
Alzio menarik tangan gadis itu tanpa peduli, ia menyeret gadis itu keluar dari mobil hingga menuju mansionnya. membuat keterkejutan beberapa pelayan disana, terutama pada Natalia yang sedari tadi tenang dan damai. melihat gadis itu diseret tanpa ampun, membuat Natalia berlari kearah Alzio. tapi satu tangan Alzio terangkat, menandakan pria itu sedang marah dan tidak bisa diganggu. kini wujud asli Alzio terlihat, pria seperti binatang itu tampak jelas dari raut wajahnya. Natalia merasa heran, ia panik saat kemarahan itu akan dilampiaskan pada Krystal. menutup itu kamar dengan kasar, bersamaan Darius berlari kearah kamar Alzio yang diikuti Natalia.
"Alzio apa yang kau lakukan pada gadis itu, dia tidak bersalah! " teriak Darius menggedor pintu, ia tidak peduli dengan kemarahan Alzio saat ini.
"ada apa, kenapa Alzio sangat marah?" tanya Natalia, Darius menceritakan kejadian itu dengan tetap mengetuk pintu kamar Alzio. Darius mengatakan Alzio dalam keadaan marah, dan bisa saja membunuh gadis itu tanpa pengampunan. karena sejatinya Alzio saat marah, sifatnya kayaknya seperti seorang psikopat yang haus akan darah. Natalia terkejut dan juga mengetuk kamar itu, ia tidak ingin apa yang dikatakan Darius terjadi pada gadis itu.
Alzio mendorong gadis itu ke kasurnya, disana gadis itu menangis karena merasa sakit pada lengannya yang dicengkram kuat. Alzio menatap leher gadis itu, terlihat banyak bekas kissmark oleh pria tidak dikenal itu. kemarahan Alzio semakin kuat, ia menarik kalung yang dipakai gadis itu kesembaeang arah tidak peduli lagi dengan harganya.
"maafkan aku, aku tidak mengenal pria itu. panas... badanku saat panas..." ucap Krystal mengatakan kejujuran, Alzio menarik gadis itu dan menatap tajam gadis itu dengan memegang kuat leher Krystal dengan tangannya yang lebih besar. ia tahu Krystal tidak biasa sekarang, gadis itu sedang dalam pengaruh minuman yang tidak bisa ia ketahui.
"jika kau tidak mengenalnya kenapa kau ikut dengannya, aku melihat sendiri kau dengan suka rela ikut dengannya. kau menurut padanya, menerima minum yang ia berikan! " geram Alzio, tangan itu masih mencengkram leher Krystal yang saat ini sudah berwajah merah.
"aku benar... benar tidak tahu... aku memintanya.. uhuk... uhukk.. untuk kearah toilet... maafkan aku tuan... " ucap Krystal dengan nafas tersenggal, Alzio mendorong gadis itu tanpa ampun hingga terdorong mengenai meja kecil disana. wajahnya berakhir terbentur, sampai terlihat memar pada pipi sebelah kanannya.
__ADS_1
"aku benci itu, banyak jejaknya di tubuhmu. aku harus membersihkannya! " ucap Alzio menyereet gadis itu lagi, kali ini ia menyeret Krystal kearah kamar mandi. didorong gadis itu tanpa belas kasih, ia bahkan tidak peduli melihat pipi yang memar itu. "kau ingin air panas, atau air dingin? " tegas Alzio, hal itu membuat gadis itu terkejut dan langsung menggelengkan kepalanya.
"jangan kumohon... ampuni aku... lepaskan aku... hiskk... aku tidak berbuat apapun.. " ucap gadis itu dibawah kaki Alzio, ditariknya hingga berdiri di hadapannya. pria itu menekan air shower yang mulai mengguyur tubuh Krystal, tapi air itu tidak panas melainkan sangat dingin se dingin es. hal itu membuat Krystal kelagapan, gadis itu ditempatkan tepat dibawah guyuran shower tanpa ampun yang membuat nafasnya tersenggal. "hentikan... ini sangat dingin... tuan... " rengek Krystal yang masih menangis, Alzio seakan gelap telinga dan juga gelam mata.
tangannya mulai menggosok jejak merah itu, leher putih yang jenjang itu harus merah karena gosokan kuat Alzio. Krystal hanya pasrah, bahkan ia pasrah saat Alzio merobek gaun yang ia pakai. kini dirinya hanya memakai pakaian dalam tanpa penutup lain, hal itu semakin membuatnya menangis. tanda merah itu tidak kunjung hilang, dan berakhir menggigit leher putih Krystal dengan kuat sampai gadis itu berteriak karena benar benar terasa sakit. Alzio kali ini benar gelap telinga, suara tangisan itu seperti tidak terdengar ditelinga nya.
