
baru beberapa jam merasa kemeriahan acara pernikahan, kini menjadi keadaan ricuh dan kepanikan. Krystal terus menangis membawa suami yang baru saja menikah dengannya, berlumuran darah memasuki ruang ICU. Krystal menangis dalam pelukan ibunya, gaun pernikahan itu sudah bercampur dengan warna merah darah sang suami. secara bersamaan datang Darius bersama yang lain, mereka melihat Krystal yang berlumuran darah kemudian melihat kearah Mr Winston.
"kami kehilangan jejak, dia sangat gesit. " ucap Gavin, mereka semua diam hanya mendengar tangisan Krystal. rasa khawatir tidak bisa disembunyikan, hanya bisa menangis tanpa bisa melakukan apapun.
berjam jam operasi dilakukan, tidak ada kedatangan dokter sekalipun untuk memberikan kabar. kini hanya tinggal Krystal, Natalia dan Darius, dua orang tua kembali kerumah karena hari semakin larut, Robert sendiri membawa istrinya pulang karena sudah kelelahan. Krystal lebih memilih untuk tinggal, ia tidak setuju saat Natalia memintanya untuk kembali.
"Krystal minumlah. " ucap Darius menyerahkan air mineral, bukan Krystal yang menerima melainkan Natalia. Krystal tidak menyahut siapapun yang bicara, mulutnya terus mengucapkan doa untuk keselamatan Alzio. sedetik kemudian dokter keluar dari ruang ICU, dokter itu sendiri Antonio yang selalu merawat Alzio atau yang lain jika sakit.
"pelurunya menembus dada kirinya, untung saja tidak mengenai organ dalam yang penting. hanya mengenai tulang rusuk, yang membuat sedikit patah. luka sebelumnya belum sembuh sempurna, tapi peluru itu menembus tulang rusuk Alzio. meskipun sebelumnya dalam masa kritis, kini Alzio dalam perawatan medis dan akan dipindahkan ke ruang inap khusus untuknya. " ucap Antonio, hal itu diangguki semua orang.
"apa aku boleh masuk? " ucap Krystal gemetar, Antonio bisa melihat kekhawatiran gadis itu.
"sementara tidak bisa, kami masih proses memindahkan nya. lebih baik kau ganti pakaianmu, gaun itu pasti mengganggu. " ucap Antonio setelahnya pergi dengan senyuman, Krystal mengangguk kemudian melihat dirinya sendiri memang sangat kacau. dia tidak mendengar perkataan Natalia, kemudian menoleh kearah Natalia dan juga Darius.
"silahkan ganti pakaian nyonya, aku akan menemanimu hm? " ucap Natalia, Krystal tersenyum kemudian memeluk Natalia.
"aku sangat takut tadi, maafkan aku... " ucapnya, Natalia mengelus punggung gadis itu. tentu saja hal itu terjadi, Natalia tahu perasaan gadis itu bagaimana. Natalia pun membawa Krystal untuk mengganti pakaian, secara bersamaan Alzio keluar dipindahkan yang langsung diikuti Darius.
beberapa menit setelah mengganti pakaian secara normal, Krystal langsung masuk kedalam ruang inap Alzio. disana terlihat Alzio yang tidur dengan nyenyak, bibirnya pucat karena kehabisan cairan. balutan perban terlihat jelas didadanya, Krystal meneteskan air matanya karena merasakan kesakitan yang sama.
__ADS_1
"Digo mengatakan senjata itu mengarah padamu, kemudian Alzio melihatnya dan langsung memelukmu. " ucap Darius, Krystal menoleh merasa terheran heran. "sebelumnya apa kau punya musuh, kenapa dia mengincarmu?"
"aku tidak punya musuh, aku bahkan hidup sederhana semasa sekolah hingga saat ini. tidak mungkin aku punya musuh, apalagi sampai ingin membunuhku. aku tidak tahu apapun.. "
"sepertinya ada tikus yang mencoba menganggu kebahagiaanmu, kau tenang saja Krystal. aku dan yang lain pasti akan mencari siapa tikus ini, saat Alzio sehat pun dia tidak akan mengampuni orang itu. " tegas Darius, Krystal mengangguk dengan hal itu.
"kalian pulanglah, aku akan menjaga Alzio disini.. "
"tapi kau sendiri, aku akan tetap disini.. "
"tidak Natalia, aku baik baik saja. kau terlihat lelah, kembalilah besok membawakan aku pakaian dan sarapan, bagaimana? " saut Krystal lagi, Natalia pun menghela nafas kemudian mengangguk.
