Obsesi Cinta Mafia

Obsesi Cinta Mafia
Krystal Bertahanlah!


__ADS_3

Kabar kehamilan Krystal menyebar ke seluruh keluarga, bahkan Alzio membuat pesta untuk kehadiran teman dan kerabat. memiliki anak adalah impian Alzio dan juga Krystal, Alzio selalu berharap cinta mereka bisa dilengkapi dengan kehadiran seorang anak. dan Tuhan mengabulkan keinginannya, langsung dikarunia bayi kembar dalam perut Krystal. dan juga dia harus menuruti semua keinginan Krystal, bagaimana tidak Krystal sangat memiliki permintaan aneh. mulai dari makanan, minuman, tempat wisata dan semua keinginannya adalah sensitif untuknya yang saat ini hamil. Alzio harus menahan kemarahannya, ia tidak ingin membuat Krystal sedih ataupun menangis.


saat ini Krystal sedang berdiri dihadapan cermin besar, Krystal menatap perutnya yang tampak semakin besar. bagaimana tidak besar, perutnya terisi 2 bayi sekaligus. ia merasa sangat lucu, badannya yang kecil harus membawa perutnya yang membesar ulah Alzio. Krystal tidak tahu, kegiatannya diperhatikan Alzio yang baru saja datang. pria itu berdiri didekat pintu, dan memperhatikan betapa cantiknya wanita yang kini menjadi istri dan sedang mengandung anak kembarnya.


"gendut sekali, kalian jangan makan terus, lihat ibumu ini jadi gendut.. " ucap Krystal cemberut, Alzio yang melihat itu tersenyum dan berjalan kearah sang istri.


"kau cantik... " ucap Alzio, Krystal tersenyum dan mengusap pipi Alzio.


"aku akan diet saat mereka lahir, aku akan ikut olah raga. " Alzio mengusap wajah Krystal, memberikan kecupan ringan.


"tidur saja enak, atau makan. tidak perlu olahraga raga, aku tidak peduli kau gendut atau kurus, aku suka apapun itu yang penting dirimu. " ucap Alzio, Krystal yang mendengar itu tersenyum. tangannya terulur kepipi sang suami, mencium pipi suaminya dengan lembut.


"suamiku sayang, manis sekali mulutmu. apa kau habis makan permen, kalau boleh tahu permen apa? " ucap Krystal, Alzio tersenyum dengan itu. membawa Krystal untuk duduk dipangkuannya, mengusap perut besar Krystal dengan lembut dan sayang.


"pasti berat ya membawa dua sekaligus bertahanlah hanya tinggal dua bulan. " ucap Alzio mengalihkan pembicaraan, Krystal tersenyum dan mengusap tengkuk Alzio yang kasar oleh jenggot tipis pria itu.


"jangankan dua bulan, aku rela membawa mereka berbulan bulan, bahkan naik gunung, berenang, berselancar, aku bisa. " saut Krystal, hal itu langsung membuat Alzio mengerutkan dahi yang membuat Krystal tertawa renyah.


"jangan macam macam Krystal, kelahirannya sebentar lagi. jangan membahayakan dirimu dan anak anak kita, aku tidak bisa kehilangan kalian. " ucap Alzio mengancam, pria itu dalam mode serius yang membuat Krystal terdiam dan mengangguk. ia sudah tidak berani menggoda Alzio, karena pria itu akan sangat marah jika terus digoda.

__ADS_1


"Alzio bagaimana kalau kau disuruh memilih... " ucapan Krystal terhenti saat Alzio menatapnya, Krystal tersenyum dan memegang tangan Alzio dengan lembut. "kalau jika terjadi sesuatu pada kami, lalu kau sebagai suami sekaligus calon ayah mereka. diharuskan memilih salah satu dari kami, siapa yang akan kau pilih? " pertanyaan itu seketika membuat Alzio terdiam, bahkan nafasnya juga berhenti dan tidak membayangkan apa yang dikatakan Krystal. "Alzio aku hanya bertanya, jangan diam seperti ini... "


"aku akan memilihmu, karena kau lebih penting dari harta seluruh dunia. jika aku harus kehilangan, maka aku siap kehilangan anak anak yang bahkan belum lahir itu. jika aku kehilanganmu, aku tidak akan bisa hidup lagi. aku akan mati bersamamu, tidak ada Krystal juga tidak ada Alzio. " tegas Alzio, Krystal yang mendengar itu merasa terharu. begitu besar cinta Alzio untuk nya, bahkan selalu membuatnya nomor satu dibandingkan apapun.


"mau berjanji denganku? "


"tentu, aku akan berjanji apapun demi dirimu." saut Alzio, Krystal tersenyum dengan mata berkaca kaca.


