
hidup Alzio menjadi kacau, kakinya yang tidak bisa digerakkan dinyatakan lumpuh oleh Antonio. sebelumnya Darius menemukan pria itu tidak sadarkan diri, membawanya kerumah sakit dan dirawat beberapa hari karena tubuh lemah pria itu. pria itu bahkan hanya diam, tidak ada keinginan untuk sembuh. bahkan pekerjaan dan organisasi nya diserahkan pada Darius, dan yang merawatnya dirumah adalah Natalia. mansion yang biasanya ramai dengan suara Krystal, kini sunyi kembali seperti awal. banyak kenangan gadis itu, bahkan wangi wanita itu masih tercium di hidung Alzio dan orang yang menyayangi Krystal.
pekerjaan Alzio hanya duduk di kursi roda, ia menghabiskan beberapa botol minuman keras setiap harinya. memang kuat dalam hal minum, tapi Alzio mengkonsumsi semua itu tanpa makan dan minum air yang layak bagi orang. Natalia mengantar makanan tidak pernah disentuh Alzio, bahkan pelayan membawa keluar makanan utuh itu saat sore hari dan menggantinya yang baru. Alzio seakan mati dengan raga yang masih duduk disana, penyesalan yang dalam menghantui nya setiap saat.
didalam kamarnya yang gelap, bayangan dan halusinasi akan Krystal terus terlihat. sekarang ini ia sendiri didalam kamar, tapi matanya mihat Krystal yang sedang duduk di meja rias sedang menyisir rambutnya. tidak terasa air mata Alzio menetes, ia menjalankan kursi rodanya mendekat kearah meja rias dan menatap Krystal yang masih duduk bersenandung.
"tuan kau sudah pulang, lihat aku memakai pakaian yang kau berikan. " Alzio mendengar suara merdu itu, hatinya semakin sakit ia menangis dengan menahan sesak didadanya. penampilan pria itu tidak segarang sebelumnya, bertampilan acak acakan dengan janggut yang penuh brewok tanpa dicukur. bahkan rambutnya mulai panjang, tidak ada yang berani mengatakan tentang penampilan yang berbedanya itu.
"maaf Krystal... maafkan aku.... Maaf aku tidak bisa menyelamatkan mu... kau pasti sangat kesakitan.... " ucap Alzio, ia kembali kesal dengan melempar seluruh barang yang ada mejanya. Natalia membuka kamar itu, lagi lagi kamar Alzio seperti kapal pecah dan ia harus melihat kehancuran pria itu yang masih menangis.
"apa yang kau lakukan Alzio, tolong berhenti bersikap seperti ini. Krystal akan sedih, bukankah kau tidak ingin membuatnya sedih... " ucap Natalia, ia membawa Alzio untuk duduk dengan tegap. pria itu menangis tanpa malu di hadapan Natalia, sahabatnya itu memberikan pelukan yang menenangkan.
"dia membuatku sedih.. dia berani membuatku sedih... kenapa semua meninggalkan aku, kenapa Krystal meninggalkanku juga... " ucap Alzio menangis, tangannya memeluk erat tubuh Natalia yang masih memenangkan nya.
"aku tidak akan meninggalkanmu, ada aku dan juga Darius, ada yang lain juga. kami tidak akan meninggalkanmu, Alzio tolong jangan seperti ini... " ucap Natalia menangis, ia memang kesal tapi tidak bisa melihat sahabat yang sudah ia anggap sebagai saudara mengalami keterpurukan yang dalam.
__ADS_1
"harusnya jika dia mati, lebih baik mati di tanganku sendiri... "
Natalia hanya diam, ia membantu Alzio untuk berbaring dikasur. pria itu mendadak terpejam, mungkin lelah karena terus menangis. Natalia memerintahkan pelayanan untuk membersihkan kamar itu, bahkan seluruh hal yang membuat bahaya dibersihkan tanpa tersisa. Natalia mengusap wajah Alzio, ia menangis lagi melihat Alzio tidak berdaya. Wajah kurus Alzio terlihat jelas, pria itu mengalami penurunan berat badan yang sangat drastis. saat tidur bibirnya terus memanggil nama Krystal, tapi wanita yang dipanggil itu tidak akan pernah datang ke muka bumi ini untuk menemuinya.
