
cahaya matahari menembus sebuah jendela disatu kamar mewah, disana terdapat dua manusia yang tidur dengan nyenyak saling memeluk penuh kehangatan. suara burung berkicau terdengar, tapi tidak membuat keduanya membuka mata. Krystal tidur nyenyak didalam pelukan Alzio, tapi tubuh nya bergerak karena merasa cahaya matahari mengangguk wajahnya.
Krystal membuka mata terlebih dahulu, ia menatap Alzio yang tidur dengan nyenyak. suara dengkuran halus terdengar ditelinga Krystal, bahkan Krystal membuat mulut Alzio yang terbuka sedikit untuk tertutup. Krystal sedikit tersenyum melihat wajah Alzio, wajah yang selalu tampan menurutnya. Krystal mencium pipi Alzio, bahkan mengecup bibir tipis Alzio berulang kali.
"percuma saja usahaku dulu, aku berusaha membencimu selama setahun, tapi kau menghilangkannya dalam waktu sehari. saat melihatmu dirumah sakit, aku sudah sadar kalau aku mencintaimu tapi aku masih ingin membencimu. tapi kenapa kau selalu mengatakan cinta, kau tidak bosan mengatakan cinta. " gumam Krystal sendiri, ia terdiam saat melihat ada pergerakan pada tubuh Alzio. matanya langsung terpejam, ia berpura pura untuk tidur agar Alzio tidak bertanya banyak.
"jangan coba coba tidur, aku sudah mendengar semuanya." ucap Alzio tajam, tapi terdengar sangat lembut ditelinga Krystal. gadis itu membuka matanya, mata indah bulat berwarna biru itu terbuka menatap mata tajam yang lembut milik Alzio. "kenapa kau harus membenciku, jika mencintaiku saja membuatmu bahagia."
"daddy ku membencimu, dia selalu mengingat bagaimana kau menyakitiku dulu.. " ucap Krystal, Alzio menghela nafas karena benar menurutnya. orang tua mana yang tidak marah jika anaknya seperti Krystal, tapi Alzio akan membuat orang tua Krystal yakin akan dirinya.
"aku akan meyakinkan orang tuamu, kalau aku pantas untuk menjadi milikmu." ucap Alzio, Krystal tersenyum kemudian mengangguk dengan cepat. mereka saling memeluk, kemudian Krystal mendorong tubuh Alzio menjauh.
"pergilah mandi, aku harus bekerja siang ini. kau juga harus pergi kan, maka cepat harus bersiap." Alzio langsung berdiri, pria itu tanpa menggunakan pakaian hanya sebuah celana pendek yang ia pakai sesudah kegiatan panas mereka. Krystal menutup tubuhnya dengan selimut tebal, Alzio tersenyum dan melambaikan tangan. Krystal merasa lucu dengan itu, ia melambaikan tangannya. tapi sedetik kemudian ia terkejut, melihat jarinya yang terdapat benda asing, Alzio tersenyum dengan itu.
"kenapa? " tanya Alzio, Krystal duduk dari tidurnya. ia tidak peduli dengan tubuhnya yang tanpa pakaian, hanya menggunakan pakaian dalam berwarna hitam.
"apa ini, kapan kau memasang cincin ini? " tanya Krystal terkejut, karena dijari manisnya terdapat sebuah cincin berlian. Alzio tersenyum dengan itu, ia duduk dikasur dan mencium tangan Krystal yang membuat gadis itu heran.
__ADS_1
"kau menerima diriku semalam, jadi kau menerima lamaranku. Krystal mau kah kau menjadi istriku, aku ingin merubah hidupku dan hidup bahagia bersamamu selamanya. menikah dan memiliki banyak anak denganmu, adalah impian utamaku sekarang. " ucap Alzio dengan tegas, Krystal yang mendengar itu meneteskan air matanya. "kenapa kau terus menangis, apa kau tidak lelah kemarin? " ucap Alzio lagi mengusap air mata itu, Krystal terstawa kecil kemudian mengecup pipi Alzio dengan manja.
"ini tangis kebahagiaan, aku menerima lamaran ini. aku mau hidup bersama dirimu, aku mau menjadi istrimu dan menjadi ibu dari anak anakmu. " ucap Krystal senang, Alzio merasa sangat bahagia mendengar itu. ia memeluk Krystal dengan erat, bibirnya terus mengucapkan Terima kasih tanpa henti.
