Obsesi Cinta Mafia

Obsesi Cinta Mafia
Terobsesi akan dirimu.


__ADS_3

tidak pernah ada yang menyangka hal itu akan terjadi, masih dalam keterkejutan dengan pertemuan tanpa sengaja. Krystal sendiri malah terjebak disana, padahal niatnya hanya mendengar karena penasaran. tapi dirinya malah menunggu Alzio, pria itu masuk ruang operasi karena tubuhnya yang terluka. bukan hanya Alzio yang ia temui, Natalia mendapat kabar kecelakaan dari salah anak buah Alzio langsung bergegas pergi. Natalia dibuat terkejut dengan kehadiran Krystal, gadis itu tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya dan langsung memeluk Krystal.


"aku sangat merindukanmu... " ucap Natalia tersenyum, Krystal memeluk tubuh Natalia dengan senyuman juga.


"aku juga... " ucapnya, mereka saling melempar senyum. saling menatap satu sama lain, senyum dipipi Krystal berkembang begitu juga dengan Natalia. saat Krystal akan pergi, tiba tiba tangan Natalia mencegah itu dan meminta Krystal untuk tetap disana. "aku harus pergi sekarang... " ucap Krystal lembut, Natalia pun tidak melawan hanya menurut saja.


"Krystal... aku ingin bertemu dengannya! " teriakan itu terdengar hingga keluar ruangan, tentu saja suara itu milik Alzio. Antonio kelagapan saat merasa Alzio tidak menurut, padahal lukanya masih basah baru dioperasi beberapa jam yang lalu. Krystal terhuyung kebelakang karena ditarik Alzio, pria itu memeluk tubuh Krystal dengan erat. "jangan pergi, aku merindukanmu... " ucap Alzio, Krystal tersentak karena terkejut. ia menghela nafas beratnya, memang terakhir bertemu pria itu sebelum dirinya pergi ke Amerika. setelahnya ia tidak mendengar kabar apapun, dan sekarang pria itu begitu posesif memeluk nya ditempat umum.


"lepaskan, aku disini bukan untuk menemuimu... " ucap Krystal, ia melepas dengan paksa tangan Alzio. tiba tiba saja tubuh kekar itu ambruk, Krystal tidak kuat menahan sampai Antonio datang membantu pria itu untuk perawatan lagi.


"tolonglah jika tidak ingin bertemu Alzio pergi dari hadapannya, dia semakin gila nanti. " ucap Antonio, Krystal tersenyum kemudian mengangguk.


"aku juga hanya kebetulan lewat! " saut Krystal, gadis itu pergi dari sana dengan langkah cepat. Natalia sedikit kesal, ia memukul tangan Antonio dengan pelan. mereka pun membawa Alzio untuk berbaring, dan perawatan dilakukan lagi karena luka Alzio yang terbuka.


Krystal kembali keruangan ayahnya, ia memberikan air pada semua orang disana. bagaimana bisa ia lupa dengan hal itu, semua orang bertanya hanya dijawab senyuman kecil dibibir gadis itu. Robert menatapnya tidak biasa, ia tahu ada apa dengan gadis itu. sedetik kemudian sang ayah mengulurkan tangannya, Krystal mendekat kearah sang ayah dan tersenyum manis.

__ADS_1


"Daddy senang melihatmu seperti sekarang, jangan khawatir Daddy baik baik saja setelah ini. " ucap ayah Krystal, gadis itu tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Krystal akan tinggal disini dengan kalian, jangan khawatir oke? " ucapnya, kedua orang tua itu mengangguk setuju. kemudian Krystal melirik kearah Robert dan juga ibunya, kemudian melihat kearah sang ayah dan ibunya. "Mommy, Daddy, apakah Robert dan ibunya boleh tinggal dengan kita, agar tidak perlu mencarikan mereka sebuah hotel dan jauh dariku. "


"tentu saja sayangku, kenapa tidak. mereka adalah keluarga kita, kita berhutang budi pada mereka. dengan memberikan tempat tinggal, itu tidak cukup dengan mereka yang menyelamatkanmu sayang... " ucap sang ibu, Krystal merasa senang kemudian melihat kearah Robert.


"jangan terlalu sungkan nyonya, kami tulus menyelamatkan nya waktu itu. lagi pula aku sudah menganggap Ariel sebagai adikku, maka aku sebagai kakak harus melindunginya dari apapun. " ucap Robert, semua orang tersenyum disana. mereka mengobrol layaknya sebagai keluarga besar, tidak ada perbedaan saling menganggap orang lain sama.


...****************...


Krystal bekerja di perusahaan sang ayah dalam seminggu ini, begitu juga dengan Robert yang diberikan jabatan di sana. Krystal yang biasanya fokus jadi tidak fokus, bayangan Alzio terus terlintas dalam otaknya. ia berpikir bagaimana keadaan pria itu, apa sudah baik baik saja atau semakin parah. semua berkecamuk didalam pikiran Krystal, ia terus menghela nafas kasar berulang kali. saat akan fokus, tiba tiba ruangannya diketuk oleh seseorang. seorang karyawannya masuk, dengan langkah sedikit cepat menunduk kearah Krystal.


