Obsesi Cinta Mafia

Obsesi Cinta Mafia
Apa aku mencintaimu?


__ADS_3

kehidupan Robert dan ibunya berubah derastis, kedua orang itu dibawa oleh Alzio untuk hidup di mansionnya. pada awalnya ada penolakan keras yang terjadi, tapi Krystal yang tidak bisa meninggalkan yang menurutnya adalah keluarga, mereka terpaksa mengikuti keingan Krystal. bukan hanya keinginan gadis itu, melainkan juga Alzio yang berharap sang kekasih bersedia ikut bersamanya. hari ini tepat dimana mereka akan pergi ke mansion Alzio, semua dipersiapkan begitu detail dan juga rapi. semua menyibukkan diri menuju kapal, jangan ditanya kemana Krystal dan juga Alzio.


kedua manusia itu sudah berada didalam kapal besar itu, Alzio membawa Krystal bersama nya didalam kamar. tidak ingin berpisah sedetik pun, Alzio terus menempel pada Krystal. gadis itu juga tidak merasa keberatan, ia dengan suka hati dan merasa nyaman saat bersama Alzio. apalagi pria itu baik padanya, bersikap manis layaknya pasangan sungguhan. kali ini Krystal memijat kaki Alzio diatas kasur, dirinya ingin kesembuhan pria itu. beberapa hari masih tinggal di pulau Krystal tidak lupa kegiatannya, memijat kaki itu saat pagi dan sore hari.


"Terima kasih, sudah cukup hari ini... " ucap Alzio menarik tangan Krystal, gadis itu dibawa kedalam pelukannya. tetap seperti biasa, Krystal akan diam tanpa mengatakan hal apapun. "aku tidak percaya ini nyata, tapi juga tidak ingin ini mimpi... "


"kenapa kau terus mengatakannya, bukankah aku adalah Krystal yang kau tunggu... " ucap Krystal, Alzio mengangguk dengan hal itu. "Terima kasih kau sudah membawa ibu dan Robert, mereka adalah orang baik yang menyelamatkan aku dan sudah kuanggap sebagai keluargaku . " ucap Krystal dengan rasa syukur, Alzio mengangguk dan tersenyum.


"apapun yang kau minta akan kukabulkan, syaratnya hanya jangan pergi meninggalkan ku. " ucap Alzio kemudian, Krystal tersenyum dan mengangguk pelan. Alzio menyentuh tengkuk Krystal, ia ingin sekali mencium bibir itu karena sudah sangat dirindukan. "boleh aku menciummu?" tanya Alzio dengan sengaja, ia tidak ingin sifatnya yang tiba tiba menyerang membuat Krystal terkejut dan berpikir hal buruk tentangnya. Tidak disangkanya Krystal menganggukkan kepala, membuat senyum di bibir Alzio tercetak jelas.


"apa kita pernah melakukan nya? " tanya Krystal tiba tiba, hal itu membuat gelak tawa Alzio. gadis di hadapannya ini benar benar bukan Krystal yang sebelumnya, dirinya seperti mengenal orang baru.


"kita sering melakukannya, di kamar, dibathroom, didapur, diruang tamu, bahkan kita satu kamar. " ucap Alzio sengaja menggoda gadis itu, terlihat wajah Krystal mendelik dengan menutup mulutnya. semakin membuat gelak tawa Alzio, sampai Krystal kesal karena terus ditertawakan. "Krystal... aku mencintaimu, mungkin aku belum pernah mengatakan ini. tapi aku sangat mencintaimu, sampai kapanpun. " ucap Alzio lagi, Krystal terkejut dengan hati yang berdetak kencang. tidak ada jawaban dari Krystal, Alzio langsung mendekatkan bibirnya kearah bibir Krystal.


awalnya hanya ditempelkan saja, tiba tiba Krystal membuka sedikit mulutnya hingga Alzio melanjutkan aksinya. tidak ada ciuman nafsu, hanya ciuman biasa penuh kerinduan. Krystal bahkan berpikir seakan merindukan ciuman itu, ia memeluk leher Alzio dan pria itu membawa tubuh Krystal untuk naik kedalam pangkuannya. Alzio meluapkan semua kerinduannya, ia tidak peduli dengan siapapun yang akan melihat. bahkan tidak memberikan Krystal bicara, ia sibuk menikmati bibir ranum gadis itu. bahkan turun ke leher, Alzio memberi tanda kepemilikan yang tercetak indah dileher Krystal. gadis itu memejamkan mata, mencengkram lengan Alzio dengan erat karena belum pernah ia merasa seperti itu.


"tuan... " suara itu menggema di telinga Alzio, pria itu membawa wajah Krystal untuk menghadap dirinya.


"katakan itu lagi,... " ucap Alzio, Krystal membuka mata dan menatap Alzio dengan mata sayu.

__ADS_1


"tuan... "


"lagi Krystal... "


"tuan... " Alzio tersenyum puas, sudah lama ia tidak mendengar suara merdu itu. suara yang membuatnya candu, bahkan membuat hatinya bahagia. ia memeluk Krystal dengan erat, begitu juga dengan Krystal yang membalas pelukan itu.


