Obsesi Cinta Mafia

Obsesi Cinta Mafia
Darius Overdosis.


__ADS_3

Natalia tidak keluar kamarnya selama seminggu, Natalia merasa malu pada Krystal karena telah berkata kasar. Krystal sendiri tidak mempermasalahkan, dirinya malah khawatir dengan Natalia yang tidak keluar kamar bahkan makanan pun tidak disentuh. Krystal memegang susu dua anaknya sekaligus dimeja makan, semenjak Natalia tidak keluar kamar dirinya hanya dibantu para pelayan mengurus bayi kembarnya.


"El,Ai ayo sayang habiskan susunya, Mommy lelah memegang botolnya. pelayan tolong ambilkan air ya. " ucap Krystal, bukan pelayan yang membawa air melainkan Natalia yang tiba tiba muncul. gadis itu langsung mengambil alih Azriel dan memegang botol susu nya, Krystal tersenyum dan meminum air yang ia minta.


"sepertinya dia sudah kenyang, jangan diberikan susu lagi. " ucap Natalia, Krystal mengangguk dan membawa Aire kedalam gendongannya. tidak berlangsung lama bayi berusia hampir tiga bulan itu tertidur, mereka ditidurkan di ranjang tidur dekat ruang keluarga disamping dapur.


"Natalia kamu baik baik saja kan, akhirnya kamu keluar juga. " ucap Krystal, Natalia langsung memeluk tubuh Krystal.


"maafkan aku, perkataanku menyinggung. "


"tidak, tidak ada yang tersinggung. aku ataupun Alzio, apalagi Alzio yang sudah mengenalmu lebih lama. pria itu tahu jika kau marah bagaimana, tolong jangan lakukan itu lagi. " saut Krystal, Natalia mengangguk dan tersenyum.


"iya, aku hanya kesal saja. "


"Darius tidak kembali kerumah, juga tidak ada dikantor. Alzio menelpon juga tidak diangkat, aku tidak tahu kemana pria itu. " ucap Krystal, belum saja mereka saling bicara. terdengar suara mobil datang, derap kaki juga terdengar. terlihat Alzio datang bersama Gavin, tidak lupa di belakangnya terdapat Darius yang tidak sadarkan diri digotong oleh Dion dan juga Bryan. mereka sedikit terkejut melihat Natalia, tapi tetap fokus naik tangga untuk mengantar Darius.


"Natalia hubungi Antonio, pria bodoh ini overdosis." ucap Alzio, Natalia terkejut dan langsung mnekan tombol panggilan pada Antonio.


"ada apa ini? " tanya Krystal, Alzio menghela nafas dan membuka jas yang ia pakai.


"dia minum dibar, ditambah obat penenang yang banyak. alhasil dia ambruk disana, ditolong oleh seorang wanita. " Krystal melirik kearah wanita yang dimaksud, wanita itu terlihat cantik dan juga polos.


"iya nona, aku melihat tuan itu banyak minum beberapa botol. aku datang kesana setiap hari karena bekerja paruh waktu, aku selalu melihatnya seminggu ini. jika tidak diberi obat dan juga minuman yang ia minta, pria itu mengamuk. sampai kemari malam dia ambruk disalah satu meja, aku membawanya kedalam ruang istirahat di bar itu. mencoba mencari nomor yang bisa dihubungi, maaf aku membuka ponselnya tanpa ijin menggunakan sidik jarinya. " jelas wanita itu, Krystal tersenyum dengan itu kemudian membawa wanita itu duduk.

__ADS_1


"Terima kasih sudah menemani saudara kami semalaman, namaku Krystal dan dia adalah suamimu Alzio yang kau hubungi. "


"iya, namaku Vanya. " sautnya, mereka mengobrol sebentar sampai Antonio datang. mereka semua berjalan menuju kamar Darius, meninggalkan Vanya disana . Vanya sendiri melihat bayi kembar itu, ia merasa gemas dan duduk semakin dekat untuk melihat. "lucu sekali kalian, menggemaskan."


Antonio memeriksa tubung Darius, wajahnya sangat pucat dengan tidak sadar. Antonio sedikit mendelik, kemudian menggelengkan kepalanya.


"apa dia ingin tewas? " tanya Antonio, semua orang disana saling mengangguk bersamaan. "kenapa tidak lompat saja dari atas gedung, mengkonsumsi obat penenang dan obat tidur sekaligus, ditambah minum wine setiap hari. dia ingin tewas dengan rasa sakit, sangat membuang waktu. "


"dia memang sudah gila, kalau bisa aku akan mengirim nya ke rumah sakit jiwa besok. " saut Alzio, Krystal menyenggol tangan Alzio . terlihat Darius membuka mata, ia merasa pusing dengan mata yang tidak terbuka sempurna.


