Obsesi Cinta Mafia

Obsesi Cinta Mafia
Season 2 - Melihat Dunia.


__ADS_3

satu minggu sudah berlalu, kini mata Aurina akan dibuka perban nya. semua orang berkumpul untuk melihat Aurina, mereka ingin menjadi orang pertama yang dilihat oleh Aurina. dokter membuka perban secara perlahan-lahan, sampai kapan terkahir menampilkan mata Aurina yang terpejam. Aurina menunggu intruksi dari dokter, semua orang tidak sabar bahkan Aurina juga tidak sabar untuk membuka mata.


"buka secara perlahan, jangan terlalu dipaksa terbuka. " ucap dokter, Aurina pun perlahan membuka matanya. masih setengah terbuka, hingga akhirnya matanya membulat sempurna.


masih nampak tidak jelas untuk melihat, Aurina berkedip berulang kali hingga matanya merasakan cahaya dan perlahan nampak jelas benda dihadapannya. Aurina melihat tangannya sendiri, ia meraba matanya kemudian menoleh kearah semua orang dan dokter. ketegangan terjadi, karena tidak ada tanggapan dari gadis itu.


"apa kau bisa melihat kami sayang? " tanya Krystal dengan lembut, Aurina menatap Krystal dengan mata berkaca kaca.


"Mommy, kau adalah Mommy wajahmu masih sama seperti dulu... " ucapnya kemudian, suara sorakan langsung terdengar oleh semua orang. Krystal langsung memeluk putrinya, Airella bersorak dengan memeluk lengan Azriel. Aurina melihat kearah Alzio, terlihat Alzio menatapnya dengan tatapan penuh kasih sayang dan rasa haru. "Daddy, masih sangat tampan... " ucap Aurina, Alzio langsung memeluk putrinya dengan erat.


"Terima kasih sayang, sudah bertahan selama ini. Daddy bahagia kau bisa melihat lagi, kau tidak akan menderita lagi setelah ini." ucap Alzio, Aurina mengangguk dengan itu. semua orang disebutkan oleh Aurina, mereka senang bisa melihat Aurina bicara tanpa melihat kearah lain. bahkan Dahlia memberikan Aurina sebuah cermin, untuk pertama kalinya Aurina melihat wajahnya sendiri yang sudah dewasa itu. sangat cantik menurutnya, ia tidak percaya wajahnya akan secantik itu meskipun tanpa polesan.


"apa kau tidak percaya pada wajahmu sendiri? " tanya Airella, Aurina menoleh dan menggelengkan kepalanya. ia menatap Azriel dan Airella, itulah kakak kembarnya yang tampan dan juga cantik.


"kau sangat cantik, mommy juga cantik. karena itu aku cantik, aku tidak percaya ini wajahku. siapa yang merawat wajahku selama ini, karena itu Nathan selalu mengatakan aku cantik. eh dimana Nathan, kita melewatkan nya.. " ucap Aurina, ia sadar bum melihat bagaimana wajah Nathan. tapi sekelilingnya tidak ada Nathan, semua orang datang tapi tidak dengan Nathan.


"Nathan sedang mengurus satu hal yang penting, dia akan datang nanti malam. " ucak Azriel, Aurina pun mengangguk dengan itu. ia kembali melihat kearah cermin, ia masih memperhatikan wajahnya yang terlihat cantik kata semua orang. hal itu menjadi tawaan semua orang, mereka merasa Aurina sangatlah lucu.


sore harinya semua orang pergi, meninggalkan Aurina untuk istirahat atas perintah dokter. cahaya lampu dikamar nya pun dibuat remang remang, karena mata Aurina masih sensitif dengan pencahayaan yang terlalu terang. Aurina dikejutkan dengan pintu terbuka, ia melihat seseorang datang dari pintu masuk. siapa lagi yang datang terakhir, tentu saja Nathan yang terlihat menghela nafas karena berlari. ia dengan cepat berlari agar bisa melihat Aurina, kini ia melihat Aurina yang duduk diatas ranjang rumah sakit.

__ADS_1


"bagaimana hasilnya? " tanya Nathan, Aurina ingat bagaimana pria dihadapannya itu mencium bibirnya seminggu yang lalu. bahkan ciuman itu masih dirasakannya, karena itu adalah first kiss milik Aurina dan Nathan mengambil nya. "kau mengenaliku? " tanya Nathan lagi, pria itu duduk disamping Aurina yang menatap nya. Aurina meraba wajah Nathan, kemudian membuka matanya dan memberikan senyuman.


"kau terlambat, kau orang terakhir yang ku lihat." ucap Aurina, sangking bahagianya Nathan menghela nafas dan memeluk Aurina. ia merasa senang, Nathan memegang wajah Aurina dan memperhatikan bola mata Aurina yang berwarna sedikit abu abu.


"kau yakin bisa melihatku?" tanya Nathan lagi, padahal Aurina sedang meneliti wajahnya. dari alis, mata, hidung hingga bibir, Aurina meneliti semua itu. Aurina menunjukkan tahi lalat yang ada di leher Nathan, kemudian tersenyum.


