Obsesi Cinta Mafia

Obsesi Cinta Mafia
Sebuah Trauma.


__ADS_3

Krystal membuka mata ketika merasa udara dingin, ia melihat matahari sudah bersinar dibalik jendela. melihat suhu ruangan yang sedikit tinggi, karena itu tubuhnya merasa dingin. saat ingin bergerak ia merasa sesuatu yang aneh, tangan kokoh merangkul pinggangnya dengan erat. tiba tiba saja wajahnya pucat, tubuhnya kembali gemetar mengingat kejadian sebelumnya. seakan membuatnya trauma melihat sesuatu yang menyakitinya, tubuhnya menjauh dengan kasar melepas tangan kokoh Alzio yang sedang nyenyak tidur.


Alzio yang merasa terganggu membuka mata, ia melihat gadis itu terbangun dengan ketakutan menatap nya. malam sebelumnya entah kenapa Alzio membawa gadis itu, memberikan pelukan nyaman pada gadis itu yang terus mengigau semalaman. Krystal siap mengucapkan kata dibibirnya, tapi dengan cepat Alzio menarik tubuh Krystal mendekat kearahnya.


"lepaskan aku... aku tidak mau mendekatimu... pergi jangan mendekatiku... aku mohon, Natalia... " teriak Krystal, tubuhnya yang belum sehat tidak dapat berontak dalam genggaman Alzio.


"berhenti bergerak, kau menyakiti dirimu sendiri... " ucap Alzio, tapi Krystal tidak peduli ia tetap bergerak kesana kemari agar lepas dari genggaman Alzio.


"aku mohon jangan menyakitiku... lepaskan aku.. " ucap Krystal, gadis itu terlepas saat dengan kuat melepas tangan Alzio. dengan bersamaan wanita itu menyenggol sebuah gelas, pecahan gelas mengenai kaki nya hingga darah membekas dilantai kamar itu. Alzio melihat itu panik, saat akan maju Krystal mengambil pecahan kaca dan mengarahkan ke arah nadi tangannya.


"apa kau tidak waras?! " teriak Alzio, Krystal menangis dengan tangan gemetar.


"jika kau terus mendekati ku, kau akan melihat mayatku... kenapa terus mengangguku, kau selalu menyakitiku... lagi pula untuk apa aku hidup sekarang, semuanya sudah kau renggut dengan paksa... lebih aku mati, aku akan mati dihadapanmu sekarang agar kau puas dan tidak menyakitiku! " ucap Krystal dengan kemarahan, emosi ia luapkan dengan semua tangisan. tangannya gemetar lalu mengiris pergelangan tangan itu, Alzio langsung berlari kearah Krystal yang sudah bercucuran darah ditangannya.


"Darius! " panggil pria itu, dengan kecepatan Darius yang kebetulan akan menuju kamarnya membuka kamar Alzio. dirinya terkejut saat melihat Alzio berlutut dibawah, menopang tubuh gadis itu dengan darah mengalir di pergelangan tangan wanita itu.

__ADS_1


"ya Tuhan, apa yang terjadi padanya? " teriak Darius, Natalia yang ada disana juga langsung mengarah kearah Krystal. ia menatap wanita itu dengan tangan yang terbungkus kain, Natalia melirik kearah Alzio dan menatap pria itu dengan tajam.


"aku tidak melakukan apapun padanya, aku hanya membawanya tidur disini. dan dia begitu marah saat bangun, melakukan hal itu dengan cepat! " teriak Alzio dengan cepat, hal itu masih tidak percaya bagi Natalia. Darius menghubungi Antonio, dan Alzio menggendong wanita itu untuk keatas ranjangnya.


beberapa saat kemudian Antonio sudah datang dan merawat gadis itu, hampir saja nyawanya hilang jika pergelangan tangan Itu tidak dibalut kain. Alzio menatap tajam tubuh Krystal, gadis itu kembali terpejam dengan infus yang mengalir ditubuhnya .


"apa kau belum puas Alzio menyiksanya, luka kemarin saja masih belum sembuh tapi kau menambah luka itu! " ucap Antonio, dia adalah orang ketiga yang bisa memarahi Alzio setelah Darius dan juga Natalia. Alzio tidak menjawab, pria itu hanya berdiri dengan tatapan tajam.


"kapan dia akan bangun?" ucap Natalia kemudian, Antonio menoleh dan menganggukkan kepalanya.


