
perjalan rumah tangga Alzio dan Krystal berjalan lancar, setiap pagi Krystal selalu memenuhi kebutuhan suaminya layak nya seorang istri yang baik. Alzio yang masih sakit tidak bisa menggerakkan tangannya, hanya saja ia bisa berjalan tanpa duduk di kursi roda. Krystal seleku menyiapkan sarapan hingga makan malam, tidak pernah mengeluh dan selalu tepat waktu.
Alzio suka sekali berada dalam pelukan Krystal, meskipun badannya lebih besar tapi rasanya nyaman. seperti siang ini mereka hanya berada dikamar, dengan cuaca mendung dan suara hujan terdengar dibalik jendela. Alzio menikmati tangan lembut Krystal, mengusap punggungnya dan membelai rambutnya dengan lembut. kamar bernuansa gelap itu kini lebih terlihat terang, karena Krystal sendiri takut dengan kegelapan. Alzio mengubah semuanya, mulai dari kamar hinga seluruh mansion dan isi ruang disana. lebih ada keceriaan dari pada sebelumnya, hal itu juga demi kenyamanan wanita yang sudah jadi istrinya.
"Alzio kenapa kau jadi orang malas setelah menikah?" ucap Krystal, Alzio terkekeh kecil dengan itu.
"karena aku suka dirumah melihatmu, dari pada melihat banyak pekerjaanku. " saut Alzio, Krystal ikut tersenyum dengan itu. "eh sayang, kamu ingin bulan madu kemana? " ucap Alzio dengan lembut, entah kenapa hal itu membuat Krystal merinding. rasa geli di telinganya menembus diperut, tubuhnya gemetar karena tertawa. hal itu membuat Alzio heran, ia menatap wajah Krystal yang bersemu merah.
"tolong jangan berucap manis, aku geli mendengar nya. 'Kamu, Sayang' haduh aku tidak tahan Alzio, biasanya kan. 'Kau, Krystal, kucing manis' " ucap Krystal menirukan suara Alzio, keceriaan itu menular yang membuat Alzio tertawa.
"kau memenangkan hati es ini sayang, bagaimana aku tidak bersikap lembut padamu. " ucap Alzio, Krystal mengangguk dengan senyuman. "katakan, negara apa yang ingin kau kunjungi?" ucap Alzio lagi, Krystal seakan berpikir kemudian menemukan jawaban dipikirannya.
"bagaimana kalau Paris? " ucap Krystal tiba tiba, hal itu membuat Alzio sedikit terkesiap. membuat Krystal heran, tapi pada akhirnya Alzio mengangguk setuju untuk itu.
"baiklah, kita akan pergi lusa. "
"hei tidak, tanganmu masih sakit. tunggu saja sampai sembuh, aku bisa menunggunya tenang saja. " ucap Krystal, Alzio menggelengkan kepalanya kemudian menggerakkan tangannya.
__ADS_1
"sembuh sayang, lihatlah bisa digerakkan. bahkan aku bisa melakukan hal lain, contohnya... " sedetik menarik pinggang Krystal, kemudian mengecup bibir Krystal lembut. "apa ingin mencoba?" bisik Alzio tepat di telinga wanita itu, Krystal langsung tersipu malu kemudian sedikit mengangguk. hal itu membuat Alzio senang, langsung mencium Krystal dengan lembut tapi pasti.
itu adalah hubungan yang dilakukan Krystal dan Alzio setelah menikah, karena tangan Alzio yang masih tidak bisa digerakkan keduanya menahan rasa ingin berhubungan. Krystal juga tidak pernah membahas, apalagi Alzio tidak pernah membahas nya karena ia terus menahan nafsunya pada Krystal yang terhalang tangannya sakit.
hari berjalan dengan cepat, lusa yang dimaksud Alzio terjadi. mereka pun pergi berbulan madu, kali ini Alzio dan Krystal berjadwal pergi tanpa ditemani Darius dan juga Natalia.
"Alzio... kau yakin akan pergi sendiri, tanpa aku dan Natalia?" tanya Darius tiba tiba mendatangi Alzio yang duduk diruang kerjanya, Alzio langsung mengangguk dengan itu.
"kenapa aku mengajak kalian, aku ingin berbulan madu dengaan istriku. lagi pula apa kau ingin berbulan madu juga?" saut Alzio enteng, Darius kesal melempar bantal sofa yang langsung dihindari oleh Alzio.
