.

__ADS_1


"Alzio.... " panggil Krystal, tidak ada yang keluar hanya Natalia yang keluar dari kamar. gadis itu berlari kecil untuk kearah Krystal, menatap Krystal sedikit terkejut karena penampilan yang sangat cantik.


"Krystal, kau begitu cantik untuk apa?" tanya Natalia, Krystal memegang tangan Natalia dengan menahan air matanya.


"dimana Alzio, aku menghubungi nya tidak dijawab. " ucap Krystal, Natalia mencoba menenangkan Krystal yang terlihat panik. tiba tiba saja terdengar suara mobil datang, secara bersamaan langkah kaki terdengar. Krystal menoleh dan melihat Alzio datang, tampang nya sedikit kacau tapi tetap itu penampilan Alzio seperti biasanya.


Alzio menghentikan langkahnya, ia menatap Krystal yang ada dihadapannya. gadis itu menggunakan pakaian yang tidak biasa, wajahnya cantik dengan gaun mewah yang melekat. Alzio berjalan perlahan hingga mendekat, Krystal juga berjalan dengan perlahan. sampai akhirnya berlari dengan cepat, memeluk pria itu tanpa peduli dengan penampilannya sekarang. tentu saja Alzio langsung memeluk tubuh gadis itu, merasakan kebahagiaan nya dipeluk wanita yang dicintainya.


"aku khawatir padamu, kenapa tidak menghubungi mu... " ucap Krystal, air mata gadis itu sudah tidak bisa ditahan. Alzio tersenyum mengusap punggung Krystal, lalu mengusap air mata Krystal yang menetes dipipi.


"memang seharusnya aku membencimu Alzio, agar tidak ada rasa sakit seperti sekarang. hari ini aku dan Digo bertunangan atas keinginan keluarga kami, aku kembalikan cincin yang kau kasih padaku." ucap Krystal menahan sesak menangis, hal itu membuat Alzio terkejut bagaikan petir langsung menembus jantungnya. Alzio mencengkram lengan Krystal dengan kasar, ia seakan tidak percaya dengan apa yang dikatakan gadis itu seakan membakar telinganya.


"aku bisa menerima jika kau membenciku, tapi aku tidak bisa menerima jika kau ada ditangan orang lain. katakan padaku semua itu bohong, katakan sekarang bohong! " teriak Alzio geram, pecah tangis Krystal disana dan semakin menangis saat Alzio berteriak padanya.


"memang ini sakit untukmu, dan juga sakit untukku Alzio. tapi ini benar bukan bohong, aku kembalikan cincinnya. " ucap Krystal berwajah sendu, Alzio masih dengan emosi. mencengkram dengan kuat sampai gadis itu meringis, dan pada akhirnya Alzio membanting vas besar yang berharga jutaan pecah tidak berbentuk.


"pergilah Krystal, pergi sebelum aku menyakitimu hari ini! " teriak Alzio, pria itu membelakangi Krystal yang menangis.

__ADS_1


"maafkan aku Alzio... aku tidak bisa melakukan apapun, daddy ku lebih penting sekarang... maaf... " ucap Krystal menangis, langkahnya menginjak beberapa pecahan vas itu. noda merah bertapak jelas dilantai, tapak kaki Krystal berdarah tidak dipedulikan gadis itu. keluar mansion Alzio dengan menangis, tubuh Alzio menegang kemarahan berada dipucuk kepalanya. Alzio menghancurkan semua barang yang ia lewati, berjalan cepat kearah kamarnya dan menutup pintu dengan keras tanpa peduli pada siapapun. Natalia dan Darius menyaksikan semuanya, Natalia menangis dalam rangkulan Darius.


Krystal menangis tanpa henti, ia melewati pintu belakang rumahnya. secara bersamaan ia bertemu Robert, pria itu tahu apapun yang dilakukan Krystal. memeluk gadis itu lebih utama, memberikan rasa nyaman yang dilakukan oleh seorang kakak. Krystal menangis tanpa henti, ia merasa terluka melihat wajah Alzio yang terlihat marah dan juga kecewa.


"di kecewa padaku Robert, dia menangis tanpa suara.... " ucap Krystal menangis dalam pelukan Robert, pria itu tetap mendekap tubuh Krystal yang terus gemetar karena menangis.


acara pun dimulai, tukar cincin dilakukan pasangan. semua orang senang, bahagia dengan acara itu. tidak ada yang sadar wajah Krystal sembab, hanya Digo yang menyadari itu. tapi tetap menampilkan wajah profesional, sedikit mengajak Krystal bicara meskipun gadis itu menjawab seadanya. tubuh Krystal menegang ketika melihat siapa yang datang, pintu utama menampilkan sosok Alzio yang rapi menggunakan jas serba hitam. bukan hanya Alzio, disana juga Darius dan juga Natalia yang datang. keriga orang itu menjadi sorotan beberapa tamu, Natalia datang kearah Krystal dan memeluk gadis itu.


"aku tidak tahu kenapa dia datang. " ucap Natalia, Krystal hanya menatap Natalia heran kemudian melihat Alzio yang datang mendekat kearah nya.


"selamat untukmu, aku datang untuk merayakan hari kebahagiaanmu. tidak mungkin aku datang saat kau mengundangku dengan tulus, terimalah hadiah yang kubawa. " ucap Alzio memberikan sebuket bunga berukuran besar, Krystal menerima bunga itu dan Digo membantu gadis itu untuk meletakkannya. Digo dan Alzio saling bersalaman, saling melempar senyuman tanpa diduga siapapun. "jaga dia bro, jika kau tidak menjaganya aku akan menculiknya pergi darimu. " ucap Alzio tajam, tersirat nada bercanda disana. Digo mengangguk dengan itu, ia menoleh kearah Krystal.


"pasti, dia adalah wanita yang sangat berharga. mendapatkannya adalah hal yang sangat besar, dan tidak akan ku sia siakan hal itu. " saut Digo merangkul pinggang ramping Krystal, hal itu membuat rahang tegas Alzio mengeras. pinggang yang biasa ia pegang, kini dipegang orang lain apalagi tepat dihadapannya. jika dirinya dalam mode gelap, mungkin nyawa Digo sudah tidak ada didalam raga pria itu. Krystal hanya diam tanpa bicara, gadis itu tidak berani menatap Alzio yang tajam menatapnya.


"Terima kasih semua hadirin yang sudah datang, media juga Terima kasih sudah meriahkan acara malam ini. kebetulan sekali aku ingin mengatakan hari bahagia mereka, yaitu hari dimana mereka akan menikah. dalam waktu seminggu ini tepat dihari Sabtu acra pernikahan akan dilakukan, karena keluarga sudah sepakat untuk melakukan lebih cepat. karena keadaan calon suami putriku, akan kembali ke Belanda untuk mengerjakan pekerjaan penting. tolong beri selamat untuk kedua calon, dan hadirin yang ada disini pasti akan diundang dan harus datang! "


suasana pesat meriah, semua orang bahagia mendengar kabar baik dari Mr.Winston. tapi tidak untuk Krystal dan juga Alzio, dada mereka terasa sesak tanpa bisa ditahan. entah hal yang benar atau tidak Alzio datang, diharapkan nya semua itu hanyalah sebuah mimpi saja dan harus segera bangun untuk menghilangkan kabar buruk itu.

__ADS_1


__ADS_2