"kau beraninya membawa Krystal ke kamarmu, apa kau ingin menyiksanya. ohhh... astaga Alzio, kenapa kau melakukan hal ini sama seperti sebelumnya. apa kau ingin membuat gadis itu sama seperti dulu, kau membunuh... "


"cukup Natalia, wanita itu berbeda dengan Krystal. aku yang melakukan kesalahan telah menyakitinya, sedangkan masa lalu yang kau katakan dialah yang menyakitiku. mereka adalah manusia yang berbeda, dan menyakitinya aku sudah menyesali hal itu! " teriak Alzio yang sudah menahan marah, ia tidak terima dengan Natalia yang selalu menyalahkannya. sedetik kemudian Alzio keluar dari sana, meninggalkan tiga orang yang sedang terkejut itu.


"kenapa aku merasa ada yang lain dari Alzio, apa aku benar? " tanya Antonio, Darius menganggukkan kepalanya. pertengkaran Natalia dan Alzio dari dulu tidak pernah bisa selesai, Alzio selalu kalah dengan gadis itu dan tidak pernah melawan perkataan Natalia sedikitpun.

__ADS_1


...****************...


malam hari pun kembali, Alzio yang akan melihat Krystal malah melihat wanita itu bersama Natalia. dia membuat Darius untuk membawa Natalia, apalagi yang dilakukan Darius selain menuruti pria itu. Darius diam diam membawa Natalia keluar dari sana, dan Alzio menyelinap masuk dan mengunci pintu. Alzio tahu wanita itu saat ini trauma melihatnya, tapi ia juga akan menyembuhkan rasa trauma itu dan mendekati Krystal untuk sebuah penyesalan.


Darius membawa Natalia kekamarnya, saat membuka kamar itu Darius dikejutkan mata Natalia yang terbuka. siapa yang tidak terkejut saat gadis itu menatap tajam Darius, dengan melepas tubuh Natalia Darius mundur dua langkah dari tempat Natalia.


"maaf aku membawamu atas perintah Alzio, pria itu ingin bicara dengan Krystal. " ucap Darius, Natalia menghela nafasnya. karena memang sesari tadi ia tidak tidur, ia juga tahu rencana Alzio yang akan menemui Krystal secara diam diam.


"jika gadis itu kembali menyakiti dirinya, aku akan membawa gadis itu pergi dari mansion ini. dan kupastikan kalian tidak bisa menemukan kami, ini ancaman ku. " ketus Natalia pada Darius, gadis itu langsung menutup pintu kamar mengusir Darius secara terang terangan. ancaman Natalia tidak pernah main main, gadis itu terlihat manis tapi juga lebih garang dari siapapun bahkan Alzio menurut dengan semua perkataannya. Darius pun memilih kembali kekamar nya, entah apa yang akan terjadi akan ia pikirkan esok hari.


dikamar Krystal Alzio menggenggam tangan itu dengan lembut, entah kenapa ia merasa sedikit terpukul dengan luka yang ada ditubuh gadis itu. puas sudah hatinya melihat Krystal, ia beranjak pergi karena malam semakin larut. belum sempat pergi Krystal membuka mata, menatap Alzio yang juga menatapnya secara bersamaan. siap berteriak, Alzio menutup mulut itu dengan satu tangannya.


"jika kau berteriak hari ini, aku akan menghancurkan perusahaan ayahmu dalam waktu semalam! " ancam Alzio tanpa dibantah, Krystal terkejut kemudian mengangguk dengan cepat. isakan tangis itu terdengar lagi, tubuhnya kembali gemetar. bahkan saat Alzio mengusap rambutnya, wanita itu masih ketakutan.


"jangan ganggu orang tuaku, aku mohon... " ucap Krystal, Alzio menggelengkan kepalanya dan membawa gadis itu dekat dengannya.

__ADS_1


"aku tidak akan menyakiti siapapun terutama dirimu, percayalah padaku. dan orang tuamu tidak akan terluka, selama kau tidak melakukan hal yang aneh aneh... " ucap Alzio dua kali lebih lembut, Krystal menatap Alzio dengan tatapan teduh dan heran pria itu bicara lembut. Alzio menunduk saat menatap wanita itu, masih menjadi pertanyaan dalam hati Krystal menatap pria itu kenapa melihatnya dengan menunduk. suara helaan nafas yang berat, membuat Krystal sedikit terkesiap apalagi Alzio langsung menatapnya dengan lekat dan tajam.


__ADS_2