Obsesi Cinta Mafia

Obsesi Cinta Mafia
Season 2 - Nathan Louis.


__ADS_3

Nathan Louis Raymond, pria tampan berusia 26 tahun. Nathan adalah putra pertama pasangan Darius dan juga Natalia, pria itu sangat tampan meniru turunan Darius. usia Nathan masih terbilang muda, tapi dirinya telah dikenal dimaca negara. tapi bukan dengan nama Nathan, pria itu memiliki identitas lain yang dikenal sebagai Louis. Nathan menyembunyikan semua itu dari siapapun, termasuk keluarganya dan teman yang dianggap sebagai keluarganya.


dikenal sebagai nama Louis, Nathan memikirkan beberapa perusahaan ternama di negara lain. penghargaan selalu jatuh pada dirinya, pelelangan selalu ja menangkan musuh dengan siapapun pebisnis. Nathan menyamar sebagai orang biasa, dikenal sebagai Nathan dinegaranya. ia selalu mengikuti langkah Azriel, disamping itu karena banyak sekali perlindungan yang akan ia berikan pada Azriel meskipun itu tidak pernah dibutuhkan oleh seorang Azriel.


Nathan tidak pernah memiliki wanita dalam hidupnya, pria itu selalu hidup sendiri dan jarang ada wanita seorang menggodanya. Nathan dikenal dengan seorang paling pendiam, jika sudah diam jika diajak bicara oleh orang tidak dikenal dirinya akan terlihat garang. saat seperti itu adalah sifat Louis, pemarah, tidak pemaaf, arogan dan juga kejam, sebelas duabelas dengan Alzio dan Azriel. tapi satu orang yang membuatnya jatuh cinta untuk pertama kalinya, dirinya jatuh cinta kedalam pelukan seorang gadis buta. gadis yang tumbuh besar bersamanya.


wanita yang sempurna menurutnya, meskipun matanya buta tapi itu hal sempurna uang pernah Nathan dicintai untuk pertama kalinya. ia selalu menjadi pelindung Aurina, bahkan orang menyebut Nathan adalah seorang penjaga Aurina. Nathan terlalu takut untuk mengungkapkan perasaannya, ia hanya memilih diam dan melakukan rencana agar selalu dekat dengan gadis yang menjadi idamannya.


"kenapa perasaan ini tidak bisa hilang, kau sudah kuanggap adik sendiri tapi aku mencintaimu... " gumamnya, ya benar selama bertahun tahun cinta pertama Nathan adalah Aurina sendiri.


Nathan selalu pergi kemanapun bersama Aurina, ia bagaikan seorang bodyguard bagi Aurina. mengobrol, bermain, berpendapat, jalan jalan, semua ia lakukan bersama Aurina tanpa henti.


seperti sekarang hari semakin sore, Aurina keluar dengan Nathan yang ingin jalan jalan. dengan senang hati Nathan mengikuti keinginan Aurina, gadis itu berada di sebuah taman dan menginginkan untuk menikmati eskrim disana. Nathan merasa waspada, ia menyiapkan banyak penjagaan disekitar taman itu. ia tidak ingin mengambil resiko berbahaya, karena semua musuh Alzio dan Azriel tahu siapa Aurina bagi dua orang itu.


"Nathan apa eskrimnya mengotori wajahku?" tanya Aurina, Nathan melihat wajah gadis itu yang dinodai es krim di beberapa titik saja.


"akan aku bersihkan." ucap Nathan, Aurina mengangguk dengan itu. Nathan mengusap bibir gadis itu dengan lembut, tapi pikirannya malah mengarah kearah bibir Aurina. membayangkan sesuatu yang tidak mungkin terjadi, Nathan langsung menoleh kearah lain.


"Nathan kenapa tidak bisa makan eskrim, apa ada yang salah dengan es krim nya? " tanya Aurina, Nathan terkekeh kecil dengan itu.


"aku tidak suka manis, lagi pula lidahku tidak bisa merasakan rasa manis jadi makan saja.. " jelas Nathan, Aurina mengangguk paham dengan itu. ya itu lah yang selalu Nathan katakan saat ditawari makanan oleh Aurina, terlebih lagi makanan manis. Aurina sering kali makan yang berasa manis, seperti kue, permen, coklat terutama es krim. meskipun tidak ikut makan, Nathan selalu setia menemani Aurina memakan apapun yang diinginkannya.

__ADS_1


"apa lidahmu belum sembuh Nathan? " ucap Aurina, Nathan teridam memperhatikan wajah Aurina yang menunggu jawabannya.


"sepertinya begitu, aku tidak pernah makan manis lagi beberapa tahun lalu. " ucapnya tenang, Aurina kembali mengangguk.


"katakan padaku kapan kau punya pacar, kenalkan padaku."


"aku tidak ingin punya pacar, aku hanya ingin sukses dengan kerja kerasku. " Aurina tersenyum dengan itu.


"aku dengar Dahlia kemarin sedang kencan, apa kekasihnya tampan?"


