Obsesi Cinta Mafia

Obsesi Cinta Mafia
Aku sudah yakin, dia Krystal.


__ADS_3

dihari yang sama kapal besar itu sampai di pulau yang mereka tujuan, dari siang hingga malam mereka berada di pinggir pantai menyusun sebuah bisnis dengan seseorang. tapi Alzio tidak tertarik dengan pembicaraan bisnis, ia memilih hanya diam mendengarkan semua temannya berbicara bisnis dengan seseorang. ia memilih bersama Natalia, karena gadis itu yang merawatnya dan membantu nya disana. Natalia bahkan membawa Alzio duduk dekat pantai, sembari dirinya memesan makanan yang bisa dinikmati Alzio.


Alzio diam mematung melihat gelapnya lautan dimalam hari, ia merasa sangat merindukan wanita yang sudah berbulan bulan tidak dilihatnya. bayangan Krystal terbentuk dilautan, tersenyum manis padanya. angin yang berhembus kencang tidak dipedulikan oleh Alzio, ia memejamkan mata merasakan angin yang berhembus. pria itu masih mengingat melihat Krystal yang duduk di kapal, tapi dengan aneh hilang begitu saja saat dirinya ingin mengatakan pada orang-orang disekitarnya.


"Krystal... andai saja kau memang ada disini... " gumamnya, ia membuka matanya dengan mengambil nafas berat. berhenti beberapa detik, nafasnya terhenti tidak jadi ia hembuskan. matanya lurus memandang sesuatu yang harus ia perhatikan, seseorang yang dirindukan nya terlihat lagi tepat didepannya. kali ini dia tidak ingin memanggil, Alzio ingin langsung menyentuh tubuh gadis itu untuk memastikan matanya.


kakinya sulit untuk digerakkan, langkah gadis yang dilihatnya semakin jauh. Alzio berusaha keras menurunkan kakinya, tekatnya untuk berlari sangat kuat. sampai ia berhasil berdiri, bahkan ia berjalan dengan perlahan tapi pasti. wajahnya panik saat berjalan, ia takut terjatuh dan tidak bisa menggapai gadisnya itu. sampai kaki itu berjalan, hingga berlari mendekat kearah seseorang yang ia tuju. Natalia melihat Apa yang dilakukan Alzio, ia menjatuhkan piring yang dipegangnya.


"Alzio! " teriak Natalia, hal itu membuat lima pria yang tidak jauh menoleh. mereka juga melihat Alzio yang berlari, mereka berenam langsung berhamburan untuk mengejar Alzio. mereka berpikir pria itu akan melakukan hal bodoh, segala umpatan kasar terdengar dari mulut lima pria itu. tapi langkah mereka terhenti seketika, melihat Alzio memeluk seseorang dan membulatkan mata saat melihat wajah seseorang itu yang sangat familiar.


Alzio langsung memeluk orang yang dilihatnya dengan erat, tanpa peduli ia memeluk seorang gadis di pinggir pantai. kakinya yang awalnya tidak kuat berdiri, kini bisa berjalan bahkan berlari. nafasnya tersenggal, ia mengatur nafasnya dengan memeluk orang itu.


"Krystal, apa benar kau Krystal?... " ucap Alzio kemudian, ya tentu saja yang dipeluknya adalah Krystal. gadis itu berdiri mematung mendapat pelukan itu, hatinya langsung berdebar mendengar suara Alzio. "Krystal ini aku... ini aku Alzio... " ucap Alzio lagi, Krystal masih terdiam sampai Alzio membuat gadis itu menatapnya. matanya tidak tahan untuk tidak menangis, air mata Alzio langsung menetes melihat gadis yang dicintainya berdiri di hadapannya terlihat sehat.


"maaf kau siapa, ada urusan apa dengan Ariel? " ucap Robert tiba tiba mengambil ahli Krystal, Alzio terkejut dengan itu kemudian membawa Krystal kearahnya.

__ADS_1


"Krystal ini aku, apa kau lupa padaku... namanya adalah Krystal, aku yakin kamu adalah Krystal... aku yakin... " ucap Alzio lagi, suaranya sudah gemetar tidak bisa menahan tangisnya. entah tangis bahagia atau tangis kesedihan, semua bercampur didalam hari Alzio. "aku merindukanmu Krystal,, tolong jangan pergi dariku... " ucap Alzio memeluk tubuh Krystal, tangisnya meluap saat memeluk Krystal dengan erat. Krystal hanya berdiri mematung, bibirnya tidak mengucapkan sebuah kata sedikit pun.


Robert menatap wajah Alzio disana, ia seperti mengingat seseorang yang berwajah Alzio. sedetik kemudian ia mengingat siapa Alzio, pria itu yang sudah dilukis oleh Krystal yang ditunjukkan padanya siang hari. wajah tampan itu sekarang terlihat nyata, bukan halusinassi Krystal. sahabat Alzio berdiam sedikit jauh, mereka tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.


"Krystal lihat aku, kau adalah Krystal... " ucap Alzio, pria itu memegang wajah Krystal dengan air mata yang tidak berhenti mengalir. perlahan tapi pasti tangan Krystal naik keatas, mengusap air mata Alzio yang mengalir tanpa henti. mata pria itu terpejam, merasakan sentuhan tangan Krystal yang ia rindukan dan rasanya tetap saja sama. Dalam hati Krystal berkata pria itu yang ada di mimpinya, selama matanya terpejam hanya ada pria itu yang lewat dan hanya berbeda sedikit. yang ia lihat sekarang memiliki janggut yang penuh brewok, dan terlihat lebih kurus dari yang ada di mimpinya.


