Obsesi Cinta Mafia

Obsesi Cinta Mafia
Psikopat baru.


__ADS_3

Krystal masih berada didalam kamarnya, terbaring dengan lemah yang dirasakan tubuhnya. air mata tidak berhenti menetes, isakan itu terus terdengar ditelinga nya. tubuhnya merasa kotor saat ini, padahal hatinya beberapa hari yang lalu sudah sembuh tapi mengingat lagi kalau dirinya telah hancur. dirinya sangat tidak menyangka, sebagai gadis kota yang modern hancur ketika kesuciannya direnggut begitu saja.


kini Krystal bukan lagi gadis yang periang, dirinya meratapi nasib yang terjadi padanya. Bahkan pikirannya yang tidak kotor, sekarang menjadi kotor jiwanya yang ingin mengakhiri hidup selalu terlewat di otaknya. tak kuasa menahan air mata, sedikit demi sedikit buliran air bening itu terus mentes di pipinya. hingga mata gadis itu nyaris tidak terlihat, ia merasa ketakutan dan gemetar pada tubuhnya setiap hari. Padahal banyak sekali impian yang diwujudkan diusia muda, tapi impian itu seakan hilang lenyap dalam hidupnya. jangankan mewujudkannya, bermimpi pun dirinya sudah tidak pantas.


Alzio yang sudah merasakan tubuh Krystal, selalu ingin mendekati gadis itu. ada perasaan yang membuatnya nyaman, bahkan ia ingin Krystal tidak merasa trauma padanya. Natalia dan Darius tidak bisa mencegah keinginan Alzio, pria itu memaksa Krystal untuk tetap dekat dengannya apapun yang terjadi.


"jangan mendekat kumohon... " ucap Krystal yang meringkuk diatas kasur, Alzio seakan tidak peduli dengan suara lemah itu memohon padanya. Alzio tetap mendekati Krystal, menyentuh tengkuk lemah itu dengan sedikit kuat.


"aku memberimu kebebasan, kau bebas bicara dengan Natalia dan Darius. bahkan kau bebas berkeliling rumah ini, tapi kebebasanmu itu membuatmu sangat liar. kau berani dekat dengan pria lain, bahkan satu ruangan dengan pria itu. aku tidak peduli itu sengaja atau tidak, sedari awal jika kau tidak setuju makan hal itu tidak akan terjadi. " tegas Alzio, pria itu nyatanya masih kesal dengan kejadian beberapa waktu lalu yang membuatnya hilang kendali.


"aku sudah meminta maaf padamu, tolong maafkan aku... " Alzio melepas tengkuk itu sedikit kasar, kemudian ia berdiri dari duduknya menatap Krystal yang masih duduk memeluk lututnya sendiri diatas kasur.


"mulai sekarang kau akan diam didalam kamar ini sampai kapanpun, kau tidak diijinkan bicara dengan siapapun. kau hanya akan bertemu denganku, dan juga bicara denganku. jika kau melanggar itu tanpa sengaja atau dengan sengaja, kau akan melihat kehancuran orang tuamu dariku! " ancaman Alzio yang kejam tanpa main main, Krystal terkejut dengan itu langsung meneteskan air matanya.

__ADS_1


"aku bukan tawanan... aku ingin bebas.. kenapa kau memperlakukan aku seperti seorang budak! " teriak Krystal, gadis itu memang takut tapi tentu masih bisa melawan Alzio dengan lantang.


"kau yang membuat dirimu sebagai tawanan, besok ada berita bagus yang akan masuk ke telingamu! " Krystal terkejut dengan itu, ia takut berita itu akan menyakiti orang tuanya. Krystal langsung bergerak mendekat kearah Alzio, mengatupkan kedua tangannya dengan menangis.


"maaf... tolong jangan sakiti siapapun, maaf atas perkataanku. aku... aku akan menuruti semua perintahmu... " Alzio tersenyum dengan itu, kemudian pergi dari sana tidak lupa mengunci pintu dengan rapat. kini tinggallah Krystal sendirian, tangisannya meledak tanpa bisa dihentikan.


...****************...


malam hari berganti menjadi pagi hari yang menyapa, ketiga orang itu seperti biasa akan melakukan sarapan. Natalia ingat kalau harus memberikan makan pada Krystal, tapi saat akan pergi suara Alzio menghentikan Natalia dan berdiri mematung hingga Alzio membuka suaranya lagi.


"apa kau psikopat baru Alzio, dia harus sarapan agar cepat pulih dan kau malah mengunci dia didalam kamar. " ucap Natalia, Alzio berdiri dari duduknya dan mengambil nampan yang dibawa Natalia.


