
sudah seminggu mereka berada di Perancis, Krystal merasa senang bulan madu yang menurutnya tidak akan pernah terjadi lagi. meskipun Alzio selalu menuruti permintaannya, tapi ia tidak bisa memanfaatkan hal itu dan juga bisa mengganggu pekerjaan pria yang menjadi suaminya. Sejauh ini Krystal tahu pekerjaan Alzio yang berbahaya, pria itu seakan tidak khawatir dengan apapun se bahaya apa pekerjaannya. Krystal kadang berpikir bagaimana nasib suaminya nanti, sampai kapan akan bertahan.
Krystal membuka matanya karena suhu panas dikamarnya, kemudian terkejut saat tidak melihat Alzio disana. Krystal meraih ponselnya dan berusaha menghubungi pria itu, secara bersamaan suara bel pintu berbunyi. Krystal langsung berlari kearah pintu, membuka dengan cepat. pria yang dicarinya berada disana, berdiri dengan menatap tajam dirinya. Krystal langsung memeluk Alzio, entah ia merasa khawatir saat dirinya tidak melihat suaminya.
"kenapa kau pergi tanpa pamit, aku sangat takut sendirian... " ucap Krystal, tapi Alzio hanya diam tanpa membalas pelukan Krystal. wanita itu menatap suaminya, kemudian ia melihat luka disudut bibir pria itu. "kau dari mana, kau terluka ayo masuk! " saut Krystal lagi, ia mendudukan Alzio diatas kasur dan meraih kotak p3k untuk mengobati luka itu.
"aku.. "
"aku bertanya Alzio, kau dari mana? " tanya Krystal lagi, Alzio menatap datar wajah Krystal. gadis itu mengobati luka dibibir itu, ia ikut meringis saat Alzio meringis sakit.
"aku hanya ada keperluan mendadak, aku melihatmu tidur jadi tidak berani membangunkan mu. " saut Alzio yang akhirnya bicara, Krystal melihat luka ditangan Alzio juga.
"kau pergi dengan pakaian ini? seingatku aku tidak memasukkan pakaian ini ke tas mu, apa pelayan menyiapkan? " tanya Krystal, Alzio menarik gadis itu mendekat kearahnya dan kakinya mengunci tubuh ramping Krystal.
"kenapa kau peduli dengan pakaianku, sekarang bersiaplah ayo kita pergi makan karena aku sangat lapar. " saut Alzio membelai rambut Krystal, wanita itu tersenyum dan mengangguk. ia mengusap rambut Alzio, kemudian memberikan kecupan pada dahi pria itu.
"baiklah, setelah ini kau juga harus mandi. " saut Krystal kemudian pergi dari sana, Alzio tertegun dengan tindakan Krystal sebelumnya. pria itu memegang dahinya sendiri, kemudian menatap pintu kamar mandi.
"kau sangat beruntung Alzio... "
__ADS_1
sebuah restoran mewah terlihat ramai pengunjung, Alzio dan Krystal duduk di sebuah meja yang dekat dengan jendela karena permintaan Krystal. keduanya saling memilih makanan, kemudian Krystal tersenyum melihat sang suami yang terlihat tampan.
"aku pesan nasi goreng seafood, dan tambahkan udang didalamnya. " Krystal terkejut mendengar itu, kemudian menahan tangan seorang pelayan restoran yang akan menulis pesanan Alzio.
"sejak kapan makan udang, bukankah kau alergi dengan seafood?. apalagi udang, bukankah kau sangat alergi dengan itu? " tanya Krystal heran, Alzio terkejut dengan itu ia memegang mulutnya sendiri.
"benar, aku lupa dengan itu. baiklah kau pilihkan saja untukku, aku akan makan apapun yang kau pilih. " saut Alzio kemudian, Krystal hanya menggelengkan kepala kemudian menyebutkan pesanan. beberapa menit pelayan pergi menyiapkan pesanan Krystal, Alzio menatap Krystal dengan penuh arti membuat Krystal sedikit merasa tidak nyaman.
"Alzio jangan melihatku seperti itu, aku tidak suka. " ucap Krystal, Alzio kemudian mengalihkan pandangannya dan berdehem.
"kau terlihat cantik, jadi aku sedikit terkesima. " saut Alzio, hal itu juga berhasil membuat Krystal merona karena menahan rasa malu. saling melempar senyuman, kemudian beberapa menit seorang pelayan datang membawa pesanan mereka dan mereka menyantap makan malam itu dengan ketenangan.
