Obsesi Cinta Mafia

Obsesi Cinta Mafia
Tubuh yang lemah.


__ADS_3

tubuh cantik itu kini penuh lebam, bahkan penuh dengan balutan perban. matanya tertutup begitu rapat dengan bibir pucat kering, seakan gadis itu lebih tepatnya yang sudah menjadi wanita itu seperti putri tidur. padahal sebelumnya terlihat sangat cantik dan memukau, dengan kulit bersinar. tapi kali ini kulit itu putih kemerahan banyak luka, Natalia menemani wanita itu dengan perasaan sedih.


seorang perawat datang merawatnya, bahkan dokter sebelumnya selalu memeriksa keadaan wanita itu. selama tiga hari dirinya itu dirawat, Alzio pun tidak merasa bersalah tetap melanjutkan pekerjaannya. Darius yang tetap menemani pri aitu sempat marah, tapi kemarahan nya tidak digubris oleh Alzio sedikitpun.


"Alzio apa kau tidak mengunjungi wanita itu, apa tidak ada rasa bersalah di hatimu? " ucap Darius berjalan mengikuti pria kejam itu, Alzio menghentikan langkahnya mendengar suara Darius. "dia bahkan belum sadar dirumah sakit, tubuhnya sungguh mengenaskan. " sambung Darius, dirinya sudah tidak peduli dengan kemarahan Alzio kepadanya nanti. tiba tiba raut wajah Alzio berubah, benar saja dirinya tidak mendengar kabar Krystal lebih tepatnya merasa gengsi untuk menanyakan kabar wanita nya itu.


"bawa dia pulang besok, lakukan perawatannya di mansion! " ucap Alzio kemudian pergi, Darius sedikit tersenyum dan mengangguk dengan itu.


dirumah sakit Krystal sudah tidur dengan nyenyak, kemudian membuka matanya dengan perlahan. tatapannya kosong menatap langit langit rumah sakit, kemudian melihat Natalia yang tersenyum kearahnya mengusap air mata yang menetes. Krystal langsung tersenyum, dan melihat dokter sedang melihatnya.


"apa ada yang sakit nona manis? " ucap Antonio, Krystal mengangguk kemudian melihat kearah lurus bawah. dokter itu langsung mengerti, kemudian tersenyum dengan memberikan suntikan vitamin. "tenang saja itu akan sebentar, besok sudah tidak sakit. " ucap Antonio tersenyum, kemudian menoleh kearah Natalia yang kebetulan melihat Darius datang.


"bagaimana keadaannya? " tanya Darius yang baru saja datang, Antonio mengangguk dengan senyuman.


"awalnya aku khawatir karena dia tidak kunjung sadar, tapi sekarang masa kritisnya sudah selesai. tubuhnya sudah lebih baik, tapi tetap harus terpantau oleh kalian. " ucap Antonio pada dua orang disana, langsung diangguki oleh mereka. Darius dan Antonio keluar dari sana untuk bicara, Natalia sudah sangat paham apa yang akan mereka bicarakan.


"hei apa kau yakin Alzio melakukan ini, lalu kenapa dibawa kerumah sakit? " tanya Antonio karena ia paham seseorang disakiti Alzio, akan berakhir di pemakanan.

__ADS_1


"dia wanitanya Alzio, karena marah dalam semalam sikopat itu menyiksa wanita itu tanpa ampun! " ucap Darius, hal itu membuat Antonio terkejut lagi. tidak mungkin Alzio memiliki seorang wanita, apalagi umurnya cukup muda bagi Alzio.


"sungguh tidak kupercaya, biasanya dia tanpa ampun tapi ini ada dirumah sakit. "


setelah sehari penuh dirawat tubuh Krystal pulih dengan cepat, wanita itu sudah bisa bicara dengan Natalia. meskipun matanya masih mengatakan kesedihan, bagaimana tidak sedih hal yang cukup berharga baginya direnggut dengan paksa. Natalia dan Darius membawa gadis itu pulang ke mansion, tubuhnya dipapah oleh Natalia memasuki mansion Alzio yang cukup membuat wanita itu kembali gemetar.


"dia tidak ada dirumah, tenang saja. " ucap Darius yang sadar tubuh gemetar Krystal, dengan anggukan ia mulai berjalan dengan masih dipapah Natalia.


sampai di kamarnya, Krystal dibaringkan oleh Natalia. masih dalam perawatan, Natalia melarang dirinya bergerak terlalu sering. saat Natalia ingin pergi, Krystal menarik tangan gadis cantik yang setia menemaninya itu.


