Obsesi Cinta Mafia

Obsesi Cinta Mafia
Season 2 - Rencana Si kembar.


__ADS_3

hari hari telah berlalu, kini Aurina berada dirumah sakit menjalani perawatan sebelum operasi matanya dimulai. Nathan menyiapkan seluruh penjagaan diarea rumah sakit, anak buahnya menyamar sebagai rakyat biasa disana yang memiliki kegiatan. Nathan lebih tenang meninggalkan gadis itu, Nathan menemui Azriel di bandara yang telah mendarat di California pagi hari.


disana Azriel sampai dengan saudari kembarnya, tanpa ada orang tua disana. ketiganya sedang melakukan misi rahasia disana, karena misi itu harus dirahasiakan dari Krystal terutama Alzio yang menjadi pusat ketakutan terbesar mereka. Mereka akan melakukan misi untuk merebut sebuah pabrik senjata disana, Azriel tidak punya wilayah dinegara itu dan berkeinginan memiliki wilayah disalah satu kota yang terletak disana. hal itu sudah direncanakan oleh Azriel, apalagi otak utamanya adalah Airella. gadis itu yang merancang rencana, dan Azriel mengerahkan seluruh anak buahnya atas bantuan Nathan yang ada disana. Nathan sudah memantau seluruh kota disana, itulah sebab utama Nathan dikirim kesana mengikuti Aurina.


"kita harus menyelesaikan rencana ini sebelum kedatangan Daddy dan Mommy, jika mereka sudah datang kita semua tidak akan bisa pergi dari hadapan mereka. " ucap Azriel, Airella mengiyakan hal itu sama juga dengan Nathan.


"tentu aku sudah menyimpan anak buah ku, Nathan kau tetap fokus pada Aurina. " saut Airella, gadis itu menjadi pusat perhatian disebuah bandara. bagaimana tidak, tiga orang itu memakai pakaian serba hitam, apalagi Airella yang terlihat cantik dengan tubuh seksi memakai pakaian serba hitam dan kacamata hitam.


"dia aman ada dirumah sakit, proses operasinya akan segera dimulai empat hari lagi. " saut Nathan, ketiganya pergi dari bandara setelah menaiki mobil.


"aku lelah bekerja double, seharian bisa dikantor kemudian dipanggil untuk acara misi dan harus berpikir keras. semoga Aurina cepat bisa melihat, aku akan memintanya mengurus perusahaan. " ucap Airella, Azriel hanya diam dengan itu.


memang keinginan Alzio tidak memperkenalkan dunia gelap pada anak anaknya, ia ingin ketiga anaknya menjalankan dunia bersih tanpa ada bahaya yang dilakukannya. Alzio perlahan meninggalkan dunia gelap miliknya yang dulu, ia menyerahkan semua yang menyangkut dunia gelap pada para sahabatnya, jika mereka meminta bantuan maka0 Alzio siap mengerahkan anak buahnya. tapi untuk pekerjaan itu lagi, Alzio tidak ingin beresiko. Alzio memikirkan keluarganya dari pada dunia yang ia kerjakan dulu, ia lebih menyayangi istri dan ketiga anaknya. jika dirinya terluka atau sampai merenggang nyawanya, maka istri dan ketiga anaknya akan menderita tanpa dirinya dan itu tidak bisa ia terima. akhirnya ia memutuskan berhenti dari dunia itu, dan ia sepakat dengan Darius akan melakukan pekerjaan bersih.


tanpa disadari Alzio, anak kembarnya malah meneruskan pekerjaannya secara diam diam. Azriel mengambil alih seluruh dunia gelap yang ditinggalkan ayahnya, perlahan lahan semua kembali menjadi hak kekuasaan Azriel dan Airella. tapi masih banyak lagi hasil usaha yang dilakukan Azriel dan Airella, seperti sekarang ini ia akan mengambil pabrik senjata milik Alexander yang ada di California. mereka melakukan penyerangan itu tanpa bantuan siapapun, hanya dilakukan bertiga dengan anak buah yang sudah disiapkan oleh mereka sendiri.


"kali ini tidak ada penyerangan Ai, kita lakukan dengan kelicikan." ucap Azriel, Airella dan Nathan menoleh merasa bingung. "Alexander telah mati ditanganmu, adiknya nya mengambil alih bisnis milik Alexander. aku dengar adiknya sedang mencari siapa sosok perempuan yang sudah membunuh kakaknya, karena itu kau harus berperan sebagai gadis yang mudah dirayu. dapatkan tanda tangannya dengan cara apapun, dan ya aku sudah menyiapkan dokumen kepemilikan pabrik itu. "

__ADS_1


"otak Azriel tidak pernah gagal, itu lebih baik dari pada harus melakukan penyerangan secara tiba tiba. " saut Nathan, Azriel mengiyakan hal itu.


