Obsesi Cinta Mafia

Obsesi Cinta Mafia
Akhir Season 1.


__ADS_3

setelah acara pernikahan Darius dan Natalia mereka dikaruniai anak laki laki yang tampan, anak pertama mereka yang diberikan nama Nathan Louis Raymond yang memiliki nama panjang milik Darius Raymond, anak itu sangat tampan sangat mirip dengan Darius. anak itu berusia dua tahun, dan Natalia sedang mengandung anak kedua yang diprediksi akan lahir tidak lama lagi.


bukan hanya kebahagiaan Natalia, Krystal dan Alzio juga diberikan kebahagian dengan dikaruniai anak perempuan setelah sikembar berusia hampir empat tahun. Krystal melahirkan anak perempuan yang menggemaskan, wajahnya sangat mirip dengan dirinya. senyuman di bibir Alzio tidak pudar, senyum terus terlihat ketika menimang bayi perempuannya lahir.


"namanya ciapa?" ucap seorang anak kecil menggemaskan, siapa lagi kalau bukan bayi Ai yang kini menjadi anak menggemaskan berusia empat tahun.


"aku aman membelikan nama... " teriak El yang tidak mau kalah, mereka meminta Alzio untuk merendahkan tubuh agar keduanya bisa melihat adik mereka.


"coba sebutkan namanya yang Daddy kasih tahu kemarin. " ucap Krystal, Ai dan El sing mengangguk.


"Aurina Zoey Gilbert... benar kan Daddy. " ucap kedua kembar itu menyebutkan nama sangat adik, Alzio dan Krystal tersenyum dengan itu.


mereka bahagia dengan itu, saudara kembar itu kegirangan mendapatkan adik baru. mereka tidak sabar untuk bermain bersama, Krystal dan Alzio merasa senang dengan keluarga kecil mereka yang disusun sangat sederhana itu.


...****************...


tidak terasa waktu berlalu begitu cepat, usia dini pun segera menjadi usia anak anak dan segera menyusul ke usia remaja. rumah besar itu sebelumnya dipenuhi nuansa gelap, kehadiran anak anak membuat rumah itu cerah dan juga ramai dengan suara riuh mereka. kini sikembar sudah berusia delapan tahun, disusul sang adik bungsu yang berusia empat tahun. bukan hanya anak dari Krystal dan Alzio saja, dirumah utama itu juga terdapat kedua anak Darius dan juga Natalia. Nathan putra pertama Natalia berusia enam tahun, dan putri kecilnya berusia kurang lebih empat tahun.


Krystal menjadi seorang ibu dari tiga orang anak, kini sifatnya sudah tidak seperti dulu. begitu juga Natalia, ia memilih tetap berada dirumah itu agar menua bersama Krystal dan juga yang lainnya. mereka berdua layaknya seorang ibu pada umumnya, dengan tenang menikmati teh disiang hari dengan televisi yang menyala menampilkan film kesukaan keduanya. tapi ketenangan itu tidak berlangsung lama, ketika mendengar suara derap kaki kecil berlari secara bersautan.


"Mommy!" teriak suara itu memekik telinga Krystal, tentu saja dirinya sangat hafal suara siapa itu. suara Airella yang begitu melengking, gadis itu berlari kearah Krystal dan memeluk nya dengan girang.


"pelan pelan, Mommy sedang memakai kacamata." ucap Krystal, Airella malah terkekeh kecil. bukan hanya Airella yang datang, Azriel juga berjalan santai dibelakang gadis itu hingga mengarah padanya. memberikan kecupan dipipi Krystal seperti biasa, kemudian terlihat Alzio yang menggendong tubuh kecil putri bungsunya.


"waktu itu sangat cepat ya, padahal waktu itu mereka masih bayi sekarang sudah mulai besar. " ucap Natalia, Krystal terkekeh kecil dengan itu.


"kami akan bermain diluar, uncle Darius akan mengajak kami semua main. apakah dapat ijin? " ucap Airella, Krystal menoleh kearah Alzio dan memberikan isyarat.


"apa sudah tanya papa?" tanya Krystal, Airella menggelengkan kepalanya.


"ada syaratnya... " ucap Alzio, Airella langsung menoleh secara bersamaan dengan Azriel. Alzio duduk disofa, ia meminta kedua anaknya saling mendekat. "selama diluar kalian harus saling menjaga satu sama lain, tidak ada yang boleh bertengkar dan saling melawan. jika salah akui kesalahan, jika benar buktikan kebenaran itu. dan satu lagi jangan menganggu seseorang yang lemah dari kalian, karena jika merasa kita kuat seharusnya kita membantu yang lemah bukan malah menganggu."


"siap Daddy!" saut kedua anak kembar itu, Alzio memegang pipinya. Airella mencium pipi Alzio dengan gemas, Azriel yang akan mencium itu hanya diam karena merasa malu.


"El ayo cium Daddy, kenapa diam saja. " ucap Airella, Azriel menoleh kearah sangat ayah dan juga kearah sang ibu. Azriel malah berlari kearah Krystal, dan mencium pipi Krystal dari pada mencium pipi Alzio karena merasa malu. semua orang tertawa disana, Airella mencium kedua pipi Alzio dengan senang hati.


