
Alvion menyiapkan segalanya untuk kepergian Krystal dan juga dirinya, tidak ada keinginan untuk melihat keberadaan tiga orang tawanannya. sekarang ini fokusnya hanya pada Krystal, ia ingin membawa wanita itu pergi jauh dan hanya tinggal bersamanya.
"aku tidak punya segalanya, tapi aku punya Krystal sekarang. dia akan menjadi milikku setelah pergi dari sini, tidak ada siapapun yang akan menganggu. " gumam Alvion, ia mencari keberadaan Krystal yang tidak ada dimana pun. sampai melihat Krystal yang berdiri didekat ruang belakang, Alvion langsung memeluk wanita itu dari belakang. "semua sudah siap, ayo pergi. " ucap Alvion, ia merasa tubuh tegang Krystal dan dibalik lah wanita itu untuk menghadapnya.
"Al.. "
"ada apa denganmu, apa kau sakit?" tanya Alvion, Krystal langsung menggelengkan kepalanya. tubuhnya menegang dan berkeringat dingin, wajahnya terlihat panik dan ketakutan.
"aku.. mimpi buruk.. bisakah tidak berangkat, cuaca juga burul Alzio... aku bermimpi akan terjadi sesuatu, tolong batalkan kepergian kita. " saut Krystal kemudian, Alvion melihat cuaca dan benar terlihat cuaca buruk di luar. Alvion tidak bisa memaksa wanita itu, ia tersenyum kemudian mengusap pipi Krystal.
"baiklah, ayo kekamar istirahat! " ucap Alvion, Krystal mengangguk dan menggenggam tangan Alvion dengan erat. tentu saja bisa dirasakan tubuh Krystal gemetar, wanita itu ketakutan akan satu hal tapi sudah dijelaskan kalau dirinya mimpi buruk sebentar.
Krystal duduk dikasurnya, ia tersenyum kearah Alvion dan memberikan air pada Krystal. Alvion duduk di hadapan Krystal, mengusap rambut wanita itu dengan lembut. Krystal menatap penuh arti pada Alvion, mata nya tiba tiba berair.
"ada apa? " tanya Alvion, Krystal menggelengkan kepalanya.
"aku mencintai Alzio... " ucap Krystal, Alvion terdiam dengan itu dengan wajah mengeras. menyebutkan nama Alzio membuatnya geram, tapi ia juga tidak bisa protes karena dirinya sekarang dikenal sebagai Alzio. "kenapa, kau Alzio kan. aku katakan seperti itu, agar semua benda disini tahu aku mencintai suamiku Alzio! " jelas Krystal lagi, wajahnya menunjukkan rasa haru. Alvion mengangguk dengan itu, kemudian mengusap rambut Krystal hingga menuntun wanita itu terbaring.
"sekarang istirahat lah, agar kau tidak merasa ketakutan!" ucap Alvion, Krystal mengangguk pelan kemudian mencoba menutup mata. Alvion pun memutuskan untuk pergi dari sana, langkahnya terhenti saat tangannya disentuh oleh Krystal. Alvion menatap Krystal dengan senyuman, wanita itu duduk dari tidurnya dan membawa Alvion duduk dihadapannya.
__ADS_1
"apa kau menyembunyikan sesuatu dariku, katakan aku ingin kejujuranmu? " ucap Krystal kemudian, Alvion mengusap pipi Krystal dengan senyum tipis di bibirnya.
"tidak ada, aku tidak menyembunyikan apapun. kenapa jadi cerewet, apa kau merasa ada sesuatu yang aku sembunyikan? " tanya Alvion, Krystal menggelengkan kepalanya. "baiklah aku akan menemanimu tidur, ayo... " Alvion mengambil alih untuk tidur, ia memeluk Krystal dari belakang yang membuat wanita itu diam tanpa bergerak.
"Al.. bagaimana kalau aku bukanlah Krystal yang kau cintai, apa yang akan kau lakukan? " ucap Krystal tiba tiba, Alvion diam mengusap rambut Krystal dengan lembut.
"aku akan marah, aku akan membunuh wanita itu yang sudah mengaku menjadi dirimu. " saut Alvion, Krystal langsung berbalik untuk menatap Alvion. mata mereka saling bertemu, tidak ada percakapan beberapa detik.
"kau bukan Alzio ku... " ucap Krystal kemudian, hal itu membuat ruangan itu menjadi hening. bahkan tangan Alvion terlepas dari pinggang Krystal, seakan terkejut tidak bisa mengatakan hal apapun. "aku bermimpi kau bukan Alzio ku, mau orang lain yang akan membawaku pergi dari Alzio yang asli. " saut Krystal lagi, hal itu membuat Alvion menghela nafas dengan memejamkan matanya.
