Obsesi Cinta Mafia

Obsesi Cinta Mafia
Apa benar Kau Krystal?


__ADS_3

hari yang sama ditempat Krystal, gadis itu sudah mulai berjalan meskipun belum lancar. senyumnya terus berkembang, Robert membantu Krystal layaknya seorang adik sendiri. Krystal merasa nyaman diantara semua orang baik disana, mereka tidak membedakan siapapun maupun keluarga ataupun tamu. untuk pertama kalinya Robert membawa Krystal keluar rumah, ia mengajak gadis itu untuk naik kapal. hal itu pertama kalinya Krystal lakukan, sebelumnya dia tidak pernah naik kapal.


belum naik tiba tiba bayangan jahat menganggunya, sebuah kendaraan terjun ke laut melintas dipikirannya. kemudian Krystal terdiam dengan keringat, Robert yang paham itu berusaha menenangkan gadis itu. sampai keduanya pun naik di sebuah kapan yang tidak terlalu besar maupun terlalu kecil, ia tersenyum saat Robert Membantunya untuk duduk.


"Ariel kau duduk saja disini, aku yang akan menjaring ikan. " ucap Robert lembut, Krystal mengangguk dengan senyuman merekah. ia memandang luasnya laut biru, sesekali ia menyentuh air dingin yang terasa hangat akibat sinar matahari.


"Krystal!!! "


suara itu menggema ditelinga Krystal, ia menoleh kearah kapal besar tidak jauh dari nya. tidak melihat siapapun, tapi hatinya tiba tiba terasa aneh. sampai kapal nya itu meninggal kan tempat awal, karena Robert sudah merasa cukup dengan ikan tangkapannya. setelahnya gadis itu duduk seperti biasanya, berselonjor kaki dengan Robert yang mengoles obat dikakinya.


"aku sudah sembuh, kenapa terus dioles obat?" tanya Krystal lembut, Robert tersenyum dengan masih memijat kaki Krystal dengan lembut.


"agar semakin sembuh, aku ingin melihatmu berlari Ariel... " ucap Robert, Krystal hanya tersenyum kemudian mengangguk. "apa kau masih tidak ingat siapa dirimu dan siapa keluargamu? " tanya Robert, Krystal yang masih tidak ingat hanya menggelengkan kepalanya. yang ada dalam pikirannya hanya seorang pria, pria tampan yang selalu melintas dalam tidurnya. Krystal memberikan sebuah lukisan yang ia lukis sendiri, Robert melihat wajah seorang pria disana.


"pria itu selalu ada dalam mimpiku, aku tidak tahu siapa pria itu tidak ada petunjuk sama sekali. " saut Krystal lemah, Robert tersenyum dan mengusap pucuk kepala gadis itu.


"aku berpikir dia adalah kekasihmu, atau suamimu bisa saja kan. kamu tenang saja, aku akan mencarinya dan kamu harus berusaha mengingat siapa dirimu. " ucap Robert, Krystal mengangguk dengan senyuman merekah. "malam ini ingin jalan jalan, disana ada sebuah pasar makanan saat malam hari. karena kakimu sudah bisa berjalan ibu pasti memberikan ijin, kamu mau pergi? " tanya Robert dengan riang, Krystal mengangguk untuk mengiyakan hal itu.

__ADS_1


mereka pun berbincang satu sama lain, sesekali Robert membuat Krystal tertawa hingga matanya tidak terlihat. hal itu membuat Robert merasakan gemas pada Krystal, menurutnya Krystal adalah gadis paling cantik yang ada di pulau itu. kebanyakan wanita disana tidak memiliki aura seperti Krystal, meskipun semua wanita disana juga sangat cantik.


malam harinya Robert mengajak Krystal bertemu dengan beberapa temannya, mereka menyapa Krystal dengan baik. sifat polos Krystal disukai beberapa temannya, bahkan mereka menerima kedatangan Krystal yang juga bergabung. tidak pernah jauh dari Robert, gadis itu terus berjalan dengan tuntunan Robert yang selalu disampingnya.


"apa kakimu pegal? " tanya Robert, Krystal menoleh dan sedikit mengangguk. "mau kugendong? " Krystal langsung menggelengkan kepalanya, Robert tersenyum dan tetap menggandeng tangan Krystal.


"wah Robert kalian seperti pasangan, ya nggak teman teman! " ucap salah satu teman Robert, hal itu membuat Krystal malu karena semua mengatakan mereka adalah pasangan.