"cari apa, minum atau obat tidur? " tanya Gavin, Darius melihat Alzio, Krystal dan juga yang lainnya termasuk Antonio.


"kenapa kau disini?" tanya Darius, Antonio merobek resep obat dan diberikan kepada Natalia yang ada disana.


"Terima kasih sudah datang. " ucap Alzio, Antonio mengangguk dengan senyuman.


"Natalia mau beli obat kan, ayo denganku. aku sudah free hari ini, ikut aku memilih hadiah untuk sikembar karena malam ini aku akan mengunjungi sikembar. " ucap Antonio, Natalia mengangguk dengan itu. keduanya pergi dari sana tanpa mengatakan hal lain, kejadian itu membuat semua orang melihat kearah Antonio dan juga melihat kearah Darius secara bergantian.


"sepertinya pak dokter akan bergerak cepat." ucap Krystal, semua orang mengangguk dengan itu. Darius menghela nafas kasar, ia sangat melas mendegar itu.


"biarkan aku tewas saja. " ucapnya lemah, semua orang disana tertawa. sungguh sangat lucu menggoda Darius, mereka berharap pria itu dan Natalia bisa bersama. perjuangan Darius tidak main main, dan akan memperjuangkan Natalia hingga akhir.


...****************...

__ADS_1


setelah membeli obat dan kado secara bersamaan, Natalia dan Antonio kembali ke rumah besar Alzio. keduanya melihat kepergian wanita sebelumnya bernama Vanya dengan mobil Gavin, Antonio membawa kadonya kearah si kembar, ia melihat dua bayi kembar itu tidak sedang tidur. tangannya terulur kearah bayi Airella, sedetik kemudian mendapat geplakan tangan dari Alzio.


"mau apa kau dengan putriku? " tanya Alzio, dia langsung membawa bayi Airella dalam gendongannya.


"kasar sekali, aku ingin menggendong baby Ai yang cantik itu." Alzio malah menjauhkan putrinya pergi, membuat Antonio kesal kemudian melihat kearah bayi Azriel.


"sudah jangan kesal, ini ada baby El yang gak kalah menggemaskan. " ucap Krystal, Antonio langsung menggedong bayi Azriel.


"dia galak sekali jadi bapak bapak, jangan sampai anaknya galak juga. "


"dia sangat posesif pada baby Ai, katanya tidak ada yang boleh menyentuh bayi perempuan nya." saut Krystal tertawa, Antonio menggelengkan kepalanya dengan tersenyum.


"tapi kalau aku punya anak perempuan, mungkin juga seperti itu."


"anak darimana, menikah saja kau belum. " saut Alzio, Antonio kesal dengan itu karena memang dirinya belum menikah. matanya melirik kearah Natalia, memasang senyuman dan mendekat kearah Natalia.


"sebentar lagi juga menikah, Natalia berikan aku tiga bayi perempuan ya.. " celetuk Antonio, hal itu membuat semua orang disana terkejut. Alzio berjalan kearah Antonio dan menendang pelan bokong pria itu, Antonio menoleh kearah Alzio dengan kesal.


"jangan bercanda, itu tidak lucu. " saut Alzio, Antonio pun hanya mengejek kemudian fokus pada bayi Azriel yang ia gendong. Natalia sendiri pun tidak memperdulikan hal itu, ia pun berjalan menuju kamar Darius untuk memberikan obat. setelah kepergian Natalia Alzio menatap Antonio lagi, ia tahu dokter bujangan satu itu sedang bercanda dengan perkataannya. "hei dokter bujang, jangan bicara sembarangan lagi dengan gadis itu. kau tahu Darius menjadi gila seperti itu karena gadis itu, jika kau menggoda gadis itu terus Darius akan menembak kepalamu itu! "


"apa, kenapa, apa aku ketinggalan berita?" tanya Antonio tanpa dosa, Gavin yang duduk bermain game online menoleh dan merasa sedikit kesal dengan teman bodohnya.


"memang kau itu sejak dulu terlalu banyak belajar jadi agak kelainan, Darius menyatakan cinta pada Natalia seminggu yang lalu. karena itu pria bodoh itu menjadi gila dan overdosis, kau malah menggoda Natalia seperti itu." jelas Gavin, terlihat jelas rasa terkejut di raut wajah Antonio.

__ADS_1


"masalah Darius kenapa disangkutkan dengan banyak belajar ku, dan kau enak saja mengataiku kelainan. jika kau terluka, aku yang akan datang mengobati kalian semua. " semua orang tertawa disana, memang Antonio adalah orang yang cerdas saat serius namun juga bodoh jika tidak dalam keadaan serius.


__ADS_2