
pagi menyapa kedua manusia yang masih terbungkus selimut, Krystal mencari kenyamanan pada tubuh kekar yang kini memeluknya. sedetik matanya terbuka sempurna, pandangannya langsung lurus kearah dada bidang Alzio. ia sedikit menjauh, tapi Alzio semakin mendekatkan tubuhnya hingga pipi nya menempel pada dada itu. terdengar suara dengkuran halus dari Alzio, pria itu benar benar tidur nyenyak. benar kata Darius pria itu tidak pernah tidur, saat bertemu Krystal Darius bisa tidur lama hingga siang bekerja pun tidak terburu buru. karena Alzio lebih suka tidur sampai siang, apalagi saat tidur bersama Krystal pria itu akan tidur layaknya tanpa pertahanan tubuhnya.
Alzio sendiri merasa nyaman saat tidur dengan wanita itu, nyenyak tidur melepas semua pertahanan tubuhnya. mungkin jika musuh datang, dirinya sudah mati ditangan musuh saat tidur. matanya perlahan terbuka karena merasa pergerakan Krystal, tatapan mata mereka bertemu setelahnya Krystal menundukkan kepalanya tidak berani mendongakkan kepala. bayangan semalam masih terlintas di otaknya, malam yang panas terjadi untuk kedua kalinya. tapi hal itu berbeda dari sebelumnya, jika kali ini Alzio tidak melakukan kekerasan padanya.
Alzio melepas tubuh kecil yang terus bergerak itu, sampai Krystal pun membungkus tubuhnya tanpa pakaian itu dengan selimut. membiarkan tubuh Alzio terlihat, bahkan pria itu tidak merasa malu tanpa selimut tetap telentang disana. Krystal memunggungi tubuh di sampingnya, ia sangat malas melihat Alzio yang ia benci itu.
"sifatmu sekarang berbeda dengan sifatmu semalam. " ucap Alzio, tubuh Krystal menegang mendengar itu tapi tidak bicara sama sekali. Alzio sedikit tersenyum, ia tidak kesal dengan sifat keras kepala Krystal. ia pun berjalan kearah kamar mandi, berniat menyegarkan tubuhnya karena akan melakukan pekerjaannya. setelah beberapa menit pria itu keluar dengan handuk melilit pinggangnya, ia menatap Krystal yang kembali tidur dengan posisi yang sama seperti semula. Alzio mendekat kearah tubuh itu, menyalakan lampu kamar itu agar terlihat terang. "bangunlah, kau harus menyegarkan dirimu. " ucap Alzio, Krystal hanya bergerak mengganti posisi tidurnya.
"hm.. biarkan aku tidur... " gumamnya masih didalam alam mimpi, Alzio gemas dengan itu dan semakin mendekatkan tubuhnya pada Krystal.
"jika tidak bangun, aku akan melakukan hal yang semalam kita lakukan sekarang. " bisik Alzio mengancam, seketika mata indah gadis itu membulat dan melihat kearah Alzio. langsung mundur dengan jauh, membuat posisinya untuk berdiri agar menjauh dari Alzio. belum sampai menuju kamar mandi, kakinya terlilit selimut tebal yang membungkus tubuhnya. untung saja tangan kuat Alzio menopang tubuh itu, sehingga tubuh Krystal tidak sampai ke lantai. "apa kau tidak bisa berjalan dengan benar! " kerusakan Alzio, gerakannya cepat langsung menggendong tubuh Krystal. selimutnya terlepas hingga kini wanita itu tanpa pakaian dalam gendongan Alzio, Krystal menutup tubuhnya dengan kedua tangannya karena merasa malu.
"maaf... kakiku kebas... " ucap Krystal dengan malu malu, Alzio membawa gadis itu masuk kedalam kamar mandi. tidak seperti semalam yang mandi bersama, kini Alzio membiarkan wanita itu mandi sendiri dan tidak ingin menganggu wanita itu terus.
setelah Krystal keluar dari kamar mandi, dirinya sudah fresh dengan pakaian ganti yang terlihat cantik. ia kembali merenung saat merasa sendirian dikamar itu, mau bagaimana lagi dirinya tidak ingin melawan ucapan Alzio karena takut keluarganya akan dilukai oleh pria itu. saat berdiri di jendela itu, pintu kamar terbuka menampilkan Alzio yang datang dengan senampan makanan sarapan pagi. Alzio duduk disofa, Krystal langsung berjalan kearah pria itu karena makanan membuatnya tertarik.
__ADS_1
"perusahaan ayahmu cukup berkembang, aku ingin memberitahumu kalau dia mungkin butuh waktu melunasi hutangnya." ucap Alzio, senyum berkembang dibibir wanita itu. masih seperti biasa, ia duduk dekat meja dengan memegang sendok ditangannya.
"semoga daddy segera melunasi hutangnya, agar aku bisa keluar dari sini dan kembali seperti kehidupanku. " ucap Krystal tanpa disangka keluar dari mulutnya, hal itu tidak disukai Alzio. mood baik Alzio menjadi hilang, menatap tajam kearah Krystal kemudian menarik tengkuk wanita itu dengan kuat.
"semoga saja, dia bisa memberikan bunga yang sudah berkembang dua kali lipat setiap harinya. " tegas Alzio, Krystal mendengus kemudian membuang pandangannya kearah lain. entah kenapa Alzio merasa kesal, ia tidak rela jika pria tua itu melunasi hutang dan membawa Krystal pergi darinya. Alzio pergi dari kamar itu setelah menguncinya, meninggalkan Krystal yang sedang sarapan dengan tangis yang menetes di pipi nya.
