
Alzio terbangun dari tidurnya, ia melompat dari kasurnya karena merasa mimpi buruk. tapi keadaan kamarnya berantakan seperti kapal pecah, botol minuman berserakan disana. aroma minuman keras yang kuat tercium, Alzio menatap sekeliling kamarnya gelap kemudian melihat kalender yang berada diatas meja. melihat kalender itu memiliki satu tanggal yang dilingkari, benar saja tanggal itu bertuliskan 'pernikahan Krystal' . hatinya Alzio seakan diremas, hal itu bukan mimpi tapi kenyataan yang tidak ingin ia terima. masih hal yang tidak ia duga tetap terjadi, begitu cepat takdir mempermainkan hidupnya dan kini ia harus kehilangan wanitanya.
dimalam pertunangan Krystal pun ia berusaha tidak marah, ia berusaha tenang karena berpikir semua itu harus segera berakhir. tapi tentu tidak akan berakhir begitu saja, karena semua itu nyata tanpa bisa dipungkiri. Buliran bening berhasil menetes di pipinya, sekian kalinya air matanya menetes karena gadis yang sama. tidak terasa sudah satu minggu ia mengurung dirinya, tanpa makan dan minum yang biasa ia lakukan.
"kenapa aku sangat lemah Krystal, harusnya aku mencegah ini. tapi kenapa aku hanya diam, kenapa aku diam saja... " ucap Alzio, ia menagis tanpa didengar siapapun. jika seseorang pasti akan berusaha mendapatkan Krystal, dan Alzio bisa saja menculik Krystal dan membawanya seperti dulu. tapi entah hatinya lemah melihat orang tua gadis itu, bahkan dirinya melihat jelas bagaimana tangis Krystal saat sang ayah masuk rumah sakit dengan penyakitnya yang kambuh. hati kecil Alzio tidak ingin membuat luka siapapun, tidak ingin melukai seseorang yang ada di sekitar orang yang ia sayangi.
"sekarang bagaimana aku akan hidup, bagaimana Krystal... apakah aku bisa hidup tanpamu, tanpa melihatmu... " ucap Alzio lagi, tubuhnya sudah duduk di lantai dengan memang botol minuman. Alzio membuka tutup botol itu, dan meneguknya dengan sekali teguk. padahal rasa efek minuman itu sangat kuat, tapi Alzio mampu meneguk minuman itu hingga tandas satu botol.
Alzio keluar dengan tubuh sempoyongan, penampilannya sudah tidak terawat. hampir satu minggu tidak keluar kamar, ia menemui Natalia yang memasak di dapur. Alzio duduk di kursi dengan wajah sendu, Natalia terkejut melihat itu dan langsung berjalan cepat kearah Alzio.
"Alzio apa yang terjadi padamu, lepaskan ini.. " ucap Natalia, ia memberikan botol itu pada pelayan dan langsung dibawa pergi. Natalia memberikan air dengan telaten, Alzio pun menurut kemudian ambruk diatas meja makan. Natalia yang sudah merawat pria itu dulu, sekarang terjadi lagi pada pria itu. seakan putus asa yang terjadi pada Alzio, tidak ada keinginan hidup.
"hari ini hari apa, Krystal akan menikah ya? " tanya Alzio tegas, tubuhnya masih duduk dengan tegap meskipun setengah sadar. secara bersamaan para sahabatnya datang, Darius juga datang bersama dengan mereka. kelima pria itu seperti biasa duduk di meja makan, tapi mereka terkejut dengan penampilan Alzio yang kacau.
"ada apa dengamu hoi, kau seperti seorang gelandangan. apa kau teman kami, jawab siapa kau?" ucap Gavin, pria yang selalu mengusili Alzio. tidak ada sahutan, Alzio hanya memejamkan maya dengan menggengam erat gelas ditangannya.
"tidak sopan, dia memang bukan teman kita. dia anak gelandangan, sudahlah kami cari Alzio disini. " ucap Dion, Alzio me buka mata langsung menatap tajam kearah Gavin dan juga Dion.
"jika kalian berdua kesini tidak ada perlu, pergi dari rumah ini tidak usah menggangguku. kalian membuat moodku semakin buruk, jangan sampai aku kelewatan pada kalian! " tegas Alzio, mereka langsung terdiam dan menggelengkan kepalanya. mereka sudah tahu apa yang terjadi, dan mereka turut sedih tapi juga bahagia dengan acara Krystal.
__ADS_1
"ayo kita pergi bersama, hari ini pernikahan Krystal kita harus datang karena kami juga diundang! " ucap Dion, semua mengangguk kecuali Alzio yang terdiam. wajahnya kembali sendu, tidak menangis tapi terlihat jelas siapapun yang kenal Alzio akan melihat pria itu menahan tangis dengan kuat.
"aku tidak menyangka Krystal menikah bukan dengan, padahal kemarin aku dengar kalian bermalam dirumah baru. tapi tiga hari lalu aku mendapat undangan khusus, setelah kubaca nama calonnya Digo. difoto prewedding mereka terlihat bahagia, pasangan yang cocok dengan usia yang sebaya. " ucap Bryan dengan ponsel menscroll media sosial Krystal dan Digo, hal itu mendapat tatapan tajam dari semua orang. Bryan langsung terdiam, ia meletakkan ponsel nya dan memasang wajah tanpa dosa. Gavin berdecak kesal, ia pusing memiliki teman yang terlalu jujur dan frontal. padahal dihadapannnya terdapat singa, yang siap kapan saja akan menyerang apapun keadaanya.
