Obsesi Cinta Mafia

Obsesi Cinta Mafia
Season 2 - Pendonor


__ADS_3

setelah bisa melihat, Aurina jadi bebas pergi kemanapun. ia pergi ketempat dimana dirinya inginkan, tanpa menunggu siapapun lagi. Aurina seperti burung yang keluar dari sangkarnya, tapi Aurina tidak melewati batas dengan pergi ketempat yang dilarang keluarganya. seperti sebuah bar, ataupun tempat yang akan membuat dirinya tidak nyaman.


Alzio dan Krystal mengadakan pesta besar dirumahnya, beberapa teman bisnis Alzio datang. tidak lupa para sahabatnya yang sudah tua juga diundang, mereka semua datang dengan kehidupan keluarga masing masing. pesta itu diadakan untuk memberi selamat pada Aurina, memperkenalkan putrinya yang sudah bisa melihat dengan donor mata. tentu dengan harga yang tidak murah, bagi Alzio dirinya bisa kehilangan harta seluruh dunia tapi tidak dengan kebahagiaan putrinya.


Aurina tidak pernah merasakan pesta besar seperti itu, menampilkan banyak orang dan terlihat sangat mewah. rasanya sangat berkilau melihat banyak wanita dan pria memakai gaun berkilauan, pastinya harganya tidaklah murah. Aurina lebih suka memakai pakaian sederhana, meskipun sederhana jika uang itu milik Alzio pasti tidaklah murah harganya.


"Terima kasih sudah menerima undanganku, pesta ini untuk memberikan selamat pada putriku Aurina Zoey Gilbert. dia mendapat penglihatannya lagi, putriku sudah bisa melihat dunia seperti ketika dia lahir." ucap Alzio dengan bangga, semua orang bersorak dan bertepuk tangan memberikan selamat. Aurina menunduk sopan disana, memberikan sapaan pada semua orang. Alzio memperkenalkan temannya pada Aurina, teman teman yang dulunya masih muda itu sudah memiliki keluarga yang harmonis masing masing.


"Zio... tidak kusangka seorang Alzio tidak terlihat garang lagi, ini bos mafia yang sudah pensiun. " ucap Gavin yang sama menua, Alzio tersenyum dan mereka saling memeluk. Gavin melirik kearah Aurina, kemudian tersenyum dengan melirik pada Alzio.


"Aurina ini teman Daddy, namanya Gavin dan ini istrinya Elana. " ucap Alzio, Aurina mengangguk dengan sopan.


"oh ya Alzio ini putra sulung ku, dia baru datang dari China. namanya Gallan, dia seusia putra Darius. " ucap Gavin, putranya bernama Gallan itu menyalami dengan sopan pada Alzio dan Krystal. tidak lupa menyapa Aurina, mereka saling bersalaman sopan.


"ini pesta dansa, kenapa kalian tidak berdansa saja berdua. tidak ada pasangan kan, ayo sana. " ucap Gavin, pria itu selalu memaksa dari dulu. putranya tidak ada pilihan lain, ia dengan sopan mengulurkan tangan. Aurina menerima tangan itu, sesekali melirik kearah Alzio yang mengangguk.


"aku tahu apa yang kau pikirkan,.. " ucap Alzio, Gavin melirik kearah kemudian mengangguk.

__ADS_1


"hm.. mereka sangat cocok kan? .. " Alzio menggelengkan kepalanya, Gavin malah tertawa tanpa berhenti.


Aurina berdansa dengan Gallan ditengah aula, Gallan menatap Aurina tanpa berkedip. Aurina seperti tidak nyaman, ia terus memalingkan wajahnya karena merasa tidak terbiasa.


"aku dengar tentang penglihatanmu, dan selamat kau sudah bisa melihat dunia. " ucap Gallan mencairkan suasana, Aurina tersenyum dan mengangguk. "kau pasti tidak nyaman dengan ini, maaf ayahku emang suka memaksa. "


"tidak masalah kok, mungkin mereka berpikir kita bisa berteman. " ucap Aurina, Gallan tersenyum dengan itu. lama kelamaan suasana diantara mereka cair, sesekali Aurina tertawa kecil dengan perkataan Gallan yang terdengar lucu. Aurina tidak sadar seseorang memperhatikannya, siapa lagi kalau bukan kakak kembarnya dan Nathan yang berdiri tidak jauh. Mereka menatap Aurina dari jauh, melihat interaksi keduanya yang terlihat akrab dalam sekejap.


"adik kita baru terlihat sempurna, tapi buaya darat sudah mencoba mendekatinya. " ucap Airella, Azriel dan Nathan hanya terdiam. saat Azriel akan maju, Nathan melangkah lebih cepat. Airella dan Azriel menatap Nathan dari jauh, pria itu mengambil alih dari tangan Gallan.