"Ariel sudah kuanggap sebagai saudaraku, tidak mungkin kami pasangan. " ucap Robert tersenyum, Krystal pun melihatnya dengan senyuman tulus.


"Ariel ayo kesana, kita beli telur tusuk. " ucap gadis bernama Diana, Krystal pun menurut dan berjalan perlahan dengan Diana yang memapahnya. Robert hanya memperhatikan dari jauh, ia bersama teman pria lainnya.


"dia mungkin punya suami, karena saat tidur gadis itu memanggil sebuah nama yang dirinya saja tidak tahu siapa... "


Krystal menikmati bersama Diana, mereka memakan cemilan yang dibeli langsung. seperti tidak pernah merasakan hal itu dalam diri Krystal, bahkan melihat makanan yang dijual dipinggir jalan sedikit membuatnya terganggu. tetapi tidak masalah baginya, ia berusaha tetap tenang dan berbaur dengan Diana.


pertunjukkan khusus pulau itu dilakukan, keempat orang itu menonton di tempat yang sudah disediakan. kali ini Robert merangkul tubuh Krystal agar tidak tersenggol orang, ketiga orang itu seakan menjadi perisai bagi Krystal. drama, tarian, dan juga atraksi dilakukan disana. senyum manis tidak berhenti berkembang, ia menampilkan senyuman merekah di bibirnya.

__ADS_1


"sudah kuduga kamu akan menyukainya... " ucap Robert ditelinga Krystal, gadis itu mengangguk dan tersenyum.


kakinya sudah bisa berjalan normal, mereka berempat memutuskan untuk makan lebih dahulu sebelum pulang. mereka duduk di sebuah restoran dekat pantai, menunggu makanan mereka saling berbincang satu sama lain. sampai Diana mengajak Krystal untuk berdiri, tentu untuk melatih otot kaki gadis itu. Diana membawa Krystal kepasir dekat pantai, menikmati silir angin malam yang berhembus.


"aku suka angin malam pantai, sunggu menyejukkan. " ucap Diana sedikit berteriak, karena jaraknya jauh dari Krystal yang memilih untuk berdiri tidak dekat air pantai.


"Diana jangan jauh jauh, nanti kamu dibawa ombak. " ucap Krystal, disana Diana dan Robert serta Juna tertawa. sangat lucu saat Krystal merasa khawatir, kedua pria itu langsung menggedong Krystal mendekat kearah pantai. "eh apa yang kalian lakukan? " tanya Krystal bingung, Juna melepas tangan Krystal berlari dekat ombak pantai.


"kamu juga harus merasakan serunya ini, ayoo... " ucap Robert, mereka membawa Krystal untuk bermain. entah sangat aneh menurut Krystal, bermain air pantai dimalam hari tapi seru juga. mereka saling melempar air pantai hingga benar benar basah, mereka seakan lupa tujuan mereka makan malam bukan bermain air.


"ayo pergi makan, pasti sudah datang pesanan kita... " ucap Krystal yang sedikit menjauh, ketiga orang itu tertawa kemudian berjalan kearah Krystal.


"apa kau tidak suka bermain air? " tanya Diana, Krystal tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


"bukan tidak suka, ini sudah malam. nanti kita demam, dan juga kalian kan lapar. .. "


"kami yang lapar, atau kau yang lapar? " ucap Juna menyela, belum menjawab perut Krystal berbunyi begitu saja. membuat Krystal terkejut, dan gelak tawa mereka terdengar karena merasa lucu. "sayangku Ariel lapar ternyata, haha... " ucap Juna, hal itu membuat Krystal juga tertawa untuk menutupi rasa malunya.

__ADS_1


mereka berjalan kearah meja mereka, terlihat meja itu penuh makanan yang sudah dipesan. tiba tiba langkah Krystal terhenti, sesuatu tiba tiba menghentikan langkah nya begitu saja. Krystal terdiam saat merasakan sebuah tangan melingkar di perutnya, tangan berotot kuat melingkar diperutnya memeluknya dengan erat. Krystal tidak bisa berkata kata, ia berdiri mematung seakan jantungnya sudah lepas dari tempatnya. Robert, Juna dan Diana melihat kearah Krystal karena merasa gadis itu tidak berjalan. ketiganya sama terkejutnya, tubuh kecil Krystal dipeluk oleh seseorang yang tidak dikenal.


"Krystal, apa benar kau Krystal.... "


__ADS_2