"aku sangat khawatir, takut sekali melihat darah itu... " ucap Krystal, ia bicara sendiri tanpa respon Alzio. Krystal yang lelah akhirnya bisa tenang sekarang, ia memeluk lengan Alzio kemudian sedetik ka langsung terlelap dialam mimpi. dengan sisa air matanya, ia mencoba untuk mengistirahatkan pikirannya dan juga tubuhnya.
...****************...
keesokan harinya Krystal mengerjakan matanya, ia merasa sebuah tangan mengusap wajahnya. Krystal kemudian membulatkan matanya, ia melihat Alzio yang sudah membuka mata. tersenyum kearah nya tanpa rasa sakit, Krystal meneteskan air matanya yang hanya mendapat gelengan kepala eh Alzio.
"akhirnya kau membuka mata, hiks... aku sangat takutt... " ucap Krystal menangis, Alzio berusaha untuk duduk dan gadis itu sigap membantu suaminya duduk.
__ADS_1
"peluru ini kecil, aku sudah pernah merasakan yang lebih parah." ucap Alzio lemah, Krystal berdecak kesal ingin sekali memukul pria itu jika tidak sakit. sampai Antonio datang menebar senyuman, menatap Krystal yang masih berwajah bantal karena baru saja bangun dari tidurnya.
"bagaimana kabarmu nyonya Gilbert, akhirnya kalian menikah dan tidak sembunyi sembunyi lagi. " ucap Antonio, dokter satu itu adalah dokter yang berani meledek Alzio setelah Natalia dan Darius. Alzio hanya diam, ia memperhatikan Antonio yang mengganti cairan infus. "istrimu seperti orang gila kemarin, padahal kalau dibilang itu menyakitimu makan jawabannya tidak. karena kau biasanya memakan peluru tanpa bicara, mungkin istrimu tidak mau menjadi janda. " ucap Antonio lagi, Alzio berdecak pelan menatap dokter itu tajam.
"bagaimana aku bisa mati begitu saja, aku belum merasakan hal yang harus dirasakan suami istri. memang sudah pernah merasakan, tapi aku ingin merasakan saat memiliki hubungan sah dengannya. " saut Alzio, hal itu membuat Antonio hampir tersedak ludahnya sendiri. secara tidak langsung Alzio meledek nya, karena tidak memiliki pasangan. dua orang itu tidak tahu kalau Krystal memiliki telinga dan masih disana, dua orang itu malah bicara seenaknya.
"lukanya akan sembuh dalam beberapa minggu, karena luka dalam membuat tulang rusukmu retak. dan ya tunda dulu keiingan kalian memiliki bayi, karena selama penyembuhan Alzio tidak bisa melakukan kegiatan panas. "
"kenapa begitu?" tanya Alzio dengan tajam, Antonio terkekeh kecil kemudian melirik Krystal yang sudah semakin merah wajahnya.
"karena tanganmu saja tidak bisa digerakkan, bagaimana kau bisa menahan tubuhmu diatas Krystal. jika kau melakukannya, aku pastikan luka itu semakin terbuka dan lama untuk penyembuhan. " saut Antonio, saat Alzio ingin menyahut Krystal memundurkan kursi yang ia duduki sampai mengeluarkan suara keras. Alzio dan Antonio melihat kearah Krystal, gadis itu terlihat sangat merah di pipinya.
"cukup, pembicaraan kalian sangat tidak penting. " ucap Krystal, kemudian berjalan kearah kamar mandi. Antonio tergelak tawa dengan itu, ia tahu gadis itu merasa malu. hal itu membuatnya dikejutkan dengan Alzio melempar bantal, pria itu masih tertawa tanpa peduli dengan Alzio.
Alzio dibawa pulang olehh Krystal setelah tiga hari perawatan, pria itu akan menjalani pengobatan dirumah. duduk di kursi roda mengingatkan Alzio dengan masa lalu, tapi ia tidak khawatir karena gadis itu kini menjadi istrinya.
"selamat datang dirumah. " ucap Natalia, terlihat banyak teman Alzio yang datang menyambut. Darius membantu Alzio untuk keluar dari mobil, kemudian dibantu untuk duduk setelahnya didorong. Krystal setia di samping suaminya, bahkan tangannya bergandengan dengan tangan Alzio.
"pengantin baru, lengket terus. " saut Gavin, semuanya tertawa melihat Krystal merasa malu. Alzio memperhatikan semua temannya yang datang, bahkan Antonio juga gabung disana. satu orang yang tidak dilihatnya, Robi temannya yang selalu pendiam tidak banyak bicara. Gavin mengetahui gerak mata Alzio, mereka semua saling melihat kemudian menggelengkan kepalanya. karena mereka juga tidak tahu, Alzio hanya mengangguk kemudian semua orang masuk kedalam rumah untuk mengobrol lebih jauh.
__ADS_1