"ada apa? " tanya Aurina, Nathan menghela nafas menatap Aurina.


"senang berdansa dengannya? " tanya Nathan, Aurina mengangguk dengan itu. tiba tiba saja Airella dan Azriel sudah ada disana, ketiganya menatap Aurina dengan tatapan tajam.


"baru sehari terlihat, kau sudah memikat banyak buaya darat. " ucap Airella, Aurina pun tersenyum kikuk kemudian meringis. Airella menoleh kearah lain karena tidak suka melihat senyum adiknya, tiba tiba pandangannya melihat sesuatu yang tidak seharusnya dia lihat. Airella menyeret tubuh Nathan untuk menutupinya, Nathan dan Azriel bertanya tanya apa yang dilakukan gadis itu.


"ada apa Ai? " tnya Aurina, Airella meminta adiknya untuk diam.

__ADS_1


"ada Xavier. " sontak membuat Azriel dan Nathan menoleh, ya benar saja Xavier berpakaian sangat formal terlihat tampan dan gagah. pria itu berjalan memasuki aula, hal yang membuat tiga orang itu terkejut adalah Xavier bicara dengan Alzio. mereka terlihat akrab, tiba tiba Alzio melihat kearah mereka dan berjalan kearah mereka.


"pergi dari sini. " ucap Nathan, Airella pun berlari pergi dari sana. hal itu dilihat oleh Alzio, kemudian sedikit mengabaikan dan melihat kearah Azriel.


"Xavier mereka adalah putraku, dia putra sulung ku Azriel, dia putriku Aurina dan dia adalah Nathan sudah seperti putraku, satu lagi Airella entah kemana gadis itu. " semua memperkenalkan diri masing masing, untung saja Azriel tidak memakai wajah aslinya saat bertemu Xavier. yang parah adalah Airella, pria itu mengetahui bentuk Airella dari segala bentuk tubuh gadis itu. "Xavier ini seusiamu Azriel, dan kebetulan donor mata yang diberikan kepada Aurina pendonornya adalah salah satu keluarga Xavier. "


"iya benar nona Aurina, adikku meninggal dalam kecelakaan. matanya sehat dan tidak memiliki riwayat penyakit, aku senang mata itu masih hidup didalam tubuh orang sepertimu. kuharap kau menjaga mata itu dengan baik, karena saat ini kau sudah sama seperti adikku. " tegas Xavier, Aurina mengangguk dengan senyuman.


"aku pasti akan merawat mata ini dengan baik, dan ya turut berduka untuk adikmu. " ucap Aurina, Xavier mengangguk dengan itu. Azriel dan Nathan terdiam, meratapi keterkejutan nya. tidak pernah disangka hal itu terjadi, donor mata itu adik Xavier. padahal mereka melakukan rencana licik, menjebak Xavier untuk mengambil pabrik senjata miliknya. tidak ada yang tahu Alexander musuh terbesar Azriel, dan berakhir tewas ditangan Airella. dendamnya telah terbalas, tapi kini malah diberi kenyataan yang harus mendapat rasa penyeselan.


"untuk pertama kalinya aku melihatmu, karena aku sempat berkunjung kerumah sakit tapi aku ada urusan mendadak jadi segera untuk pergi. bisakah meluangkan waktumu untuk berdansa tipis denganku, aku ingin melihat mata adikku sebentar saja." ucap Xavier sopan, Aurina tersenyum dengan itu dan pikirannya berkata Xavier adalah orang yang sayang pada adiknya. Aurina menerima uluran tangan Xavier, kemudian pria itu meminta izin pada Alzio dan langsung diangguki setuju.


"aku tidak pernah berdansa sebelumnya, jadi tolong dimaklumi. " ucap Aurina, Xavier mengangguk matanya menatap Aurina dengan lekat.


"mata itu sangat indah mendapat tubuh seperti mu, suci bersih. tapi aku merasakan ada perasaan familiar, aku seperti pernah melihat dirimu sebelumnya. " ucapan Xavier membuat Aurina berpikir, jika familiar apa mereka pernah bertemu sebelum Aurina bisa melihat. tapi seingatnya ia tidak pernah mengenal siapapun, orang yang mengatakan hal itu hanya setelah melihat Airella. iya benar saja, yang dilihat Xavier adalah Airella. wajah dua gadis itu hampir mirip, Airella dan Aurina lebih seperti kembar dari pada Azriel dan Airella yang sebenarnya saudara kembar.


"aku tidak tahu, mungkin anda salah lihat.. " saut Aurina, Xavier mengangguk dengan itu. pria itu tidak tahu sedang dilihat oleh seseorang, Airella menatap dua orang yang sedang berdansa itu. ia mendengar percakapan sebelumnya, tidak menyangka pria yang dia tipu menjadi penyelamat adiknya.

__ADS_1


__ADS_2