
Alzio yang akan mendatangi wanitanya itu, tiba tiba mendapat serangan dijalan. mobil yang dikendarai nya tiba tiba dihadang oleh orang lain, sehingga terjadi keributan yang cukup mencengkam bahkan karena hal itu dirinya harus terluka bersama Darius. mobil yang dikendarai keduanya hancur bagaikan kertas, tapi tetap saja kemenangan diraih oleh nya.
tubuhnya basah kuyup bersama Darius, ia pulang ke mansion saat sebuah taksi datang. cukup lama menunggu taksi, satu hal yang ia selamatkan dalam kecelakaan itu. sebuah kue yang kecil khusus untuk wanita nya yaitu Krystal, kue itu adalah satu satunya yang ia dapat karena tidak ada lagi toko yang buka dimalam yang sudah larut. agar tidak dicurigai Krystal, pria itu membawa botol minuman dan mengacak rambutnya. bahkan ia sangat sadar, tubuhnya hanya kesakitan dan ia menahan dengan cara meminum alkohol seperti yang ia lakukan seperti biasa.
saaat ini keduanya saling pandang, Krystal menatap Alzio yang memandang nya dengan cahaya lilin di tengah mereka. lilin itu hampir saja habis, karena tiba tiba cahaya lilinnya mulai redup. Alzio menyalakan lilin itu, tapi tidak mau menyala karena tangannya yang basah.
"biar kulakukan. " ucap Krystal, gadis itu menyalakan lilin itu lagi dan berhasil.
"ayo tiup lilinnya, buat permohonanmu sebelum itu. " ucap Alzio memaksa, Krystal menutup matanya dan dengan serius memohon permintaannya. Alzio menatap nya dengan mata gadis itu yang tertutup, benar benar cantik dengan wajah bantal yang terlihat jelas.
"apa permohonanmu? " ucap Alzio, Krystal membuka mata kemudian berwajah sayu di hadapan Alzio. gadis itu meniup lilin itu hingga padam, tangannya meraih lampu diatas meja hingga menyala.
"aku ingin bebas dari sini. " ucap nya, hal itu membuat kemarahan Alzio memuncak. kue yang sebelumnya dipegang diperas begitu saja, dan dilempar kesembarang arah. mengepalkan tangan menandakan dirinya sedang marah, bahkan rahangnya yang keras menahan kesal.
"sudah kukatakan itu tidak akan... "
"aku berjanji padamu tidak akan kabur darimu, aku akan tetap disini sebagai jaminan. aku bisa pastikan semua itu, tapi aku tidak bisa jika berada disini terus. aku mohon biarkan aku keluar hanya dari kamar ini, aku ingin bertemu Natalia aku ingin bicara banyak dengannya... " tangis Krystal kembali pecah, hal itu membuat Alzio semakin menatapnya dengan tajam. "aku tidak akan pergi jika kau tidak mengijinkan nya.. "
"kau akan disini? "
"iya aku akan berada di sisimu, aku tidak akan pergi. "
__ADS_1
"kau adalah milikku, apa itu benar? "
"iya, aku budak milikmu."
mereka saling memandang beberapa saat, sampai Alzio keluar dari sana dengan marah. Krystal berusaha menahan pria itu, tapi pintu sudah tertutup dan terkunci. wanita itu menangis lagi, ia tidak percaya Alzio bahkan tidak percaya padanya. menangis menggedor pintu itu yang ia lakukan, padahal hatinya sudah berjanji tidak akan melawan Alzio jika dikeluarkan dari kamar itu.
Krystal membuka matanya, ia tidak tahu kalau dirinya tertidur didepan pintu. ia duduk dan memandangi kamarnya, masih sama seperti biasanya saat dirinya membuka mata. tiba tiba pintu terbuka, ia sudah menduga pasti Alzio datang dan dirinya berlari kecil kearah kasur. mulutnya ternganga saat melihat Natalia disana, gadis cantik itu tersenyum dan berlari kearah Krystal.
"aku merindukanmu, selamat ulang tahun! " heboh Natalia memeluk Krystal, padahal wanita itu masih terkejut karena Natalia datang. "entah apa yang terjadi pada Alzio, pagi ini dia kekamarku dan memberikan kunci kamarmu! " ucap Natalia lagi, Krystal langsung tersenyum dengan air mata yang menetes di pipinya.
"dia mengabulkan permintaanku, Natalia dia mengabulkan hadiah yang kuminta padanya... " ucap Krystal senang, wanita itu langsung keluar dengan bahagia dan tidak peduli tampilannya. ia berlari kearah dapur, dan melihat Alzio yang duduk disana dengan pakaian kasual membuat pria itu tampan. Krystal menghela nafasnya karena tersenggal, sampai Alzio melihat kedatangannya dan menatap gadis itu.
"Terima kasih, Terima kasih. " ucapnya dengan senyuman, tidak lupa air mata itu menetes dipipi gadis itu.