"jika aku egois sekarang, banyak orang akan terluka. bukan hanya terluka tapi mati ditanganku, dan hal itu akan membuat Krystal membenciku. aku tidak ingin dia membenciku, meskipun dirinya bukan milikku setidaknya dia tidak membenciku! " ucap Alzio tiba tiba, memang benar keinginan menculik Krystal sangatlah besar tapi tidak ingin ia lakukan. kembali lagi pada Mr.Winston yang membencinya, tidak mungkin ia memaksa dan membuat pria itu sakit dengan penyakitnya.
"Alzio aku tahu kau mencintai Krystal, bahkan kau mencintainya lebih dari masa lalumu dulu. apa kau yakin siap melepasnya, kau akan kehilangan dia untuk selamanya hari ini. " ucap Gavin, Alzio meneguk minumannya yang sudah dibawakan pelayan. kemudian ia menatap Gavin, tentu tatapan itu sendu kemudian mengangguk kuat.
"baiklah, akan aku carikan gadis baik seperti Krystal untukmu!"
"tidak, jika tidak menikah dengan Krystal makan aku tidak akan menikah dengan siapapun. aku bisa hidup sendiri tanpa pasangan, kalian semua ada disini dan aku yakin kalian akan menemaniku hingga tua. " ucap Alzio lagi, semuanya langsung tersenyum dengan itu. persahabat yang dibuat tidak pernah berubah, segalak apapun Alzio tetap pria itu yang terbaik dari siapapun.
pesawat pribadi Alzio sampai di Meksiko, karena pernikahan Krystal dan Digo diadakan disana. Alzio yang tidak ingin pergi terpaksa harus pergi, mereka bersiap untuk pergi ke gedung acara pernikahan. Alzio merasa kakinya gemetar, ia tidak kuasa menginjak lantai gedung itu.
"Alzio masih ada kesempatan, pergilah kekamar rias culik Krystal! " ucap Gavin, Alzio tidak mendengar itu hanya berdecak kesal.
Tiba tiba perasaan Alzio tidak enak, kakinya berjalan kearah kursi tamu paling depan. Alzio duduk dengan tenang, berusaha bersikap tenang tidak menunjukkan rasa buruknya. padahal saat ini hatinya sedang gelap, matanya tidak tahan sangat panas ingin menangis yang masih ia tahan.
"para hadirin diharap tenang, pernikahan akan segera dilaksanakan. dimohon untuk para tamu undangan duduk ditempat kalian, pengantin akan memasuki aula.. "
__ADS_1
tiba tiba lampu aula sedikit meremang, lampu sorot menyorot arah pintu masuk aula. menampilkan seorang wanita dengan penutup kerudung pernikahan, sudah pasti gadis itu adalah Krystal yang menggandeng tangan ayahnya begitu erat. berjalan perlahan tapi pasti menuju altar pernikahan, disana sudah terdapat Digo yang menunggu kedatangan Krystal.
"aku berikan dia padamu, tolong jaga dia baik baik. " ucap Mr.Winston, Digo tersenyum dengan mengangguk. keduanya menghadap kearah depan, di hadapan mereka terdapat pendeta yang siap membacakan sumpah pernikahan mereka.
Alzio merasa hancur, benar benar hancur. dadanya terasa sangat sesak, ia bahkan menunduk untuk menutupi wajahnya yang akan menangis. tidak kuat mendengar janji suci pernikahan yang diucapkan, hilang sudah wanita yang dicintainya.
"kalian resmi menjadi suami istri." ucap pendeta, seiring tepuk tangan terdengar meriah. Alzio semakin tidak kuat merasakan itu, air matanya sudah bercucuran tanpa henti dengan memegang dadanya yang sesak.
Alzio berdiri dari duduk nya, ia tidak bisa berada disana lagi. tidak bisa merasakan kebahagiaan Krystal, bahkan dirinya terluka semakin dalam disana. tiba tiba saja lampu padam, Alzio yang akan pergi bingung mencari jalan karena gelap. lampu sorot menyorot seseorang, seorang wanita cantik yang menggunakan gaun pengantin.
"apa kau bahagia tuan Alzio? " suara Krystal terdengar jelas ditelinga Alzio, tapi pria itu diam tanpa melihat ke asal suara.
"tentu saja aku bahagia, aku melihatnya dengan mataku sendiri. kau sangat cantik, selamat atas pernikahanmu. " ucap Alzio, ia berusaha menormalkan suaranya yang serak.
"kata siapa kau melihatnya, aku melihatmu sedari tadi menunduk tanpa henti. apa kau menangis, apa kau sedang sedih? " ucapnya lagi, Alzio menghela nafas kasar tanpa menyahut. "apa kau tidak ingin melihatku, aku sangat cantik sekarang untukmu. " ucap Krystal lagi, Alzio mengehla nafas menormalkan nafasnya kemudian berbalik. melihat Krystal yang berdiri di pintu masuk aula, disana ia berdiri dengan wajah cantik dan gaun pernikahan mewah.
"kau cantik."
"aku tahu, tapi kau tidak melihatku sama sekali." saut Krystal dengan cepat, kemudian tersenyum pada Alzio. "aku menerima lamaranmu Alzio, aku mau menikah denganmu. jawabannya Yes, dan itu tidak akan ku tarik kembali. " ucap Krystal tiba tiba, hal itu membuat Alzio terkejut bukan main. Alzio menoleh kearah semua orang, bahkan melihat Digo disebrang kursi tamu melambaikan tangan. Alzio menoleh kearah altar, dan melihat Robert berdiri disana dengan seorang wanita bergaun pernikahan mewah.
__ADS_1