
Krystal berada dikamar mandi, saat akan memulai ritual mandinya terlintas kejadian aneh. tiba tiba suara teriakan terdengar ditelinga nya, suara shower itu seperti horor dalam pikirannya. otaknya mulai bekerja, bayangan bayangan masa lalu terlintas jelas dimatanya. dirinya disiksa oleh Alzio terlihat jelas, bahkan Alzio yang melecehkannya juga diingat jelas. tubuh penuh luka ada di bayangan kepala Krystal, sampai gadis itu tidak kuat menopang tubuhnya sendiri. suaranya diakhiri suara teriakan, kemudian ia jatuh ke lantai tidak sadarkan diri.
Alzio dan yang lain membawa Krystal kerumah sakit, gadis itu memang belum sehat sepenuh nya. tapi tidak ada yang tahu sebab gadis itu tidak sadarkan diri, sampai tidak ada yang menyadari sesuatu. Alzio mondar mandir didepan ruang ICU, yang menjadi pembicaraan adalah kaki Alzio sudah bisa berjalan tidak perlu duduk di kursi roda. Alzio langsung terdiam, ia melihat kakinya sendiri kemudian melihat kearah Darius dan Natalia.
"apa kalian menyadari sesuatu?" tanya Alzio berikutnya, Darius dan Natalia saling memandang kemudian menggelengkan kepalanya.
"nak Zio kakimu sudah tidak sakit, kau bisa berjalan nak.. " ucap Ibu Robert tiba-tiba, hal itu membuat Darius dan Natalia menatap Alzio dan menatap kaki itu. mereka terlihat senang, langsung memeluk tubuh Alzio karena senang.
"kakimu sembuh, ini hebat sekali... " ucap Natalia, Alzio mengangguk dengan itu. semenit kemudian mereka kembali khawatir, mengkhawatirkan keadaan Krystal yang masih ditangani Antonio.
beberapa menit kemudian Antonio keluar dari ruang ICU, ia berjalan kearah Alzio dan juga yang lain. semuanya sudah menunggu kabar, tapi Antonio malah menatap Alzio dari bawah hingga keatas.
"kau bisa berdiri, kenapa aku tidak tahu padahal aku doktermu... " ucap Antonio, Alzio memukul lengan Antonio dengan sedikit keras. ia menunggu kabar Krystal, tapi pria itu keluar dengan hal yang tidak penting.
"Antonio katakan bagaimana keadaannya? " ucap Natalia, Antonio mengangguk dengan itu.
"jangan khawatir, dia hanya pingsan karena kepalanya terasa pusing. mungkin ia kembali mengingat sesuatu, karena itu tidak kuat dan berakhir tidak sadarkan diri. " ucap Antonio, Alzio meninggalkan tempatnya berjalan masuk kearah Krystal. hati nya masih sangat khawatir, ia mengusap rambut Krystal dengan mencium kening gadis itu. "kita lihat nanti saat dia bangun, apa dia mengingat sesuatu atau tidak. ".
berjam jam dalam pengaruh obat bius, akhirnya Krystal membuka matanya. ia memegang tubuhnya sendiri, menatap langit langit kamar rumah sakit. kepalanya terasa berdenyut, pusing tentu ia rasakan.
__ADS_1
" Krystal apa kau butuh sesuatu?" ucap Alzio yang ada disana, pria itu melihat Krystal yang membuka mata. saat ini bukan mata lembut menatap Alzio, melainkan menatap Alzio dengan ketakutan dan mundur dari tempat asalnya.
"kamu... pergi... jangan sakiti aku, kamu menyakiti aku... pergi lepaskan aku... " teriak Krystal tiba tiba, tentu saja membuat Alzio terkejut. gadis itu memberontak, bahkan melepas jarum infus yang melekat ditangannya. "jangan sentuh aku... aku mohon jangan mendekat, tolong! " teriaknya lagi, Krystal turun dari brankar untuk menjauh dari Alzio. pria itu menarik Krystal, memeluk dari belakang agar gadis itu tidak pergi.
"ini aku Alzio... apa yang terjadi padamu... " Krystal terus memberontak, sampai Natalia masuk karena mendengar keributan. wajah tertekan minta tolong terlihat jelas, Natalia langsung menggapai tangan Krystal.
"Natalia... tolong aku, dia menyakiti aku... dia memaksakan kehendaknya padaku,, aku tidak bersalah Natalia... aku tidak menggoda siapapun... " ucap Krystal menangis dalam pelukan Natalia, hal itu membuat Natalia terkejut begitu dengan Alzio. Antonio datang secara bersamaan, ia memberikan suntikan pada Krystal untuk menenangkan gadis itu. sampai Krystal kembali tidak sadar, perawat membawanya untuk kembali tidur ditempatnya.
"apa itu yang diingat Krystal? " tanya Alzio menatap Krystal yang terbaring, Antonio menghela nafas kemudian mengangguk.
"hal yang menyakitkan untuknya, sayangnya ingatannya tentang dirimu adalah hal itu. " ucap Antonio, Alzio kesal ia memukul angin dengan memijat dahinya nya. menghela nafas kasar, dengan mengusap wajahnya dengan kasar.