"Daddy... apa Aulina boleh pelgi juga..." ucap balita kecil yang masih digendong Alzio, suara itu sangat menggemaskan ditelinga Alzio.


"Aurina mau apa disana? "

__ADS_1


"Aulina mau main juga, sama kakak... " ucap Aurina lagi, tiba tiba ia mencium pipi Alzio. menirukan gaya Airella yang mencium pipi Alzio tadi, dengan gemas Alzio mengigit pipi gembul gadis itu dengan candaan.


"semua boleh pergi, karena Daddy dapat ciuman banyak. " ucap Alzio, semua tergelak tawa karena merasa gemas sendiri.


pada sore hari terjadilah anak-anak itu berada di taman bersama Darius, Airella, Azriel, Aurina, Nathan dan juga Dahlia. mereka sedang menikmati es krim yang diberikan, dan tidak lupa disana terdapat pengawal yang sudah diperintahkan untuk menjaga kelima anak itu.


"esklimnya dinin... " ucap Aurina, Nathan yang berada di samping gadis itu tersenyum.


"makannya pelan pelan, nanti pasti gak dingin." saut Nathan, Aurina dengan lucu tersenyum.


"uncle Darius aku mau nambah, aku ingin coklat. " saut Airella, gadis itu berjalan menuju tempat eskrim. tubuhnya malah menyenggol sebuah meja, meja itu terdapat seorang anak usianya sedang makan es krim juga. seketika es krim nya terjatuh, Airella juga terkejut dengan itu. Airella menoleh ke kanan dan kiri, disana Darius sibuk bertemu dengan seseorang untuk sebuah pekerjaan.


"bagaimana sih, eskrim ku jadi jatuh. " ucapnya marah, Airella menunduk untuk meminta maaf.


"maafkan aku, aku akan ganti es krim nya." ucap Airella, bukannya padam anak gadis itu malah mendorong Airella dengan kasar.


"pergi sana, dasar penganggu aku tidak suka. " ucapnya pergi, Airella menahan kesal kemudian kembali keasal duduknya.


"dasar menyebabkan!" ucapnya, Azriel dan Nathan mendengar itu. mereka tidak tahu kenapa dengan gadis itu, padahal sebelumnya wajahnya sangat ceria akan pergi menambah es krim.


"ada apa, mana es krimmu? "


"cari tahu dari keluarga mana anak itu, dan laporkan pada Daddy dia sudah menganggu adikku." ucap Azriel, penjaga itu mengiyakan dan pergi melaksanakan perintah Azriel.


"mau cuci tangan, Aulina sudah selesai... " ucap Aurina, Dahlia mengikuti gaya Aurina dan Nathan pun membantu mereka. anak laki laki itu membawa dua adiknya kearah toilet, membersihkan tangan dan mulut yang belepotan akibat es krim.


"dengar ya jangan pergi, aku akan kembali setelah dari toilet. " ucap Nathan, Aurina dan Dahlia mengangguk mengerti dengan ucapan Nathan.


kalung yang dipakai Aurina terlepas, gadis kecil itu mengambil kalung nya. tapi orang lain lebih cepat, seorang gadis yang sama sebelumnya yang sudah menganggu Airella. gadis itu tahu kalau Aurina dan Dahlia bersama Airella sebelumnya.


"kakak cantik.. itu kalung Aulina belikan padaku, itu pembelian Daddy... " ucapnya dengan nada cadel, ia menadahkan tangan berharap kalungnya diberikan.


"ini punyaku, aku kan menemukannya disini bagaimana bisa ini punyamu. " saut nya, Aurina yang masih kecil hanya terdiam. bahkan kalungnya dibawa pergi begitu saja, Dahlia melepas tangan Aurina yang berjalan mengikuti kalungnya yang dibawa pergi.


"itu punya Aulina... kembalikan... kakak cantik kembalikan... "


"tidak mau, ini kan punyaku bukan punyamu. pergi sana, jauh jauh... " ucapnya mengejek, Aurina terus berlari mengikuti gadis nakal itu dengan menangis. tidak ada yang tahu, karena penjaga juga tidak ikut dengan mereka saat akan ke toilet. Nathan keluar dari toilet, tidak melihat kedua adik kecilnya. sampai ia hanya melihat Dahlia yang duduk disemak semak, Nathan menggeodng adiknya dan membersihkan noda ddipakaian gadis kecil itu.


"Aurina kemana? " tanya Nathan, Dahlia celingukan kemudian menunjuk satu arah. terlihat Aurina menaiki anak tangga yang didesain khusus ditaman itu, Aurina uang kecil menaikkan anak tangga dengan perlahan satu persatu.

__ADS_1


"belikan milik Aulina, itu kalung Aulina.... " ucap anak kecil itu sembari menangis, tetap diledek oleh gadis nakal itu.


"HEI ANAK NAKAL, BERANI KAMU MEMBUAT ADIKKU MENANGIS. " Ucap lantang Airella, ia sudah mendapat laporan dari Nathan. tentu Airella dan Azriel langsung bergegas, Nathan mengambil alih Aurina yang menangis tanpa henti.


