
Alzio tersenyum melihat Krystal yang tidur nyenyak disiang hari, ketenangan itu diusik karena seseorang mengetuk pintu kamarnya. Alzio berjalan kearah pintu, ia membuka pintu tapi tidak melihat siapapun. ia mencari tapi tidak ada siapapun, sampai tiba tiba seseorang memukul kepalanya dengan keras. Alzio langsung terjatuh karena tidak kuat menahan, ia mendelik melihat siapa yang memukul nya. siapa lagi kalau bukan saudara kembarnya, sampai Alzio berakhir menutup mata tidak sadarkan diri.
Alzio membuka mata saat seseorang menyiramkan air pada tubuhnya, Alzio membulatkan mata kemudian merasa kepalanya berdenyut. pria itu melihat dirinya sendiri, kedua tangannya dirantai dengan posisi berdiri. tubuhnya lemas karena pukulan bertubi tubi ia dapatkan, bahkan beberapa orang memberikannya sebuah suntikan. Melihat gelapnya ruangan, kemudian melihat seseorang yang duduk dengan santai didepannya. penampilan orang itu hampir mirip dengan Alzio, cuman berbeda dari perawakan Alzio yang asli.
"Alvion Jeandra! " geram Alzio menahan marah, pemilik nama hanya melambaikan tangan dengan seringai.
Alvion Jeandra adalah saudara kembar Alzio yang tinggal di negara Perancis, tidak ada yang tahu Alzio memiliki kembaran dinegara lain. adik kembar yang tidak pernah dianggap, karena keduanya tidak seperti saudara kembar lainnya. mereka mengalami kecekcokan karena sebuah harta, hanya Alzio yang dianggap sebagai anak tunggal karena sifatnya yang penurut. Alvion cenderung tidak pernah jadi anak baik pada keluarganya dulu, bahkan penyebab kematian sangat ayah adalah Alvio yang memiliki musuh.
tinggal didunia yang sama dengan negara berbeda, membuat Alzio dan Alvion berselisih. yang ditakutkan Alzio terjadi, adik kembarnya itu mengetahui dirinya yang berada di negara itu. bersusah payah Alzio mengeratkan pengamanan, karena tidak ada yang memastikan pria itu tiba tiba muncul tanpa diundang. yang ditakutkan Alzio adalah Krystal, karena ia tidak ingin istrinya bertemu dengan Alvion yang lebih berbeda dari dirinya.
"halo kakakku Alzio, aku pikir kau melupakan adikmu ini!" tegas Alvion, ia tersenyum tipis melihat Alzio yang berusaha melepaskan dirinya. "aku ada sedikit hiburan untukmu, kita sekian lama tidak bertemu. " ucap Alvion lagi, kemudian memanggil bebarapa orang untuk datang. "aku akan kembali nanti kakak, aku ingin mengenal siapa istri seorang Alzio. dan ya mereka akan menghiburmu, " Alvion berdiri dari duduknya, pakaian khasnya terlihat pas dan elegan. mendekat kearah Alzio, belum bicara kaki Alzio menendang pria itu hingga terdorong disamping meja. wajahnya cukup terluka,kemudian menatap Alzio dengan tajam. "pukul dia tanpa henti, tapi jangan biarkan dia mati. bagaimanapun dia adalah kakakku, meskipun dia tidak pernah menganggapku." setelah mengatakan itu ia berjalan keluar dari sana, Alvion memegang bibirnya sendiri yang terluka.
"jangan sentuh istriku, kau akan menyesal jika menyentuhnya dengan tanganmu! " teriak Alzio menggema, tubuhnya dipukuli beberapa ank buah Alvion tanpa henti hingga Alzio disuntik cairan yang membuatnya lemah dan akhirnya tidak sadarkan diri.
__ADS_1
...****************...
Alvion datang saat tengah malam, dalam perjalanan ia membayangkan bagaimana Krystal tersenyum padanya. wanita itu tidak tahu yang bersamanya itu bukanlah suaminya, melainkan orang lain yang seharusnya tidak bersamanya. Alvion menatap Alzio yang berdiri tidak berdaya, akibat pukulan dan cairan yang disuntikkan pada pria itu.