"kemana Robert, suruh bertemu Robert saja. " saut Krystal, ia masih dengan pandangan fokus kelaptop miliknya.


"tuan Robert sedang ada urusan penting, dan orang itu meminta untuk bertemu denganmu... " bum Krystal bicara, tiba tiba terdengar suara langkah kaki dengan tegap. Krystal menoleh tanpa bicara, ia mendelik melihat siapa yang masuk kedalam ruangannya. Alzio, pria angkuh itu masuk tanpa diundang.

__ADS_1


"pergilah! " ucap Krystal, Alzio sedikit menaikkan alisnya. karena ia tidak menyangka gadis itu bersikap angkuh, bahkan beberapa bawahannya takut padanya. "selamat datang apakah ada sesuatu yang penting sampai mengharuskan Anda datang, aku ingat tidak memiliki bisnis dengan anda. " ucap Krystal lagi, Alzio duduk didepan gadis itu tanpa diminta.


"aku ingin melihatmu yang sudah kurindukan, jadi aku datang dan tidak ada yang bisa melarangku! " saut Alzio, Krystal menghela nafasnya dengan kasar.


"tolong tuan Alzio pergilah, aku sangat sibuk banyak pekerjaan. " ucap Krystal lagi mengatupkan kedua tangannya, entah kenapa ia berdebar saat Alzio memperhatikannya. Krystal menundukkan kepala, aslinya ia gugup tapi berusaha ia tutupi dengan berkutik bekerja.


"tidak kusangka kau mengenalku, aku pikir kau masih melupakanku! "


"harusnya seperti itu, aku bahkan tidak sudi melihatmu lagi. " Alzio mengeratkan genggaman tangannya, entah apa yang terjadi pada gadis itu yang sangat jauh berbeda. sifat gadis itu adalah sifat


"harusnya hari itu aku menawanmu, menjadikanmu tawanan seperti sebelumnya. jika itu terjadi aku tidak akan melihat kesombongan hari ini, kau akan ada dipelukanku setiap waktu! " tegas Alzio, hal itu membuat Krystal merasa merinding karena memang ucapan Alzio tidak pernah main main. raut wajahnya merah, ketakutan jelas terlihat.


"cukup sekarang keluarlah, diantara kita sudah tidak ada apapun. aku juga tidak mengingat kalau kita pernah dekat, yang aku ingat adalah aku sebagai penjamin hutang ayahku dan kau menyiksaku begitu sadisnya." ucap Krystal geram, memang bukan hanya itu yang ia ingat. Krystal sudah mengingat semuanya, tapi tidak ingin mengatakan hal itu pada siapapun kecuali Robert yang sudah tahu tentang dirinya.


"kau bahkan tidak memberiku kesempatan untuk menjelaskan semuanya, kau malah pergi ke Amerika dan tiba tiba kau datang kemari. apa maksudmu dengan semua itu, kau mempermainkan perasaanku... " tegas Alzio, Krystal menepis tangan Alzio yang mencengkram lengannya.

__ADS_1


"kenapa aku harus mempermainkan perasaanmu, dari awal bukankah kau tidak memiliki sebuah perasaan. aku sudah bilang padamu tuan Alzio, pada awalnya aku tidak mengenalmu, kita tidak saling mengenal satu sama lain. dan rasa yang kau bilang padaku, itu hanya obsesimu hanya sebuah keinginan untuk mendapatkan tubuhku. pahami itu bukan cinta, itu hanya obsesi! " kesal Krystal, gadis itu mengibaskan rambutnya dan mengambil jas kerja yang ia pakai. ia ingin pergi jika Alzio tidak pergi, tapi tangan kuat itu menarik Krystal kedalam pelukannya.


"itu benar, aku sudah menyadari itu selama satu tahun. kau sudah mengingatku, siapa aku, dan apa yang aku lakukan padamu sebelumnya. dari awal aku ingin mendekatimu, tapi kau yang menjauhiku begitu saja." Krystal terdiam dengan itu, karena benar adanya ia ingin menjauh dari Alzio demi menjalani kehidupannya seperti semula. "aku ingin mendapatkan hatimu Krystal, jika kau bilang aku terobsesi denganmu maka itu benar. aku sangat terobsesi akan dirimu, aku ingin mendapatkan sebuah cinta dari dirimu, aku ingin memperbaiki semua kesalahanku padamu, aku ingin kau menerimaku dengan tulus tanpa paksaan. aku bahkan gila saat kau dianggap mati oleh semua orang, itu sudah jelas aku begitu terobsesi akan memiliki dirimu. tidakkah ada cinta untukku dihatimu, apa kau sama sekali tidak memiliki perasaan padaku? " pria itu hanya bicara sendiri, Krystal terdiam tanpa kata sedikitpun.


__ADS_2