Obsesi Cinta Mafia

Obsesi Cinta Mafia
Kemarahan Natalia.


__ADS_3

seperti biasa Natalia melihat seluruh rumah itu, setelah pesta kecil itu berlangsung semua orang tidur dikamar tamu masing masing. Natalia melihat semua pintu dan jendela, ia sadar Darius belum kembali. ia terakhir melihat Darius beberapa saat lalu, tapi kini tidak melihatnya lagi. Natalia dengan sabar menunggu, satu jam dua jam tidak kunjung datang, hampir tiga jam tiba tiba mobil Darius datang dan Natalia melihat Darius turun dari mobil. terkejutnya pria itu sedang memegang botol minuman, berjalan dengan sempoyongan.


"Natalia... kenapa... kau... belum tidur... ini sudah larut... " ucap Darius yang terbata, pria itu meneguk minumannya lagi.


"berapa botol yang kau habiskan, berikan ini. " ucap Natalia, ia menyerahkan botol itu pada salah satu pelayan. membopong tubuh Darius yang sempoyongan, pria itu bahkan berbicara ngelantur.


"hanya tiga, eh tidak empat mungkin. aku sangat pusing, dan perutku lapar... " ucapnya, Natalia tidak memperdulikan pria itu dan membawa pria itu kedalam kamar untuk istirahat.


"kau akan makan besok, Alzio mencarimu dari tadi kau malah pergi minum diluar. jika Alzio tahu, dia akan membunuhmu. sekarang istirahatlah, aku akan membangunkannu besok. " ucap Natalia, ia pun beranjak pergi tapi Darius langsung bangkit dan berlari kearah Natalia. dipeluk nya gadis itu dari belakang, Darius menghirup wangi khas Natalia.


"kenapa kau pergi, temani aku... aku sangat sedih... " ucapnya dengan menggigit leher Natalia, membuat gadis itu terkejut, langsung berbalik dan melihat kondisi Darius. "aku ingin seperti yang lain... bercerita tentang kekasih mereka, tapi aku tidak memilikinya... " Natalia diam mendengar semua itu, sampai Darius menatapnya dan memegang kedua pipinya. "kenapa tidak kau saja... yang jadi kekasihku, menikah dengan ku, dan memiliki anak lucu seperti anak Alzio dan Krystal... "


"Darius jangan ngelantur, pergi tidur. " ucap Natalia, Darius menarik gadis itu hingga mendekat kearahnya. didudukannya Natalia diatas sofa, menatap Natalia dengan tatapan penuh ketulusan.


"kenapa hanya aku yang mencintaimu, kenapa hanya aku yang berharap menjadi milikku, kenapa hanya aku yang memiliki sejuta perasaan padamu, kenapa kau tidak melihat itu, melihat betapa aku mencintaimu... " ucapnya, Natalia terkejut dan menatap Darius tidak percaya. tidak ada hal yang serius jika mereka bicara tapi, kali ini Darius mengatakan hal yang mengejutkannya. "aku sangat marah, saat Alvion melukaimu. dulu kalian memiliki hubungan, itu sangat membuatku terluka. " Darius berucap dengan menyenderkan kepalanya pada paha Natalia, memang benar yang dikatakan pria itu. dirinya memiliki hubungan dengan Alvion, jauh saat mereka sekolah dan belum menjadi musuh Alzio.


"lupakan ini Darius, aku tidak ingin bersama siapapun.. "

__ADS_1


"sekalipun diriku? " saut Darius dengan cepat, Natalia menatap pria itu. banyak kebaikan yang Darius berikan, tidak mengenal waktu dan tempat pria itu akan selalu menolongnya. belum Natalia menjawab Darius ambruk ditubuh Natalia, gadis itu membawa Darius untuk tidur dikasur dan berlalu pergi.


Natalia memang dikenal sebagai gadis pendiam, gadis itu tahu semua sifat seseorang dengan diamnya. tak jarang orang mengenalnya memiliki sifat angkuh, karena tidak sembarang orang mengajaknya bicara. itu pun karena bergaul dengan seorang Alzio, mulai dari mereka sekolah hingga masuk universitas dan saat dewasa Alzio memiliki pekerjaan berbahaya. tidak sekalipun seorang pria ingin dekat dengannya, mereka akan mundur ketika di elakang gadis itu terdapat Alzio ataupun Darius.


keesokan harinya hari berjalan normal, Darius bangun dari tidurnya. kepalanya berat karena efek minuman yang sebelumnya ia konsumsi, kemudian berjalan turun melihat seisi rumah itu. ia melihat Natalia yang menggendong sikembar Airella ditangannya, ia mengingat apa yang terjadi sebelumnya dan dirinya merasa sedikit terkejut. Natalia merasakan kehadiran seseorang, ia menoleh dan melihat Darius.


