
Aurina Zoey Gilbert gadis cantik berusia dua puluh empat tahun, memiliki tubuh yang indah dan wajah yang cantik tanpa polesan sekalipun. sayangnya kesempurnaan itu ia memiliki kekurangan, gadis cantik itu harus menerima kenyataan bahwa matanya harus buta total ketika umurnya empat tahun. Aurina mengalami insiden yang tidak pernah diduga, jatuh dari ketinggian dan menyebabkan pendarahan dalam pada kepalanya. sangat disayangkan pendarahan itu mengenai saraf matanya, dan mengakibatkan penggumpalan darah dinata yang menyebabkan kebutaan.
kegiatan Aurina yang mengalami kebutaan hanya berdiam diri di sebuah tempat, disudut ruangan layaknya seorang patung. Aurina tidak pandai bicara, ia hanya terdiam menunggu seseorang menegurnya. jika tidak ada yang menegur, itu artinya tidak ada orang disana. seperti sekarang, Aurina berdiri didekat pintu rumah utama. ia menunggu seseorang datang, tapi tidak terdengar suara seseorang datang maka dirinya terdiam disana.
"nona Aurina anda bisa masuk angin, masuk aku akan membuatkan susu hangat untukmu." ucap seorang pelayan, Aurina menoleh kearah lain dengan senyuman ia menggelengkan kepalanya.
"tidak perlu Terima kasih, aku sedang menunggu Azriel dan Airella... " tidak lama kemudian terdengar suara mobil berhenti, Aurina sangat hafal suara mobil itu. mobil milik Azriel dan juga Airella, dibelakangnya terdapat mobil Nathan yang juga bekerja dengan mereka.
"kenapa diluar? " tanya Azriel, pelayan berbondong-bondong datang membawa payung, mereka memayungi ketiga orang yang baru saja keluar dari mobil itu agar tidak kebasahan.
"menunggu kalian, baru saja berdiri." saut Aurina, Azriel langsung berjalan dua kali lebih cepat dan merangkul sang adik.
"aku merindukanmu, ayo masuk nanti kau sakit." ucap Azriel, pria itu menggendong tubuh kecil adiknya, benar saja Aurina memiliki tubuh lebih pendek dari semua orang.
mereka duduk di ruang makan, sambil bercengkrama menunggu makanan disajikan. Alzio dan Krystal datang secara bersamaan, mereka duduk ditempat seperti biasa. keenam orang disana siap dengan makan malam mereka, semua pekerjaan dilakukan Pelayan jika Krystal mendapati kemalasannya. dulu ia selalu didorong Natalia jika malas, sekarang setelah Natalia pindah ke rumahnya sendiri Krystal menjadi kesepian hanya ada pelayan dan putrinya yang menemani dirinya.
"apa malam ini akan menginap? " tanya Krystal, Azriel menggelengkan kepalanya.
"aku dan Nathan hanya menitipkan mobil disini, kami akan kembali kerumah setelah makan malam. Aurina mau tidur dirumah kedua? " tanya Azriel, Aurina menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"aku akan datang besok pagi, membuatkan sarapan untukmu. " saut Aurina, Azriel pun mengangguk dengan itu. meskipun Aurina tidak bisa melihat, dirinya memiliki keahliaan memasak yang diajarkan oleh Natalia padanya. alhasil semua menyukai masakan yang dirinya buat, sangat lezat dan juga rasanya nagih. apalagi Azriel, pria itu selalu memakan habis masakan yang dibuatkan sang adik bungsu.
"jika butuh uang katakan padaku, aku akan memberimu blackcard ku. "
"cih untuk apa memberinya blackcard, semua harta Daddy itu miliknya. kau miskin jangan sok kaya, dasar. " saut Airella, Aurina tersenyum dengan itu.
"aku tidak butuh apapun Azriel, aku hanya butuh kehadiran kalian. " saut Aurina, Azriel pun tersenyum dengan itu. setelah semuanya kembali kerumah kedua, Aurina pun berjalan menuju kamarnya. gadis itu berjalan dengan tongkatnya, ia sedikit hafal sudut demi sudut ruangan disana. tapi pinggangnya malah menyenggol sebuah vas bunga, hampir saja terjatuh jika Nathan tidak memegangi vas tersebut.
