
Operasi Aurina dilaksanakan hari ini, semua keluarga datang termasuk Darius dan Natalia. mereka menunggu kabar baik diluar ruang operasi, memanjatkan doa berharap anak kesayangan mereka menjalani operasi dengan baik. hampir berjam jam menunggu, dokter masih didalam ruang operasi. para orang tua menunggu di sebuah ruang tunggu, mereka beristirahat disana karena merasa kelelehan menunggu.
sampai sore pun berlalu menjadi malam, dokter keluar setelah berjam jam. dokter itu melihat keluarga Alzio yang menunggu khawatir, dokter itu memberikan senyuman menatap semua orang disana.
"tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi, operasinya berjalan dengan lancar. donor mata itu cocok untuk pasien, dan kini pasien dalam pemulihan. Setelah satu minggu kami akan membuka perban nya, dan melakukan test pada matanya untuk uji coba. " ucap dokter itu, semua orang merasa senang dan bahagia. mereka masuk secara bersamaan didalam ruangan Aurina, terlihat Aurina terbaring dengan mata yang diperban.
"maaf pasien harus istirahat, kalian bisa menemui pasien besok pagi. Hanya satu orang uang boleh menunggu, tolong pengertiannya.. " ucap seorang perawat, mereka pun kembali keluar dan sedikit berbincang.
"Daddy kalian kembalilah ke hotel, sepertinya mommy juga kelelahan. aku akan menjaga Aurina disini, jangan khawatir. " ucap Azriel, Airella mengangguk dengan itu.
"kalian semua kembali saja ke hotel, Azriel antar orang tuamu dan orang tuaku. aku akan disini menunggu Aurina, tenang saja aku sudah biasa menemaninya. " ucap Nathan, Azriel dan Airella saling melihat satu sama lain. pikiran mereka sama, jika sudah dihotel tentu saja Airella merasa tenang karena tidak ada yang bisa menemukannya.
"Nathan jaga Aurina ya, besok kami akan kembali lagi." ucap Krystal dengan lembut, Nathan tersenyum dan mengangguk.
"pasti Aunty Krystal, itu sudah menjadi kewajibanku menjaganya. " ucap Nathan, semua orang pun pergi dari sana. Nathan masuk kedalam ruangan Aurina, ia melihat gadis itu tengah terbaring dengan nafas teratur. Nathan tersenyum dengan itu, ia mengusap tangan Aurina dengan lembut. "selamat Aurina... sebentar lagi kau akan melihat dunia, aku sangat bahagia untukmu. " ucap Nathan, ia tersenyum dengan mengusap pucuk kepala Aurina.
keesokan harinya tidak terasa hari sudah pagi, Nathan tertidur di samping Aurina dengan posisi duduk. Aurina bangun dari tidurnya, ia merasakan perban dimatanya dan meraba seluruh benda di sekitarnya. ia merasa seseorang memegang tangannya, tentu saja tangannya dipegang oleh Nathan semalaman.
"Nathan... " panggilnya dengan lembut, Nathan pun membuka mata nya dan langsung melihat keadaan Aurina.
__ADS_1
"aku disini, apa yang kau butuhkan? " ucap Nathan, Aurina menggenggam erat tangan Nathan seperti orang yang ketakutan.
"bagaimana operasi ku, apa semua lancar. apa mataku bisa melihat nantinya, katakan sesuatu... "
"sabar tenanglah, operasimu lancar. setelah satu minggu dokter akan membuka perban itu, dan kau akan bisa melihat dunia nantinya... " ucap Nathan, Aurina tersenyum dengan itu.
"aku ingin menangis, tapi tidak boleh menangis. aku bahagia, akhirnya aku akan bisa melihat lagi. " ucap Aurina, ia memeluk tubuh Nathan sangking bahagianya. Nathan tersenyum dengan itu, ia juga memeluk tubuh Aurina dengan erat menyalurkan kebahagian Aurina pada dirinya.
beberapa saat kemudian Alzio dan Krystal datang, Nathan melepas pelukan itu dan berdiri menjauh dari sana. Alzio memeluk putrinya, Aurina senang merasakan kehadiran kedua orang tuanya.
"aku tidak sabar perban itu dibuka, adikku bisa melihat lagi... " ucap Airella senang, Azriel sangat senang tapi tidak ia tunjukkan.
"aku senang kalian semua ada disini, Dahlia juga hadir aku tidak menyangka. "
"tentu saja, aku datang dari Perancis kemari hanya untuk melihatmu. aku ingin dilihat olehmu juga, hihi... " saut Dahlia, Aurina merasa senang dengan itu. ruangan itu berisik seperti ruangan pertemuan keluarga, menang tidak ada yang bisa membuat mereka bahagia selain itu.
pada sore hari mereka semua kembali, menyisakan Airella, Nathan dan juga Dahlia, Azriel mengantar para orang tua kembali ke hotel. mereka saling bercanda dan bercerita, Nathan mengupas apel yang masih menjadi kesukaan Aurina.