"bukan begitu, kau akan pergi ke Perancis. bukankah negara itu paling kau hindari, lalu kenapa kau ingin pergi kesana apalagi membawa istrimu. kalau pria itu... "
malam harinya pesawat pribadi Alzio dan Krystal sampai dikota Paris, Krystal sangat senang saat mobil yang membawa mereka melewati menara Eiffel. Krystal keluar dari mobil setelah berhenti di sebuah parkiran, pakaian sederhana mereka tidak terlalu mencolok di pandangan masyarakat.
"apa kau tidak lelah duduk di pesawat berjam jam, sekarang kau berlarian? " ucap Alzio mengikuti langkah Krystal, istrinya tersenyum menggelengkan kepala.
"aku tertidur akibat ulahmu, jadi aku tidak lelah. " saut Krystal terkekeh kecil, Alzio jadi mengingat apa yang mereka lakukan di pesawat. melakukan yang 'iya iya' sebagai suami istri. Alzio mengingat bagaimana Krystal duduk diatas pangkuannya, membayangkan betapa seksi istrinya saat itu membuat pipinya merona.
__ADS_1
"apa yang kau pikirkan, nanti masih ada waktu Alzio... " ucap pria itu, ia menikmati senyum istrinya yang berkeliling. Saat bersamaan Alzio merasa ada yang memperhatikan nya, tapi dikeramaian itu tidak melihat apapun yang memperhatikan nya. sampai ia kembali fokus pada Krystal, ia tidak akan ceroboh dengan kehilangan jejak Krystal.
secara bersamaan Darius dan Natalia berjalan keluar dari bandara, keduanya sengaja mengikuti Alzio secara diam diam. menaiki pesawat umum agar tidak diketahui Alzio, demi keselamatan Alzio dan Krystal harus ada yang mengawal mereka.
"Darius apa sudah tahu hotel merek?" Darius mengangguk dengan itu, mereka menaiki mobil hingga sampai tempat tujuan. "enak saja kita tidak diajak, sudah tahu negara ini berbahaya. jika dia pergi sendiri tidak masalah, dia membawa Krystal bagaimana kalau orang itu muncul. "
"Alzio sudah menyiapkan banyak penjaga, tapi aku juga khawatir dengan itu. lalu apa yang akan kita lakukan disini, sebagai penguntit? " tanya Darius, Natalia menoleh dan mengangguk kemudian. Darius menggelengkan kepalanya dengan Natalia yang tertawa, tapi Darius senang jika Natalia tertawa bahagia tanpa penderitaan.
Alzio berada di sebuah hotel mewah, hotel itu tepat berdekatan dengan menara Eiffel. ia memilih hotel itu karena membuat Krystal senang, apalagi wanitanya terus menatap luar jendela yang menampilkan menara Eiffel.
"apa kau tidak pernah kesini hm? " tanya Alzio memeluk Krystal dari belakang, wanita itu menggelengkan kepalanya. Alzio membawa Krystal duduk diatas pangkuannya, menyerang wajah istrinya dengan ciuman bertubi tubi.
"Alzio apa yang kau lakukan, itu menggelikan. " saut Krystal, tapi Alzio tetap menciuminya dengan gemas.
"aku gemas... "
"Alzio aku lapar, kita makan dulu ya... " Alzio mengangguk, kemudian memeluk Krystal dengan erat. "Alzio aku merasa kau sedang memikirkan sesuatu, apa aku benar? " tanya Krystal, entah kenapa hati Alzio sampai menembus ke hati Krystal yang bisa dirasakannya. Alzio menangkuo wajah gemas Krystal, mencium bibir Krystal dengan sangat cepat membuat Krystal sedikit terkesiap.
__ADS_1
"dengar jika disini terjadi hal yang tidak pernah kau lihat sebelumnya, abaikan. jika ada masalah apapun katakan padaku, laporkan apapun yang sudah kau lihat." " saut Alzio kemudian tidak biasanya pria itu mengucapkan hal itu, Krystal tidak ambil pusing hanya mengangguk untuk mengiyakan. "sudah cukup melihat pemandangannya, sekarang aku ingin merasakan pemandangan yang luar biasa dari istriku. " ucap nya lagi kemudian menggendong tubuh Krystal, tidak lupa tangannya meraih tombol lampu untuk mematikan lampu.