"kau baik baik saja? " tanya Nathan, Aurina merasa lega terlihat wajahnya tersirat kepanikan.
"aku baik baik saja, apa kau memegang vas bunganya?" tanya Aurina, Nathan menggelengkan kepalanya tapi kemudian memegang pundak Aurina.
"aku pikir semuanya sudah kembali.. "
"aku kembali untuk mengambil kunci, tapi aku melihatmu hampir menabrak vas itu. " saut Nathan, Aurina menganggukkan kepalanya. "dengarkan aku dan pahami ya, jarakmu sekarang adalah menuju tangga utama. jika kau berjalan ke kanan kau akan menuju kedapur, jika berjalan kekiri kau akan menuju ruang keluarga. dan disebelah kanan terdapat vas bunga besar tadi, sebelah kiri ada sebuah meja ukurannya cukup besar. " Aurina mendengar dengan seksama, dia tidak tahu saat ini Nathan sedang menatap wajahnya yang cantik.
"Nathan kok berhenti? " ucap Aurina tiba tiba, hal itu membuyarkan pandangan lamunan Nathan.
"iya sekarang naiki 23 anak tangga ini, jika tidak ingin lelah kau naik lift saja. "
__ADS_1
"tidak, aku ingin naik tangga saja. " saut Aurina, Nathan pun mengangguk dan tersenyum.
Nathan terus mengikuti Aurina dari belakang, hingga akhirnya mereka sampai dikamar Aurina. Nathan membantu gadis itu, Aurina tersenyum saat Nathan membantunya dengan sigap layaknya seorang penjaga setia.
"sudah kau siap tidur, apa ada yang kau butuhkan? " tanya Nathan, Aurina meraba tangan pria itu menggenggam tangan itu.
"Terima kasih Nathan sudah menjagaku, aku mendengar orang tuamu yang sangat setia pada orang tuaku. dan itu menurun padamu, kau menjagaku dengan sangat baik. " ucap Aurina tiba tiba, Nathan yang berdiri pun akhirnya memilih untuk duduk di samping gadis itu.
"aku menjagamu dengan segenap hatiku, tidak perlu berterima kasih. aku sudah berjanji pada ayahmu dan ayahku, bahwa aku akan selalu menjagamu dan selalu ada saat kamu membutuhkan aku." saut Nathan, Aurina menganggukkan kepalanya.
"Nathan sebelum pergi boleh aku bertanya sesuatu?" Nathan memperhatikan wajah Aurina, gadis itu nampak ragu bertanya bahkan ia menggenggam erat tangannya sendiri dan Nathan harus menyentuh tangan itu lagi.
"katakan, kau boleh bertanya apapun padaku. " ucap Nathan, Aurina tersenyum ringan kemudian menghela nafas.
"apa kau bekerja seperti Ai dan El, melakukan hal berbahaya sepeti Daddy?" tanya Aurina, Nathan terdiam dengan itu. sejatinya dia mengikuti jejak Azriel yang mengikuti sebuah organisasi berbahaya, tapi dirahasiakan dari siapapun.
"tidurlah sekarang, atau kakakmu akan menembak ku nanti. yang jelas aku berteman dengan mereka, jadi apapun yang mereka lakukan, aku juga melakukannya. " ucap Nathan, Aurina paham tanpa menjawab. ia berbaring dan Nathan menyelimuti gadis itu, dan matanya terpejam Nathan keluar setelah menutup pintu.
Aurina sangat khawatir pada kedua kakak nya, karena itu ia ingin tahu apa Nathan terlibat. mendengar jawaban Nathan seprti itu, tentu saja jawabannya adalah terlibat. dia mengenal Nathan sejak lama, diamnya pria itu menyimpan banyak rahasia.
__ADS_1
Nathan sendiri melakukan hal itu untuk Azriel dan Airella, ia ingin bergabung karena untuk menjaga mereka. tujuannya hanya satu, melindungi keluarga Alzio tanpa mengenal menyerah. satu hal rahasia besar lagi dalam diri Nathan, tidak ada yng pernah tahu apa rahasia itu yang ia simpan sejak lama.