"kau senang disentuh kan, apa kau masih ingin disentuh, jika iya maka akan kusentuh kau disini! " ucap Alzio, Krystal yang sudah setengah sadar menggelengkan kepalanya dan mendorong tubuh Alzio. gadis itu berlari dari sana, tapi tangan Alzio menarik tangan gadis itu dengan kasar hingga terbentur tembok tubuh Krystal.
tanpa berpikir panjang, Alzio melakukan dengan gelap mata. ia memaksakan kehendaknya yang tidak diinginkan oleh Krystal, dikamar mandi tanpa henti padahal itu adalah hal yang pertama pada gadis itu. kemarahan Alzio membuatnya menderita, ia harus merasakan kerugian besar atas kemarahan pria itu. Krystal hanya bisa menangis dengan tubuh yang dikuasi Alzio, pria itu seakan seperti hewan buas yang memangsanya tanpa ampunan.
setelah puas melakukan hal itu, Alzio langsung meninggalkan tubuh Krystal yang meringkuk tidak sadarkan diri. Darius dan Natalia yang hampir berjam jam mengetuk pintu, terkejut saat melihat Alzio keluar dengan tampang acak acakan. pria itu terlihat basah dari atas hingga kebawah, dengan acuh membuka pintu membiarkan Natalia dan Darius masuk kedalam kamarnya.
Natalia terkejut melihat kamar itu yang sudah berantakan, ia melihat pandangan menuju kamar mandi. terkejut lagi melihat Krystal yang yang meeingkuk dalam guyuran shower dingin, gadis itu seperti seorang yang mati mengenaskan.
__ADS_1
"Darius! " panggil Natalia, pria itu langsung datang dan terkejut. Darius menekan tombol off , seketika shower itu mati dalam hitungan detik. Tubuh Krystal menggigil, rasanya Darius merasa gila melihat wanita tidak bersalah kesakitan.
"Natalia... tolong ... sakit... " setelah mengatakan hal itu dengan lemah, Krystal tidak sadarkan diri dengan tubuh lemah dalam dekapan Natalia.
"Krystal... buka matamu! " teriak Natalia, . ia memeluk tubuh gadis itu, berusaha membuatnya untuk membuka mata. Darius yang melihat itu langsung menggendong tubuh gadis itu, berniat membawanya kerumah sakit karena tidak ingin seorang manusia mati akibat kemarahan Alzio. "apa kau gila, kau melecehkannya! " teriak Natalia, setelahnya keluar dari sana mengikuti langkah Darius yang membawa Krystal.
sampainya dirumah sakit Darius memarkir mobilnya dengan sembarangan, entah ia sangat khawatir akan gadis itu dan berteriak didalam rumah sakit untuk cepat menangani Krystal. seorang dokter kenalan mereka datang, dokter itu terkejut melihat kondisi seseorang yang mengenaskan dalam gendongan Darius.
"selamatkan dia, jika tidak akan kututup rumah sakitmu ini! " ancam Darius, Krystal langsung masuk kedalam ruang ICU untuk sebuah perawatan. hal yang dibuat oleh Alzio menimbulkan banyak luka di tubuh gadis itu, bahkan bukan hanya leher semua menjadi sasaran amukan sikopat Alzio. dokter memeriksa gadis itu, dan mengobati seluruh lukanya yang terlihat berdarah. menunggu satu jam akhirnya dokter keluar dari ruang ICU, mereka menghampiri Natalia dan Darius yang sedari tadi menunggu dengan khawatir.
"Antonio bagaimana keadaan nya, apakah dia baik baik saja? " tanya Natalia, dokter itu adalah salah satu teman mereka begitu juga teman Alzio bernama Antonio.
"tubuhnya dingin seperti mayat, dan luka pada tubuhnya sangat parah. aku berharap tidak akan membekas pada kulitnya yang putih, banyak luka yang sudah aku perban juga. dan ya ada satu luka lagi, bagian sensitif bawahnya terluka. sepertinya seseorng sudah melakukan pelecehan padanya, di bawahnya sempat berdarah karena itu yang pertama untuknya. " ucap Antonio menjelaskan, Darius dan Natalia menghela nafasnya berat. hal yang mereka takutkan, Krystal berakhir ditangan Alzio. padahal Darius berpikir pria itu sedikit tertarik, tapi tidak malah menyiksa gadis tidak berdosa ituitu bahkan melecehkan seluruh tubuhnya.
__ADS_1