"diatas meja ada sup, makanlah sup itu untuk menghilangkan rasa aneh pada tubuhmu. " saut Natalia, Darius mengangguk masih menatap Natalia dengan beribu pertanyaan.


"apa aku mengatakan hal aneh kemarin, sepertinya aku minum berlebihan. "


"tidak ada, kau datang larut malam dan pelayanan mengantarmu pulang." sautnya, Natalia sibuk menimang bayi perempuan mungil itu.


beberapa saat kemudian mereka berkumpul di meja makan, Alzio dan Krystal juga datang untuk sarapan pagi bersama. Krystal mengambil alih putra kecilnya, sedangkan Alzio menggendong putri yang menjadi kesayangannya. mereka semua makan dengan tenang, dengan gaya elegan masing masing. Darius menatap Natalia yang duduk dihadapannya, gadis itu seperti tidak terjadi apapun padahal Darius ingat apa yang terjadi semalam.


"kau melihatnya terus, kenapa? " tanya Bryan, Darius menggelengkan kepalanya.


"Natalia kenapa menggerai rambut, apa kau tidak merasa panas? " ucap Krystal, Natalia tersenyum dan menggelengkan kepalanya. ia sengaja menggerai rambut itu, karena gigitan Darius di lehernya berbekas dalam waktu semalam.

__ADS_1


"Alzio aku ingin menikah!" ucap Darius tiba tiba, semua orang terdiam menatap Darius. mereka melihat pria itu menatap Natalia, keduanya saling menatap kemudian melihat kearah Alzio. "aku akan menikahi Natalia! "


"apa kau sudah gila, sudah kukatakan kan aku tidak mau bersama siapapun! " saut Natalia, hal itu masih membuat semuanya diam. ingin bicara lagi, matanya melirik kearah Airella yang akan menangi. Natalia pun pergi dari sana, Darius menatap kesal kemudian melihat kearah Alzio.


"apa yang kau lihat, ingin menikah kan? kejar dia, katakan padanya. " saut Alzio, Darius pun berjalan cepat mengejar Natalia.


"sudah kuduga ada sesuatu dengan Darius , beberapa hari aku lihat Darius diam diam melirik Natalia tanpa henti. " ucap Krystal, Alzio mengiyakan hal itu.


Darius mengejar Natalia yang berjalan kearah kamarnya, ia malas sudah akan sarapan. tangan pria itu langsung menarik tangan Natalia, terlihat kemarahan dimata Natalia.


"kenapa kau merusak persahabatan kita karena perasaanmu itu, aku tahu kau hanya ingin bermain main. kau boleh saja bermain wanita dengan siapapun, tapi kau tidak bisa bermain wanita dengan ku. aku bukan wanita murahan, cari saja wanita lain diluar sana. " kesal Natalia, tangan Darius melepas tangan kecil itu.


"seperti itukah pikiranmu tentangku? "


"tentu saja, kau dan teman temanmu itu sama saja. melakukan hubungan intim dalam satu ruangan, memakai wanita lebih dari satu. seenggaknya kau juga pernah melakukan itu, dan menurutmu haruskan aku memilih orang sepertimu sebagai pasangan hidupku. Darius Krystal dulu hanya terjebak dengan Alzio hingga hanyut dan jatuh cinta, tapi aku tidak akan seperti Krystal. kau, Alzio, Krystal, dan yang lainnya adalah hubungan persahabatan tidak lebih. " ucap Natalia dengan kesal, tentu saja semua orang mendengar itu. Krystal bahkan nampak prihatin, semua orang terdiam. Natalia nampak menyesal dengan perkataannya, mungkin menyinggung semua orang tanpa sengaja.


"dari kecil, remaja, hingga dewasa kita semua bersama dalam bentuk suatu persahabatan. kau benar, seharusnya aku mencari wanita yang benar benar menginginkan aku. harusnya aku tidak merusak pertemanan kita, kau benar Natalia, kau benar. " ucap Darius, pria itu langsung melangkah pergi dari sana. berjalan cepat menuruni anak tangga, berjalan cepat menuju mobilnya dan terdengar suara mobil pergi.

__ADS_1


"kami akan mengikutinya. " ucap Gavin, yang lainnya pun pergi bersama untuk menyusul Darius. Alzio sendiri menggendong Airella yang tertidur, dan Krystal terdiam menggendong Azriel.


"jangan dipikirkan, Natalia hanya kesal. " ucap Alzio, Krystal mengangguk dengan itu. ia memikirkan perkataan Natalia tentang dirinya, mengatakan dirinya yang terjebak dan hanyut dalam jebakan Alzio.


__ADS_2