
setelah malam yang panjang dilalui, matahari menyambut kamar mereka berdua di pagi hari. dua orang tidur saling berpelukan didalam selimut, tubuh keduanya dibalut selimut dengan nyaman memberikan pelukan. orang pertama yang bangun adalah Natalia, ia membuka matanya secara perlahan dengan kepala pusing. ia merasa suhu ruangan yang hangat, ia mencari remot kontrol suhu ruangan tapi tidak menemukan. sampai ia sadar dibelakangnya terdapat manusia lain, ia melihat sebuah tangan bertato yang bertumpu di lehernya. tentu saja tangan milik Darius, pria itu tertidur pulas tanpa pergerakan.
"Natalia apa yang kau lakukan, kau bermalam dengan Darius... " ia ingat yang terjadi semalam, dirinya seakan menyerahkan tubuhnya pada Darius. Natalia perlahan bangkin, akan pergi dan Darius pun menarik pinggang Natalia agar dekat kembali dengan tubuhnya.
"tidurlah sekali lagi, jangan pergi tetaplah seperti ini. "
"lepaskan aku, kau mencari kesempatan dalam kesempitan. disaat aku tidak sadar, kau malah meniduriku. " Natalia terkejut saat Darius berada di atasnya, menatapnya dengan tatapan satu penuh cinta.
"benarkah, apa hanya aku yang menikmati? apa kau tidak? kau sadar kemarin, kau menceritakan semua masalahmu dengan sadar, bahkan wajahmu terlihat pasrah saat menawarkan... "
"cukup Darius, aku membencimu... " ucap Natalia kesal mebekap bibir Darius, dengan lembut Darius menggapai tangan itu kemudian mengecupnya disana.
"katakan kau mencintaiku, bukankah kau bertanya bagaimana memahami nya. aku sudah melihatnya kemarin, aku paham dengan ketakutan mu dan juga perasaan mu. tapi aku sudah bilang padamu, tidak peduli bagaimanapun dirimu, aku tetap mencintaimu sampai kapanpun. sekarang kau tidak bisa pergi dariku, aku sudah sangat mengikatmu. aku akan menikahimu secepatnya, meskipun kau menolak dengan menangis darah aku tidak akan peduli. " ucap Darius dengan tegas, pandangan Natalia pun melemah. matanya kembali berair, ia menutup wajahnya sendiri agar tidak terlihat menangis.
"aku sangat buruk, aku menyakitimu Darius... hiks.. hiks... " Darius tersenyum kemudian mengecup dahi Natalia cukup lama, kemudian membawa tangan mungil itu menyentuh bibirnya dan dikecupnya.
__ADS_1
"aku mencintaimu, kau tidak buruk. mari kita memulai hubungan ini Natalia, ayo kita berhenti saling menyakiti diri masing masing. aku ingin bahagia bersamamu, menikahimu, dan kau melahirkan anak anakku. " ucap Darius, Natalia tersenyum dengan itu kemudian mengangguk.
"iya, sepertinya menarik... " saut Natalia, Darius tersenyum. pagi itu terdengar suara tawa canda mereka berdua, sesekali Darius menggoda wanita yang sekarang menjadi kekasihnya itu. pagi itu mereka melakukan kegiatan semalam, meneruskan hal yang masih diinginkan Darius sampai kapanpun tidak akan habis.
...****************...
hari berlanjut sore, Darius membuka matanya. ia terkejut dengan dirinya, menoleh kanan dan kiri melihat dirinya tertidur tanpa Natalia disampingnya. apa semua itu mimpi, tidak mungkin semua itu mimpi. karena terlihat jelas, terlihat nyata Natalia berada didalam pelukannya semalaman. Darius pun keluar dari kamar, terburu buru menuju bawah untuk mencari Natalia. terlihat Natalia sedang berada di dapur, berpakaian seperti biasa kemudian menoleh kearah Darius.
"aku baik baik saja, jangan khawatir. " ucap Natalia biasa saja, Darius terkejut dengan itu karena tidak terjadi seperti sebelumnya. Darius duduk di kursi, ia meminta kepalanya yang sakit.
"aku sudah gila, semua itu mimpi." ucap Darius, Natalia tersenyum kemudian berjalan kearah belakang Darius. dipeluknya pria itu dengan sayang, Darius terkejut kemudian menoleh kearah wajah Natalia.
"aku takut semuanya mimpi sungguh." ucap Darius memberikan ciuman, Natalia melepasnya dengan cepat kemudian mengusap bibirnya.
"banyak pelayan, nanti dilihat. ayo ganti baju, setelah itu kau harus makan. perutmu belum terisi apapun kan,.. " Darius manja dengan Natalia, pria itu memeluk Natalia dengan berjalan menuju kamar.
__ADS_1
setelah beberapa menit mereka keluar dari kamar, Darius duduk dengan menatap Natalia yang memasak. terlihat Natalia sudah ahli memasak, dibantu beberapa pelayan. wanita yang selama ini ia kagumi cintai, kini sudah menjadi resmi miliknya seutuhnya. tidak pernah disangkanya, wanita itu menyimpan hal yang menyakitkan itu sendiri selama bertahun tahun. mungkin jika Alvion ada, dia pasti akan menghajar pria itu hingga mati.
Darius meminta semua pelayan pergi, dan tinggal Natalia yang memasak. Darius memeluk Natalia dari belakang, membuat wanita itu terkejut dan langsung menoleh.
"jangan begini, nanti dilihat pelayan." saut Natalia, Darius tetap memeluk wanita itu menciumi tengkuk leher Natalia.
"mari kita bicara pada Alzio nanti, agar kita segera menikah. aku ingin cepat menikah denganmu, apapun yang terjadi. " Natalia mengangguk dengan itu, kemudian ia merasa risih saat Darius terus memeluknya. Darius sangat suka harian Natalia, dulu ia hanya merasakan wangi Natalia dari jauh tapi kini ia bebas mendaratkan ciumannya.
Krystal dan Alzio datang, mereka melihat Darius dan Natalia merasa senang. keduanya duduk di tempat masing, seperti biasa bayi kecil mereka yang berusia 3bulan semakin menggemaskan. Darius sadar kedatangan Alzio, ia pun melepas pelukannya.
"Alzio kami... "
"segeralah menikah, aku tidak ingin wanita itu kau tiduri terus tanpa kau nikahi." cela Alzio, hal itu membuat Darius tersenyum dan mengangguk. Darius merasa senang, ia menggendong Azriel yang berada dalam gendongan Krystal.
"jadi pakai jurus apa, kok bisa luluh hati tuan putri? " ucap Krystal, Natalia merasa malu karena memang sebelumnya dirinya seperti orang bodoh yang marah tidak jelas.
__ADS_1
"jangan menggodanya, aku susaah payah merayu nya semalam. " ucap Darius, Krystal tertawa dengan itu. Alzio melirik kearah Darius, melihat pria itu tampak segar dan cerah.
"lakukan pernikahan nya bulan depan, semakin cepat semakin baik. " Darius mengangguk dengan itu, Natalia sendiri tersenyum dengan Krystal yang berada di dapur. titik bahagia terlihat dirumah itu, memiliki kebahagiaan masing masing tanpa harus ada iri hati.