"jika terjadi sesuatu kedepannya, pilihlah anak kita. bagaimanapun anak kita adalah yang penting sekarang, mereka adalah hasil cinta kita. berjanjilah itu padaku, mulai hari ini utamakan anak anakmu dan istrimu nomor dua setelah anak anakmu. " ucap Krystal, Alzio terdiam dengan itu. kemudian mengangguk pelan, Krystal mengucapkan Terima kasih dan memeluk pria itu dengan ererat


...****************...


malam harinya ketenangan Krystal terganggu, ia harus berdiri karena merasa ingin buang air kecil. pergerakan Krystal membuat Alzio terbangun, terbiasa menghadapi musuh membuat Alzio menjadi peka. Ia langsung sigap membantu Krystal, ia menggendong Krystal hingga ke kamar mandi. alhasil dia mendapat ciuman mesra dari Krystal, membuat wajah Alzio merah dan tersenyum. menunggu Krystal yang didalam kamar mandi, sangat menguji kesabaran. hingga Alzio yang masih mengantuk harus berdiri, sampai pintu kamar mandi terbuka dan menampilkan Krystal dengan wajah cerah.


"aku bermimpi memakan manisan mangga muda, terasa nyata aku memakannya. kemudian aku meminum jus mangga muda, sungguh menggiurkan Alzio. lalu aku bangun, dan membangunkanmu.. " ucap Krystal, Alzio menghela nafas dan bersandar dikaki Krystal.


"lalu kau ingin manisan mangga muda, dan kau ingin aku membelikannya untukmu sekarang.. "


"tetot... salah. yang benar adalah aku ingin makan manisan mangga muda, dan dikulkas Natalia membelikan ku manisan itu. jadi tugasmu adalah, membawaku kedapur untuk menemani ku makan. " saut Krystal, hal itu langsung membuat Alzio tersenyum dan mengangguk setuju. secara bersamaan sebuah dering ponsel terdengar, ponsel Alzio berdering memanggil dirinya. terlihat nama Gavin, Alzio langsung menerima panggilan itu tanpa berpikir lagi.

__ADS_1


"halo? "


"Alzio ada yang menyerang markas kita di Belanda, kami tidak bisa menuntaskan nya tanpa mu. . "


"siapkan tiketnya, aku akan bersiap dan pergi. " ucap Alzio setelahnya menutup panggilan, sudah diduga Alzio pasti ada kabar tidak enak. tentu saja seperti itu, karena Gavin tidak akan menganggunya jika tidak ada hal penting. Krystal tampak bingung dengan apa yang terjadi, ia menatap suaminya mengemasi pakaian.


"sayang ada apa, panggilan dari siapa? " ucap Krystal, ia memperhatikan Alzio sampai suaminya itu menghadap dirinya. Alzio juga berpikir tidak mungkin memberitahu Krystal, wanita itu pasti akan sangat khawatir di posisinya yang sedang hamil dan itu pasti tidak akan baik.


"sayang kali ini aku tidak bisa menemanimu makan manisan, aku berjanji saat pulang nanti aku akan menemani kemanpun kau ingin pergi. ada pekerjaan yang harus kulakukan, dan aku harus pergi sekarang. " ucap Alzio, ia menunggu Krystal agar tidak bertanya lebih detail lagi.


"tenang, aku baik baik saja tidak makan manisan. aku akan membantumu bersiap, sekarang mandilah untuk menyegarkan diri. dan aku akan siapkan kopi hitam untukmu, agar kau tidak mengantuk. " ucap Krystal, Alzio mengangguk kemudian mencium kening Krystal. syukurlah istrinya tidak bertanya yang lain, ia meminta maaf karena telah berbohong dalam hatinya. Alzio pun langsung masuk kedalam kamar mandi, shower pun terdengar yang artinya Alzio sedang mandi.


"kita makan nanti ya sayang, kita harus bantu ayahmu berkemas dulu. " ucap Krystal mengusap perutnya, ia pun melanjutkan mengemas pakaian Alzio.


keesokan paginya Krystal membuka mata, ia tidur tanpa Alzio yang sudah berangkat semalam. Krystal melihat jam yang ada diponsel nya, cukup siang untuknya bangun. Krystal pun membersihkan dirinya, kemudian bersiap untuk keluar kamarnya. ia menunggu panggilan dari suaminya, tapi tidak terdengar panggilan.


"jawab Alzio... aku khawatir, pekerjaanmu itu biasanya sangat berbahaya... " ucap Krystal, sedetik kemudian panggilannya terjawab. terdengar suara keributan disana, bahkan terdengar suara Alzio.


"aku sudah bilang padamu kan, aku bukan orang yang mudah memaafkan. aku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri, dan aakkhhhhh "

__ADS_1


suara tembakan terdengar jelas, bersamaan dengan suara Alzio yang berteriak. seketika Krystal terdiam, kakinya yang melangkah turun terdiam dan tidak terlihat. kaki Krystal yang menginjak lantai tangga pun tidak seimbang, membuat kaki nya terhuyung kedepan dan Krystal terkejut. tubuhnya terbanting kedepan, dari atas hingga menuju dasar tangga. teriakan Krystal mengejutkan semua pelayan begitu juga Natalia, mereka berlari dengan cepat untuk menolong Krystal.


"cepat siapkan ambulan, Krystal bertahanlah! "


__ADS_2