...****************...
jauh ditempat kota keberadaan Alzio dan yang lain, sebuah pedesaan pinggir pantai yang terlihat begitu indah. desir ombak terdengar yang berhadapan dengan pasir, laut biru yang membentang luas seperti kembaran langit yang cerah diatas. seorang nelayan bekerja seperti tugasnya, menangkap ikan untuk kebutuhan mereka sehari hari. jauh dari kata kekayaan, semua terbuat dari kata sederhana dan hidup sangat sederhana sebagai rakyat biasa.
seorang wanita terbaring di sebuah kasur salah satu rumah gubuk, mungkin kecil tapi layak dihuni bagi siapapun pemiliknya. wanita dengan tubuh penuh luka yang hampir sembuh, terbaring dengan cantik tanpa siapapun menganggunya. sampai seorang wanita paruh baya mengobati lukanya, mengusap kulit putih itu yang memiliki luka dalam. siapa lagi kalau bukan Krystal, wanita yang sudah dianggap keluarga dan temannya mati kecelakaan masih hidup disebuah perkampungan nelayan.
"kasihan sekali kamu nak, untung saja kamu masih hidup dan tidak mati dilaut. " ucap wanita itu, ia melihat pergerakan Krystal yang merasa tidak nyaman mungkin karena kesakitan. Krystal yang hanyut di laut berhasil diselematkan oleh seseorang, seorang pria nelayan yang langsung membawanya ketepian dan melakukan perawatan yang cukup. tapi selama berminggu minggu, gadis itu tidak kunjung membuka mata untuk kesembuhannya.
keduanya terkejut ketika tiba tiba Krystal membuka mata, gadis itu langsung duduk tapi berteriak memegang kepalanya. benturan keras membuat kepalanya pendarahan, bahkan pendarahan itu belum bisa dihentikan dan harus dalam perawatan yang jauh dari kata dokter. hanya ada perawatan tradisional dengan obat tradisional buatan tangan, karena itu penyembuhannya cukup butuh waktu lama.
"hei nak jangan duduk dulu, tetaplah berbaring... " ucap wanita paruh baya sebelumnya, Krystal tetap berteriak karena kepalanya merasa sangat sakit.
__ADS_1
"sakit... kepalaku sakit sekali... " ucapnya, sampai ia kembali tidak sadarkan diri dan dibaringkannya lagi.
"apa sangat sakit? " tanya seorang pria, dan ibunya hanya menganggukan kepalanya.
dua hari berlalu, Krystal membuka matanya. ia merasa pegal dengan tidurnya yang cukup lama, kepalanya yang masih diperban hanya menatap kosong pandangannya. seorang pria datang kearah Krystal, ia tersenyum dan berusaha membantu Krystal untuk duduk menyandar di pinggiran kasur.
"apa ada yang sakit, aku akan memanggilkan ibu dulu." ucap pria itu, ia dengan cepat memanggil ibunya dan langsung berjalan kearah Krystal yang masih diam dengan pandangan kosong.
"nak kau sudah bangun, bagaimana keadaanmu? " tanya ibu setengah baya itu, Krystal memegang kepalanya yang sakit dan juga kakinya yang juga terasa nyeri itu. "itu akan sembuh dalam beberapa hari, apa kau bisa bicara katakan padmu siapa nama mu? " tanya nya lagi, Krystal mencoba mengingat sesuatu tapi tidak mengingat apapun hanya ada sakit kepala yang ia pikirkan.
"aku tidak tahu, siapa kalian dan siapa aku... sakit sekali... " ucapnya tiba tiba dengan memegang kepalanya sendiri, ibu paruh baya itu tersenyum dan mengusap pucuk kepala Krystal dengan lembut.
"jangan dipaksakan, kau akan ingat jika sudah sembuh nanti. oh iya kau bisa memanggilku ibu, karena aku juga seorang ibu. " ucap Ibu itu, pria yang berdiri disana mendekat kearah Krystal dan memegang tangan gadis itu.
"namaku adalah Robert, aku anaknya ibu kau bisa memanggiku apa saja. " ucap pria bernama Robert, Krystal sendiri bingung harus bicara apa. ia hanya menggapai tangan Robert, kemudian menatap ibu dengan tatapan bingung.
__ADS_1
"hm.. karena kau lupa namamu, aku akan menamakanmu Ariel bagaimana. kau sangat cantik seperti kartun mermaid, aku juga nememukanmu dilaut biru."
"wah aku setuju dengan ibu, nama Ariel sangat cocok untuk nya yang cantik. Hai Ariel! " ucap Robert senang, Krystal akhirnya tersenyum dengan mengangguk kecil. ia masih bingung siapa dirinya, karena terjadi benturan gadis itu hilang ingatan dan tidak tahu efeknya sementara atau permanen. yang artinya Krystal tidak ingat dengan kehidupannya yang sebelumnya, kini Krystal menjadi orang baru ditempat baru yang menerima dirinya dengan senang hati.