"Terima kasih, aku suka suaramu... " baik Alzio, pria itu membawa kepalanya diantara tengkuk Krystal yang membuat gadis itu merasa geli. dan gelak tawa terdengar, keduanya saling tertawa satu sama lain.


...****************...


mereka semua sampai di mansion Alzio pada sore hari, Ibu Robert dan Robert terkejut melihat besarnya mansion itu. bulan hanya mereka Krystal juga tekejut, untuk pertama kalinya saat ia hilang ingatan rumah itu yang pertama kali ia lihat sangat besar. Natalia dan Darius tersenyum melihat itu, mereka merasa orang orang itu sangat lucu dengan wajah tercengang.


"kalian bebas tinggal disini, anggap rumah kalian sendiri. " ucap Alzio, Robert menoleh kearah pria itu kemudian menggelengkan kepalanya.


"ini bukan rumah, tapi istana... " ucap Ibu Robert, Natalia dan Darius tersenyum dengan itu.


"kami tidak bisa membalas kebaikan kalian dengan menyelamatkan Krystal, semoga saja dengan tinggal disini kalian bisa senang dan anggap kami keluarga sendiri. " ucap Natalia, Robert mengatup kan kedua tangannya. ia menatap seluruh orang disana, terutama menatap Alzio yang masih duduk di kursi roda.


"aku menyelamatkan Ariel.. eh maksudku Krystal dengan tulus, dan kami tidak pernah meminta imbalan apapun. "

__ADS_1


"kau disini karena Krystal, tidak mungkin kau melupakan itu kan. kuanggap kau adalah kakak Krystal, dan ibumu sebagai ibuku sendiri. yang kebetulan tidak ada sosok orang tua disini, tolong jangan berpikir untuk sungkan disini. " ucap Natalia memotong pembicaraan, pada akhirnya ibu Robert tersenyum dan mengusap rambut Natalia dengan lembut.


"baiklah kalau begitu, aku akan menjadi ibu kalian mulai hari ini. kalian adalah orang orang yang baik, awalnya aku khawatir pada Krystal tapi melihat kalian setulus ini aku jadi tidak khawatir lagi. " ucap Ibu Robert, Natalia senang dengan itu langsung memeluk ibu Robert dengan erat. mereka semua senang, bahkan Alzio tersenyum dengan menggenggam tangan Krystal.


dihari berikutnya berjalan normal, keadaan rumah Alzio kini ramai kembali dengan bertambahnya Robert dan juga ibunya. seorang ibu itu mengurus yang menjadi anak anaknya, Natalia dan Darius senang mendapatkan peran ibu seperti ibu Robert. semua berkumpul di dapur, tidak dengan Krystal dan juga Alzio. dua manusia itu masih tidur didalam kamar, atas permintaan Alzio Krystal tidur dikamarnya seperti dahulu.


dengkuran halus masih terdengar, menandakan manusia yang tidur disana masih terjebak di alam mimpi. Krystal membuka matanya untuk pertama kali, ia menatap langit langit kamar bernuansa gelap itu. ia ingat sekarang dirinya berada dirumah besar Alzio, tepatnya dikamar pria itu. Krystal menoleh kearah Alzio, pria itu terlihat lelap tidur dengan tangan melingkar dipinggangnya.


"aku tidak tahu... apa aku mencintaimu atau tidak... tapi aku sangat suka saat dekat denganmu, seperti sudah terbiasa dengan kehadiranmu... " gumam Krystal, mulutnya terdiam saat merasakan pergerakan Alzio. tangan Alzio langsung berada ditengkuk gadis itu, mengecup bibir itu sekilas.


"selamat pagi, aku mendengar semua nya jangan berpura pura tidur. hm...? " ucap Alzio tajam tapi terdengar lembut, matanya menatap Krystal dengan penuh perasaan. Krystal membuka matanya, kemudian tersenyum tipis.


"aku akan mandi sekarang, aku mendegar suara Natalia memanggil tadi... " ucap Krystal, hal itu dipercaya oleh Alzio dan melepas pinggang ramping itu. Krystal langsung berlari kecil kearah kamar mandi, dan ya benar dirinya tahu dimana letak kamar mandi. Alzio tersenyum melihat Krystal, kemudian ia berpikir tentang apa yang dikatakan gadis itu beberapa menit yang lalu.


"akhhh! " pekik Krystal yang membuat Alzio terkejut, dengan cepat pria itu berlari kearah kamar mandi tanpa disadarinya. melihat Krystal yang tergeletak dilantai, Alzio langsung menggedong gadis itu untuk membangunkannya. tidak ada jawaban dari Krystal, Alzio membawanya keluar untuk meminta pertolongan dari Darius. mendengar Alzio berteriak Darius berlari cepat, begitu juga dengan Robert yang mendengar nya.


"Alzio ada apa dengannya, apa yang terjadi?" tanya Darius, Robert juga disana terkejut melihat Krystal tidak sadarkan diri.


"siapkan mobil, aku tidak tahu apa yang terjadi. " ucap Alzio, kakinya dengan lancar menuruni anak tangga. mobil siap, mereka semua pergi membawa Krystal kerumah sakit dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


__ADS_2