"kau siapa, apa aku mengenalmu? "


Deg!


mata Alzio langsung terbuka, seakan dirinya ditampar begitu keras. bukan hanya dirinya, Natalia dan yang lainnya langsung terkejut mendengar itu. Alzio menelisik mata Krystal yang menatapnya, mata itu hidung itu wajah itu kulitnya semuanya adalah milik Krystal tapi ia tidak menyangka pertanyaan itu keluar dari mulut Alzio.


"Ariel... buka matamu, Ariel... " panggil Robert, pria itu menggendong tubuh Krystal untuk dibawanya pulang. Darius yang masih disana menghalangi Robert, hal itu membuat Robert terkejut dan menatap Darius dengan tajam.


"kami punya mobil, jika kau tidak keberatan akan kami antar pulang. demi gadis ini, jangan menolak." ucap Darius, peraku baiknya membuat Robert bernafas lega. pada akhirnya mereka berempat berada dimobil besar milik Darius, Alzio yang melihat kepergian mereka tiba tiba jatuh diatas pasir. Gavin membantu Alzio untuk berdiri, mereka cepat cepat menyusul mobil Darius yang membawa Krystal pergi.

__ADS_1


Krystal dibawa kerumah gubuhk biasanya dia tinggal, disana ibu Robert langsung mengecek tubuh Krystal. sedikit terkejut tapi kemudian bernafas lega, gadis itu hanya pingsan karena merasa sakit kepala. ibu Robert memberikan ramuan tradisional, dan meminumkannya pada gadis itu yang masih tidak sadarkan diri.


"kenapa tidak dibawa kerumah sakit? " tanya Darius yang masih ada disana, ibu Robert dan Robert sendiri menoleh. menatap Darius dengan bingung, karena memang wajah Darius terlihat asing dengan pakaian yang rapi setelan jas kemeja.


"tidak ada rumah sakit disini, semuanya hanya obat tradisional yang digunakan. dan kau siapa, aku baru pertama kali melihatmu?" ucap Ibu Robert, Darius menunduk sopan untuk memberikan salam.


"ibu... aku juga tidak tahu siapa dia, tapi kemungkinan besar dia adalah keluarga dari Ariel... " ucap Robert, ibu Robert sedikit terkejut dengan itu. belum bicara sebuah mobil terdengar, mobil itu adalah milik Gavin yang memang sedari awal mengikuti mobil Darius.


"benar kami adalah keluar Krystal, namanya Krystal bukan Ariel." ucap Natalia datang, gadis itu langsung kearah Krystal yang terbaring tidak sadarkan diri. gadis itu menangis terharu, tidak tahu itu mimpi atau bagaimana tapi tetap akan membuatnya bahagia melihat Krystal. "aku tidak tahu dia Krystal atau bukan, tapi aku sangat yakin dia adalah Krystal yang kami cari. " ucap Natalia, ibu Robert menatap Natalia yang tulus. kemudian ia melihat beberapa pria yang berdiri didepan pintu, juga melihat pria yang duduk di kursi roda tidak lain adalah Alzio.


"Krystal atau kalian menyebutnya Ariel kecelakaan beberapa bulan yang lalu, gadis itu kecelakaan bersama Alzio pria yang duduk di kursi roda. mobil mereka mengalami rem blong, dan berakhir terjun bebas dilaut. kami hanya menemukan Alzio, kami tidak menemukan Krystal sampai sebuah mayat ditemukan yang kami pikir adalah Krystal. karena ada beberapa barang gadis itu, tapi kami melihat Krystal masih sehat disini dan itu kami sangat bersyukur. " jelas Darius, ibu Robert dan Robert mendengarkan itu dengan menatap Alzio. pria itu melihat Krystal tanpa kedip, terlihat jelas cinta dimata pria itu dengan tulus.


"aku melihatnya , sejak itu aku yakin Krystal ku masih hidup... " saut Alzio, meskipun wajahnya terlihat tajam tapi suaranya sangat sopan dan terdengar lembut. mereka juga terkejut pria itu sebelumnya berdiri, semangat hidupnya muncul kembali dengan kedatangan Krystal.


"putraku menemukan nya dilaut, dia terombang ambil dilautan dengan penuh luka ditubuhnya. bahkan kepalanya terluka parah, untung sebuah benda membawanya terapung sampai tepi pantai. putraku membawanya pulang dan merawatnya, saat membuka mata pandangan gadis itu kosong. tidak mengenali dirinya sendiri, dan juga tidak mengenal siapa keluarga nya dan dari mana asalnya.... " ucap Ibu Robert, hal itu membuat semua yakin Krystal masih hidup.

__ADS_1


"Ariel melukis wajah wajah seorang pria, yang katanya selalu ada dalam mimpinya. tapi dia tidak tahu siapa itu, dan aku yakin pria yang duduk di kursi roda itu adalah pria yang ada di lukisan ini. " saut Robert, pria itu memberikan lukisan sebelumnya pada Alzio. pria itu menghela nafas beratnya dan menutup wajahnya, raut wajah bahagia tidak bisa ia sembunyikan. benar wajah di lukisan itu adalah wajahnya, ia menunjukkan pada Darius yang membuat semua orang tersenyum bahagia.


"aku sudah yakin dia Krystal... " Gumam Alzio, Darius memeluk Alzio dengan bahagia. begitu juga dengan Natalia, tiga orang itu saling merangkul bahagia menatap Krystal.


__ADS_2