
rasa syukur tidak berhenti dari mereka, keadaan semua baik baik saja. semua kembali normal, begitu juga keadaan rumah, lingkungan, pekerjaan dan juga hubungan. setelah kejadian yang lalu, Alzio memperketat penjagaan rumah terutama dirinya dan juga sang istri yang selalu ia tinggal untuk pekerjaan. Krystal sendiri dilarang untuk pergi bekerja, pekerjaannya hanya makan tidur menonton TV, dan bicara dengan Natalia seharian.
cuaca mendung membuat Krystal bosan, ia membaca buku didalam kamarnya dengan lelah. Krystal pun melirik sang suami yang duduk di sofa dengan laptop menghadapnya, Alzio bekerja dirumah karena larangan Krystal yang ingin tetap bersamanya dirumah. Krystal berjalan kearah Alzio, memeluk pria itu dari belakang dengan manja.
"aku bosan sekali... kenapa hujan tidak berhenti!" ucap Krystal, Alzio tersenyum lebar kemudian mencium pipi gemol Krystal.
"kenapa bosan, kan ada aku yang menemanimu. " saut Alzio, pria itu membawa Krystal untuk duduk dipangkuan nya. Alzio menutup laptopnya, karena sang istri lebih penting dari pekerjaannya sekarang. "katakan apa yang kau inginkan, hm? " tanya Alzio, Krystal tampak berpikir kemudian merangkul leher Alzio dengan manja.
"aku ingin makan diluar, bisakah? " hal itu langsung ditanggapi Alzio dengan gelengan kepala, karena jawabannya adalah tidak.
"makan di rumah saja, Natalia akan memasak untukmu.. " ucap Alzio, Krystal menggelengkan kepala kemudian bergelayut dileher Alzio.
"tidak mau, aku bosan masakannya Natalia. sangat enak tapi aku bosan, ingin makan diluar ayo kita pergi! " ucap Krystal manja, Alzio menciumi leher wanita itu dengan gemas.
"diluar hujan sayang, aku tidak ingin pergi dengan keadaan jalan yang basah. ayo kedapur, kita minta Natalia masak yang lain.. "
"kau yang memasak, aku akan memakannya! " ucap Krystal dengan ceria, Alzio mendelik dengan hal itu. karena dirinya tidak pernah memasak sekalipun, mungkin jika yang memakannya akan menjadi racun. "ayo! " Krystal menyeret Alzio untuk berdiri dan pergi kedapur, disana terdapat Natalia dan Darius yang menikmati teh hangat karena cuaca dingin. mereka melihat Krystal yang menarik Alzio, menuruni anak tangga hingga mendekat kearah mereka.
"apa kalian lapar? " tanya Natalia, Krystal mengangguk dengan wajah ceria.
"hari ini Alzio akan memasak, kita akan makan masakan Alzio!" ucap Krystal dengan ceria, hal itu membuat Darius dan Natalia terkejut. keduanya menyemburkan teh yang diminum, sedetik kemudian keduanya tertawa renyah.
"Alzio kau yakin akan memasak, aku bahkan masih ingat bagaimana rasa masakanmu terakhir kali... " ucap Darius dalam tertawa, Natalia mengangguk karena membenarkan.
"jangan seperti itu tuan Darius, dia akan memasak dagingmu nanti!" saut Krystal, Alzio mengangguk dengan memegang pisau .
__ADS_1
"benar, sini hari ini kita makan sup daging Darius! "
"wahh aku mau, aku ingin mengunyah bola matanya."
"woii, kenapa kau jadi mengerikan. " sela Darius yang merasa merinding, Krystal tertawa bersama Natalia. karena tidak mungkin ia doyan mengunyah bola mata manusia, bahkan Alzio juga tidak mungkin mememasak daging Darius sungguhan.
pada akhirnya Alzio pun memasak, ia dibantu Natalia dan juga Darius. Krystal hanya duduk di meja makan dengan menikmati teh hangat, terlihat tiga orang itu bersemangat memasak. dengan sesekali memperhatikan Krystal, mereka merasa heran apa yang diinginkan wanita itu.
"kenapa dia sangat aneh,? " tanya Darius, Alzio menggelengkan kepalanya.
"aku takut dia keracunan karena makananmu, tapi dia melarangku memasak hanya memintaku untuk melihat dan mengarahkan!" saut Natalia, Darius mengangguk dengan itu.
"sudah ayo selesaikan, aku juga heran tapi aku memilih diam! " saut Alzio, ketiganya pun melanjutkan kegiatan mereka. sampai beberapa menit telah selesai, Alzio menghidangkan masakannya pada Krystal yang sudah duduk dimeja makan.
