Obsesi Cinta Mafia

Obsesi Cinta Mafia
Season 2 - Kekasihku.


__ADS_3

Airella menunggu kehadiran Xavier, ia menunggu di sebuah restoran cukup terkenal disana. sampai beberapa menit kemudian terlihat seseorang yang ditunggunya, pria tampan berjalan dengan gagah berjalan kearah Airella menggunakan kacamata hitam yang menutupi ketampanannya. tapi tetap tampan, karena Airella terus menatapnya dengan perasaan kagum.


"apa yang kau lakukan... " gumam Airella pada dirinya sendiri, Xavier pun sampai di hadapan Airella yang duduk di kursi.


"menunggu lama? " ucap Xavier, Airella melihat jam tangannya kemudian tersenyum.


"tidak begitu lama, silahkan duduk hidangan akan segera datang. " saut Airella, Xavier pun memposisikan dirinya duduk. benar seorang pelayan restoran datang, menghidangkan makanan yang sudah dipesan oleh Airella. "silahkan dinikmati. " ucap Airella, Xavier menatap gadis itu dengan seksama dan terlihat memiliki kecurigaan. "aku tidak memberikan racun, tenang saja. " ucap Airella tersenyum, ia pun memakan makanannya sendiri.


"jangan terlalu lama basa basi, katakan apa yang ingin kau katakan. " ucap Xavier, Airella pun tersenyum meletakkan sendoknya.


"aku setuju, aku setuju untuk tawaranmu kemarin. " terlihat Xavier tersenyum tipis, sangat tipis sampi tidak terlihat jelas. "tapi jika aku tidak menemukannya, jangan pernah mengarahkan senjatamu padaku. "


"tiga bulan, hanya waktu tiga bulan. jika kau ataupun aku tidak menemukannya, pergilah aku akan mencarinya sendiri! "


"oke deal! " ucap Airella, mereka saling berjabat tangan. "ayo makan lagi. " ucap Airella, Xavier pun menyiapkan hidangannya kedalam mulutnya. tenang tanpa bicara saat menikmati hidangan, sesekali Xavier melirik Airella yang makan tanpa suara.


"katakan namamu? " ucap Xavier, Airella ingat dirinya belum berkelanan dengan namanya.


"namaku Seana, panggil saja itu. " ucapnya, Xavier pun mengangguk dengan itu.


malam harinya Airella berasa di sebuah bar malam, disana terdapat Azriel dan juga Nathan. ketiganya memang memiliki janji untuk bertemu, Nathan menyerahkan koper berwarna pink pada Airella.

__ADS_1


"kau semangat sekali, aku seperti terusir! " ucap Airella dengan kesal, Nathan tersenyum kecil dan Azriel hanya diam. "aku akan tinggal di apartemen untuk mencari aman, tapi bagaimana kalau Daddy dan Mommy mencariku? " tanya Airella, Azriel menatap adiknya itu.


"tenang saja Ai, El sudah mengatur semunya. dia akan mencari alasan pada Uncle dan Aunty, tidak akan ada masalah. yang kau pikirkan hanya keselamatan mu sekarang, karena Xavier bisa melakukan apapun. disini sudah ada senjatamu, gunakan jika diperlukan! " ucap Nathan, Airella langsung tersenyum dan menepuk pundak Nathan.


"calon adik iparku sangat pintar, hebat sekali, Terima kasih ya." ucap Airella, Nathan mengangguk dengan itu.


"untuk acara diluar pulau kau tidak perlu pikirkan, aku dan Nathan yang akan pergi. akan kudapatkan pulau itu, tenang saja! " Airella mengangguk dengan itu, Azriel sebenarnya sangat khawatir pada adiknya itu. Tapi itu juga demi keselamatan adiknya, karena dengan begitu Airella tidak akan ditemukan sebagai pembunuh kakak Airella.


...****************...