"tidak gratis. " ucap nya menopang dagu, Krystal merasa heran dan menatap pria itu dengan penasaran. "jangan pernah muncul di hadapan orang lain dengan tampilan naturalmu, karena hanya aku yang akan melihat tampilan seperti ini." ucap Alzio menelisik, Krystal melihat dirinya sekarang dan ia terkejut dengan penampilan nya sendiri. bagaimana tidak terkejut, Alzio saja awalnya terkejut melihat gadis itu. menggunakan piyama tidur yang berkain tipis, tidak lupa gadis itu selalu tidur tanpa menggunakan bra dan itu terlihat jelas oleh mata Alzio. Krystal langsung berlari kearah kamarnya lagi, dia berteriak meminta maaf pria dingin itu dan tanpa diketahui siapapun Alzio sekarang tersenyum tipis.
berkumpul sarapan bersama, disana Natalia memasak khusus untuk mereka semua termasuk dirinya. ia merayakan ulang tahun Krystal, meskipun tidak ada kue tetap yang penting adalah kebersamaan. Krystal duduk di tempatnya seperti biasa, ia sangat senang keluar dari kamar itu. ketiga orang itu saling bicara, tanpa disadari mereka Alzio terdiam menatap Krystal yang tidak berhenti tersenyum dibibirnya.
"selamat ulang tahun, ini hadiah dari ku! " ucap Darius, memberikan kotak kecil tapi isinya tidak main main untuk harganya. Natalia langsung menganga, begitu juga dengan Krystal.
"ini sangat mahal, Terima kasih aku akan menjaganya. " ucap Krystal terharu, karena diberikan hadiah cincin berlian oleh Darius.
__ADS_1
"saat ulang tahunku kau tidak memberiku hadiah besar, kau selalu memberikan pakaian mahal. " ucap Natalia tidak terima, Krystal tersenyum dengan hal itu karena Darius meledek gadis itu.
"Alzio apa hadiahmu, berikan padanya. " ucap Darius tiba tiba, sontak kedua perempuan disana menoleh kearah Alzio yang sedari tadi terdiam. tentu saja Alzio tidak lupa, tapi hadiah itu berada dikamarnya yang sedang tidak ia bawa. Krystal tersenyum dengan itu, ia berpikir Alzio tidak membawa apapun karena sudah memberikannya hadiah besar.
"aku tidak meminta apapun lagi, dia sudah memberiku hadiah yang sangat besar. keluar dari kamar itu adalah hadiah yang cukup, sekarang aku hanya akan memenuhi janjiku padanya. sekali lagi Terima kasih tuan, Terima kasih. " jelas Krystal, hal itu membuat hati Alzio berdenyut dan jantungnya berdetak tak terkendali. semua disana tersenyum, kemudian melanjutkan acara sarapan itu bersama.
siang harinya sudah sepi, Natalia kembali pada pekerjaannya yang memimpin mansion dan dua orang pria itu berkutik didalam ruang belajar mereka. sedangkan Krystal dimana, gadis itu asik dengan membaca buku didalam kamarnya. karena bosan ia memutuskan untuk berkeliling mansion besar itu, ia melihat tugas Natalia kemudian melihat beberapa pelayan yang berkutik dengan pekerjaan mereka.
ia masuk kedalam ruang gym Alzio, disana sangat besar dan membuat Krystal tertarik. ia mengikat rambutnya, kemudian menyalakan salah satu mesin Gym disana. tanpa sepengetahuan nya ia sedang diperhatikan oleh orang lain, siapa lagi kalau bukan Alzio. pria itu berdiri mennyender pada sebuah tembok, melihat wanitanya yang menggunakan alat gymnya dengan menggoda.
"lelah? " ucap Alzio menggema diruangan itu, Krystal menoleh dan menatap Alzio yang sudah berdiri dibelakangnya.
"eemm... maafkan aku, tanpa ijin aku memakainya... " ucap Krystal terbata, Alzio tahu wanita itu takut saat bicara dengannya. menarik pinggang kecil itu sampai mepet padanya, mengusap keringat yang ada didahi wanita itu. "aku... aku berkeringat.. "
"aku suka. " ucap Alzio berbisik, ia sengaja mengecup pundak Krystal dan membuat wanita itu merasa geli. aksinya ia hentikan, ia tidak ingin terus menjaili wanita itu yang masih ketakutan padanya. "aku ada sesuatu untukmu, aku mencarimu dari tadi dan menemukanmu disini. "
"kenapa kau mencari ku tuan, apa ada sesuatu?" ucap Krystal heran, tubuh itu masih menempel pada tubuh Alzio yang masih menguncinya. Alzio duduk di sebuah kursi panjang, ia membawa Krystal dan mengunci wanita itu dengan kakinya yang panjang. pria itu mengeluarkan sebuah kotak kecil, itulah hadiah ulang tahun untuk Krystal darinya.
"ini hadiah untukmu, belum terlambat memberikannya. " ucap Alzio, sebuah kalung berlian yang tidak kalah jauh mahalnya dipasangkan ke leher putih wanita itu. Alzio tersenyum melihat itu, ia tersenyum melihat kalung cantik bersarang dileher jenjang Krystal. "sudah kuduga kau cocok dengan barang mahal, bahkan kalung ini tahu kau sangat cantik. "
"tapi ini mahal, aku.. m" belum bicara bibir itu sudah diraup oleh Alzio, pria itu menyambar bibir Krystal agar tidak banyak bicara. awalnya masih menolak, dan berakhir menyerah diam membiarkan Alzio. mendapat akses seperti itu, membuat Alzio tersenyum dan melanjutkan kegiatannya. tangannya memeluk tubuh kecil Krystal mengusap punggung itu, dan wanita itu tidak sadar tangannya memeluk leher kekar Alzio. ciuman panas itu berlangsung lama, ciuman tanpa paksaan kali ini membuat Alzio tersenyum bahagia.
__ADS_1