
masih hari yang sama Krystal merasa kesal ditinggal Natalia dan Darius, berusaha menghubungi kedua orang itu tapi hasilnya negatif. Krystal akhirnya menyerah, ia menghela nafas kemudian melihat pemandangan dari halaman belakang. biasanya sangat cerah dengan matahari bersinar, tapi hari ini tidak cerah sama sekali melainkan mendung.
"hei kucing gembul, kau milik siapa bisa kesini? " tanya Krystal, ia mengangkat kucing itu kedalam pelukannya. "Alzio biasanya akan marah melihat hewan berbulu ini, maaf ya kucing kau harus pergi. eh... " kucing itu malah berlari masuk kedalam mansion itu, Krystal menghela nafas kemudian berlari mengejar kucing itu. Krystal khawatir jika Alzio bertemu kucing itu, entah kucingnya akan mati atau Alzio yang akan sakit akibat buku halus kucing.
langkahnya ia tidak tahu harus bagaimana, ia terus menyusuri ruangan yang tidak pernah lihat sebelumnya. sedikit gelap dan merinding, tidak ada penjagaan disana dan Krystal tidak pernah datang kesana ataupun Alzio tidak pernah mengatakan. sampai mata nya melihat kucing gembul tadi, mencakar sebuah karpet yang lembut disana.
"kenapa kau sampai disini, ini tempat rahasia suamiku. dia akan menggoreng mu nanti jika tahu. " kucing itu seakan mengerti perkataan Krystal, ia langsung bersikap menggemaskan yang bermanda dalam gendongan Krystal. "aku tidak akan menggorengmu, kau sangat menggemaskan!" ucap Krystal memeluk kucing itu, keduanya seakan seperti sahabat yang baru bertemu.
"kurang ajar, brengsek! "
suara itu terdengar ditelinga Krystal, tentu saja dia tahu suara siapa itu dan itu suara Alzio suaminya. tapi tidak digubris lagi, sampai telinganya menangkap suara lagi. suara Darius menggema di telinganya, Krystal mencari asal suara itu tidak sadar kucing itu terlepas dari tangannya. sampai Krystal menemukan sebuah pintu hitam yang hampir sama dengan warna tembok, pintu itu hanya terkunci dari luar dan Krystal membuka pintu itu.
suasana gelap diluar membuat cahaya yang keluar dari dalam ruangan terasa cerah, Krystal berdiri mematung melihat pemandangan dihadapannya. bibirnya keluh, tangannya tidak berhenti gemetar. melihat Alzio, Darius dan juga Natalia. ketiga orang itu terkejut melihat Krystal, wanita itu seakan mematung tanpa mengeluarkan suara.
"Krystal... " panggil Natalia, Krystal langsung menoleh dan melihat Natalia yang sekarat. Krystal langsung berlari kearah gadis itu, melihat banyak darah kering disekitarnya.
"Natalia apa yang terjadi, kenapa denganmu... dan Darius, siapa yang melakukan ini pada kalian dirumah Alzio... " ucap Krystal lagi air matanya sudah berhasil lolos, ia menangis tersedu-sedu dan berusaha membuka ikatan Natalia.
"jangan dibuka, biarkan seperti ini. "
"apa kau sudah gila, aku akan menyelamatkan mu.. "
__ADS_1
"jangan Krystal, biarkan kami tetap ada posisinya. kau harus bertemu suamimu, dia merindukanmu... " ucap Darius kemudian, Krystal mendadak diam dan jantung berdetak kencang. Krystal menoleh kearah Alzio, pria itu diam menunggu sangat istri datang padanya.
Krystal berjalan mendekati Alzio, memandang tubuh pria itu yang tidak menggunakan pakaian. hanya menyisakan celana panjang hitam, tapi celana itu bahkan tidak berbentuk celana. Krystal menyentuh luka yang ada ditubuh Alzio, kemudian menatap mata Alzio yang terlihat sendu menatapnya.
"Krystal... " suara lembut Alzio menembus hatinya, tangis Krystal pecah ia memeluk Alzio dengan agresif.
"Alzio... kenapa ini terjadi, siapa yang melakukan ini... Alzio hiks... kau kenapa seperti ini?. " ucapnya menangis, Alzio tidak bisa membalas pelukan itu dengan tangan terantai. sampai Krystal memandangnya, kemudian melihat rantai itu ia berusaha membukanya tentu saja tidak berhasil.
"cukup, jangan melukai tanganmu. dengarkan aku, hanya kau yang bisa menyelamatkan kami darinya.. "
"dari siapa, padahal kau menyiapkan paket untuk kita berangkat ke Perancis.. "
"benar yang dikatakan Darius, Perancis adalah rumah pria itu berada. karena itu aku selalu mengatakan padamu saat disana... jika kau merasa ada hal yang aneh, katakan padaku karena dia tahu keberadaan ku disana yang sedang bersamamu. " jelas Alzio, Krystal menangis lagi di hadapan Alzio. ia membayangkan Alzio yang berubah beberapa hari kemudian terlihat manis, ia curiga saat Alzio selalu tidak ada saat malam hari kemudian kembali di pagi hari. bahkan selama sebulan itu Alzio tidak menyentuh nya, selalu menghindar dan sempat mengajaknya untuk menikah dan tinggal di Perancis. Krystal menangis sejadi jadinya, hal itu membuat Alzio, Darius, Natalia heran dan bertanya-tanya.