"kenapa kamu membiarkan aku hidup, harusnya biarkan saja aku mati saat itu... " ucap Krystal dengan lemah, hal itu membuat Natalia terkejut kemudian berlurut di hadapan Krystal yang terbaring.


"dan ada aku, meskipun aku sekutu Alzio tapi aku sangat marah dia melakukan ini padamu. oh iya kau sahabatku sekarang, butuh apapun aku siap membantumu. " ucap Darius tiba tiba datang, hal itu membuat senyuman Krystal berkembang. ia tahu sifat Darius seperti Alzio, tapi sifat pria itu tidak sekejam Alzio.


"Darius! kau dimana! "


suara itu menggema di telinga, suara Alzio yang memanggil Darius tidak seperti biasanya. memang itu sengaja ia lakukan, karena tahu Darius datang dan langsung berjalan kearah kamar Krystal. senyuman dari wanita itu seketika hilang, wajahnya yang merah kembali pucat mendengar suara Alzio. hal itu membuat nya ketakutan, ingatan nya teringat dengan penyiksaan Alzio padanya empat hari yang lalu. Natalia memukul Darius untuk segera keluar, dan pria itu langsung berjalan cepat keluar menghampiri Alzio yang sudah berdiri menunggunya.

__ADS_1


"maaf, aku kebelet tadi! " ucap Darius, tapi ia menatap Alzio yang menatap kamar Krystal. memiliki keinginan untuk datang, tapi gengsinya terlalu tinggi untuk datang melihat wanita yang sudah ia lukai.


"jangan buang waktuku, ayo pergi! " meninggalkan mansion itu tanpa bicara lagi, Darius mengerti mengikuti langkah Alzio.


...****************...


malam yang tenang dirasakan semua orang, terlihat sunyi dengan manusia yang sudah terlelap didalam mimpi. Alzio kembali ke mansion larut malam bersama Darius, pria itu berjalan dengan lambat yang didahului Darius karena pria itu sudah lelah dan segera ingin tidur. Alzio mengehentikan langkahnya, ia menoleh kearah kamar Krystal yang tertutup rapat. dengan setengah hati kakinya berjalan kearah kamar itu, ia sangat penasaran bagaimana wujud wanita itu yang sudah tidak ia temui beberapa hari.


membuka pintu secara perlahan, melihat wanita itu tidur dengan pulas. tetap sama tubuhnya penuh lebam, ttapi tidak separah sebelumnya. Alzio menunduk melihat wanita itu, menyalakan lampu meja untuk melihat gadis itu. suara dengkuran halus terdengar, ia mengusap wajah gadis itu dengan lembut. entah hatinya berpikir kenapa dirinya menyiksanya seperti, padahal tidak terjadi apapun dan itu hanya sebuah obsesinya yang merasa miliknya disentuh orang lain.


"apakah sangat sakit... " gumam nya, ia menyentuh memar di leher gadis itu yang terlihat biru. bahkan lengan putih iku berwarna biru, Alzio terlihat kesal melihat kulit putih mulus itu penuh lebam akibat dirinya.


pagi cepat menyapa, matahari terik seakan begitu cepat tanpa dipanggil. Natalia menyiapkan bubur untuk Krystal, bahkan menyiapkan makanan seperti biasanya. Darius yang melihat itu tersenyum, kemudian melihat bubur yang dibawa Natalia kearah kamar Krystal. belum Darius meminum air digelasnya, terdengar suara teriakan dari Natalia memanggil dirinya.


"Darius!" panggil teriak Natalia, sang pemilik nama langsung berlari tanpa melihat sekelilingnya. Darius melihat Natalia, gadis itu seperti tercengang akan sesuatu. sedetik nya juga terjadi padanya, tercengang ketika kasur Krystal rapi tanpa adanya wanita itu terbaring. "Krystal hilang, dimana dia? " tanya Natalia, keduanya langsung keluar berusaha mencari wanita itu. tidak ada dimana pun, dengan tubuhnya yang lemah tidak mungkin gadis itu berjalan. untuk berdiri saja harus dibantu, apalagi harus berjalan keliling rumah itu.


mata Natalia melihat kearah kamar Alzio, karena kamar itu masih tertutup rapat. Darius juga menatap kamar itu, pikiran keduanya sama dan menduga hal itu. apa Alzio membawa Krystal kekamarnya, apakah mungkin ia menyakiti gadis itu lagi semalam dan tidak diketahui siapapun. Darius dan Natalia saling melihat, kemudian keduanya berjalan cepat kearah kamar Alzio.

__ADS_1


"sikopat Alzio, keluar dari kamarmu! "


__ADS_2