"halo Alzio... aku datang lagi, bagaimana kabarmu apa kau rindu pada saudara kembar mu ini? " ucap Alvion kasar, pria itu membuat Alzio tersadar kemudian menatap tajam kearahnya. Alzio siap mengeluarkan makiannya, tapi tubuhnya seakan remuk tidak berdaya. "kenapa, apa yang kau punya tidak ku punya. apa yang kuinginkan kau selalu memilikinya, kenapa aku tidak memiliki hal yang sama denganmu! " teriak Alvion memberikan pukulan pada Alzio, membawa Alzio tegap untuk menatapmu. kemarahan terlihat jelas dimata Alvion, tapi Alzio hanya terkekeh kecil tanpa melawan.
"karena kau.. seharusnya tidak hadir, siapa kau yang hanya parasit keluarga! "
"hentikan ini Vion... dengan menyiksaku.. kau tetap tidak akan memiliki apa yang kumiliki... " ucap Alzio yang masih setengah sadar, Alvion menyeringai kemudian mendekat kearah Alzio dan membuka ponsel yang menampilkan foto Krystal, lebih tepatnya ponsel itu milik Alzio.
"aku bisa memilikinya, kau tahu betapa cantiknya istriku malam ini tertidur pulas dalam pelukanku, siapa namanya, oh ya Krystal." nama Krystal disebutkan membuat Alzio memerah, matanya merah karena marah. akan menyerang Alvion, tangannya terkunci rantai tidak bisa lebih maju kearah tubuh Alvion.
"jangan sentuh istriku, jika kau menyentuhnya... aku akan membunuhmu Vion, ambil semua harta dan segalanya dari milikku, tapi tidak dengan istriku Krystal! " saut Alzio, Alvion mendorong tubuh Alzio dengan kakinya.
__ADS_1
"aku sudah mengambilnya, harta lebih dari segalanya milikmu adalah wanita ini. maka Krystal adalah istriku, bukan istrimu. kau ingin membunuhku kan, bagaimana bisa kalau kau saja tidak bisa melepas tanganmu! " enek Alvion, hal itu membuat kemarahan Alzio meningkat. ia terus meronta untuk melepaskan diri, suara makian terus terdengar di telinga Tapi Alvion hanya menanggapinya dengan seringai tipis.
"Alvion Brengsek!" teriak Alzio, Alvion hanya diam menatap ponsel Alzio. ponsel itu terlihat wajah cantik Krystal, tersenyum dengan cantik dan juga anggun.
"aku akan mengalahkanmu kali ini Alzio, aku akan membuat wanita yang kau cintai membencimu, maka kau akan merasakan betapa bencinya orang melihat wajahmu. sama persis seperti dulu, tidak ada yang pernah melirikku meskipun sedikit. " saut Alvion kemudian pergi, Alzio yang tidak kuat dengan tubuhnya tetap meronta agar terlepas. dalam pikirannya adalah Krystal, tidak ada yang diijinkan siapapun menyentuh istrinya termasuk Alvion yang saudara nya sekaligus.
Alvion kembali di pagi hari, tentu saja langsung bertemu dengan Krystal yang menatapnya. Alvion berpikir tidak bisa bersikap seperti Alzio, pria itu harus sangat kasar agar Alzio dibenci oleh istrinya sendiri. Krystal menghadang langkah Alzio, mereka langsung saling menatap satu sama lain.
"Alzio kau dari mana, kenapa saat aku membuka mata kau tidak disini? " tanya Krystal kemudian, bukannya menjawab Alvion langsung berjalan masuk kearah kamar mandi tapi langsung ditarik oleh Krystal. "jawab aku, aku sedang bicara denganmu! " hardik Krystal, tiba tiba Alvion mencengkram tangan Krystal yang memegang lengannya.
"kau sangat cerewet, terserah sesuka ku aku akan kemana. aku tidak butuh ijin padamu, minggir!" ucap Alvion kasar kemudian mendorong Krystal, wanita itu tertegun karena suaminya tiba tiba kasar padanya dalam semalam. Krystal masih berdiri mematung dalam beberapa menit, sampai Alvion keluar dari kamar mandi dan melihat Krystal masih disana. "siapkan semua barangmu, kita akan kembali! " ucapnya lagi, kemudian berjalan melewati Krystal begitu saja. padahal wanita itu menunggu permintaan maaf suaminya, tapi tidak ada rasa bersalah dalam diri suaminya yang mengabaikannya.
"kenapa Alzio seperti itu? "
__ADS_1