...****************...
Darius dan Alzio siap berangkat bekerja seperti biasa, tapi pikirannya hanya di tempat lain. Alzio meminta Darius mengetahui identitas Krystal, ia ingin biodata lengkap gadis itu. setelah beberapa waktu Darius memberikan semua biodata gadis itu, Alzio membaca rinciannya tanpa terlewatkan. yang menjadi perhatian Alzio adalah hari kelahiran gadis itu, karena hari kelahiran yang akan terjadi besok itu membuatnya sedikit terkejut.
"besok dia ulang tahun, apa yang kau berikan padanya? " tanya Dasius duduk tanpa diminta, Alzio menoleh dan terdiam sejenak.
"tentu ada aku saja tahu apa keingannya, tanyakan itu padanya malam ini. " saut Darius kemudian pergi dari sana, Alzio menatap pria itu hingga menghilang dibalik pintu.
Krystal termenung didalam kamarnya, ia menatap langit gelap dari jendelanya. jika dirinya memiliki keberanian, gadis itu pasti sudah loncat dari jendela yang tinggi itu lalu melarikan diri. tapi resikonya sangat besar, orang tuanya menjadi sasaran Alzio jika dia nekat melakukan hal itu. ia ingat kurang beberapa menit lagi hari kelahirannya, dulu ia akan merayakan hal itu dengan sepupu dan juga orang tuanya. tapi kali ini sepi, ia bahkan terperangkap didalam kamarnya ditemani angin malam yang masuk dari jendela. Krystal menangis merasa sedih, bahkan suara hujan pun seakan menemani tangis wanita itu.
__ADS_1
"Krystal! " suara itu berasal dari luar pintu kamar, Krystal menghapus air matanya dan mendekat kearah pintu. suara itu milik Natalia, Krystal merasa senang hanya mendengar suara gadis itu. "apa kau benar ku, Krystal? " ucap Natalia lagi, Krystal mengetuk pintu untuk memberi tanda. karena suara dari dalam tidak bisa didengar dari luar, hanya suara luar yang terdengar dari dalam. "aku tahu kau bisa mendengarku, aku ingin mengatakan padamu. selamat ulang tahun sayangku Krystal, jangan bersedih kamu tidak sendirian ada aku disini. "
"aku merindukanmu Natalia, aku ingin keluar dari sini. " ucap Krystal tapi tidak bisa didengar oleh Natalia, ia hanya mengetuk pintu dari dalamdalam kamarnya.
"aku akan pergi sekarang, aku janji padamu akan mengeluarkan mu dari sana. aku akan memohon pada Alzio jika diperlukan, kamu jangan sedih oke? aku pergi dulu, jaga dirimu." setelah mengatakan itu tidak ada suara lagi, gadis itu pergi sebelum Alzio kembali. Krystal masih menangis, kemudian meringkuk diatas kasur besar untuk menutupi kesedihannya.
suasana sunyi terdengar jam dinding yang berdetak, bahkan Krystal sudah masuk ke alam mimpi nya beberapa jam yang lalu. Alzio datang dengan tubuh yang basah, pria itu masuk ke kamar gadis itu dan lagi lagi pria itu membawa botol minum ditangannya. memandang wajah tenang Krystal yang masih menjadi candunya, gadis itu seolah berhenti menangis dengan air mata yang masih tersisa dimata nya.
"apa menangis menjadi hobimu? " tanya Alzio, mata yang terpejam itu langsung membuat sempurna. merasakan tangan dingin Alzio, ia kembali dikejutkaan dengan Alzio yang berada disana dengan tampilan acak acakan. "apa aku mengganggu tidurmu? " tanya Alzio, Krystal pun memggelengkan kepala dan duduk dari tidurnya.
"ada... ada apa denganmu? " tanya Krystal, ia melihat Alzio yang tidak seperti biasanya.
"aku punya sesuatu untukmu, tunggu sebentar. " ucap pria itu kemudian berdiri, pria itu sudah setengah sadar bahkan dirinya berjalan dengan sempoyongan. Alzio kembali kearah Krystal, pria itu duduk di samping Krystal kemudian merogoh kantung jasnya. Krystal terkejut dengan itu, pria itu membawa kue tart kecil seukuran tangan pria itu. gerakan cepat pria itu menyalakan lilin kecil disana, sampai kamar itu pun terang akibat satu lilin itu.
"tuan... "
__ADS_1
"uusssttt... diam. aku punya uang banyak, tapi aku tidak bisa membelikanmu kue yang besar. bukan karena tidak bisa, tapi tidak ada toko yang buka dilarutkan malam. aku memaksa Darius mencari kue ini sampai ketemu, aku tidak peduli apapun yang terjadi. " jelas Alzio, pria yang sekarang itu kembali menjadi pria yang tidak sekejam biasanya. tatapan nya tedduh meskipun masih terlihat tajam, menatap wajah Krystal yang juga menatapnya dengan sendu. "selamat ulang tahun Krystal Margaret Winston. " ucapnya kemudian, Krystal meneteskan air matanya begitu saja. pria itu tiba tiba melakukan hal itu, tidak pernah ia duga sebelumnya. Alzio menggelengkan kepalanya, kemudian mengusap air mata pada pipi gadis itu.
"terima kasih. "