
Alzio yang masih bingung mendengar semua penjelasan Krystal dan juga Robert, pria itu hanya diam mendengar tanpa mengatakan apapun. Krystal menduga pria itu akan marah, keadaan masih tenang karena banyak para tamu undangan mendengarkan mereka. tiba tiba langkah kaki yang gemetar itu melangkah kan kakinya, mendekat kearah Krystal yang berdiri dengan gaun pernikahannya.
"hari ini adalah hari pernikahanku, tapi bukan dengan Digo melainkan denganmu. " ucap Krystal yang didengar jelas, sebuah lamaran seorang wanita pada seorang pria. sedetik kemudian tubuhnya ditarik oleh Alzio, dan dibawa pria itu kedalam pelukannya. Krystal sedikit terkesiap, ia merasakan tubuh Alzio gemetar hebat karena menangis. Alzio sudah tidak peduli dengan statusnya, ia menangis tanpa malu di hadapan semua orang begitu juga dengan teman temannya.
"aku hampir mati, aku tidak berdaya melihatmu menikah dengan orang lain. kau menipuku, ini menyakitiku. ... " ucap Alzio dalam tangisnya, Krystal tersenyum getir ia tidak tega melihat pria itu. rencana ayahnya dan Digo membuat Alzio gila, tapi Krystal tersenyum memeluk Alzio. "aku hampir gila dan putus asa, aku benar benar tidak bisa hidup jika kau menikah. " Krystal menepuk punggung pria kekar itu.
"tenangkan dirimu, banyak orang disini. apa kau tidak malu mereka mengenalmu sebagai orang kejam, tapi kau menangis tidak berdaya seperti ini. " bisik Krystal, Alzio menggelengkan kepalanya semakin mengeratkan pelukannya.
"tuan Alzio aku serahkan putriku padamu, dan ya semua ini rencanaku sampai hari ini." ucap Mr Winston mendekat, Alzio langsung menatap pria paruh baya itu dengan lekat. "maaf, aku sadar lebih awal. jika tidak sadar, aku membuat penderitaan pada kalian semua. " ucapnya lagi, Alzio memeluk pria tua itu tanpa rasa malu.
"maafkan aku dimasa lalu, aku berjanji akan menjaga putrimu dengan baik. aku tidak akan menyakitinya apapun yang terjadi, aku akan membahagiakan dirinya sekalipun dengan nyawaku. " tegas Alzio, Mr Winston menepuk punggung Alzio dengan kuat.
"lupakan masa lalu, aku yakin kau bisa menjaganya. karena itu aku serahkan dia padamu, sekarang bersandinglah dengan putriku. " ucap Mr Winston, pria itu menyerahkan tangan Krystal pada tangan Alzio. wajah bahagia terlihat jelas pada Alzio, bahkan meskipun menangis Alzio masih tetap tampan. entah kebetulan atau tidak, pakaian yang digunakan Alzio sudah layaknya seorang pengantin. harga pakaian itu juga tidak main main, pasti sangat mahal diluar kemampuan manusia sederhana. tidak perlu mengganti pakaian pun tidak akan merusak penampilannya, ia langsung membawa Krystal kedalam genggamannya.
"kita akan menikah." bisik Krystal, wajah bahagia gadis itu sudah terlihat jelas. Alzio mengangguk dengan itu, mereka berjalan perlahan kearah altar. Robert dan pengantinnya tersenyum, Robert memeluk Alzio dengan tegap.
"selamat untukmu. " ucap Alzio, Robert mengangguk dan tersenyum.
"selamat untukmu juga, dan maaf. " saut Robert, ia juga terlibat dalam rencana dan tidak ragu mengatakan maaf pada Alzio. Krystal dan Alzio menghadap pendeta setelah Robert dan istrinya memberi ruang, mereka saling tersenyum kemudian menerima pemberkatan suci dari pendeta.
__ADS_1
"baiklah mari kita mulai acara suci ini, tibalah saatnya untuk meresmikan pernikahan saudara sekalian. silahkan saudara menjawab pertanyaan yang akan saya tanyakan pada masing masing saudara... " ucap pendeta dengan lantang, rasa gugup Alzio dan Krystal ditutup dengan senyuman bahagia.
"Alzio Sean Gilbert, maukah saudara menikah dengan Krystal Margaret Winston. Mencintainya dalam hidup dan mati, sehat dan sakit, dan baik dalam suka maupun dalam duka?... "
Alzio diam sejenak, menghela nafasnya ringan. "ya, saya bersedia! " ucapnya dengan tegas sekali tarik nafas.
"Krystal Margaret Winston, maukah saudari menikah dengan Alzio Sean Gilbert. Mencintainya dalam hidup dan mati, sehat dan sakit, dan baik dalam suka maupun dalam duka?.. "
"ya, saya bersedia.. " ucap Krystal dengan jelas, kemudian tersenyum pada Alzio dengan merekah. secara bersamaan meriahnya tepuk tangan terdengar, sedetik kemudian hening.
