Obsesi Cinta Mafia

Obsesi Cinta Mafia
Krystal yang mulai nakal.


__ADS_3

Alzio dan Krystal berada di sebuah kamar, pria itu membawa Krystal kedalam kamarnya. mengunci kamar, seakan rindu dengan waktu bersama gadis itu. Alzio langsung menyambar bibir Krystal, tanpa jeda ia melaham bibir kecil yang membuatnya candu. bukan hanya bibir yang tidak bisa diam, tangan keras dan hangat itu juga tidak bisa diam terus bergerak mengusap tubuh Krystal. sampai beberapa saat kemudian ia menghentikan tindakannya, ia menatap Krystal yang mengatur nafasnya dengan mata terpejam. dada naik turun mencari nafas, gadis itu masih tidak bisa mengimbangi apa yang dilakukan Alzio.


"kau sangat menggemaskan! " ucap Alzio mengusap bibir gadis itu, Krystal membuka mata dan merasa malu dengan pipi yang merah. "kau harus bersiap hari ini, sore nanti orang tua mu akan datang. " ucap Alzio, mata Krystal langsung berbinar mendengar itu.


"tuan apakah itu sungguhan, aku tidak percaya? " saut Krystal kegirangan, ia tidak tahu saat ini Alzio menahan senyumnya.


"ciyum aku jika kau ingin itu sungguhan. " tanpa bicara Krystal mencium bibir Alzio, menempel sedikit lama kemudian ia lepaskan. senyum dibibir Alzio berkembang, juga di bibir Krystal yang tidak berhenti tersenyum. Alzio langsung menarik gadis itu dalam pelukannya, melakukan sesi ciuman panas selanjutnya. Krystal juga menikmati tanpa paksaan, entah kenapa dirinya sudah jatuh dalam pelukan Alzio. yang artinya dirinya sudah jatuh cinta pada pria itu, tapi ia sering mengatakan pada dirinya sendiri untuk tidak jatuh cinta pada Alzio yang tidak mungkin memiliki perasaan padanya.


setelah siang hari menunggu, ternyata benar kedua orang tua Krystal datang. Krystal langsung berlari kearah mereka, melepas rindu yang sudah lama tidak bertemu. tangisan haru dan bahagia terlihat jelas, bahkan sangat ayah memeluk dan menciumi anak semata wayangnya.


"aku tidak percaya kalian datang, aku sangat merindukan kalian. " ucap Krystal bahagia, sang ibu menghapus air mata putrinya.


"Daddy mu ingin membayar setengah hutangnya, dan kebetulan tuan Alzio meminta kami untuk datang kemari. " ucap sang ibu, Krystal mengangguk dengan itu. kedua orang tua itu di silahkan masuk, disana Natalia dan Darius menyapa keduanya dengan sopan. tidak lupa Alzio juga disana, pria itu memilih diam hanya memperhatikan mereka.


"Daddy Mommy, mereka adalah temanku disini. ini namanya Natalia, dia sudah seperti saudaraku disini. dan itu Darius, dia juga baik padaku selama ini." ucap Krystal memperkenalkan, saat akan mengenalkan Alzio pria itu menggelengkan kepalanya. dan berakhir mereka bicara berlima, sampai ada pergerakan dari Alzio yang langsung membuat mereka menoleh dan berfokus pada Alzio.


"bagaimana perusahaanmu sekarang Mr. Winston, apakah semua sudah berjalan lancar? " tanya Alzio dengan nada serius, Mr.Winston itu memberikan senyuman pada bos muda yang garang itu.


"sudah sangat baik tuan, dan kedatangan saya kesini juga ingin membayar setengah hutang saya."

__ADS_1


"iya hutangmu sudah berjumlah banyak, kuharap kau bisa melunasi nya dengan cepat. " ucap Alzio, entah kenapa hatinya tidak senang melihat Krystal tersenyum dengan orang tuanya. pria itu merasa ingin menambah hutang Mr.Winston agar menetapkan Krystal lebih lama, entah ada perasaan ingin kejam tapi ia tidak bisa melakukan itu karena merasa tidak tega.