"wooaahhh... wanginya.. mmmm" ucap Krystal kagum, ia menghirup aroma sedap dari masakan itu. Tiga orang lainnya saling melihat, kemudian menajamkan hidung mereka untuk mencium bau. tidak tercium bau sedap, mereka merasa heran.
"akan aku habiskan, tenang saja! " saut Krystal, wanita itu siap menyuapkan makanan itu kedalam mulutnya. suapan pertama sampai di mulutnya, dikunyah tanpa mengatakan bagaimana respon rasa makanan itu.
"apa kau keracunan? " tanya Natalia, hal itu membuat Alzio menatapnya dan Darius menahan tawa.
"kenapa apa dikasih racun? " tanya Krystal, wanita itu menyuapkan makanan nya lagi kedalam mulut. "ini sangat enak, aku tidak menyangka suamiku cepat belajar! " bagai petir tanggapan itu, mereka tidak menyangka hal itu keluar dari mulut Krystal. ketiga orang itu seakan diam membisu, melihat dan memperhatikan wajah Krystal yang tidak tertekan menikmati masakan Alzio.
"seenak itu? " tanya Darius, Krystal mengangguk kemudian menelan makanannya.
"enak, kenapa kalian berdiri saja. ayo duduk makan bersama, aku yakin kalian juga akan menikmatinya! " ucap Krystal, Natalia pun pun duduk dan mengambil sendok. ia tidak percaya seenak apa, satu suapan lolos dimulutnya.
__ADS_1
"astaga... rasanya... " ucap Natalia, ia berlari kearah wastafel dan memuntahkan nya. "asin... wleehh.... " ucap Natalia, ia membasuh lidahnya dengan air. Darius juga mencobanya, langsung terkejut bukan main.
"ini racun garam, oh tidak! " ucap Darius, Alzio juga penasaran ia mencoba nya. wajahnya langsung merah, dahinya mengkerut.
"berhenti memakannya, Natalia akan masak! "
"tidak mau, berikan, aku ingin makan ini!" ucap Krystal, ia menepis tangan Alzio dan menikmati makanan itu lagi. "enak kok, kalian saja yang berlebihan! " ucap Krystal, ia menikmatinya tanpa tertekan. Natalia dan Darius menatap ngeri dengan keasianan yang ia cicipi, bahkan Alzio meminum segelas air.
"kau menyampurkan garam berapa sendok? " tanya Natalia, Alzio mengangkat sebuah spatula cukup besar.
"dua."
"astaga kau memang ini meracuni orang, padahal aku memintamu masukkan dua sendok garam. malah dua spatula,... " terkejut Natalia, Darius tertawa terbahak disamping Natalia. menatap wajah Alzio yang nampak bodoh dan linlung, hanya senyuman tipis dan menepuk dahinya sendiri. Alzio berpikir istrinya itu sangat aneh, makan tanpa beban dengan senyuman senang menikmati makanan yang ia buat.
seharian penuh dirinya tidur karena lelah, ia tidak memperhatikan siapapun. Alzio keluar dari kamar karena tidak melihat sang istri, matanya menelusuri semua yang ada dirumah itu. tidak ada Krystal dimana pun, perasaannya tiba tiba menjadi khawatir. saat sampai dilantai bawah ia hanya melihat Darius, pria itu sedang bersantai di sebuah sofa dekat pekarangan.
"Darius dimana istriku!" teriak Alzio, Darius yang sedang santai terkejut dengan suara kerasa Alzio. terlihat pria itu berjalan tegap kearahnya, bahkan wajahnya masih terlihat ngantuk.
"kenapa teriak teriak, istrimu pergi dengan Natalia. nah itu mereka! " saut Darius yang secara bersamaan Natalia kembali dengan Krystal, Alzio langsung menoleh dan bernafas lega.
"Alzio!" teriak Krystal, wanita itu langsung berlari kedalam pelukan sang suami.
"kenapa tidak ijin padaku saat pergi, aku khawatir. "
"aku lihat kau tidur pulas, jadi hanya ijin pada Darius. lagi pula tidak lama, hanya sebentar." saut Krystal, Alzio mengangguk dengan itu. cukup melihat wajah sang istri, hatinya sudah tenang tidak perlu marah. "Alzio... "
__ADS_1
"ada apa? " ucap Alzio, Krystal berjinjit dan menempatkan bibirnya ditelinga Alzio.
"aku hamil. "