"aku tidak ingin banyak korban diarea kita, karena mendapatkan pabrik itu sangat mudah tidak perlu mengeluarkan banyak anak buah kita. apalagi Aurina ada disini, aku tidak ingin ia menjadi incaran dari musuh baru disini nantinya. "


"dan aku yang jadi umpan?" tanya Airella, Azriel mengangguk dengan itu. "oh tidak bisa, aku tidak mau berurusan dengan pria botak lagi seperti yang sudah sudah. " saut Airella, ia selalu menjadi sasaran Azriel sebagai umpan. entah itu rencananya akan berhasil, atau rencananya gagal tetap saja Airella harus rela menuruti kakaknya.


"Adik Alexander tidak lah tua dan botak, dia seusia kita tenang saja. dia dikenal sebagai pria tampan, dan dia berada di kota ini dua hari yang lalu. " Airella berpikir keras, sebelum akhirnya dia pun setuju dan menyanggupi semua rencana yang disusun oleh Azriel. Airella mengambil dokumen yang disiapkan, kemudian wajah liciknya terlihat karena berpikir dirinya harus menyelesaikan misi itu.


...****************...


saat sedang memesan minuman, seorang pria juga berdiri disamping Airella berdiri. wangi pria itu mencuri perhatian Airella, terlihat galak dan juga angkuh jika diperhatikan oleh Airella. wajahnya tampan, memiliki rahang yang tegas dengan hidung mancung, sedikit berewok tipis yang terbentuk didagunya. Airella tidak ingin terpesona dengan siapapun, ia pun beranjak pergi dari sana karena ingin menjalankan tujuannya.


"itu adik Alexander, Xavier Walker. "


suara itu menghentikan langkah Airella, ia menoleh lagi kearah pria tampan sebelumnya. sedikit rasa tidak percaya dalam dirinya, tidak mungkin pria itu adalah Adik Alexander. pria itu cukup tampan, jika dibanding Alexander yang terlihat tua dan memiliki tubuh sedikit berisi.


"bisakah aku minum denganmu? " tanya Airella dengan suara sensual menggoda, pria bernama Xavier itu hanya melirik Airella dan menatap tubuh seksi itu.

__ADS_1


"tidak perlu, aku tidak tertarik dengan wanita. " ucapnya, Airella terkejut dengan itu.


"tidak suka wanita, itu artinya kau gay. sayang sekali orang tampan seperti mu gay... " suara Airella tercekat disana, karena mendapat tatapan tajam dari Xavier.


"aku bukan gay, dan aku tidak suka bersama wanita terlebih lagi sepertimu. wanita murahan yang biasanya datang ke bar, merayu setiap pria untuk terjebak di sebuah rencanamu. " ucapnya dengan ketus, Azriel mendengar percakapan dua orang itu. sepengetahuan Azriel dan Nathan, Airella akan sangat marah saat seseorang menghinanya.


"menarik kau tidak mengenalku, tapi sudah menuduhku seperti itu. " ucap Airella, gadis itu malah mendekatkan dirinya di hadapan Xavier. ia dengan berani mengambil minuman yang dinikmati oleh Xavier kemudian sedikit memperlihatkan gaya menggoda. "memang benar, minuman dari seorang pria sangat segar. "


"tuangkan segelas lagi." ucap Xavier, ia menoleh dan menatap tajam Airella. "enyahlah sebelum aku bertindak kasar. "


"kau ingin aku pergi, tentu tidak bisa. kau pergilah jika ingin pergi, aku terlebih dulu berada disini. " ucap Airella, ia menikmati minuman ditangannya.


"berapa harga mu? " ucap Xavier tiba tiba, hal itu membuat Airella terdiam dengan tangan yang mengepal. tidak pernah dirinya ditawar seperti itu, laki laki di hadapannya ini ingin sekali dia menembak kepalanya.


"aku tidak yakin kau bisa membayarku, kau saja hanya duduk disini dengan segelas wine. " Airella terkejut saat pria itu menarik pinggangnya, menghembuskan nafasnya ditelinga Airella yang terasa hangat. membuat bulu kudu Airella berdiri, ia meremas gelas yang ia pegang.


"aku bisa membayarmu berapapun, tapi apa bisa kau membuatku bernafsu padamu? "

__ADS_1


__ADS_2