
Dua Puluh Tahun Kemudian...
sebuah mobil mewah berjalan beriringan, berwarna hitam terlihat yang harganya tidak main main mahalnya. memasuki sebuah gedung mewah, gedung itu terlihat ramai orang dengan lampu kelap kelip sebuah pesta. beberapa mobil hitam itu berhenti, seorang pria berjas hitam turun dari mobil itu dan membuka pintu bagian belakang. sebuah kaki keluar dari mobil itu, secara bersamaan mereka keluar dari mobil yang berbeda.
siapa lagi kalau bukan tuan besar Alzio Gilbert dan juga nyonya Krystal Gilbert, terlihat usia mereka yang sudah menjadi orang tua dari tiga anak yang sudah dewasa. Alzio tetap terlihat tampan dan lebih gagah dari sebelumnya, bahkan jenggotnya menunjukkan pas diusianya. Krystal masih tetap cantik, tubuhnya tetap ideal meskipun terlihat keriput di kulitnya. padahal sudah duapuluh tahun lamanya, tapi raut wajah masih sangat segar dan terlihat awet muda. bukan hanya dua orang itu, Darius dan Natalia yang juga sudah berusia paruh baya tetap terlihat segar dan awet muda.
setelah kepergian mobil para orang tua, terlihat mobil mewah berwarna datang dibelakang mereka. mobil itu berhenti di sana, pemiliknya pun langsung turun untuk berdiri di samping orang tua.
seorang pria tampan memakai jas hitam ditubuhnya, terlihat sangat pas dan berwibawa diusianya yang terbilang masih muda. siapa lagi kalau bukan Azriel Sea Gilbert, anak pertama Alzio dan Krystal yang berusia kurang lebih dua puluh delapan tahun. wajahnya mengingatkan Alzio waktu muda jika siapapun yang melihatnya, diusianya itu Alzio memberikannya tanggung jawab sebagai presedir utama di saham terbesarnya. Azriel yang akrab dipanggil El itu dilarang keras oleh sang ayah mengikuti jejaknya, tapi siapa sangka pria itu secara diam diam sudah memiliki organisasinya sendiri tanpa pengetahuan siapapun kecuali sang kembaran nya, Airella Seana Gilbert.
gadis itu sudah tumbuh menjadi wanita yang cantik, wajahnya mewarisi wajah Krystal yang sedikit mirip dengan Alzio. gadis itu bekerja sebagai wakil kembarannya sendiri, Airella mengetahui rahasia Azriel yang ingin menjadi seperti sang ayah menjadi seorang mafia, bahkan Airella bergabung dalam organisasi itu tanpa diketahui siapapun.
__ADS_1
"dimana Aurina? " tanya Krystal dengan suara serak khas seorang ibu, Airella menunjuk mobil yang tersisa di belakang mereka.
"dia bersama Nathan dan Dahlia." saut Airella, mobil yang dimaksud pun terlihat berhenti. seorang supir membuka pintu mobil secara bergantian, menampilkan pemilik mobil yang turun dari mobil.
Nathan Raymond adalah putra sulung dari Darius dan juga Natalia, Nathan tumbuh besar bersama mereka dengan usia dua puluh enam tahun, dua tahun lebih muda dari si kembar. Nathan memiliki seorang adik bernama Dahlia yang memiliki usia dua puluh tiga tahun, mereka berdua menjadi saudara dan juga teman dari ketiga anak Alzio. hal itu sama persis seperti Darius dan Natalia, yang selalu menemani Alzio sejak dulu.
terakhir yang turun dari mobil adalah putri bungsu Alzio dan Krystal, Aurina Zoey Gilbert. gadis cantik berusia dua puluh empat tahun, wajahnya sangat persis dengan Krystal. tinggi badan hingga lekuk badannya, jika sikembar setinggi Alzio maka Aurina setinggi Krystal yang jauh dari tinggi Alzio dan sikembar.
Aurina memiliki nasib yang tidak akan bisa diterima siapapun, gadis cantik itu memiliki kekurangan pada matanya. Aurina mengalami kebutaan saat usia empat tahun, kejadian di taman itu membuat matanya harus buta total setelah pendarahan dalam mengenai saraf penglihatannya. masa masa itu membuat kemarahan Alzio memuncak, ia mencari sumber yang membuat putri kesayangannya mengalami kebutaan. Aurina menerima nasibnya, meskipun dirinya buta keluarganya masih tetap sayang dan perhatian padanya. Aurina menjadi anak emas dikeluarga itu, perlindungan dan penjagaan gadis itu lebih ketat karena keterbatasannya.
Alzio berjalan kearah sang bungsu, ia membelai lembut rambut putrinya. terlihat pandangan gadis itu kosong, matanya menatap lurus kearah lain padahal sang ayah berada di sampingnya.
__ADS_1
"kau sangat cantik hari ini, lebih dari siapapun." ucap Alzio, Aurina tersenyum dengan itu.
"Terima kasih Daddy, kau pasti sangat tampan sekarang." saut Aurina, mereka tersenyum secara bersamaan. mereka semua pun berjalan masuk kedalam gedung itu, Aurina berjalan dengan tangan Alzio yang menggandeng tangan halus itu.
dibelakang Aurina terdapat Nathan, pria yang sudah menemani Aurina sejak dari kecil. Nathan sendiri dianggap sebagai pengawal Aurina, padahal keduanya sudah sama seperti saudara. Aurina tidak akan merasa terancam jika bersama keluarganya, akan saat bersama Nathan pun drinya tidak akan mengalami ketakutan.
"Daddy ada Nathan bersamaku, Daddy fokus pada urusan Daddy saja. " ucap Aurina, gerakan cepat Nathan berdiri disamping Aurina. gadis itu mengalungkan tangannya dilengan Nathan, dengan memberikan senyum terbaiknya. Alzio mengangguk dengan itu, dan berakhir ia berdiri di samping sang istri dan mereka berjalan masuk bersamaan.
"kau sangat cantik. " ucap Nathan tiba tiba, Aurina tersenyum kecil dengan itu.
"Terima kasih, kau juga pasti sangat tampan." saut Aurina, keduanya saling berbisik dan saling melempar senyum. Aurina tidak bisa melihat, tapi dia yakin Nathan sedang tersenyum sekarang ini. pandangan Nathan tidak bisa lepas dari Aurina, ia mengagumi kecantikan gadis itu.
__ADS_1