Airella membuka mata saat merasakan pusing dikepalanya, ia mendudukan tubuhnya dan kepala itu semakin berdenyut. kemudian ia melihat kamar yang ia tempati bukan kamar apartement nya, ia pu melihat pakaian yang ia gunakan. sebuah pakaian kaos oblong, menutupi tubuhnya hingga lutut. Airella mencoba untuk mengingat apa yang terjadi, sampai ia mengingat sebuah kejadian.


sepulang dirinya dari bar malam itu, ia tidak mabuk hanya merasakan pusing karena kebanyakan minum. dalam perjalanan ia bertemu Xavier, tapi kemudian dirinya tidak sadarkan diri karena tidak kuat menahan sakit kepala itu. Airella memukul kepalanya sendiri, kemudian beranjak dari kasurnya.


setelah beberapa derik berjalan, ia melihat seseorang berada di sebuah dapur. Airella berjalan kearah dapur, secara bersamaan orang itu menoleh dan wajah itu milik Xavier. Airella merasa aneh saat Xavier menatapnya, Airella merasa kaosnya terlalu pendek dipakainya.


"ternyata kau tidak terlalu tinggi juga, kaosku bisa sampai selutut. " ucap Xavier, pria itu melanjutkan kegiatannya.


"kaosmu yang terlalu besar, lagi pula bentuk tubuhmu juga besar." saut Airella, Xavier meletakkan dua piring diatas meja dan menatap gadis itu.


"melihat kau bicara jelas begini, sepertinya kau sudah sembuh? " ucap Xavier, Airella menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "makanlah, sore ini ikut aku berangkat ke suatu tempat. "

__ADS_1


"kemana? "


"tugasmu sudah dimulai sejak kau menyetujui tawaran itu, tiga bulan kau akan bersamaku dalam menjalankan tugasmu! " tegas Xavier, pria itu berjalan pergi meninggalkan Airella. gadis itu berdecak kesal, ia berjalan kearah piring makanan dan menyantap sarapan pagi buatan Xavier.


"semoga cepat berlalu tiga bulan itu,.. " gumam Airella


Airella sudah cantik disore hari, dengan pakaian sederhana yang disediakan oleh Xavier. bahkan pria itu terpana melihat kecantikan gadis itu, tubuh bagaikan seorang model terkenal. tapi siapa sangka gadis itu adalah gadis berbahaya, sudah banyak nyawa seseorang mati ditangannya.


Airella hanya diam didalam mobil, ia melihat luar mobil yang melaju dengan kecepatan normal. sesekali ia melirik Xavier yang berkutik dengan laptop dipangkuan nya, memang bosan menunggu kemana dirinya dibawa oleh Xavier. beberapa menit kemudian mobil mewah itu memasuki sebuah mansion mewah, sangat besar dan juga luas. tapi tidak seluas mansion orang tuanya, milik Alzio bahkan berjejer empat rumah sekaligus.


"rumah siapa ini?" tanya Airella, Xavier menutup laptopnya dan turun dari mobil setelah pintu terbuka. pintu mobil Airella juga terbuka, ia terkejut saat Xavier mengulurkan tangannya. Airella turun dari mobil tanpa memegang tangan pria itu, tapi Xavier mengambil genggamannya.


"ini mansion orang tuaku, nenekku sedang sakit dan ingin melihat ku pulang! " bisik Xavier ditelinga Airella, gadis itu sedikit menjauh dan mengusap telinganya.


"kau pulang, nenekmu sakit, apa hubungannya denganku? " ucap Airella, Xavier tidak merespon gadis itu dan membawanya pergi memasuki rumah besar orang tua Xavier. disana keduanya disambut hangat oleh para orang tua, tentu saja orang tua angkat Xavier yang menjadikan dirinya sebagai anak.


Airella tersenyum pada semua orang, mereka menyambut Airella dengan hangat. tapi tidak seseorang, seorang gadis cantik menatapnya dengan tatapan tajam. terlihat seperti orang yang tidak suka dengannya, tapi Airella acuh dan membiarkannya ia sibuk memberikan sapaan mengikuti Xavier.


"Aku pikir kau tidak nurut, ternyata dugaanku salah. kau datang, siapa yang bersamamu itu? " ucap seorang ibu paruh baya dia adalah ibu angkat, Xavier menarik Airella mendekat kearah nya.


"dia sangat cantik Xavier, coba kenalkan dia pada kami. " ucap Ayah angkat Xavier, Airella masih tersenyum.

__ADS_1


"ayah ibu nenek, dia adalah Seana. dia adalah kekasihku yang aku bicarakan, aku tidak bohong untuk membawanya kemari. " Airella terkejut dengan pernyataan itu, ia melotot kearah Xavier yang masih tenang merespon nya. mereka semua terlihat senang mendengar itu, tapi tidak dengan Airella yang masih dengan keterkejutan nya.


__ADS_2