"apa kami bisa membawa putri kami, kami ingin putri kami bebas. kami akan memberikanmu jaminan apapun, selain putri kami. " ucap sang ibu, Alzio menatap kedua orang tua itu dengan tajam. menatap Krystal yang juga menghadap, tapi ia tidak bisa melepas gadis itu begitu saja meskipun merasa kasihan.


"tidak, perjanjian awal putrimu akan tetap disini hingga lunas. lagi pula aku tidak membuatnya seperti pelayan, tanyakan padanya apa menyuruhnya bekerja. " ucap Alzio kemudian, Krystal menggelengkan kepalanya pada kedua orang tuanya. mereka sedih jauh dari putri mereka, tapi ada rasa syukur karena putri mereka baik baik saja. mereka belum tahu kalau putri mereka sudah pernah merasakan penyiksaan, tapi Krystal tidak ingin menceritakan hal itu dan sudah dianggapnya sebagai sebuah mimpi.


...****************...


satu minggu sudah orang tua Krystal datang, mereka menginap selama satu minggu. setelah itu mereka pergi dengan perasaan tenang, mereka sudah melihat berapa mewahnya yang didapat putri mereka. Krystal yang ditinggal kedua orang tuanya merasa sedih, ia terlihat murung meskipun Natalia mengajaknya bicara.


Natalia tahu perasaan wanita itu, ia mencoba menghibur Krystal tapi tetap saja wanita itu jadi pendiam. sampai Alzio sendiri yang datang, pria itu mengajaknya bicara dan juga mengajaknya beraktivitas. kini keduanya berada di ruang gym, Krystal menemani Alzio yang sedang membentuk otot otot ditubuhnya. Krystal menatap tubuh kekar itu, sangat kekar padat dan juga mulus dengan tato yang tercetak.


Alzio menuntun Krystal untuk melakukan hal yang sama dengannya, bukannya menolak Krystal justru antusias. bahkan mendapat godaan Alzio yang membuatnya tertawa renyah, kedua manusia itu seakan menghilangkan masalah mereka sendiri. saat Alzio melakukan push up, Krystal dengan jail duduk diatas punggung pria itu. memang tubuhnya tidak berisi, bahkan Alzio tetap melakukan push up nya dengan ekspresi biasa. ia tersenyum melihat Krystal, gadis itu tersenyum dengan masih duduk diatas punggung Alzio.


"sampai seratus tuan, aku akan menghitungnya dari atas. " ucap Krystal tersenyum, Alzio tetap melakukan push up nya.


"kau berani sekarang, coba turun sebentar dari situ. " saut Alzio, Krystal pun turun dan menatap Alzio. tiba tiba tangannya ditarik, Alzio membawa Krystal berada dibawahnya. pria itu kembali melakukan push up dengan Krystal dibawahnya, dan yang terjadi Alzio akan mendaratkan bibirnya pada bibir Krystal yang tepat dibawahnya. "begini saja aku suka, kau tidak tahu ya badanmu sangat berat. " ucap Alzio, pria itu terus mendaratkan bibirnya pada bibir Krystal.


"cu... curang... se... kali... bagai... bagaimana... bisa... seper... seperti ini tuan! " ucap Krystal yang terus terbatas akibat dikecup bibirnya, sampai ia menahan tubuh Alzio dengan kedua tangannya. Alzio tersenyum dengan itu, kemudian merendahkan posisinya agar dekat dengan Krystal. menyambar bibir kecil itu lagi, tanpa bicara dan tanpa adanya perlawanan. Krystal bahkan menerima itu, ia memeluk leher Alzio yang menciumnya dengan ahli.

__ADS_1


"apa ini yang kau inginkan?" tanya Alzio melepas bibirnya, Krystal menggelengkan kepalanya dengan nafas yang tersenggal. Alzio menciumnya lagi dan memberikan kecupan diseluruh leher Krystal, akhirnya suara yang diinginkan Alzio keluar dari mulut Krystal tanpa sengaja. Alzio tersenyum dengan itu, ia membenamkan wajahnya tepat disela rambut Krystal. "aku ingin dirimu Krystal, sudah lama aku tidak menyentuh tubuhmu... " suara Alzio serak dan parah, Krystal menghela nafas ia merasa tubuh Alzio menegang dan ia merasa Alzio sedang bernafsu padanya. ya memang itu yang terjadi, karena sudah seminggu lebih Alzio tidak tidur dengan gadisnya itu. ia selalu menahan dirinya untuk mendekati Krystal, apalagi dengan posisi kedua orang tua gadis itu datang.