"apa... dia menyentuhmu Krystal? " tanya Natalia, Krystal menatap Alzio yang menunggu jawaban istrinya itu. jika memang istrinya sudah disentuh Alzio akan menerima itu, tapi tidak akan mengampuni manusia bernama Alvion meskipun adiknya sendiri.
"aku bodoh.. aku tidak mengenali suamiku sendiri... maafkan aku hiks... " ucap Krystal menangis, ingin sekali Alzio memeluk istrinya dengan erat. tapi terhalang rantai yang mengikat tangannya, Alzio masih menunggu jawaban pertanyaan yang diajukan Natalia. "tidak... dia tidak menyentuh ku selama sebulan ini, hanya akan mengajakku pergi... " sajt Krystal, Alzio memejamkan matanya. rasa lega hatinya menyelimuti seluruh syaraf dan nadinya, Krystal menatap Alzio dan pria itu tersenyum.
"pergilah dari sini, kau harus mencari perlindungan. karena semua tempat ini bukan orang ku, semua orang Alvion. dan ya buka lemari yang pernah aku tunjukkan, ambil senjataku disana untuk melindungi dirimu sendiri. "
"tapi aku tidak bisa meninggalkan kalian, aku harus menyelamatkan kalian... "
__ADS_1
"tidak sekarang, pergilah dulu Krystal! " saut Darius, Krystal bingung entah harus berbuat apa. "pergilah untuk menghubungi Gavin dan yang lain, itu akan sangat membantu! " saut Darius lagi, Krystal langsung menangkap ide itu kemudian mengangguk.
"aku janji akan kembali, aku akan menghubungi mereka. " ucap Krystal, gadis itu melangkah pergi kemudian menoleh kearah Alzio lagi. pria itu tersenyum dan mengangguk, rasa semangat tubuhnya kembali setelah melihat wanita yang sangat dicintainya.
Krystal berlari kearah halaman belakang, disana Alvion masih menyiapkan segala macam misinya yang tidak diketahui siapapun. dengan tngan gemetar Krystal menghubungi Robert untuk yang pertama, kemudian ia sambungkan pada Gavin dan yang lain. Krystal menceritakan semuanya, kemudian terdengar suara kepanikan dari seberang. sampai sebuah tangan memeluk pinggang Krystal, tentu saja itu tangan Alvion. ia berusaha tenang dan tidak gugup, sampai mereka terlelap tidur Krystal tetap tenang.
saat merasakan Alvion meninggalkan kamar, Krystal membuka matanya. ia berjalan kearah lemari yang dikatakan Alzio, mengambil sebuah senjata dan ia simpan disaku belakang wanita itu. langkah kecil Krystal tidak terdengar siapapun, sampai ia mendapat pesan kalau gerombolan Gavin perjalanan datang dengan segala persiapan. Krystal mendengar teriakan Natalia, ia berlari tanpa peduli sekitarnya. hatinya marah saat melihat suaminya tidak berdaya, bahkan menodongkan senjata api pada kepala Alzio. seketika Krystal gelap mata, tangannya yang gemetar menodongkan senjata kearah Alvion. tidak tahu cara menggunakannya, Krystal tetap menembakkan satu peluru yang ada pada senjata tersebut.
"berani kau menyakiti suamiku, maka kau akan merasakan kemarahan seorang istri dari Alzio! " ucap Krystal menahan amarah, terlihat jelas wanita itu gelap mata dan menembak beberapa kali hanya mengenai kaki Alvion dan sisanya meleset karena Alvion menghindar.
"ternyata kau sudah tahu, aku sempat meremehkanmu! " ucap Alvion, bibirnya menyeringai kemudian Krystal merasa lemas dan melihat kearah Alzio. Alvion dengan tega menembak lengan Krystal, lolongan kesakitan terdengar jelas dibibir Krystal.
"Alvion! " teriak ketiga orang itu, Krystal ambruk dibawah dengan memegang lengannya sendiri. dengan kaki terluka Alvion menghampiri Krystal, menarik wanita ramping itu untuk diangkat.
"kau akan pergi denganku, maaf melukai tanganmu sedikit! " bisik Alvion, Krystal meronta dan menampar Alvion dengan keras.
"lepaskan, aku tidak sudi pergi dengan bajingan sepertimu! " teriak Krystal, tangannya yang terluka malah digenggam erat oleh Alvion. "akhh... sakit... jangan... " teriak Krystal, hal itu semakin membuat kemarahan Alzio meningkat.
"ALVION, SEKALI LAGI KAU MEMBUATNYA BERTERIAK, AKU AKAN MENGHANCURKAN TANGANMU! " teriak Alzio menggema, seakan tidak peduli Alvion hanya tersenyum mengejek dan menyeret Krystal keluar dari sana.
"selamat bersenang senang, hidupmu tinggal beberapa menit lagi. karena rumah cantik ini akan rata dengan tanah, bertobatlah! " ucap Alvion, itulah rencananya. ia memasang banyak boom dimanaion Alzio, berguna agar rata dengan tanah dan menghancurkan Alzio beserta Darius Natalia. tapi tidak untuk Krystal, sekarang ia akan egois membawa wanita itu pergi dan hidup dengannya sebagai Alvion.
__ADS_1