"setelah kau bisa melihat, aku akan mengajakmu kepantai yang kemarin. " ucap Nathan, Aurina menganggukkan kepala dan memakan sepotong buah apel ke mulutnya.
__ADS_1
"Dahlia ayo keluar sebentar, aku ingin minuman dingin. " ucap Airella, Dahlia pun mengangguk dan keduanya pergi. hanya meninggalkan Aurina dan Nathan, pria itu masih menatap Aurina yang sedang mengigit buah apel.
"apa kau ingat yang kau katakan waktu itu, apa kau melarangku menjagamu lagi ketika kau bisa melihat? " tanya Nathan, Aurina menghentikan kunyahan nya. ia meraba tubuh Nathan yang berada di sampingnya, memegang tangan Nathan dengan lembut.
"setelah aku bisa melihat, aku tidak perlu di jaga oleh siapapun lagi Nathan. kau bisa kembali dengan urusanmu dan tidak memikirkan aku lagi, aku pasti bisa menjaga diriku sendiri. aku sudah banyak menyusahkanmu, setelah aku bisa melihat aku sudah berjanji tidak akan menyusahkanmu. " ucap Aurina, Nathan menggenggam erat tangan Aurina.
"hidupku hanya untuk menemanimu, aku ingin selalu menjagamu. bagaimana bisa kau melarangku seperti ini, aku tidak bisa... " ucap Nathan, Aurina yang akan bicara lagi malah dikejutkan dengan Nathan yang tiba tiba mencium bibirnya. Nathan mengecup bibir itu, memegang tengkuk Aurina agar tidak menjauh. Aurina yang terkejut hanya diam, awalnya hanya menempel tapi Nathan berusaha untuk membuka mulut Aurina. ciuman itu terjadi tanpa penolakan Aurina, ia diam sampai Nathan menghentikan tindakannya dan menatap Aurina. "maaf... "
"aku ingin istirahat sekarang.. " ucap Aurina, ia berbaring dengan posisi membelakangi Nathan. pria itu menyelimuti Aurina hingga gadis itu tenggelam didalam selimut, Nathan menyesali perbuatannya yang melakukan hal itu secara tiba tiba.
dilain tempat Airella dan Dahlia berkeliling, ia mencari minuman kaleng yang tersedia dirumah sakit. sampai disana Airella menunggu Dahlia uang menukarkan uang menjadi koin, agar bisa mendapatkan minuman kaleng tersebut. awalnya tenang ia bersenandung, tiba tiba dirinya dikejutkan oleh seseorang yang dikenal nya. seorang Xavier berada dirumah sakit itu, terlihat sepertinya pria itu sedang berobat. Airella bersembunyi balik box minuman kaleng, ia melihat Dahlia datang dan meminta gadis itu dengan cepat.
"cepat beli uang itu, kita harus kembali. " ucap Airella, Dahlia merasa heran ia mengisi box itu dengan koin dan mendapatkan minuman yang ia inginkan.
"ada apa Ai, kamu terlihat ketakutan? " tanya Dahlia, Airella mengambil minuman itu dan menggelengkan kepalanya.
"jangan berisik, anak kecil tidak boleh tahu! " ucap Airella, ia langsung pergi tanpa melihat kearah Xavier. Airella dan Dahlia sampai dikamar Aurina, disana terlihat Aurina sedang terbaring tidur, sedangkan Nathan duduk disofa dengan membaca majalah. Nathan melihat Airella yang nampak panik, kemudian duduk disamping Nathan.
"ada apa? " tanya Nathan, Airella menunggu Dahlia yang akan masuk kedalam kamar mandi.
__ADS_1
"aku melihat Xavier, dia ada dirumah sakit ini. sepertinya aku harus ke hotel saja, aku jadi tidak tenang begini! " ucap Airella, Nathan menggelengkan kepalanya. dan menahan senyum, Airella kesal dengan itu. "malah tertawa, dia pasti akan membunuhku jika melihatmu disini. " ucap Airella lagi, mereka pun menghentikan pembicaraan saat Dahlia keluar dari kamar mandi. tidak ada rasa penyesalan bagi Airella, ia hanya tidak ingin Xavier bertemu dengannya diwaktu yang tidak tepat. karena dia tidak bisa melawan, apalagi Alzio dan Krystal berada disana. jika keduanya tahu, tamat sudah riwayat Airella dan Azriel.