Obsesi Cinta Mafia

Obsesi Cinta Mafia
Season 2 - Penculikan.


__ADS_3

Aurina terduduk lesuh dengan tangan dan kaki terikat, dirinya ditampar keras oleh seseorang yang tidak dikenal. hanya tangisan yang ditampilkan, ia tertidur karena kelelahan sebab banyak menangis. suara derap kaki terdengar, Aurina langsung membuka matanya dan terlihat waspada. dirinya cukup lemah untuk berontak, karena badannya masih terasa sakit akibat seseorang itu.


"aku sudah katakan... aku tidak tahu tempat Azriel berada, tolong lepaskan aku sangat ketakutan.. " ucap Aurina memohon, seseorang itu terdengar semakin mendekat kearahnya dan tubuhnya kembali gemetar.


"ini aku.. " suara Nathan menembua telinga Aurina, gadis itu langsung menarik tubuh Nathan dan ia mendekap tubuh itu dengan erat.


"Nathan... mereka menyakitiku, aku tahu kau akan datang.. " ucap Aurina menangis, Nathan memeluk gadis itu kemudian matanya menelitih semuanya tidak ada siapapun di sana.


"kita akan pergi dari sini, Azriel mengetahui keberadaan kita dan akan datang sebentar lagi. " ucapnya, Aurina mengangguk dengan itu. tiba tiba pintu terbuka dengan kasar, Nathan dan Aurina terkejut secara bersamaan.


"wahh pahlawan datang, aku tidak menyangka orang bodoh bisa datang sendirian kemari... " ucap seorang pria, Nathan melihat pria itu adalah musuh besar Azriel. Alexander Grown, orang yang telah digugurkan oleh Azriel dan sekarang memiliki dendam pada orang yang bersangkutan dengan Azriel. Alexander memang mengincar Aurina, karena keluarga Gilbert yang paling lemah adalah Aurina. meskipun dijaga dengan ketat, orang suruhan Alexander dapat melumpuhkan penjagaan Aurina.


"Alexander... "


"ya Nathan, apa kabarmu. kau pasti berpikir aku sudah lama mati, tentu saja tidak. aku sudah merancang rencana untuk menghabisi keluarga itu, termasuk keluargamu juga. "


"jika kau ingin menyentuhnya, maka langkahi dulu nyawaku... "


"benarkah, baiklah jika itu maumu. aku hanya akan menunggu Azriel, maka aku lenyapkan adik kesayangannya di hadapannya. bawa gadis itu dekat denganku, hancurkan siapapun yang menghalanginya." ucap Alexander, beberapa orang kekar pun maju dan langsung diberikan tindakan oleh Nathan. melumpuhkan beberapa orang, dengan Aurina yang masih dalam dekapan nya. gadis itu ketakutan, tapi ia merasa aman ketika Nathan disana.


"aku akan melindungimu, tenang saja jangan takut. " bisik Nathan tepat ditelinga gadis itu, Aurina mengeratkan pelukannya karena merasa ketakutan. "akhh..." teriak Nathan saat punggung disayat sebuah pisau, Aurina terkejut dengan itu. tangannya menyentuh luka itu yang berdarah, tangisnya kembali ia luapkan karena merasa khawatir.

__ADS_1


"Nathan kau terluka.. " ucapnya, Beberapa orang itu menarik tubuh Aurina agar terlepas dari tubuh Nathan.


"peluk aku, jangan lepaskan. " ucap Nathan, pria itu menahan seseorang yang terus memukulnya dengan tangan kosong maupun dengan senjata. Nathan sudah lemas, tangannya masih kuat merangkul tubuh Aurina.


"Nathan sadarlah, Nathan.. " orang orang itu menarik paksa tubuh Aurina, Nathan sudah terkapar tidak berdaya menatap Aurina yang dibawa.


"Alexander jagan merasa senang... kau lupa bagaimana Azriel menghabisimu dulu?" suara Nathan itu membuat hati Alexander gemetar, tentu saja akan selalu diingat karena pria itu memakai cara licik untuk menjebaknya. "apa.. kau tidak berpikir kenapa aku mudah dilumpuhkan? "


"tentu saja tidak berpikir, karena dia sudah tidak punya otak! " teriak seseorang dari jauh, suara siapa lagi kalau bukan suara Azriel yang sudah datang tanpa rencana tapi tersusun seribu cara untuk menghancurkan musuhnya. Azriel melayangkan tembakannya pada tangan orang yang menyentuh Aurina, hingga gadis itu terbebaskan dari cengkraman pria jahat. Alexander melihat anak buahnya yang gugur akibat orang suruhan Azriel, pria itu membawa sejuta orang untuk menghancurkan Alexander.