"lumayan, dia teman kuliah gadis itu. "


"enak ya Dahlia, pergi kuliah banyak teman bahkan mempunyai kekasih. Dahlia juga sangat cantik, aku bisa tahu meskipun tidak melihatnya.. "


"aku tidak berpikir seseorang mencintai ku, karena cukup seseorang mau berteman denganku aku sudah bahagia. lagi pula siapa yang akan tertarik padaku, gadis buta sejak kecil ini hanya bisa menjadi beban seseorang saja. cukup aku menjadi beban keluarga, aku tidak ingin menjadi beban seseorang... " jelas Aurina, entah kenapa hatinya sakit mengatakan itu. tapi senyuman tetap ia pancarkan, Nathan merasa ibah saat Aurina dengan senyuman mengatakan hal yang pahit.


"bagaimana jika seseorang jatuh cinta padamu, menerima semua kekuranganmu ini? " Aurina kembali tersenyum, ia menoleh kearah Nathan meskipun bola matanya mengarah ke arah lain.


"aku tidak berharap semua itu, jadi aku tidak tahu." saut Aurina tenang, Nathan pun tersenyum dan tidak ingin meneruskan hal itu. saat Nathan menoleh kearah lain, ia merasa seseorang memperhatikannya. Nathan mencari siapa yang memperhatikan nya tapi tidak terlihat, ia melihat Aurina masih duduk tenang menikmati sejuknya udara sore hari itu.


"ayo kita pulang, hari sudah akan malam." ucap Nathan, Aurina meraba jam tangan yang ia pakai. jam tangan itu dibuat khusus untuknya, meskipun tidak bisa melihat gadis itu bisa merasakan pukul berapa dihari itu. Aurina membenarkan perkataan Nathan, hari memang akan malam karena jam nya menunjukkan pukul setengah enam sore. Aurina pun mengangguk, ia menggunakan tongkatnya untuk berjalan pelan. Nathan berjalan dibelakangnya, hatinya masih merasa seseorang seperti memperhatikannya.

__ADS_1


"Nathan pergilah ambil mobil, aku akan menunggu disini. " ucap Aurina, Nathan melirik anak buahnya dan meminta untuk mengawasi Aurina. dengan cepat Nathan berlari kearah parkiran, ia mengambil mobilnya yang ia kendarai sendiri sebelumnya.


Aurina menunggu dengan tenang, sampai tiba tiba ia merasa kehadiran seseorang. Aurina merasa itu orang asing, karena bau orang itu tidak seperti bau yang ia kenal. Aurina mundur satu langkah, dan tangannya dicengkram kuat oleh seseorang.


"siapa? "


"jadi kau dari keluarga Gilbert, ikutlah kami. " ucapnya kasar, Aurina terkejut dan berusaha untuk lari.


"lepaskan, tolong. " teriakan itu tidak dapat didengar siapapun, tempatnya sudah direncanakan agar tidak ada seseorang yang datang, bahkan penjaga yang menjaga Aurina pun telah di musnakan oleh orang tidak dikenal itu. mobil hitam datang, membawa Aurina pergi dari sana dengan tongkatnya yang tertinggal.


Nathan kembali setelah beberapa menit kepergian mobil yang membawa Aurina, Nathan melihat penjaganya yang gugur dan melihat tingkat Aurina tergeletak. di tingkat itu terdapat alarm dan GPS, kini tongkatnya tidak terbawa dan entah kemana Aurina. Nathan sudah merencanakan hal itu, karena sedari awal dirinya sudah merasa kalau ada yang tidak beres.


"Aurina.. kuharap kau menekan jam tangan mu... " ucap Nathan, karena dijam tangan itu terdapat GPS yang akan melacak diri Aurina.


Aurina sendiri diturunkan ditempat yang tidak dikenal, ia menoleh kanan kirinya dengan bingung. mencari suatu benda yang bisa dikenali, terutama sebuah pintu untuk dia lari.


"tolong, kalian siapa... " teriak Aurina, matanya tidak bisa melihat siapapun disana hanya meraba benda yang ada disana.


"cantik juga adik Azriel, sayangnya mata itu tidak berfungsi. " ucap seseorang, Aurina sudah di titik ketakutan. ia mendengar suara langkah kaki yang mendekat, sangat dekat kearahnya yang kakinya terus mundur untuk menghindar.


"jangan mendekat, kalian ini siapa aku tidak mengenali kalian.. " Aurina berusaha untuk lari, tapi orang itu semakin dekat. GPS yang ada dijam tangannya menyala, karena takut dirinya tidak tahu harus berbuat apa dan tanpa sengaja menekan tombol tersebut.

__ADS_1


Nathan tidak memberitahu siapapun dikeluarga Gilbert, ia akan mengatasinya sendiri karena ingin tahu siapa yang sudah merencanakan untuk membawa Aurina. beberapa menit kemudian Nathan sampai tempat Aurina, sebuah gedung tua yang tidak berpenghuni. Nathan bersembunyi dibalik sebuah tembok, ia melihat beberapa pria keluar dari gedung itu.


"ikat saja wanita itu, dia tidak akan kemana pun dalam keadaan buta. aku akan kirimkan sebuah video pada Azriel, kita lihat bagaimana reaksinya nanti.. " ucapnya, hal itu didengar oleh Nathan. dia tidak tahu bagaimana keadaan Aurina didalam, dan video apa yang dimaksudkan. beberapa menit kemudian sebuah video hadir digrub keluarga, tentu saja langsung dilihat oleh semua orang. pengirim video itu Azriel sendiri, terlihat kemarahan dari pria itu karena sang adik telah diculik dan juga diberikan kekerasan.


__ADS_2