...****************...
jika dimasa lalu Alzio mengurung gadis itu, dimasa sekarang Alzio membebaskan gadis itu. membiarkan Krystal kemanapun gadis itu pergi, tetap menghindar darinya tapi tidak dihiraukan oleh Alzio. bagi Alzio gadis itu tetap tinggal dimansion nya sudah sangat bahagia, kini dirinya harus memulai dari awal untuk kisahnya dengan Krystal.
setiap melewati Alzio, Krystal akan ketakutan. gadis itu terus menghindar, meskipun Alzio mengikutinya dan berusaha ingin bicara. Alzio merasa gadis itu lebih takut padanya sekarang, daripada dulu yang melihatnya juga ketakutan. kesabaran Alzio di uji, ia tidak bisa marah meskipun sangat ingin marah. bukan marah yang dimaksud Alzio, tapi sedih dan juga resah. bahkan orang tua kandung Krystal datang kepadanya, berhasil melunasi hutang mereka dan membawa anak mereka.
"Alzio keputusanmu sudah benar, jika kau mencintainya dapatkan dia dengan caramu sendiri... " ucap Robert, pria itu dan ibunya sudah mendengar kisah Krystal dan Alzio dari Darius. karena mau tidak mau mereka juga harus tahu, bahkan keduanya tetap mendukung Alzio karena ada perubahan pada sifat pria itu.
__ADS_1
"Robert benar, gadis itu masih dalam pemulihan ingatan. jika dia mengingatmu, maka dia akan sadar mencintaimu atau tidak." ucap Darius, semua pemasukan seseorang diterima oleh Alzio. dirinya sampai tidak bisa bicara, hanya bisa mendengar dan juga mencerna semuanya.
pada akhirnya Alzio membuat keputusan yang sudah bulat, membiarkan Krystal kembali kepada kehidupannya seperti dulu. seorang gadis ceria sebelum mengenal dirinya, bahkan Krystal melanjutkan pendidikannya yang sempat tertunda. Alzio hanya mengirim beberapa pria bawahannya, ia menugaskan anak buahnya untuk menjaga Krystal dari kejauhan. dan setiap harinya Alzio akan mendapat kabar gadis itu, seluruh kegiatan yang dilakukan gadis itu akan sampai ditelinganya. Tidak buruk dari sebelumnya, ia rindu pada Krystal yang tidak ada wujudnya, tapi sekarang ia rindu pada gadis itu yang jauh dari nya.
"aku merindukanmu... " ucap Alzio, ia melihat dari jauh Krystal yang sedang duduk dikursi taman. gadis itu membaca buku dengan tenang, tidak ada gangguan dari siapapun. sempat berpikir seperti itu, tiba tiba seseorang mendekat kearah Krystal. seorang pria seumuran Krystal mendekat, Alzio menggenggam tangannya sendiri karena melihat pria itu semakin dekat dengan Krystal.
Alzio tidak memiliki kesabaran, ia turun dari mobil tanpa peduli diperhatikan orang. pria tampan turun dari mobil dengan elegan, langkah kakinya yang jenjang berjalan dengan tegap. Alzio kembali seperti awal, dengan wajah datar, tatapan angkuh, dan juga tubuh tegap dengan penuh kesombongan, tapi siapa sangka hatinya tidak sekejam dulu. Alzio berdiri di hadapan Krystal dan juga temannya yang ada dikursi taman, tidak jauh dari kampus gadis itu. Krystal mendongakkan kepalanya, ia terkejut melihat Alzio yang ada di hadapannya.
"bisa kita bicara, ikutlah denganku... " ucap datar Alzio, Krystal menutup bukunya dan menggelengkan kepalanya.
"maaf anda siapa, kenapa ingin bicara dengan Krystal ? " ucap pria disamping Krystal, Alzio menarik tangan Krystal untuk berdiri dan siap membawa gadis itu pergi. tapi kemarahan Alzio diuji, pria itu menarik tangan Krystal untuk menahan Alzio membawanya. "hei mau kau bawa kemana? "
"lepaskan tanganmu darinya, dan bukan urusanmu akan kubawa kemana. aku tidak bicara dengan pria sepertimu, dan kita tidak ada urusan sama sekali... " tegas Alzio, Krystal melepas tangan Alzio dengan kasar.
"sudah kukatakan jangan mendekatiku lagi, kau pria jahat... " ucap Krystal, Alzio tidak teringgung hanya tersenyum tipis.
"aku hanya ingin bicara, aku tidak akan menyakitimu. ikutlah denganku, aku akan mengantarmu pulang. " ucap Alzio sangat lembut, Krystal sempat terkejut tapi ia menggelengkan kepalanya yang berarti penolakan. "Krystal kau bisa jalan kan, atau kau mau ku gendong hingga ke mobil ku? "
"tidak, aku bilang tidak ya tidak." saut Krystal, ia berpikir Alzio tidak akan berani melakukannya ditempat umum. tapi siapa sangka Alzio menggendong tubuh ramping itu tanpa peduli, berjalan dengan angkuh menuju mobilnya. Krystal meronta, ia menolak hal itu tapi tidak dipedulikan Alzio.
__ADS_1