"hanya mimpi, kenapa dipikirkan. "
"tapi itu seperti nyata, aku hanya mencintai Alzio tidak ada yang lain. siapapun yang membawaku, maka cintaku tetap... untuk Alzio ku... " saut Krystal lagi, Alvion mengangguk dengan itu kemudian memeluk tubuh Krystal lagi. tidak ada perlawanan, Krystal menutup mata untuk istirahat karena ia ingin tidur, Alvion pun ikut terlelap tidur disana. sampai beberapa menit ia merasa Krystal sudah terlelap tidur, ia pun beranjak dari atas kasur.
Alvion melihat tiga orang yang tidak berdaya, Natalia merintih dengan darah kering di perutnya. Darius lemas dengan menggelantung, ia juga melihat Alzio yang masih dalam keadaan tidak berdaya. Alvion berjalan lurus kearah Alzio, matanya tajam menatap Alzio yang memejamkan mata. Natalia yang merasakan seseorang hadir, langsung membuka mata dan terkejut melihat Alvion.
"Vion... " lirih Natalia, hal itu membuat Darius membuka mata dan Alzio secara bersamaan. menatap tajam Alvion yang berdiri di hadapannya, rasa dendam kesumat keduanya terlihat jelas dimata mereka.
"mulai hari ini aku adalah Alzio, kau adalah Alvion yang akan mati secara mengenaskan dengan tanganku sendiri." ucap Alvion, tangannya memegang sebuah benda dan ia sentuhkan pada kulit Alzio. dengan terkejut Alzio terperanjat, seluruh tubuhnya rasanya disetrum oleh sebuah listrik. "aku sudah mendapat identitasnu Alzio, sekarang aku tidak butuh kau dan juga kedua temanmu yang lemah! " ucap Alvion lagi, ia menempelkan benda itu lagi.
__ADS_1
"brengsek, sampai kapanpun kau tidak akan menjadi Alzio! " teriak Alzio marah, Alvion langsung mengambil tongkat dan siap melayangkan tongkat itu. sedetik kemudian ia memukul perut Alzio dengan tongkat keras itu, sampai darah muncrat dari mulut Alzio.
"mati saja dulu, maka akan kubuktikan aku adalah Alzio! " ucap Alvion kemudian, tangannya tetap memukul tubuh Alzio yang masih terikat.
"tolong hentikan Vion, ambil saja semuanya tapi jangan sakiti Alzio seperti itu... " tangis Natalia, gadis itu tidak berdaya dengan luka sakit dipinggangnya.
"brengsek Alvion hentikan, aku akan membunuhmu. "
"aku yang kana membunuhmu, aku akan membunuh kalian bertiga dengan tanganku. sahabat sejati sekali, saling menyayangi satu sama lain tanpa pamrih! " teriak Alvion, ia memukul Alzio yang sudah sekarat berulang kali.
"tolong jangan, Alzio bisa mati!"
"itu yang kuinginkan, aku ingin dia mati. untuk menjadi Alzio, maka yang asli harus dihancurkan tanpa tersisa! " ucap Alvion, ia mendekat kearah Alzio. "aku tidak seberuntung dirimu Alzio, cinta kasih sayang harta persahabatan pertemanan, kenapa kau tidak bisa dapat itu. karena itu kau harus mati, agar aku bisa mendapatkan semua itu!" bisik Alvion, Alzio yang setengah sadar hanya menyeringai dengan darah yang keluar dari tubuhnya.
"karena kau egois, kau memikirkan dirimu sendiri. kau tidak memikirkan orang lain, kau jelas berbeda dari siapapun! " teriak Natalia, gadis itu menangis melihat Alzio tidak berdaya. Alvion menyeringai, ia mengeluarkan senjata di dalam sakunya. ia mengarahkan senjata itu kearah kepala Alzio, membuat Natalia dan Darius histeris bersamaan.
"jangan, Alzio! Alvion hentikah! " teriak Darius, pria itu meronta agar terlepas dari ikatan rantai yang mengikatnya.
"terlambat memohon, hari ini takdir Alzio sudah kulukis. takdirnya adalah sampai hari ini, ia akan mari dengan tanganku sendiri. kalian bersiaplah untuk menjemputnya, karena setelah ini kalian merasakan apa yang dirasakan Alzio!" ucapnya dengan kasar, Alzio tersenyum tipis tetap menatap Alvion dengan tajam dan meremehkan. hal itu tentu membuat kemarahan Alvion, ia menarik pelatuknya dan suara tembakan terdengar menggema di ruang hampa itu. Natalia dan Darius berteriak karena terkejut, mereka sampai memejamkan mata karena tidak bisa melihat aksi kejam Alvion.
__ADS_1
Alvion terjatuh kebawah, tubuh merosot merasakan kesakitan. darah segar bercucuran dikaki Alvion, suara tembakan itu berasal dari arah lain. Alzio yang sempat memejamkan mata lun terbuka, ia menatap Alvion yang terduduk dengan kaki penuh darah. Alzio menatap luruh kearah depan, tersenyum sendu melihat pemandangan yang tidak pernah ia lihat sebelumnya.
"berani kau menyakiti suamiku, maka kau akan merasakan kemarahan seorang istri dari Alzio! "