"kalung Aulina diambil.... itu milik Aulina... " rengeknya terus, Azriel terlihat marah bukan hanya dirinya melainkan Airella juga terlihat marah. ia membawa sang adik dalam pelukannya, Nathan pun menggendong sang adik yang ikut menangis.


"KEMBALIKAN KALUNG ADIKKU! " teriak Airella, anak itu berjalan kearah gadis nakal yang membuat masalah. Azriel meminta penjaganya untuk mengepung, ia tidak akan membiarkan siapapun menolong gadis nakal itu dari tangan Airella. "aku berjanji pada Daddy tidak menganggu siapapun, tapi karena kau menganggu adikku maka akan kulupakan janji yang kubuat. " ucap Airella, dengan gerakan cepat tangannya menarik tubuh gadis nakal itu dan menarik kalung adiknya yang dipegang.


"kau sudah gila, kamu menyakitiku. " ucapnya, Airella memukul tangan gadis itu dengan keras, melintir tangannya agar gadis nakal itu kesakitan.


"ini balasannya, kau sudah berani menganggu adik dari Airella. kau harus minta maaf padanya, bagaimana? " ucap Airella, gadis itu kesakitan karena Airella menekuk tangannya dengan keras.


"iya lepaskan, aku mengakui salah. ini sakit sekali! " Airella langsung melepaskannya, Aurina masih menangis dalam pelukan Azriel.


"Aurina mau apa? " tanya Azriel, Aurina menunjuk kalung yang dibawa Airella. dengan keadaan marah Airella mendekat kearah Aurina, dipasangkan kalung itu pada leher sang adik. Aurina langsung tersenyum, semuanya terpana dengan senyuman gadis kecil itu karena sudah tidak menangis. melihat lengah, gadis nakal itu mendorong tubuh Airella untuk melarikan diri. Airella tidak bisa menahan tubuhnya, akhirnya tubuhnya oleng kearah Azriel yang sedang menggendong Aurina. dalam sedetik saja, ketiganya jatuh dari atas itu menuju bawah. Azriel memeluk Aurina uang sedang digendong, penjaga dengan cepat menopang tubuh ketiga nya.


"El, Ai, Au... " panggil Nathan, sampai lantai dasar terlihat mereka merasa kesakitan.


Alzio mendapat kabar setelah kejadian di taman itu, tiga anaknya dirawat dirumah sakit. Darius merasa bersalah dengan itu, padahal sudah dikerahkan banyak penjaga masih saja bisa melukai anak anak itu. Antonio menjelaskan keadaan tiga orang itu, si kembar hanya mendapatkan cidera pada kaki tangan dan juga leher. tapi tidak dengan Aurina, gadis kecil malang itu harus mengalami pendarahan di kepalanya akibat terbentur sebuah batu sebelumnya.


"lalu bagaimana Aurina, apa dia baik baik saja?" tanya Alzio, Antonio melihat laporan medisnya tentang Aurina.


"luka itu mengalami pendarahan dalam, dan menjalar kearah sarfa matanya. berdoa saja agar tidak terjadi apapun padanya, tunggu dia membuka mata saja untuk mengetahuinya nanti." ucap Antonio, Alzio mengangguk dengan itu.


"Darius cari siapa anak yang sudah mencelakai ketiga anakku, cari keluarganya dan hancurkan mereka sehancur hancurnya. " geram Alzio, Darius juga merasa geram dan melaksanakan permintaan itu.


"pasti, akan kucari keluarga itu. "


malam harinya sikembar sadar lebih dulu, mereka berada diruang inap sang adik yang masih tidak sadar. berharap sang adik membuka mata, mereka merasa gagal melindungi adik mereka. sedetik kemudian Aurina membuka matanya, membuat semua orang tersenyum bahagia.


"Mommy, Daddy, kenapa gelap cekali... " ucapnya uang masih terdengar cadel, semua orang merasa heran. Antonio datang dengan gerakan cepat, ia melihat mata Aurina. tidak ada reaksi, mata itu menatap kosong kearah lain.


"benar dugaanku, hal itu mengganggu indra penglihatan nya. "


...****************...


"HAI TEMAN TEMAN READER YANG TERCINTA, TERIMA KASIH SUDAH MENGIKUTI OBESESI CINTA MAFIA SEASON 1 HINGGA SELESAI. AUTHOR AKAN MENYAMBUNG CERITA OBSESI CINTA MAFIA SEASON 2,YANG MENCERITAKAN KISAH HIDUP DARI ANAK ANAKNYA. AUTHOR MAU KALIAN KASIH PENDAPAT DIKOMEN, TENTANG SEASON 2 INI DILANJUTKAN BOOKING INI AJA, ATAU BUAT BOOK BARU YANG BERJUDUL OBSESI CINTA MAFIA 2, KASIH MASUKAN YA , PLEASEEEEEE....


oh iyaa jangan lupa like dan komen, oke dadah jangan lupa komen pendapat kalian disini!... "

__ADS_1


__ADS_2