Natalia datang membawa nampan cincin atas perintah ibu Krystal, dengan senyuman bahagia ia menyerahkan cincin pada Alzio dan juga Krystal. mereka saling memasang cincin, Natalia memeluk Krystal sekilas karena merasa ikut bahagia. pendeta membacakan pemberkatan doa suci, mendoakan kedua pengantin hidup bahagia dimasa depan.
kedua pasangan itu berada diposisi mereka, setelah pasangan Robert memasang cincin mereka bersamaan mencium pasangan mereka masing masing. Alzio mencium Krystal singkat dengan senyuman, matanya penuh cinta menatap gadis yang sudah sah menjadi istrinya itu.
"Terima kasih, aku sangat mencintaimu." bisik Alzio yang masih didekat bibir dengan Krystal, gadis itu mengangguk dengan senyuman kemudian Alzio mencium kening gadis itu.
acara pesta pernikahan dilangsungkan dengan acara makan bersama, seluruh tamu undangan dibebaskan makan apapun. sedang keluarga dan teman berkumpul dalam satu meja, mereka memberi selamat untuk dua pasangan yang menikah secara bersamaan. Alzio tidak henti memandang Krystal, ia masih tidak menyangka kalau semua itu terjadi begitu cepat.
"selamat untuk kalian berempat, bagaimana bisa Robert menikah?" tanya Natalia, hal itu membuat semua menoleh kearah Robert dan istrinya. begitu juga dengan Alzio, tapi dirinya tidak terlalu penasaran.
__ADS_1
"apa kau dihamili olehnya, karena itu kau menerima lamarannya? " ucap Gavin tiba tiba, hal itu membuat Robert terkejut ditambah istrinya yang pendiam merasa malu.
"ayolah tuan Gavin tidak seperti itu, dia masih gadis. aku menikah dengannya karena mencintainya, kami saking mencintai. menikah pun karena rencana untuk mengerjai tuan Alzio, ya begitah terjadi begitu cepat. " saut Robert, hal itu membuat gelak tawa terjadi disana.
"kau tidak tahu, jika pria ini tidak dipaksa datang maka kami akan datang tanpa nya. dan tidak akan ada acara pernikahannya yang mendadak, untung kamu memaksanya datang. " saut Gavin lagi, Alzio merasa malu untuk itu hanya diam dengan wajah ditekuk.
"dia mengurung dirinya dikamar selama seminggu, kami khawatir dia akan mati didalam kamar. ternyata tidak, masih sehat dan hidup. " saut Natalia, semua orang tertawa tanpa henti mendengar itu. Krystal memeluk Alzio yang merasa malu, dirinya juga tertawa tapi merasa kasihan suaminya di buli oleh semua temannya.
acara lempar bunga pun dimulai, dua pasangan bersiap melempar bunga dengan banyak orang berkumpul di belakangnya. Digo dipaksa oleh semua teman teman Alzio, tapi pria itu tidak minat hanya melihat dari jauh. sungguh kemeriahan itu tidak akan terjadi setiap hari, para pengusaha nampak seperti anak kecil diacara itu dengan rebutan bunga yang dilempar. tapi ada satu yang membuat Digo merasa risih, merasa sesuatu ada yang salah.
Digo melihat seseorang dengan pakaian serba hitam di samping pintu aula, entah pria atau wanita berdiri disana dengan topi menutupi wajahnya. yang membuat Digo terkejut, tiba tiba orang tidak dikenal itu menodongkan senjata tepat mengarah kearah Krystal. Digo berlari dengan kemampuannya, tidak ada yang memperhatikan Digo hanya Alzio yang kebetulan menoleh. Alzio menatap Digo yang berlari menerobos kumpulan orang, Digo mengisyaratkan kepada Alzio. secara bersamaan suara tembakan terdengar, membuat kemeriahan itu menjadi sunyi semua orang terkejut. langkah Digo terhenti, ia menatap terkejut kearah Alzio dan Krystal.
"Alzio... " ucap Krystal, pria itu menghadap dirinya mencengkram lengannya. sedetik kemudian darah keluar dari mulut Alzio, Krystal terkejut semakin Alzio ambruk dalam pelukannya.
"tangkap orang itu, brengsek!" teriak Darius menggelegar, semua teman Alzio termasuk Digo berlari secara bersamaan. mereka membawa senjata masing-masing seperti biasa, berlari keluar mengejar orang tidak dikenal yang sudah meelarikan diri.
"Alzio... tolong, Alzio darahnya.... " teriak Krystal, gadis itu panik menangis melihat darah yang keluar dari punggung Alzio. peluru itu menembus hingga dada Alzio, bahkan pria itu sudah tidak kuat menahan tubuhnya. "Alzio... bertahanlah, tolong panggil ambulan... hiks... Alzio jangan menutup mata... " Robert berlari untuk menggapai ponsel, kepanikan terjadi disana. gaun putih pernikahan menjadi gaun merah karena darah Alzio, Krystal mendekap tubuh kekar Alzio kedalam pelukannya.
"Krystal... aku... aku baik baik... saja... " ucap Alzio, sedetik kemudian pria itu hilang dari kesadarannya. membuat Krystal menggila, terus berteriak dan marancau memanggil nama Alzio.
__ADS_1