"aku yang akan mengantar, dia berusaha kabur dariku maka aku akan berusaha dekat dengannya. tidak ada yang boleh bicara dengannya, sekalipun dirimu. hanya aku yang bisa bicara dengannya, jika ada yang melanggar aku akan menyakitinya sebagai hukuman. " setelah mengatakan itu Alzio pergi dari sana, membawa nampan sarapan kekamar Krystal. Natalia kesal dengan itu, saat akan melawan Darius menahan gadis itu dengan kuat.

__ADS_1


Alzio membuka pintu kamar yang sudah ia kunci, terlihat Krystal meringkuk diatas kasur. Alzio meletakkan sarapan itu diatas meja, kemudian menghampiri wanita itu yang seakan masih hanyut didalam mimpi. Alzio mengusap punggung Krystal, seketika sangat empu membuka mata dan langsung mendudukan dirinya menatap Alzio yang duduk didekatnya.


"aku membawa sarapan untukmu, pergilah mandi dan makan sarapanmu. " tegas Alzio dengan rahang keras, Krystal hanya diam dan mengangguk pelan. dengan langkah nya yang kecil ia masuk kedalam kamar mandi, setiap melangkah Alzio memperhatikan gadis itu. beberapa menit kemudian Krystal keluar dengan tubuh segar, dengan piyama mandi ia membuka pintu lemari. terkejut melihat Alzio yang masih ada disana, duduk di kursi dengan memperhatikannya tajam. Alzio memang tidak pergi dari sana, ia pindah duduk disofa menunggu wanita itu hingga keluar.


"aku akan ganti baju, tolong keluarlah. " ucap Krystal dengan berani, Alzio tanpa beranjak tetap menatap wanita itu dengan lekat.


"ganti saja, lagi pula aku sudah melihat semua dan merasakannya. " ucap Alzio, hal itu membuat Krystal merasa enggan mengganti pakaiannya. "jangan berani masuk kamar mandi, ganti pakaianmu disitu! " ucap Alzio saat melihat wanita itu akan melangkah kearah kamar mandi, Krystal akhirnya mau tidak mau mengganti pakaiannya dihadapan Alzio. tubuh mulus yang memiliki lebam sedikit memudar, terpampang jelas di hadapan Alzio yang membuat pria itu enggan untuk mengalihkan pandangannya.


Krystal dengan gerakan cepat memakai seluruh pakaiannya, ia tidak ingin berlama lama telanjaang di hadapan pria itu. tapi tiba tiba saja ia terkejut, saat Alzio menariknya masih dalam keadaan hanya memakai pakaian dalam.


"apa yang kau lakukan, lepaskan aku... " ucap Krystal memberontak, Alzio mendorong wanita itu hingga ke pojok tembok. dengan segera meraup bibir tipis Krystal, ia mengigit bibir itu agar wanita itu memberikan akses dan membalas ciumannya. Alzio memang sudah menahan dirinya, tapi lama kelamaan ia tidak tahan dan berakhir memaksa Krystal. Alzio bahkan tidak mendengar wanita itu merengek, meminta untuk dilepaskan. tapi lama kelamaan gadis itu menyerah, ia membiarkan Alzio melakukan keinginannya. pria itu masih menikmati ciuman yang ia lakukan, bahkan menggigit leher Krystal dan meninggalkan tanda kepemilikan disana. Alzio menghentikan hal itu, nafasnya memburu sama dengan Krystal yang tidak diberikan kesempatan bernafas. Alzio menatap wanita itu yang memejamkan mata, bahkan tangannya masih mencengkram lengannya. entah kenapa ia tidak ingin melepasnya, tapi merasa kasihan pada Krystal yang terus mendapat kejutan darinya.


"pakai bajumu sekarang, jika lambat... aku akan melakukan hal lain.. " ancam Alzio, hal itu langsung membuat Krystal berlari menggapai pakaiannya. ia memakai dress yang mudah ia pakai, dengan sekali pakai Dress itu langsung melekat ditubuhnya dengan cantik. Alzio menatap gadis itu yang berdiri, sungguh cantik tanpa polesan make up sedikit pun.

__ADS_1


Alzio berjalan kearah sofa yang diikuti Krystal, duduk disofa dan Krystal duduk di lantai dekat dengan meja. hal itu membuat Alzio terkejut, tapi tidak ingin bicara dan membiarkan apapun yang dilakukan Krystal. wanita itu bersinar saat melihat makanan, sepertinya perutnya lapar dari semalam akan sembuh dengan makanan yang terlihat lezat.


"makanlah, semua itu disiapkan Natalia untukmu." ucap Alzio datar, Krystal langsung memegang sumpit dan mulai menyuapkan makanan itu kedalam mulutnya. bibirnya terbentuk senyuman, benar rasa makanan yang dibuatkan Natalia adalah makanan kesukaan nya. menatap Krystal yang perlahan sembuh membuat Alzio sedikit senang, ia menatap gadis itu yang lahap makan dengan sarapannya.


__ADS_2