"tuan... aku sedang berkeringat, bisakah nanti saja? " ucap Krystal lembut, Alzio langsung menetap gadis itu dengan wajah yang sulit diartikan oleh Krystal.


"aku tidak peduli, kita juga tetap akan berkeringat nantinya. " saut Alzio, pria itu tanpa bicara melakukan aksinya. Krystal hanya menerima hal itu, kini dirinya sudah bisa menikmati sentuhan yang diberikan Alzio. bahkan Alzio sudah sangat candu pada gadis itu, terkadang Krystal akan memimpin kegiatan mereka yang membuat Alzio semakin kecanduan pada tubuh Krystal. mereka melakukan adegan panas itu diruang gym mereka, menurut Alzio tidak akan ada yang masuk kesana kecuali Darius dan juga Natalia.


Setelah beberapa jam disana, kedua manusia itu keluar dari ruang gym. tentu saja sudah segar, karena mereka menyelesaikan kegiatan mereka didalam kamar mandi dengan air shower yang membasuh mereka. menemui Natalia dan juga Darius disana, Natalia melihat Krystal yang berlari kearah kamarnya sendiri dan melihat Alzio berjalan santai kearahnya. Krystal merasa malu dengan tubuh yang penuh tanda dari Alzio, uia berniat untuk mengganti pakaiannya yang lebih tertutup. Natalia melihat kissmark yang dileher Alzio, ia terkejut karena tahu siapa yang melakukannya dan siapa lagi kalau bukan Krystal. gadis itu sudah berani menurutnya, kemudian Natalia menatap Alzio yang tanpa dosa itu.


"bisakah lakukan itu dikamarmu, kenapa harus diruang gym? " tanya Natalia, Alzio sedikit terkejut tapi kemudian terkekeh kecil.


"biarkan saja Natalia, mereka kan sudah lama tidak melakukan itu. apalagi Alzio sudah menahan selama beberapa minggu, bahkan kucing kecilnya sudah berani membuat tanda di lehernya. apakah kau senang, apa kau puas? " tanya Darius, Alzio hanya mengangguk dengan meneguk jus didalam gelasnya.


"kurang, akan selalu kurang. nanti malam masih ada waktu, aku akan melakukannya lagi. akan kubuat dia lebih nakal dari ini, dia sudah lebih berani padaku. " saut Alzio enteng, hal itu mendapat cubitan dari Natalia yang tidak terasa sakit ditangannya.


"heleh begitu saja bilang kalau kau tidak mencintainya, terlihat jelas dimatamu sangat mencintai gadis itu. " ucap Natalia lagi lagi membuat hati Alzio berdesis, ia tidak ingin semua itu ia artikan sebagai cinta pada Krystal. karena memang ia hanya cocok dengan tubuh Krystal, beberapa tahun dirinya yang tidak tidur dengan seorang wanita manapun. "mending ajak dia jalan jalan malam nanti, dia masih muda pasti ingin seperti yang lain diusianya." ucap Natalia lagi, Alzio menatap Natalia tanpa bicara dengan wanita itu terus mengangguk.


"iya malam ini kau tidak ada jadwal apapun, ajak dia jalan jalan sesekali. dan juga aku akan sesekali tidur, aku akan sangat lelah hari ini. " ucap Darius, Alzio sedikit menerima saran itu kemudian meninggalkan ruang makan, berjalan cepat kearah kamarnya.


"Alzio sialan, masih tidak mau mengaku! " ucap Natalia, Darius tertawa kecil mendengar itu. padahal dirinya dan Natalia sudah paham bagaimana Alzio, dan paham jika pria itu jatuh cinta pada seseorang. pria itu akan sangat obesesi dan juga posesif pada orang itu, dan hal itu sudah ditunjukkan pada Krystal yang sudah berhasil mengambil hatinya.

__ADS_1


__ADS_2