"Azriel... " panggil Aurina, Azriel langsung berjalan cepat dan menggedong tubuh Aurina. ia membawa sangat adik duduk di tepi ruangan itu, menatap keadaan Aurina yang terlihat kacau dan luka di beberapa bagian kulit.


Alexander berlari untuk mencari jalan keluar, tapi rencananya itu gagal ketika seseorang menembak kakinya. Alexander tumbang dengan kaki yang sangat kesakitan, Azriel menoleh kearah sumber yang sudah menembak kaki musuhnya.


"dulu dia musuhmu, sekarang dia juga musuhku karena menyakiti adik dari Airella!" ya benar Airella yang sudah menembak kaki Alexander, gadis itu adalah seorang penembak jitu dan juga berperan sebagai Azriel versi perempuan. keduanya berdiri di hadapan Alexander yang diangkat oleh anak buahnya, pria itu dicengkram erat atas perintah Azriel.


"aku sudah curiga dari awal, seseorang mengawasi Aurina sejak datang ditaman. " ucap Nathan, pria itu dengan terluka berdiri diantara Airella dan Azriel.


"Azriel mengampunimu dimasa lampau, tapi kau malah menculik orang yang salah. apa kau ini bodoh atau apa, kali ini Azriel tidak akan mengampunimu apapun yang terjadi. " ucap Airella, ia menoleh kearah Azriel yang masih dengan wajah merah padam. "aku beri saran, bakar saja dia hidup hidup, jangan kotori tanganmu dengan darah pria seperti dia." ucap Airella dengan keji, Azriel menyeringai dengan itu.


"hajar dia, buat dia merasakan lebih baik mati dari pada hidup. jika sudah seperti itu, berikan tubuhnya pada anjing pelacak kita yang sedang kelaparan. "

__ADS_1


"Azriel bukan aku yang akan membalas, lihat saja kau akan mendapatkan balasannya nanti. " suara pria itu dibungkam, dibawa pergi oleh orang orang Azriel. suara teriakan kesakitan orang itu terdengar, hingga suara itu terhenti menyisakan suara rintihan rintihan.


Azriel berlari kearah Aurina, membawa adiknya kedalam gendongannya. Azriel menoleh kearah Nathan, pria itu penuh luka dengan Airella memapahnya.


"aku akan berikan pelajaran padamu nanti! " ucap Azriel pergi, Nathan hanya tersenyum dengan anggukan.


"cih dasar lemah, begini saja kau terluka sangat banyak. "


"jangan cerewet Ai, tolong aku jalan. "


semuanya pergi dari gedung itu, Alzio memerintahkan anak buahnya untuk membakar gedung itu tanpa tersisa. mereka menuju rumah sakit, untuk mengobati Nathan yang terluka dan juga mengobati luka Aurina yang berada di kulit mulusnya.


"Alex mengirim video digrub keluarga, ia meretas akses keluarga Gilbert. "


"tenang saja, aku sudah mengatasinya. orang ku menghapus video itu, Daddy dan Mommy belum melihatnya. aku yakin orang tuamu juga belum tahu, tenang saja. " saut Airella, Azriel menatap tajam Nathan karena masih memiliki kemarahan pada pria itu. "Alex sangat bodoh, kenapa dia mengirim video itu dan membuat kita tahu. dia tidak kapok sudah dihancurkan sekali, malah minta dihancurkan lagi." saut Airella lagi, semuanya terdiam disana menatap Aurina yang tidak sadarkan diri.


"bagaimana keadaannya? " tanya Azriel pada seorang dokter, terlihat dokter itu memberikan resep obat.


"keduanya baik baik saja, nona pasien hanya mengalami shock dan tidak sadar dalam beberapa waktu. untuk tuan pasien dia harus beristirahat total, luka punggungnya cukup dalam karena sayatan sebuah pisau. " ucap dokter tersebut, Azriel pun mengangguk dengan itu dan dokter pergi dari sana.


"kita harus buat Daddy dan Mommy tidak kembali, jika ia melihat luka Nathan dan Aurina aku tidak tahu apa yang akan dilakukan Daddy Alzio. " ucap Azriel , Airella dan Nathan mengangguk dengan itu. tentu saja Alzio akan marah besar, seseorang mencoba melukai putri kesayangan keluarga itu.

__ADS_1


__ADS_2