"apa kau nyaman berjalan kaki? " tanya Krystal dengan senyuman, Alzio mengangguk tanpa menjawab. "hm.. kemarin kau sangat tidak suka jalan kaki seperti ini, kau selalu mengomel dibelakangku. tapi seperti nya kau sudah terbiasa, aku ikut senang. " ucap Krystal lagi memeluk lengan Alzio, pria itu hanya diam kemudian mengangguk pelan. "oh Alzio ayo kesana, aku ingin menyentuh air mancur itu. " saut Krystal, langkahnya berlari dengan tangan menarik Alzio. hingga keduanya saling berlari, Krystal senang menyentuh air mancur yang dimaksud nya.
"sangat kekanakan!" ucap Alzio, hal itu didengar Krystal kemudian menyiratkan air pada pria itu. hal itu membuat Alzio menoleh dengan tajam, siapapun akan takut jika ditatap tajam oleh Alzio. tapi berbeda dengan Krystal, yang malah seakan menantang tatapan Alzio.
"aku tidak kekanakan, rasakan ini. " saut Krystal, hal itu membuat Alzio menghela nafas kasar. kemudian membalas Krystal, jadilah mereka saling menyiratkan air. sesekali mengejar Krystal yang terus menyiramnya, alhasil mereka jadi basah kuyub akibat ulah mereka. segera kembali ke hotel karena udara yang dingin, bahkan Krystal berulang kali bersin karena dingin.
mereka kembali kehotel, Krystal membantu Alzio mengeringkan rambutnya. Sifat jahil Krystal tidak akan hilang, wanita itu menjahili Alzio yang nampak jadi pendiam.
__ADS_1
"bagaimana kalau ada dua Alzio? " tanya nya tiba tiba, Krystal terkejut dengan itu tapi sedetik kemudian tertawa renyah. Alzio melepas tangan Krystal, wanita itu melihat wajah kesal suaminya.
"kenapa jika ada dua Alzio, aku tidak masalah dan tidak penting. karena Alzio yang aku cintai adalah yang menikahiku, yang mengucap sumpah janji suci pernikahan bersamaku. meskipun ada sepuluh Alzio, tetap suamiku yang menjadi pemenangnya. " ucap Krystal memegang kedua pipi Alzio, pria itu tidak memberikan reaksi hanya menatap Krystal. "apa kau bukan suamiku? " tanya Krystal tiba tiba, raut wajah Alzio berubah kemudian mengalihkan pandangannya.
"kenapa kau bertanya itu,? " tanya Alzio, Krystal tersenyum kemudian duduk dipangkuan Alzio.
"karena kau jadi lebih pendiam sekarang, kau juga tidak menjahili ku seharian. dan kau terus menuruti permintaanku, apa yang biasanya tidak boleh jadi boleh. " ucap Krystal dengan heran, Alzio langsung merasa tertegun menatap wajah Krystal. "tapi aku senang, kau berusaha menjadi baik. " ucap Krystal kemudian, ia memeluk tubuh kekar Alzio dengan erat.
"jika aku buka suamimu bagaimana? " tanya Alzio, Krystal melepas pelukannya dan menatap Alzio.
"tidak mungkin, karena tidak ada orang seperti suamiku meskipun wajahnya mirip. " saut Krystal tersenyum, Alzio hanya diam dengan senyum tipis.
malam berlarut begitu cepat, Alzio membuka mata saat merasa Krystal tertidur nyenyak. wajahnya menjadi tajam menatap Krystal, aura hitam membunuh terlihat jelas di wajahnya. Alzio bangkit dari kasur, ia menatap Krystal dengan tubuh berdiri. terlihat Krystal sangat pulas saat tidur, Alzio melangkah pergi dari kamar hotel itu. langkahnya tegap berjalan, kemudian mengacak rambutnya sendiri yang terlihat rapi.
"jangan ada yang mengikutiku! " ucapnya angkuh, anak buahnya pun mengangguk kemudian mundur dan berpencar masing masing. Alzio masuk kedalam mobilnya, melesat keluar dari gedung hotel itu dilarut malam. menuju ke sebuah tempat yang tidak diketahui, sebuah tempat yang terpencil dan juga gelap.
kakinya berjalan memasuki sebuah ruangan, membuak sebuah pintu rahasia. Terlihat seseorang dirantai dengan tidak sadarkan diri, tubuhnya penuh lebam akibat sebuah pukulan benda tumpul. Alzio mendekat dan membuat wajah orang itu melihatnya, Alzio menyeringai melihat orang tidak berdaya dihadapannya.
"halo Alzio... aku datang lagi, bagaimana kabarmu apa kau rindu pada saudara kembar mu ini? " Alzio mengucapkan dengan kasar, orang yang penuh lebam itu tidak lain adalah Alzio sendiri. Alzio yang asli, tidak ada siapapun yang tahu Alzio memiliki kembaran.
__ADS_1