"kau berjanji padamu akan membawaku ke pantai, kau harus tepati saat aku keluar dari sini. " ucap Aurina, Nathan kembali tersenyum karena bahagia. wanita tercintanya sudah bisa melihat, dipeluk nya dengan erat sampai Aurina merasa sesak. "aku akan mati Nathan, lepaskan... " ucap Aurina merasa sesak, Nathan melepas pelukan itu dan tertawa lagi.


"maaf aku sangat bahagia, aku tidak percaya itu. " Aurina tersenyum dengan itu, kemudian mengangguk kepada Nathan. ia tidak ingin membahas apapun sekarang, ia ingin melupakan hal yang dilakukan Nathan padanya seminggu yang lalu.


...****************...


"kenapa kalian melihatku seperti itu, apa ada yang salah? " Azriel menggelengkan kepalanya, Aurina pun memeluk Azriel yang duduk disamping nya.


"ada apa? " tanya Azriel, Aurina menggelengkan kepalanya.


"Terima kasih sudah menjagaku, kalian semua menjaga dan selalu mendukungku apapun yang terjadi. sekarang aku bisa melihat lagi, aku bahagia melihat wajah kalian orang yang selalu menyayangiku. " ucap Aurina, Azriel mengangguk dengan itu. Airella melihat itu merasa kesal, tidak pernah sekalipun Azriel memberinya pelukan seprti itu. Azriel menaikkan satu alisnya, melihat Airella yang berdecak kesal kearah lain.


"kau sudah bisa melihat, kau mengetahui apapun yang kami bertiga lakukan selama ini tanpa sepengetahuan Daddy dan Mommy. ingat kau tidak boleh seperti kami, mau harus bekerja dengan pekerjaan bersih. kami tidak ingin kau dalam bahaya, karena cukup Airella yang bersamaku dia sudah beban. "

__ADS_1


"wih enak saja beban, rencanamu tidak akan berhasil tanpa ada aku. dan Aurina setelah kembali ke London, urus semua perusahaan itu. karena aku sudah lelah mengurusnya, aku ingin beristirahat sejenak didalam rumah dan menikmati kamarku yang sangat nyaman. " ucap Airella, Aurina tersenyum dengan itu. tidak ingin melawan perkataan siapapun, dia hanya mengangguk dan akan menuruti semua permintaan kedua kakaknya.


Nathan menepati janjinya pada Aurina, ia mengajak Aurina kesebuah pantai sebelumnya. sangat cantik melihatkan pantai dengan matahari yang akan tenggelam, Aurina berdiri di samping air pantai yang hampir menyentuh kakinya. Aurina melihat kearah Nathan, pria itu senantiasa menemaninya berdiri tidak jauh darinya. Aurina mendekat kearah Nathan, menatap Nathan yang lebih tinggi darinya.


"aku tidak menyangka kau sangat tinggi. " ucap Aurina, Nathan mengangguk dengan senyum tipis. "aku ingin mengatakan sesuatu, jangan lakukan itu lagi. bukankah aku seperti saudarimu, Nathan simpan perasaanmu untukku itu untuk orang lain saja. aku menganggapmu sebagai kakakku, aku katakan itu lagi karena aku ingin menjelaskan padamu. sekarang mataku bisa melihat, aku bisa melakukan hal kecil atau besar sendiri . kau bisa menjagaku semaumu, tapi kau tidak bisa berada terus bersamaku. kau punya mimpi, kau punya cita cita. kita adalah keluarga, tentu saja aku ingin kau mendapatkan seseorang yang bisa mencintaimu dan kau mencintainya. " jelas Aurina, entah sampai kapan ia harus menjelaskan hal itu.


"baiklah, jadi kita saudara? " ucap Nathan, Aurina menganggukkan kepalanya. "jadi aku boleh memukulmu! " ucap Nathan kemudian menyentil kepala Aurina, itu adalah pertama kalinya Nathan melakukan hal itu.


"sangat sakit, kenapa melakukan itu? " tanya Aurina, Nathan malah berjalan mundur dengan kedua bahu nya diangkat.


"aku melakukan itu pada Dahlia, sekarang aku juga akan melakukan itu padamu... " ucap Nathan, Aurina mengelus dahinya.


"kalau aku bodoh bagaimana, tidak ada yang mau denganku! "


"aku masih menerima mu, tenang saja... " ucap Nathan, Aurina pun melempar Nathan dengan batu kecil kemudian mengejarnya.


jadilah dua orang itu berlarian ditepi pantai, kecipak air pantai semakin membuat berlarian itu seru. pakaian basaha tidak masalah, sesekali Nathan menjaili gadis itu. mendorong Aurina kearah Air, dan tidak kalah Aurina juga menarik Nathan hingga jatuh basah bersamanya.


"kau akan jatuh cinta padaku, akan kubuat kau jatuh cinta padaku Aurina... saudara itu tidak cukup, aku tidak bisa hidup sebagai saudaramu..."

__ADS_1


"aku tidak bisa jatuh padamu, aku terlalu banyak menyulitkanmu maka tidak akan lagi dalam sebuah hubungan cinta... menggapmu sebagai saudara, adalah pilihan yang tepat... "


__ADS_2