"karena sudah begini ayo kita mandi bersama, biar cepat selesai dan kita bekerja. " ucap Alzio menggendong tubuh Krystal tanpa menunggu pendapat Krystal, dan itu berhasil membuat Krystal menatapnya dengan tajam. "tenang saja hanya mandi, tidak akan ada yang lain. tapi jika kau mau, maka itu akan terjadi. " ucap Alzio berbisik, ia menggigit telainga Krystal yang membuat gadis itu kesal dan kegelian.
mereka pun melakukan ritual mandi, benar perkataan Alzio mereka hanya mandi dan tidak melakukan yang 'iya iya' . beberapa saat kemudian mereka sudah segar dengan piyama mandi, Alzio mendudukan Krystal dan mengeringkan rambut gadis itu. setelah Alzio mengganti pakaian dan juga Krystal dengan pakaian yang nyaman, keduanya turun untuk melakukan sarapan pagi. diruang makan sudah siap sarapan untuk keduanya, sudah seperti seorang pengantin baru yang sangat serasi.
"kau ingin kemana hari ini? " tanya Alzio lembut, Krystal nampak berpikir kemudian tersenyum.
"aku akan melakukan misi lusa, jadi mungkin aku tidak bisa menemui selama seminggu. " Krystal terkejut dengan itu, ia meletakkan sendok yang ia gunakan untuk makan.
"misi apa, bukankah kemarin kau berjanji padaku tidak akan melakukan itu lagi... " kesal Krystal, gadis itu langsung mendorong piringnya yang sudah tidak ingin ia makan. Alzio menghela nafasnya, ia menarik kursi Krystal mendekat kearahnya.
"aku memang berjanji tidak akan melakukan itu, tapi itu pekerjaanku dan aku harus mengerjakannya. jika tidak kulakukan, aku akan mengalami kerugian besar. " saut Alzio mengecup bibir Krystal, tapi gadis itu masih kesal kemudian dibawa Alzio kedalam pelukannya. "tolong mnegertilah, itu tidak akan membahayakan aku." ucap Alzio lagi, Krystal pun hanya diam dan mengeratkan pelukan itu.
...****************...
__ADS_1
dua manusia itu seakan dunia milik mereka, menghabiskan waktu dengan membuang uang. Alzio menuruti Krystal untuk kemanapun yang diinginkan gadis itu, bahkan sampai lupa waktu untuk kembali kerumah. tapi tidak masalah bagi Alzio, ia siap menghabiskan seluruh uangnya hartanya untuk gadis yang dicintainya.
sampai sudah malam Alzio mengantar gadis itu mau tidak mau, ada perasaan tidak rela saat melepas Krystal untuk pulang. mereka berhenti didepan rumah Krystal, gadis itu enggan untuk turun dari mobil Alzio. gadis itu malah merangkul lengan kekar Alzio, tanpa ada rasa ingin melepaskannya.
"apa kita pergi lagi ke rumah baru?" ucap Alzio, Krystal menggelengkan kepalanya dan memukul lengan Alzio pelan.
"daddyku akan sangat marah nanti. " saut Krystal, akhirnya gadis itu akhirnya turun dari mobil. hal itu diikuti Alzio, bahkan disamping mobil itu Krystal memberikan kecupan pada bibir Alzio dengan gemas. "pergilah, sebelum daddyku datang. " saut Krystal mendorong tubuh Alzio, pria itu pun mengangguk kemudian mencium dahi Krystal dengan lembut.
"aku pergi, besok aku akan datang lagi. " ucap Alzio, Krystal mengangguk dengan itu. mobil Alzio pergi setelahnya, beberapa pelayan merapikan barang belanjaan Krystal dan membawanya masuk kedalam rumah. secara bersamaan sebuah mobil datang, mobil itu milik sang ayah tapi anehnya tiga mobil datang dengan bersamaan.
mobil pertama berhenti dengan menurunkan sang ayah dan juga ibunya, mobil kedua seseorang turun dari sana dan dua orang seusia orang tuanya. mobil terkahir lebih mewah, seseorang turun dari mobil itu dan Krystal sedikit menganga melihat siapa yang datang.
"sayang apa ada seseorang yang datang, Mommy melihat mobil seseorang keluar gerbang tadi. " ucap ibunya, Krystal tersenyum dengan itu dan tidak mungkin jika ia mengatakan mobil itu milik Alzio.
"iya itu temanku, oh iya bagaimana perjalanan bisnis kalian apakah lancar? " ucapnya, dua orang tuanya mengangguk untuk mengiyakan itu.
"sayang kenalin ini teman daddy, tuan dan nyonya Smith. dan itu putra mereka, Digo Smith. rencananya mereka akan tinggal disini untuk beberapa waktu, dan perkenalkan dia ini adalah putri tinggal ku yang cantik. "
__ADS_1